David
dan Batsyeba: Perzinahan dan Sesudahnya
(2 Samuel 3, 5,
11 & 12)
Dalam
Susah atau Senang: Pelajaran 10
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Dosa
merupakan salah satu bentuk kecanduan yang, sebagaimana juga kecanduan akan
hal-hal lain, berlangsung setahap demi setahap. Jika saudara ingin menjauhkan
dosa dari kehidupan perkawinan saudara, saudara perlu memperhatikan hal-hal
kecil, bukan hanya masalah-masalah besar. Perkara kecil bisa menjadi masalah
besar yang menyakitkan. Apakah perkara-perkara “kecil” dalam perkawinan yang
membuat kecanduan? Beberapa hal yang terlintas dalam pikiran saya adalah pornografi,
suka mengkritik, dan menginginkan istri/suami orang lain. Mari selami pelajaran
kita dan simak apa yang tidak boleh dilakukan!
- Tahapan
- Baca
2 Samuel 3:1-5. Pada tahap awal bangkitnya Daud sebagai pemimpin, masalah
apa yang saudara dapati dalam kehidupannya? (Lebih dari satu perkawinan.)
- Baca
2 Samuel 5:13. Sikap apa yang Daud perlihatkan terhadap perempuan dan
perkawinan?
- Baca
2 Samuel 11:1-2. Menurut saudara apa yang terlintas dalam benak Daud,
melihat latar belakangnya dengan kaum perempuan? (Bahwa perempuan cantik
ini mungkin bisa ditambahkan ke dalam harem-nya.)
- Apakah
menurut saudara perempuan ini sadar bahwa dirinya bisa terlihat oleh sang
Raja?
- Apakah
menurut saudara ia peduli? (Tak ragu lagi, ia sadar dirinya cantik.
Mungkin dalam pikirannya tidaklah salah membiarkan sang Raja melihatnya
dan berpendapat bahwa dirinya cantik.)
- Baca
2 Samuel 11:3-4. Mengapa Alkitab mengatakan bahwa ia “baru selesai
membersihkan diri dari kenajisannya?” (Ini merujuk kepada upacara
“pembersihan” dirinya – suatu perkara spiritual. Tak sangsi lagi ritual
ini mencerminkan pandangan mereka terhadap apa yang dianggap penting.
Betapa mereka mentaati perkara-perkara kecil dan melanggar
perkara-perkara besar dari hukum!
- Pada
titik ini, bagaimana bayangan saudara tentang apa yang terjadi antara
Daud dan Batsyeba? (Menggairahkan. Berbahaya. Romantis barangkali. Ada
sedikit rasa bersalah. Mereka berhasil menyingkirkan rasa bersalah.)
- Baca
2 Samuel 11:5. Sekarang apa yang terjadi?
- Pada
titik ini apakah Daud menyesali putusannya?
- Konon
kalau kita menengok ke belakang, kita sanggup melihat dengan jelas
hal-hal yang seharusnya kita lakukan, namun tidak kita lakukan. Dengan pandangan
ke belakang kita yang sempurna, pada titik mana Daud melanggar garis batas
menuju dosa? Coba kita lihat di titik mana kemungkinan itu terjadi.
Angkat tangan saudara saat saat kita menyentuh titik dosa tersebut.
- Saat
ia memutuskan untuk beristri lebih dari satu?
- Jika
saudara berpendapat bahwa dalam situasi apapun hal ini merupakan dosa,
apakah dosa ini yang menuntun Daud untuk berbuat zinah dengan Batsyeba?
- Saat
ia tetap tinggal di rumah, bukannya melakukan tugasnya memimpin pasukan?
- Saat
ia memandang cukup lama sehingga ia sadar akan kecantikan Batsyeba?
- Saat
ia mengirimkan utusan untuk mencari tahu siapa Batsyeba?
- Saat
ia memanggilnya – walau ia tahu kalau Batsyeba sudah menikah?
- Saat
ia tidur dengannya?
- Baca
Yakobus 1:14-15. Menurut ayat ini bagaimanakah dosa masuk ke dalam hidup
kita?
- Apakah
ada kebiasaan dan aktivitas dalam hidup dan perkawinan saudara yang
mungkin bukan perbuatan dosa, tapi sekadar tidak bijak saja?
