Bergumul
dengan Segenap Tenaga
(Lukas 13, Kolose 1, Roma 7 & 8, Matius 5)
Api Tukang Pemurni Logam: Pelajaran 6
Copr. 2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Pergumulan. Sungguh merupakan suatu kata yang sukar. Ibrani 12:4 membicarakan mengenai “pergumulan melawan dosa.” Apakah pergumulan yang Allah inginkan dari kita? Apakah begitulah keinginanNya? Saya merasa diri saya sangat buruk karena Allah perlu memaafkan dosa saya yang itu-itu juga berulang-ulang kali. Saya mengajar orang lain, namun mengapa saya masih tetap bergumul? Allah menawarkan untuk mengangkat beban kita. Haruskan saya mengabaikan dosa-dosa saya dan biar Allah yang menanganinya? Jika benar demikian, bagaimana mungkin Alkitab membicarakan tentang “pergumulan” melawan dosa? Tatkala Lukas 13:24 mengatakan “berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu … banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” ini kedengarannya seperti perkerjaan yang serius. Saya meyakini akan kebenaran oleh iman, bukan kebenaran oleh perbuatan. Bagaimana mungkin ayat-ayat ini bisa benar? Mari selami Alkitab dan lihat apa yang bisa kita pelajari mengenai pergumulan orang Kristen!
1. Pergumulan Segelintir Orang
1. Baca Lukas 13:22-23. Pertanyaan apa yang diajukan kepada Yesus?
1. Menurut saudara jawaban apa yang Yesus akan berikan?
2. Baca Lukas 13:24. Apa jawaban Yesus? Apakah ia berkata “Ya, hanya sedikit?” (Ia tidak mengatakan demikian. Ia katakan “banyak” yang berusaha masuk, namun tidak berhasil. Jadi, kelihatannya lebih banyak yang tidak masuk daripada yang masuk. Namun, Yesus tidak mengatakan hanya sedikit yang masuk. Pintu itu sempit dan banyak yang gagal memasukinya.)
1. Bagaimana kita memasuki pintu ini? (Di dalamnya tercakup “upaya” dari pihak kita. “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu.”)
3. Baca Lukas 13:25. Apakah yang dikatakan di sini mengenai hal memasuki pintu yang sempit? Apa syarat pertama dari “upaya” kita? (Segera bertindak. Tawaran yang diberikan hanya untuk waktu yang terbatas karena “jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu” maka terlambatlah sudah.)
1. Persyaratan lain apa yang dituntut oleh sang pemilik rumah bagi siapa yang akan memasuki pintu rumahnya, selain tindakan segera? (Sang pemilik perlu mengenal orang yang ingin masuk. Masuk akal. Siapa yang mau membiarkan orang asing memasuki rumahnya?)
1. Karena cerita ini jelas-jelas merupakan perumpamaan tentang Allah, apa yang perlu diketahui oleh Allah yang Maha Tahu? Apa artinya “Aku tidak tahu dari mana kamu dating?” (Sang pemilik rumah berkata dia tidak mengetahui informasi paling mendasar dari orang-orang ini. Ia bahkan tidak mengetahui latar belakang mereka.)
4. Baca Lukas 13:26. Apakah orang-orang itu meralat ucapan sang pemilik rumah? Apakah yang terjadi ini sekadar daya ingat yang buruk semata?
5. Baca Lukas 13:27. Apakah sang pemilik rumah mengakui bahwa ini merupakan masalah ingatan yang salah? (Tidak. Rupanya, sekadar dekat-dekat dengan sang pemilik rumah tidaklah cukup baginya untuk mengenali mereka. Ia tidak memungkiri kalau ia mengajar di lingkungan mereka atau makan bersama mereka. Perhatikan lagi Lukas 13:24 yang mengatakan “banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” Ini merupakan gambaran dari orang-orang yang ingin masuk. Orang-orang yang cukup berupaya untuk masuk. Orang-orang yang ditolak ini mendengar ajaran sang pemilik rumah, namun tidak disebutkan bahwa mereka mengikuti ajarannya. Malahan, sang pemilik rumah menyebut mereka “pelaku kejahatan.”)
6. Baca Lukas 13:28-30. Apa yang TIDAK jadi syarat untuk bisa masuk? (Saudara tidak harus menjadi orang Yahudi (atau bagian dari kelompok yang diterima). Ini bukanlah perkara “kelompok.” Orang-orang dari segenap penjuru diijinkan masuk. Saudara tidak perlu menjadi orang “pertama” di bumi ini baru bisa masuk. Ini bukanlah perkara duniawi.)
7. Apakah pekabaran ini hanya ditujukan kepada orang Yahudi pada masa Yesus? Ataukah ada prinsip kekal dinyatakan dalamnya?
1. Jika saudara mengatakan “prinsip kekal,” menurut ayat ini bagaimana cara agar bisa masuk? (Sang pemilik rumah mengenali saudara. “Berjuang” untuk masuk pintu tersebut. Tidak diklasifikasikan sebagai “pelaku kejahatan.”)
8. Baca Roma 1:21-23, 28. Apa yang dikemukakan di sini mengenai mengenali Allah dan Allah mengenali kita? (Memiliki pengetahuan saja tidaklah cukup. Kita harus “merasa perlu” untuk menyimpan pengetahuan tersebut dan mensyukurinya dan menggunakannya untuk kemuliaan Allah.)
