Hosea
dan Gomer: Mengampuni yang Tidak Setia
(Hosea 1-3)
Dalam
Susah atau Senang: Pelajaran 12
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Orang tua saya dibesarkan di dalam situasi di mana mereka merasa sepertinya
mereka bukanlah anak yang disukai. Pasangan suami-istri yang mengalami
masa-masa sulit atau mengalami perceraian oleh karena adanya perzinahan,
mengetahui benar apa artinya “diduakan.” Allah merasakan hal yang sama dalam
hubunganNya dengan umatNya, Israel. Ia sedih karena mereka tidak menempatkanNya
sebagai yang pertama di dalam hati mereka. Pekan ini pelajaran kita adalah
tentang pasangan yang mengalami masalah seperti ini. Mari selami pelajaran kita
dan pelajari lebih banyak lagi!
- Perintah
untuk Menikah
- Baca
Hosea 1:1-3. Apa profesi Hosea dan berapa lama ia sudah menekuni
pekerjaannya? (Ia baru menjadi nabi. Allah telah mulai berbicara melalui
dia.)
- Apa
hal pertama yang Allah nyatakan kepada Hosea? (Menikahi seorang wanita
sundal dan dapatkan anak-anak haram.)
- Sebagai
orang yang baru menjadi nabi, apakah perintah ini akan membuat saudara
bertanya-tanya tentang karunia saudara?
- Perintah
ini sungguh merupakan perintah yang ganjil yang datang dari Allah yang
mengutuk perzinahan! Mengapa Allah mengatakan bahwa Hosea harus
melakukan hal ini? (Allah ingin mengilustrasikan perihal perlakuan
umatNya terhadap diriNya.
- Apakah
Gomer (calon istri Hosea) seorang “istri pezinah” sebelum atau sesudah
perkawinan mereka? (Alkitab tidak jelas mengenai hal ini. Bagaimana bisa
kita tahu kalau istri kita akan melakukan perzinahan? Saya berpendapat
bahwa Hosea ingin menikahi Gomer (Menurut saya kesalahan pertamanya
adalah menikahi seseorang yang memiliki nama seperti itu (saya hanya
bercanda) dan terbukti, sebagaimana yang Allah prediksikan, bahwa ia akan
berlaku tidak setia kepada Hosea.)
- Yizreel
- Siapakah
ayah dari anak sulung Gomer? (Hosea.)
- Baca
Hosea 1:4-5. Allah menyuruh Hosea memberi anak ini sebuah nama yang
mengandung nubuat. Masa depan apa yang diprediksikan oleh nama Yizreel?
(Coba ingat-ingat, pekan lalu kita mempelajari perbuatan Ahab terhadap
Yizreel – dan hukuman Allah terhadap istri Ahab (Izebel) dan anaknya
(Yoram).)
- Siapa
orang yang melaksanakan hukuman Allah terhadap istri dan anak Ahab?
(Yehu!)
- Mengapa
Allah menghukum Yehu sekalipun dia telah melakukan apa yang Allah
perintahkan dahulu (2 Raja-raja 9:6-9) dan apa yang Allah perintahkan
kemudian untuk Yehu lakukan (2 Raja-raja 10:30)? (Baca 2 Raja-raja
10:31. Yehu tetap saja menyembah berhala. Ia tidak memelihara perintah
Allah dengan segenap hatinya. Pada dasarnya Yehu terlibat dalam dosa
yang sama dengan dosa keluarga Ahab yang membuatnya menghukum mereka.)
- Apa
gunanya melaksanakan penghukuman atas Keluarga Ahab jika kita melakukan
dosa yang sama?
- Apakah
di sini terkandung makna bahwa motif Yehu dalam melaksanakan kehendak
Allah sebagian besarnya adalah untuk kebesaran dirinya sendiri?
- Bayangkan,
saudara memiliki pasangan yang melakukan semua hal yang saudara minta,
namun tidak setia?
- Apakah
saudara senang memiliki pasangan seperti itu?
- Apakah
saudara pasangan seperti itu?
- Lebih
penting lagi, apakah saudara seorang Kristen seperti itu? Secara umum
saudara taat kepada Allah, tapi motif saudara tidaklah murni dan
saudara tidak menempatkan Allah sebagai yang pertama di hati saudara.
Apakah demikian?
- Lo-Ruhama
- Baca
Hosea 1:6. Apakah Hosea ayah Lo-Ruhama? (Waktu menceritakan tentang anak
sulung, Alkitab secara spesifik menyebutkan ia anak Hosea. Pernyataan ini
tidak nampak dalam ayat ini.)
- Lo-Ruhama
berarti “tidak dikasihi.” Hai para suami, apakah bisa seorang anak yang
dibuahi saat saudara masih terikat perkawinan ternyata bukanlah anak saudara?
- Mengapa
saudara tidak memiliki rasa sayang terhadap anak itu? Anak itu tidak
bersalah. (Anak itu menjadi pengingat bahwa saudara “diduakan.”)
- Apa
yang mengingatkan Allah bahwa Ia diduakan? (Berhala-berhala yang terus
disembah oleh orang banyak.)
