<-- Samson and His Women: The Folly of Passion

Simson dan Para Wanitanya: Kebodohan Nafsu

(Hakim-hakim 13-16)

Dalam Susah atau Senang: Pelajaran 6

 

Copr. 2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pernahkah saudara atau anak-anak saudara mengambil keputusan yang keliru dalam perkawinan? Pernahkah saudara bertanya-tanya dalam hati kalau-kalau cara saudara membesarkan anak-anak saudara menambah permasalahan dalam perkawinan mereka? Apakah “manajemen amarah” suatu problema dalam perkawinan saudara? Pekan ini kita akan melihat kehidupan masa kecil Simson dan “perkawinan”nya untuk menyingkap bagaimana Allah dapat berkerja lewat keputusan buruk yang kita ambil.

  1. Janji

    1. Baca Hakim-hakim 13:2-5. Bayangkan betapa meluap-luapnya perasaan istri Manoah! Apa yang Allah minta dan mengapa? (Allah memberitahu bahwa ia harus membesarkan anaknya yang akan lahir ini sebagai Nazir karena ia “akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”)

      1. Seberapa banggakah saudara jika malaikat mengatakan hal seperti itu tentang putra saudara?

      2. Jika anak tersebut akan dibesarkan sebagai Nazir, mengapa sang ibu tidak boleh minum alkohol atau makan sesuatu yang haram? Dia bukanlah pihak yang mengucapkan nazar! (Ini menjadi argumen kuat melawan aborsi. Allah memandang anak ini sebagai Nazir sejak terjadi pembuahan. Ia memberitahu sang ibu agar tidak minum atau makan apa pun yang tidak selaras dengan nazar kenaziran karenanya ia tidak boleh meneruskannya kepada anak dalam kandungannya.)

    2. Baca Hakim-hakim 13:16. Mengapa sang istri ini tidak mempertanyakan mandat sang malaikat? (Saudara tentunya paham. Ia terlalu terbawa suasana. Andai saja ia telah mengajukan pertanyaan, kebenaran ceritanya akan mendapat sokongan.)

    3. Baca Hakim-hakim 13:7-8. Apa yang ingin diketahui oleh kedua orangtua ini?

      1. Instruksi apa yang diterima oleh sang istri mengenai cara membesarkan putra mereka? (Hakim-hakim 13:5 – jangan memotong rambutnya – merupakan bagian dari nazar kenaziran. Untuk memperoleh informasi lebih banyak tentang nazar kenaziran baca Bilangan 6:1-21. Instruksi yang diterima sang istri lebih sedikit dari daftar itu.)

    4. Baca Hakim-hakim 13:9-14. Berapa nilai yang akan saudara berikan terhadap jawaban malaikat tersebut?

      1. Apakah sesuatu yang lebih serius sedang berlangsung di sini? Dapatkah kita simpulkan dari jawaban ini bahwa kebenaran sang ibu sangatlah penting untuk membesarkan anak-anak yang benar? (Perhatikan tanya jawab antara malaikat dan Maria: Lukas 1:28-33.)

      2. Apakah kedua orangtua ini merasa layak untuk membesarkan anak yang istimewa?

        1. Apakah mereka cukup layak di mata saudara? (Mereka memiliki sikap yang benar: mereka ingin melakukan pekerjaan mereka dengan benar!)

  2. Sang Anak dan Istrinya

    1. Andai saudara orangtua Simson, bagaimana reaksi saudara? (Ia diharapkankan untuk “diasingkan bagi Allah,” ia diharapkan melepaskan “orang Israel dari tangan orang Filistin.” Sama sekali tidak diharapkan agar ia bergenggaman tangan dengan orang Filistin dalam perkawinan!)

      1. Beginikah jalannya perkawinan yang diatur? (Perkawinan seharusnya dinegosiasikan antara para orangtua. Namun, saya meyakini bahwa orangtualah yang umumnya membuat “putusan eksekutif,” bukan sang anak.)

      2. Gambaran macam apa yang kita tarik dari Simson? (Gambar campuran. Roh Kudus bekerja dalam dirinya. Pada waktu waktu yang bersamaan, ia memperlakukan orangtuanya dan tujuan hidupnya secara tidak pantas.)

      3. Apa pendapat saudara tentang penilaian Simson terhadap perempuan? (Ayat ini mengatakan dia “melihat”nya – hal ini nampaknya berdasarkan penampilannya semata.)

    2. Baca Hakim-hakim 14:3. Apakah berkawinan ini berterima di mata orangtua Simson? (Baca Ulangan 7:1-3. Sebuah penjelasan Alkitab mengajukan, berdasarkan ayat ini, bahwa menikahi seorang Filistin tidaklah “melawan hukum.” Di lain sisi, Keluaran 34:16 mengatakan seorang putra janganlah diberi istri yang akan menuntunnya kepada penyembahan allah-allah lain. Bagaimana mungkin Simson melepaskan bangsanya dari bangsa yang akan menjadi bagian “keluarga”nya?)

