<-- Ahab and Jezebel: Abuse of Authority

Ahab dan Izebel: Penyalahgunaan Wewenang

(1 Raja-raja 16, 21 & 2 Raja-raja 9)

Dalam Susah atau Senang: Pelajaran 11

 

Copr. 2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pendahuluan:  Tidak semua hal mudah diukur. Semasa lajang dulu, saya ingin menikah dengan gadis yang agama dan semangat keagamaannya sama dengan saya. Saya ingat, pernah berpacaran dengan seorang gadis yang “berkobar-kobar” bagi Allah. Hari-hari Sabatnya dipenuhi kegiatan agama, mulai dari masuk gereja, lalu menghadiri berbagai rapat, lalu sore harinya mengunjungi panti wredha. Saya tampaknya hanya seperti kegiatan “sekuler”nya! Kobaran api kehidupan agama saya tidaklah setinggi itu – dan hal itu membuat saya risau. Pekan ini kita akan mempelajari pasangan yang memiliki masalah suhu yang berlawanan. Yang lelaki dingin dalam hubungannya dengan Allah dan yang perempuan beku. Mari selami pelajaran kita dan pelajari lebih jauh siapa yang seharusnya tidak kita nikahi!

  1. Ahab

    1. Baca 1 Raja-raja 16:28-30. Orang seperti apakah Raja Ahab itu?

    2. Baca 1 Raja-raja 16:25-26. Omri adalah ayah Ahab. Apakah saudara melihat adanya pola di sini? (Tiap generasi bertambah buruk!)

    3. Baca 1 Raja-raja 16:31-32. Pelajaran kita kuartal ini adalah mengenai perkawinan. Apa yang Alkitab kemukakan mengenai perkawinan Raja Ahab dan Izebel? (Perkawinan ini merupakan salah satu dari dosa-dosanya yang paling diingat.)

      1. Saya berpendapat bahwa terkait perkawinan ada pilihan yang baik dan ada pilihan yang buruk. Keputusan yang bijak dan keputusan yang bodoh. Apakah mungkin kalau keputusan tentang perkawinan merupakan juga pilihan yang menuntun kepada dosa?

        1. Jika ya, bagaimana kita bisa tahu sebelumnya? Apa yang dikemukakan dalam ayat yang baru kita baca mengenai problema dosa dalam perkawinan ini? (Izebel membawa  serta praktek penyembahan Baal.)

        2. Baca 2 Korintus 6:14-16. Dosakah jika kita mengabaikan nasehat Alkitab ini? (Paling tidak, nasehat ini menjauhkan kita dari dosa. Perkawinan Raja Ahab dan Izebel menuntun kepada penyembahan Baal – yang jelas-jelas adalah dosa. Menikahi orang yang tidak percaya akan membelokkan kasih kita terhadap Allah ke jalan yang lain.)

      2. Mengapa orang Kristen menikah dengan orang yang tidak percaya? (Dalam situasi yang dihadapi Ahab, saya sangsi kalau perkawinannya atas dasar cinta – walau sebagiannya mungkin karena ketertarikan fisik. The Bible Knowldge Commentary menuliskan bahwa salah satu “keberhasilan” Raja Omri semasa hidupnya adalah persekutuan militernya dengan bangsa Fenisia (orang Sidon) yang dimeteraikan dengan perkawinan Ahab dan Izebel (putri Raja Sidon). Perkawinan ini membawa peningkatan dalam kekuatan dan kekuasaan.

    4. Baca 1 Raja-raja 18:4 dan 1 Raja-raja 21:25. Apakah Izebel itu semata-mata orang yang tidak percaya kepada Allah yang benar? (Tidak. Ia seorang aktivis penentang Allah.)

  2. Kebun Anggur Nabot

    1. ReaBaca 1 Raja-raja 21:1-3. Apakah tawaran yang Raja ajukan itu masuk akal? (Sepenuhnya benar. Raja bisa saja tergoda untuk mengambilnya dari tangan saudara – apalagi raja yang ini.)

