<-- The Shepherd's Crucible

Ujian-ujian Berat yang Datang
(Imamat 28, 1 Petrus 4, Roman 1 & 2)
Api Tukang Pemurni Logam: Pelajaran 2

Copr. 2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan: Seorang Kristen yang sungguh-sungguh seyogyanya mengharapkan apa dalam hidupnya? Alkitab memberi segala macam nasehat tentang cara memperoleh hidup yang lebih baik. Ulangan 28 menjanjikan bahwa jika kita taat kepada Allah Ia akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kita di atas bumi ini. Di lain sisi, jika kita lalai menaati Allah, hidup kita akan sulit. Lalu, mengapa ada ayat-ayat di dalam Alkitab yang mengatakan agar orang Kristen mengharapkan hal-hal yang buruk? Mari selami pelajaran kita dan lihat apa yang kita dapat pelajari dari Alkitab!

 

1.      Jangan Heran

 

1.      Baca Ulangan 28:1-8. Apa yang Allah janjikan jika kita “taat sepenuhnya” kepadaNya? (Ia menjanjikan berkat-berkat. Jika saudara membaca Ulangan 28:1-45 maka di sana saudara akan menemukan semua janjinya. Jika saudara tidak taat kepada Allah hidup saudara akan sangat tidak menyenangkan dan mengecewakan.)

 

2.      Baca 1 Petrus 4:12. Setelah membaca Ulangan 28, dugaan saya saudara akan heran. Penderitaan menjadi hal yang aneh jika kita melatar-belakanginya dengan Ulangan 28. Jika Allah tidak berubah, dan perkataanNya dapat dipercaya, bagaimana saudara menjelaskan kedua pernyataan yang kelihatannya berlawanan ini?

 

3.      Mari tengok konteks dari 1 Petrus 4:12. Lanjutkan dengan membaca 1 Petrus 4:13-16. Apakah kita nanti akan mengalami penderitaan karena ketidaktaatan kita terhadap Allah? (Ya. Petrus mengatakan kita akan menderita sebagai penjahat, pembunuh atau pencuri.)

 

1.      Apa yang sepertinya menjadi pengecualian dari kaidah mengenai taat dan makmur, tidak taat dan menderita? (Petrus menunjukkan bagaimana Yesus menderita. Dalam pertentangan antara kebaikan dan kejahatan Setan dan para pengikutnya menjadikan Yesus sebagai sasaran utama. Kata Petrus hal yang sama dapat terjadi pada diri kita.)

 

4.      Baca 1 Petrus 4:17-19. Petrus melanjutkan alur yang terdapat Ulangan 28 dengan membandingkan orang yang taat kepada Allah dengan orang yang tidak taat. Apakah terdapat perbedaan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? (Tidak! Kata Petrus “Menurut saya, kalau saudara sebagai pengikut Kristus saja mengalami masalah, bayangkan apa yang dialami oleh orang yang tidak benar!”)

 

1.      Apa sumber utama dari masalah yang akan dihadapi oleh orang yang tidak benar? (Penghakiman Allah.)

 

5.      Baca 1 Petrus 5:8-9. Apakah penderitaan kita itu hanya datang dari orang-orang yang tidak percaya yang tidak senang melihat kita menjadi pengikut Yesus? (Tidak. Setan berupaya untuk mencelakai kita.)

 

1.      Jika Setan sedang berupaya untuk mencelakai pengikut Kristus, apa gunanya “sadar dan berjaga-jaga?” (Amaran ini mengemukakan bahwa Setan berupaya agar kita berbuat dosa – yang kemudian akan memicu penderitaan kita.)

 

1.      Apakah dosa saja yang menyebabkan kita menderita? (Pengertian dari ayat 9 adalah bahwa penderitaan kita menyebabkan kita menimbang-nimbang untuk membuang iman kita. Ayat ini menyebutkan “semua saudaramu” menanggung penderitaan yang sama. Dengan demikian, kita akan mendapatkan serangan dari Setan sekalipun kita taat.)

 

6.      Baca 1 Petrus 5:10-11. Apakah Allah akan mengembalikan kita kepada kondisi diberkati jika kita setia? (Ya. Kita menderita “seketika lamanya.”)

 

1.      Apakah kondisi diberkati itu terjadi di atas bumi ini? (Tidak secara khusus disebutkan dalam ayat ini, namun dikatakan bahwa kita akan dipanggil oleh Kristus kepada “kemuliaan-Nya yang kekal.” Ungkapan tersebut menunjuk ke surga.)

 

2.      Tiada Dalih

 

1.      Baca Roma 1:18-20. Apakah saudara mengerti bahwa hidup tidak selamanya sempurna? (Untung kita telah belajar Mazmur 23 pekan lalu!) Jika kita menurut, Setan berjalan berkeliling di sekitar kita untuk mencelakai kita. Jika kita tidak menurut, murka Allah akan kita hadapi.)

 

1.      Apakah ada yang bisa berdalih untuk tidak menuruti Allah?

 

2.      Baca Roma 1:21-24. Bagaimana murka Allah terjadi menurut ayat ini? (Bahwa jika kita menolak apa yang nyata, Allah mengijinkan kita untuk meneruskan jalan kita sendiri dan kita terus merosot dan merosot kedalam perbuatan dosa.)