- Apakah
contoh ini berbeda dengan kecenderungan saudara terhadap dosa? Dengan
kata lain, jika suatu dosa lebih menimbulkan masalah terhadap saudara
daripada terhadap orang lain, maka saudara akan sangat waspada dengan
masalah tersebut?
- Upaya
Mengelabui
- Baca
2 Samuel 11:6-9. Daud kedapatan berbuat dosa. Apakah ia mengaku?
Mengapa? (Uria mungkin akan berupaya membunuhnya. Mungkin akan memulai
pemberontakan. Sekurang-kurangnya Uriah akan mengeluh dan membuat Daud
malu.)
- Apa
yang Daud perbuat? (Ia coba menutupi hal itu dengan memanggil Uria agar
ia dapat menghabiskan malam di rumah bersama istrinya.)
- Baca
2 Samuel 11:10-11. Mengapa rencana ini gagal? (Uria bertolak belakang
dengan Daud. Ia memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tugasnya. Ia tidak
mau menghabiskan malam di rumahnya sementara prajurit-prajurit lainnya
bermalam di tenda. (Mungkin juga sudah jadi praktek yang biasa dilakukan
bahwa para prajurit tidak melakukan hubungan seks manakala sedang dalam
tugas militer. Lihat 1 Samuel 21:4-5.))
- Bagaimana
kira2 perkataan ini dalam pendengaran Daud, yang tinggal di dalam
istananya sementara pasukannya berada di padang?
- Apakah
ini merupakan kecaman bagi Daud? (Ya. Uriah punya hak untuk tidur dengan
istrinya. Semua alasan yang Uriah utarakan tentang mengapa ia harus
berada di padang adalah juga merupakan alasan mengapa Daud seharusnya
juga berada di padang. Dan Daud sedang tidur dengan istri dari seorang
laki-laki yang sedang berada di luar sana.)
- Apakah
yang dikatakan di sini mengenai hubungan antara Uria dan Batsyeba?
(Mungkin tidak disebutkan apa-apa. Namun, yang saya tangkap adalah bahwa
Uria memiliki istri rupawan yang menikahi seorang laki-laki yang
menempatkan prioritas lain lebih tinggi daripada tidur dengannya (bahkan
saat sedang cuti dari perang). Ia bahkan diperintahkan oleh Rajanya
untuk pulang ke rumahnya (2 Samuel 11:8). Jika rasa bangga Batyeba akan
kecantikannya terusik, ini mungkin menjadi jawab bagi kita mengapa ia
bersedia tidur dengan Raja – lelaki yang prioritas utamanya (sepertinya)
adalah meniduri perempuan-perempuan cantik. Uria memilih kehormatan
lebih daripada daya tarik kecantikan istrinya – dengan demikian istrinya
menempati tempat kedua. Raja menempatkannya pada posisi pertama.)
- Baca
2 Samuel 11:12-13. Apakah “Rencana B” Daud? (Daud berupaya
membuat Uria mabuk, supaya keteguhan hatinya melemah dan ia akan tidur
dengan istrinya.)
- Apakah
upaya ini berhasil? (Tidak.)
- Baca
2 Samuel 11:14-15. Apakah “Rencana C” Daud?
- ?" Ada yang harus
berada di garis depan. Apakah “boleh saja” jika instruksi Daud hanya
sampai pada “tempatkanlah Uria di barisan depan?”
- Menurut
pendapat saudara, apakah memerintahkan Yoab mundur dan meninggalkan Uria
sendirian sama dengan membunuh?
- Baca
2 Samuel 11:16-17. Apakah Yoab melakukan sama dengan apa yang Daud
sarankan? (Tidak. Yoab tidak menarik mundur pasukannya yang lain.)
- Baca
2 Samuel 11:18-21. Apa yang dikatakan di sini mengenai metode Yoab dalam
menjalankan instruksi Daud? (Ia menempatkan sejumlah orang dalam bahaya.
Bukan Uria saja yang tewas hari itu.)
- Mengapa
Yoab mengirim seluruh barisan garis depan terlalu dekat kepada musuh,
dan membiarkan sejumlah anak buahnya tewas? (Mungkin rencana Daud
terlalu kentara? Barangkali Yoab berpendapat hal tersebut terlalu kentara
sebagai pembunuhan.)