      1. Mengapa Nabot menampik tawaran tersebut? (Tanah tersebut merupakan milik keluarganya turun-temurun.)

        1. Sudah gilakah Nabot? Mengapa ia menolak tawaran ini demi alasan sentimentil? (Alasannya bukanlah bersifat sentimentil. Menurut Bilangan 36:7, Allah menuntut mereka untuk menjaga tanah yang mereka warisi. Karenanya, Nabot kemungkinan besar menganggap hal itu menjadi kewajiban agamanya sehingga ia menolak tawaran raja.)

      2. Apakah Ahab seorang pekebun? Jika tidak karena ia yang merawat kebunnya mengapa ia peduli terhadap jarak kebun sayurnya? (Kelihatannya tempat ini merupakan rumah peristirahatan Raja Ahab. Mungkin ia suka berkebun. Mungkin ia semata ingin mengawasi pekerjanya dengan mudah.)

    2. Baca 1 Raja-raja 21:4. Bagaimana tingkat kedewasaan emosi Ahab?

      1. Bagaimana pengaruh kedewasaan seperti ini terhadap perkawinan?

    3. Baca 1 Raja-raja 21:5-7. Apakah Ahab menceritakan hal yang sebenarnya kepada istrinya? (Tidak semuanya. Ia menghilangkan alasan mengapa penolakan Nabot itu masuk akal. Dengan menghilangkan bagian itu, penolakan tersebut kelihatan tidak masuk akal sama sekali.)

      1. Singkirkan dahulu hal-hal lainnya yang saudara ketahui tentang Izebel dari benak saudara. Bagaimana lakonnya sebagai istri sekarang? (Ia melakukan tepat seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap pasangan. Pertama, ia tidak meneriaki Ahab agar tidak bertingkah seperti anak kecil. Gantinya, ia menunjukkan simpatinya, namun pada saat yang sama ia mengingatkannya akan kedudukan dan wewenangnya. Kedengarannya seperti celaan yang halus (walau beberapa ahli tentang Yahudi mungkin tidak setuju). Kedua, ia berkata “Saya akan menangani masalahmu.” Senang bukan jika pasangan kita senantiasa menyelesaikan masalah yang tidak bisa kita pecahkan.)

    4. Baca 1 Raja-raja 21:8-10. Apa yang dinyatakan di sini tentang Izebel – selain bahwa ia memiliki rencana yang jelas untuk membuat pasangannya ceria?

      1. Pertimbangkan bahwa ia seorang penyembah Baal. Seberapa banyak yang ia ketahui tentang agama Ahab? (Ia tahu bahwa hukum membutuhkan sekurang-kurangnya 2 saksi (Ulangan 19:15) untuk mendukung sebuah fakta. Ia tahu bahwa seseorang tidak boleh menghujat Allah atau mengutuki penguasa (Keluaran 22:28) dan ia tahu bahwa penyembah ilah lain akan dilempari batu sebagai hukumannya. (Ulangan 13:6-10)

      2. Apakah ia mungkin juga tahu bahwa tidak pantas bagi Nabot untuk menjual tanahnya kepada Ahab? (Ya.)

    5. Baca 1 Raja-raja 21:11-14. Dalam konteks ini, pikirkan kembali penolakan Nabot untuk menjual tanahnya kepada Ahab demi alasan agama. Orang seperti apakah Nabot itu? Seperti apakah penguasa di kotanya? (Salah satu: Penguasa-penguasa tersebut sangat korup dan jahat, atau mereka jeri terhadap Izebel. Nabot adalah orang yang luar biasa teguh memegang prinsip.)

      1. Baca 2 Raja-raja 9:26. Elemen jahat apa yang luput dari kisah yang diceritakan dalam 1 Raja-raja 21? (Bahwa rencana jahat tersebut menewaskan anak-anak Nabot juga.)

    6. Baca 1 Raja-raja 21:15-16. Apa yang diceritakan oleh kisah ini mengenai perkawinan Ahab dan Izebel dan hubungan keduanya? (Kisah ini menceritakan bahwa Izebel seorang yang berkemauan keras dan jahat. Namun, ia melakukan tindakan untuk menyenangkan suaminya (atau paling tidak mempertegas wewenangnya sebagai raja). Kisah ini menceritakan juga bahwa Ahab seorang yang tidak dewasa, berkemauan lemah, dan dimanipulasi oleh istrinya.)