- Tempatkan
diri saudara pada posisi orang banyak pada masa Hosea. Mengapa mereka
memelihara berhala-berhala ini? (Mereka tidak mempercayai Allah. Sebuah
komentar Alkitab menyebutkan bahwa peyembahan Baal menggabungkan agama
dengan sex. Karenanya, peribadatan tersebut memiliki daya tarik sensual
terhadap orang banyak.)
- Apakah berhala-berhala saudara sekarang ini? Apa perbuatan
(atau kebiasaan) saudara yang menunjukkan bahwa saudara tidak
mempercayai Allah?
- Apa daya tarik sensual yang saudara tempatkan melebihi
penurutan kepada Allah?
- Bagaimana
dengan perkawinan saudara? Apa perbuatan atau kebiasaan saudara yang
menunjukkan bahwa saudara “menduakan” pasangan saudara?
- Jika
saudara tetap melakukan perkara-perkara ini, dapatkah saudara
menyalahkan pasangan saudara jika ia berreaksi sama seperti Allah: “Aku
tidak akan menyayangi lagi [atau]... mengampuni?”
- Lo-Ami
- Baca
Hosea 1:8-9. Apakah ini anak Hosea? (Lagi-lagi Alkitab tidak secara tegas
menyatakan, karenanya tersirat bahwa ia bukan anak Hosea.)
- Lo-Ami
artinya “bukan umatku.” Ini merupakan gambaran yang jelas dari seorang
anak yang tidak berasal dari saudara – namun adakah makna yang lebih
dalam lagi di sini? (Ini merupakan tahap akhir dari putusnya suatu
hubungan. Saudara tiba pada titik di mana saudara mengatakan “Saya tidak
peduli lagi” – dan saudara sungguh-sungguh mengatakannya.)
- Bilamana
perkawinan saudara tiba pada titik ini, apakah masih ada harapan?
Bilamana hubungan saudara dengan Allah tiba pada titik ini, apakah masih
ada harapan?
- Jalan
Kembali
- Hosea
2:1-15 menceritakan bagaimana Allah akan menghukum Israel atas
ketidak-setiaannya. Pada dasarnya, ayat-ayat ini membicarakan semua
perkara yang akan Allah tarik dari umatNya. Apakah ini merupakan cara
agar pasangan yang tidak setia kembali kepada saudara?
- Jika
pasangan saudara kembali apakah itu berarti bahwa saudara dicintai
karena “harta benda” saudara? (Bagi saya ini kedengarannya seperti rasa
sayang yang diungkapkan lewat “metode keras.” Allah ingin mengembalikan
kesadaran umatNya dengan menarik berkat-berkat yang Ia telah berikan
kepada mereka. Setiap pasangan diasumsikan membawa sesuatu ke dalam
perkawinan mereka. Kita semua membawa “harta milik.” Jika saudara
mengambilnya kembali, pasangan saudara tidak akan bisa lagi dengan seenaknya
memanfaatkan kontribusi saudara.)
- Baca
Hosea 2:14-15. Perubahan perlakuan apa yang kita lihat di sini?
- Apakah
perubahan perlakuan ini masuk akal? Jika ya, mengapa? (Tujuannya adalah untuk
memulihkan hubungan, bukan sekadar menghukum pasangan. Dapatkan saudara
melihat bagaimana jalan pikiran Allah? Pertama-tama ia memperingatkan
“pasangan”-Nya. Kemudian, makakala tidak terjadi perubahan sikap, Ia
menarik semua berkat-berkatnya dari pasangan tersebut. Kemudian, ketika
Ia memperoleh kembali perhatian dari pasanganNya, dan (mudah-mudahan)
akal sehat telah kembali, Allah membujuk kembali pasangan-Nya.)
- Apakah
ini merupakan tahapan-tahapan yang harus kita jalankan untuk memperbaiki
perkawinan kita?
- Apa,
secara khusus, bujukan Allah terhadap Israel?
- Apa
yang dilambangkan dengan “membawa dia ke padang gurun?” Apakah seperti
membawanya ke pantai? (Artinya bisa sendirian. Mungkin dapat menjadi
awal yang baru.)
- Apa
yang dilambangkan dengan “berbicara memenangkan hati?” (Tidak menjadi
marah, atau terkesan marah. Mengucapkan kata-kata yang penuh perhatian,
memompa semangat, sensitif, yang sedap didengar.)
- Apa
yang dilambangkan dengan mengembalikan kebun anggur? (Salah satunya
berarti pemberian. Kebun anggur, buah anggur, minuman anggur memiliki
arti khusus dalam Alkitab. Menurut saya kata ini berarti hubungan
rohani, kesehatan rohani, kesenangan dan sukacita.)
- Baca
Hosea 2:16. Perubahan sikap apa yang terjadi dalam perkawinan tersebut?
- Dalam
proses ini apakah pernah Allah berhenti mengasihi umatNya? (Baca Hosea
3:1. Allah mengatakan bahwa Ia tetap mengasihi umatNya dalam
ketidak-setiaan mereka. Ia adalah Allah yang besar dan kokoh!)
- Sobat,
renungkan bagaimana Allah menyikapi dosa. Allah rindu menjalin hubungan
dengan engkau. Mungkin duniamu akan sedikit “terguncang.” Namun tujuan
Allah adalah datang dekat dan mengasihimu, bukan menyakitimu. Maukah
engkau kembali kepadaNya?
- Pekan
depan: Yahwe dan Israel: Pemenuhan Melampaui Kegagalan