9. Hubungan seperti apa yang saudara mulai temukan antara “pergumulan” dan dikenali oleh sang pemilik rumah?
2. Makna dari Pergumulan
1. Baca Roma 7:21-24. Apakah ini kedengarannya seperti pergumulan? Jika ya, apa yang dipergumulkan?
2. Baca Roma 7:25. Yesus akan melepaskan kita. Yang jadi pertanyaan: Apakah ia akan melepaskan kita dari pergumulan atau dari hal lainnya? (Yesus melepaskan kita “dari tubuh maut ini.”)
3. Baca Roma 8:1-3. Menurut ayat-ayat ini, kita diselamatkan dari apa? (Kita diselamatkan dari “penghukuman.”)
4. Baca Kolose 1:19-23. Apa yang harus saya lakukan agar bebas dari dakwaan? (Kematian Yesus menggantikan saya memperkenankan saya ditempatkan “suci” tanpa cela dan bebas dari dakwaan.” Inilah kita yang sudah dilepaskan dari “dakwaan.”)
1. Betapa mulianya! Kita dilepaskan oleh Yesus dari dakwaan dan dari penghukuman. Apakah berakhir di situ saja? (Ayat-ayat ini memandang ke masa depan. “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman … jangan mau digeser dari pengharapan Injil.” Keselamatan itu pemberian yang cuma-cuma. Menghidupkan hidup kekristenan merupakan kemitraan dengan Allah.)
5. Baca Kolose 1:24-29. Apa yang Paulus pergumulkan? (Baca Kolose 1:28-29 beberapa kali. Paulus bekerja dengan kuasa Roh Kudus (segala tenaga sesuai dengan kuasaNya) untuk mengabarkan injil. Ia menjadi mitra Allah dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Imaginasi saya membayangkan Paulus, seperti anggota pemadam kebakaran, memegang selang air yang tekanan airnya maha dahsyat. Kemitraan diperlukan untuk melakukan upaya terbaik untuk memadamkan api kejahatan di dalam hidup kita dan hidup orang lain.)
3. Pergumulan Hidup
1. Baca Matius 5:27-30. Inilah upaya terakhir dalam pergumulan – memenggal anggota tubuh! Coba kita berandai-andai sejenak bahwa pikiran saudara biasanya dipenuhi gairah terhadap lawan jenis. Apakah dengan mencungkil mata kanan saudara masalah tersebut dapat diatasi?
1. Bagaimana jika saudara memiliki dorongan untuk mencuri? Akankah memenggal tangan kanan saudara menghentikan saudara dari mencuri? (Saya kira mencungkil kedua mata dan memenggal kedua tangan akan sedikit memperlambat – namun perkara-perkara ini lebih terkait dengan pikiran.)
2. Jika Yesus tidak minta kita agar memotong bagian-bagian tubuh – saya tidak mengira Ia meminta demikian – apa yang Ia maksudkan dengan ungkapan ini? (Ia menyerukan tindakan radikal untuk menghindar dari dosa. Jika saudara memiliki kelemahan terhadap suatu dosa tertentu, maka saudara perlu menghindarkan diri dari melakukan hal-hal yang mungkin bukan perbuatan dosa, namun menuntun saudara lebih dekat kepada dosa kesayangan saudara.)
2. Ada pertanyaan sulit. Jika keselamatan merupakan pemberian cuma-cuma dari Allah, mengapa Yesus menyebutkan “berjuanglah” untuk memasuki pintu yang sesak dan memenggal bagian tubuh agar tidak dilemparkan ke neraka (dalam hal ini, tidak lolos masuk pintu yang sempit)? (Keselamatan tidak bisa kita upayakan. Bacaan kita dalam Kolose 1:22 mengatakan bahwa kematian Yesus sebagai ganti kita menjadikan kita “tak bercela dan tak bercacat.” Roma 8:1 mengatakan tidak ada penghukuman bagi mereka yang berada di dalam Yesus Kristus. Namun, hidup kekristenan kita tidak berakhir dengan keselamatan. Allah mengharapkan kita agar melanjutkan kemitraan bersamaNya. Kemitraan ini membutuhkan upaya dari pihak kita untuk melawan cacat karakter kita dan untuk mengabarkan injil.)
1. Jadi, bagaimana dengan pergumulan saya dengan dosa yang itu-itu juga? (Bagaimana dengan saudara dan dosa saudara yang itu-itu juga? (Menurut saya inilah hidup kekristenan itu. Apabila saudara berhenti bergumul, maka saudara mati – kematian kekal. Roma 7 & 8 memaparkan hal yang penting mengenai hal ini. Jika saudara belum akrab dengan pasal-pasal ini, bacalah. Sekarang baca Roma 8:12-14. Menurut saya di sinilah letak pergumulan dalam hidup orang Kristen. Kita perlu “oleh Roh … mematikan perbuatan-perbuatan tubuh.” Kita juga bergumul untuk membawakan injil kepada orang lain.)
3. Sobat, bagaimana dengan engkau? Sudahkah engkau menyerahkan hidupmu kepada Allah? Sudahkah engkau berketetapan untuk mengarahkan pikiranmu kepada apa yang Allah kehendaki, bukannya kepada kehendak dagingmu? Apakah engkau sungguh-sungguh mau, melalui kuasa Allah dan kemitraanNya, mematikan keinginan-keinginan tubuhmu? Allah memanggil kita untuk menyerahkan hati dan pikiran kita kepadaNya agar kita menghidupkan kehidupan yang selaras dengan kehendakNya.
4. Pekan depan: Pengharapan yang Tak Dapat Dihancurkan.