    7. Menurut hemat saudara, apakah Nabot seharusnya menukar atau menjual tanahnya kepada Raja Ahab? (Jawaban saya, “ya.” Peraturan tentang tanah bukanlah masalah moral. Peraturan tersebut merupakan aturan praktis yang memungkinkan sebuah keluarga menyokong dirinya sendiri dari hasil tanah tersebut dari generasi kepada generasi. Di sini, tujuan praktis dari peraturan Allah terhalang oleh tewasnya Nabot dan anak-anaknya.)

      1. Apakah Allah senantiasa turun tangan untuk melindungi orang benar dari kejahatan di dunia ini?

    8. Baca 1 Raja-raja 21:17-19. Bagaimana tingkat kebersalahan Ahab atas perbuatan istrinya? (Di sini ditunjukkan bahwa Ahab mengetahui apa yang diperbuat istrinya.)

      1. Sejauh mana kita bertanggung jawab atas dosa pasangan kita?

        1. Apakah jawaban saudara mendudukkan saudara pada suatu tingkat kewenangan terhadap pasangan saudara?

    9. Baca 1 Raja-raja 21:20-24. Jika saudara melakukan kejahatan, akankah Allah mendapati saudara dan menghukum saudara? (Ada ajaran salah bahwa Allah tidak pernah bertindak sebagai hakim yang melaksanakan penghukuman. Ajaran ini mengatakan bahwa karena Allah kasih Ia tidak dapat melaksanakan penghukuman. Ajaran tersebut akan mendapatkan kesulitan besar jika diperhadapkan dengan cerita seperti ini. Perhatikan kesejajaran antara perbuatan jahat dan hukuman. Allah berjanji memutus garis keturunan Ahab sebagaimana halnya Izebel telah memutus garis keturunan Nabot.)

      1. Berdasarkan apa yang dilakukan Ahab dan Izebel, apakah saudara menghendaki agar Allah melaksanakan penghukuman atas mereka?

    10. Baca 1 Raja-raja 21:27-29. Gambaran apa yang ayat ini lukiskan tentang Allah kita? (Ia adalah hakim, namun yang Ia inginkan dari kita adalah pertobatan! Kerinduannya adalah menyelamatkan orang yang paling jahat sekalipun, bukannya membinasakan mereka.)

  3. Penghukuman

    1. Baca 2 Raja-raja 9:6-10. Yehu seorang panglima pasukan yang kini diurapi sebagai Raja baru Israel! Apa pendapat saudara tentang nabi yang diceritakan di sini? (Sebagai latar belakang baca 2 Raja-raja 9:1-3)

    2. Yehu memulai tugasnya dengan bergerak menuju istana Yoram, anak Ahab. Baca 2 Raja-raja 9:20. Apakah ada hubungan antara cara saudara mengendarai mobil dan keberhasilan hidup saudara?

3.      Yoram datang menyongsong Yehu dan Yehu membunuhnya. Yehu telah mendengar nubuatan yang diucapkan kepada Ahab, karenanya ia memerintahkan agar Yoram dilemparkan ke tanah Nabot. Yehu kemudian melanjutkan perjalanana menuju istana. Baca 2 Raja-raja 9:30-31. Mengapa Izebel “memakai celak mata?”

      1. Apakah Yehu terpikat? Apakah ini merupakan tindakan sia-sia yang bodoh dari seorang perempuan yang lebih tua? (Baca 2 Raja-raja 9:32-33. Yehu tidak terpikat. Perhatikan kesetiaan orang seisi rumah Izebel. Tanpa buang-buang waktu mereka melemparkannya ke luar jendela.)

    1. Baca 2 Raja-raja 9:34-37. Apakah keadilan telah ditegakkan?

    2. Sobat, manakala terkait Allah dan pasangan, ambil keputusan yang benar. Akan ada konsekuensi atas pilihan tersebut di bumi ini dan tentu saja akan ada konsekuensi di masa kekekalan.

  1. Pekan depan: Hosea dan Gomer: Mengampuni yang Tidak Setia.