 

3.      Baca Roma 1:26-31. Apa yang dikemukakan dalam ayat ini tentang upah dosa? (Bahwa dosa membawa ganjarannya sendiri! Kalau kita renungkan, ada kebenaran yang besar dalam ungkapan ini. Penurutan kepada Allah membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik. Tidak taat kepada Allah maka hidup kita akan lebih buruk. Kehidupan Kristiani menjadi buruk hanya dikarenakan hadirnya dosa yang merusak tatanan kehidupan. Dosa mencelakakan kita dalam salah satu dari tiga cara ini: 1. Setan menjadikan kita sebagai sasaran; 2. Kita terbabit dalam dosa dunia; atau, 3. Kita berbuat dosa.)

 

4.      Baca Roma 1:32. Apakah keadaan dunia sekarang ini sama dengan keadaan dunia pada zaman Paulus? (Ya! Sekarang ini ada banyak orang yang “merestui” daftar dosa yang Paulus tuliskan! Sekarang ini ada banyak orang yang merestui dosa homoseksualitas!)

 

1.      Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara merestui daftar dosa yang Paulus tuliskan?

 

2.      Baca Roma 2:1. Bagaimana saudara membedakan antara “menghakimi” orang lain dan tidak “merestui” dosa?

 

3.      Baca Roma 2:2-4. Apa yang membawa kita kepada pertobatan? Apa yang membawa orang-orang berdosa yang kita baca dalam Roma 1:26-32 kepada pertobatan? (Kemurahan Allah! Adakah jalan lain?)

 

3.      Menjadi Lebih Baik

 

1.      Baca Yeremia 9:7. Baca Yeremia 9:7. Kita baru saja sebutkan bahwa Setan dan dosa secara umum dapat mencelakakan kita. Sebab lain apa kira-kira yang menjelaskan kesukaran yang kita alami dalam hidup kita? (Kata Allah Ia akan “melebur” dan “menguji” kita.)

 

1.      Gambaran macam apa yang saudara lihat dalam ayat ini – bahwa seseorang sedang menyusuri jalan dan tanpa salah apapun tiba-tiba api pemurnian turun keatasnya dan membuatnya tersungkur ke tanah? (Tidak. Bacalah ayat 7 bagian akhir dan ayat 8. Dosa-dosa kitalah yang memicu nyala api pemurnian.)

 

1.      Adakah orang yang sempurna? Karena saya menduga bahwa jawaban atas pertanyaan ini adalah “tidak,” maka haruskah kita terkejut manakala dihadapkan kepada “api pemurnian?”

 

2.      Bagaimana seharusnya sikap kita menghadapi api pemurnian? (Kita harus menerimanya dengan syukur. Allah melihat kebaikan dalam diri kita. Allah melihat bahwa kita dapat menjadi “seperti emas.” Tujuannya bukanlah penghukuman, namun penyempurnaan.)

 

2.      Baca 2 Korintus 12:7-9. Paulus berkata bahwa kepadanya diberikan wahyu tentang surga (2 Korinus 12:1-6), dan kemudian Setan mengirimkan kepadanya “suatu duri dalam daging” untuk menyiksanya. Mengapa Paulus mengatakan ia menerima “duri” tersebut? (Untuk mencegahnya agar jangan menjadi meninggikan diri.)

 

1.      Paulus minta agar Allah mengeluarkan duri yang dari Setan ini. Mengapa Allah tidak mengeluarkannya?

 

2.      Apa yang Allah maksudkan tatkala Ia berkata “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu?” (Saya melihat kasih karunia ini sebagai tawaran keselamatan yang Yesus ajukan. Karenanya, saya membaca ayat ini seperti Allah mengatakan “Aku akan membawamu ke surga di mana engkau tidak akan merasakan lagi sakit atau penderitaan. Itu cukup sebagai jawaban atas penderitaanmu sekarang.”)

 

3.      Apa yang Allah maksudkan ketika Ia mengatakan “dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna?” (Inilah yang menjadi tema Perjanjian Lama – Allah ingin memperjelas bahwa Ialah Pencipta kemenangan, bukan manusia. Karena itu, apabila kita melakukan pekerjaan besar bagi Allah, Ia akan dimuliakan manakala jelas bahwa Ia yang melakukan hal tersebut, bukan kita. Apabila kita mengalami kesulitan, maka kuasa Allah akan semakin nyata.)

 

3.      Baca 2 Korintus 12:10. Bagaimana Paulus menyikapi masalah yang mengganggu ini? (Ia akhirnya bersukacita dalamnya karena “jika aku lemah, maka aku kuat.”)

 

4.      Sobat, bagaimana dengan engkau? Apakah masalahmu membuat engkau menderita? Jika masalah itu berasal dari dosamu, maka berpalinglah. Jika masalah itu dikirimkan untuk memurnikan karaktermu, nantikanlah hasil akhirnya. Jika Setan semata sedang melukai engkau, ketahuilah dua hal ini: Pertama, kasih karunia Allah itu cukup bagi engkau. Kedua, manakala kita lemah Allah lebih efektif bekerja bagi kemuliaanNya.

 

4.      Pekan depan: Sangkar Burung