- Mengapa
Yoab menceritakan kisah tentang batu kilangan? (Kisah tentang batu
kilangan ini (Hakim-hakim 9:50-54) merujuk kepada pertempuran yang pernah
terjadi yang melibatkan anak Gideon. Anak Gideon ini, Abimelekh,
merupakan seorang pemimpin Israel yang jahat. Dalam suatu pertempuran ia
datang terlalu dekat dan seorang perempuan melemparkan sebuah batu
kilangan dan batu kilangan tersebut meremukkan batok kepalanya. Maksud
Yoab menceritakan hal ini adalah supaya Daud tahu bahwa Yoab tidak
melakukan malpraktek. Ia tentu lebih paham tentang strategi militer.)
- Mengapa
Daud tidak biarkan saja Batsyeba melahirkan kemudian menyangkal kalau
bayi tersebut adalah anaknya? (Salah satu: Ia mencintai Batsyeba atau ia
masih memiliki harga diri. Prajurit bisa gugur. Seperti yang satu ini –
yang bertempur untuk negerinya. Dugaan saya adalah bahwa dalam pikirannya
Daud telah membenarkan alasan-alasan ini. Namun ia tidak bisa membenarkan
jika ia membiarkan Batsyeba dirajam sampai mati.)
- Selang
beberapa waktu kemudian, Daud menikahi Batsyeba.
- Pengakuan
- Baca
2 Samuel 12:1-4. Allah mengutus Natan menemui Daud. Ia menceritakan
sebuah kisah. Bagaimana reaksi saudara terhadap cerita tersebut?
- Baca
2 Samuel 12:5-6. Apakah saudara hendak mengkonfrontir raja dengan
dosanya?
- Apa
reaksi Daud terhadap cerita ini? (Ia marah dan menjatuhkan hukuman atas
dosanya sendiri.)
- Baca
2 Samuel 12:7. Dengan tegas Natan menyampaikan inti cerita itu
sebenarnya.
- Mengapa
Daud mengerti dengan jelas hakekat dosa manakala kepadanya diceritakan
kisah ini, namun ia tidak bisa melihat dosa dalam hidupnya? (Sobat, ini
merupakan masalah serius dalam hidup kita. Kita membenarkan dosa kita.
Kita menganggapnya remeh. Namun, saat memandangnya dalam konteks lain,
kita bisa lihat betapa salahnya kita selama ini.)
- Apakah
saudara pernah megalami hal seperti itu? Saudara terlibat dalam suatu
perbuatan dosa, dan saudara dengar seseorang menceritakan sesuatu dalam
konteks lain dan ceritanya menikam jantung saudara?
- Baca
2 Samuel 12:7-9. Mengapa Allah sangat tidak senang dengan tindakan Daud?
(Allah telah memberinya banyak hal. Jika Allah memberi berkat, bagaimana
seharusnya kita memperlakukanNya?)
- Baca
2 Samuel 12:10-12. Renungkan hakekat hukuman Allah terhadap Daud.
Renungkan hal ini dalam konteks dosa saudara. Apakah saudara mau dosa
saudara diketahui khalayak ramai?
- RBaca 2 Samuel 12:13.
Bagaimana reaksi Daud atas dosanya?
- Bagaimana
perbandingan reaksi Daud dengan reaksi Raja Saul atas dosanya? (Baca 1
Samuel 15:13-20.)
- Dalam
2 Samuel 12:13 Natan berkata bahwa Daud tidak akan mati. Mengapa ia
berkata demikian? (Upah dosa adalah maut. Terlintas dalam benak Daud
bahwa Tuhan mungkin menuntut nyawanya atas perbuatannya ini. Sesungguhnya,
ketika ia mendengar “kisah domba,” ia mengumumkan “orang yang melakukan
itu harus dihukum mati!”)
- Sobat,
apakah engkau menganggap serius rincian-rincian kecil dari hidupmu?
Apakah engkau menganggap serius dosa dalam hidupmu? Dosa memiliki
konsekuensi yang mengerikan. Kesenangan dosa yang sifatnya sesaat akan
meredup bila dibandingkan dengan derita berkepanjangan. Tanyakan saja
pada Raja Daud.
- Pekan
depan: Ahab dan Izebel: Penyalahgunaan Wewenang.