    3. Baca Hakim-hakim 14:4. Bagaimana saudara menjelaskan komentar “dibalik layar” ini? Apakah betul Allah berkehendak untuk melanggar aturan-Nya tentang perkawinan? Akankah Allah memilih pasangan hanya untuk memicu pertempuran? (Ini merupakan suatu contoh di mana Allah bekerja dalam keputusan buruk yang kita ambil untuk melanjutkan maksudNya. Simson seharusnya memimpin pertempuran untuk memberontak terhadap bangsa Filistin (Hakim-hakim 13:5). Ia malah bergaul dengan mereka dan main mata dengan perempuan-perempuan di sana. Allah menggunakan pilihan buruk Simson untuk melanjutkan maksudNya.)

    4. Baca Hakim-hakim 14:5-7. Apa yang ditegaskan di sini tentang dasar yang Simson gunakan dalam memilih perempuan ini menjadi istrinya? (Ia bahkan belum pernah berbicara dengannya sebelumnya.)

      1. Siapa yang menyanggupkan Simson untuk mengalahkan singa tersebut? (“Roh Tuhan.” Ini membuka mata saya. Untuk beberapa alasan, umumnya saya berpikir bahwa malaikat memberi perlindungan fisik dan Roh Kudus memberi pemahaman tentang kehendak Allah. Dengan pembagian tugas seperti ini, manakala saya berdoa kepada Allah memohon bantuan dalam argumen hukum saya, siapa yang harus saya minta? Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak terbatas sebagai “Penghibur,” dan “pembuka pikiran.” Oknum ketiga dari ke-Allah-an adalah juga “pembunuh-singa!”)

    5. Baca Hakim-hakim 14:8-9. Apakah kisah ini sama sederhananya dengan makan sepotong permen? (Tidak! Ingat, Simson diharapkan menjadi Nazir dan para Nazir (Bilangan 6:6) tidak boleh mendekati mayat. Ini jelas menunjukkan bahwa Simson sangat alpa menaati Allah.)  

    6. Simson, sang mempelai laki-laki, melaksanakan kenduri wajibnya. Pekan perkawinan pun dimulai dan Simson menantang ke-30 teman Filistinnya. Baca Hakim-hakim 14:12-14. Tahukah saudara apa jawabannya?

    7. Baca Hakim-hakim 14:15-17. Bangsa Filistin itu nyata-nyata “orang baik.” Apakah saudara menyalahkan tindakan istri yang baru dinikahi Simsoni? Apa yang akan saudara lakukan andari saudara adalah istri Simson?

      1. Awal perkawinan tersebut sangat buruk. Apa yang menjadi akar permasalahan dalam perkawinan mereka? (Menikahi orang yang bukan umat Allah.)

    8. Baca Hakim-hakim 14:18-19. Apa maksud Simson ketika mengatakan, “Kalau kamu tidak membajak dengan lembu betinaku?” (Mereka secara curang memanfaatkan istrinya untuk mencari tahu jawaban dari teka-teki tersebut.)

      1. Karena Simson sadar mereka telah berlaku curang, mengapa ia membayar mereka? (Mungkin ia masih menguatirkan ancaman terhadap istrinya.)

      2. Simson marah kepada siapa? (Kemungkinan besar istrinya. Jika ia marah kepada 30 orang tersebut, maka ia bisa saja telah membunuh mereka, bukannya membunuh orang Filistin dari Askelon.)

    9. Baca Hakim-hakim 14:20. Orang tua Simson tidak meributkan perkawinan ini. Sikap apa yang tampaknya dimiliki oleh orangtua sang gadis? (Sang ayah menyerahkannya untuk dikawini oleh salah satu dari 30 orang Filistin tersebut!)

      1. Tentu saja sang ayah sadar bahwa Simson telah dicurangi oleh putrinya dan 30 orang Filistin tersebut. Mengapa ia menambah masalah dengan menikahkan putrinya dengan orang lain?

    10. Baca Hakim-hakim 15:1-2. Menurut saudara mengapa sang “ayah mertua” menawarkan anak perempuan yang lain kepada Simson?

    11. Baca Hakim-hakim 15:3-5. Pikirkan apa yang terjadi. “Adil”kah bagi Simson untuk menyerang hasil panen orang Filistin? Siapa sebenarnya yang menjadi sumber rasa sakit hatinya? (“Ayah mertua”nya.)

      1. Mengapa ia menyerang hasil panen tersebut dengan cara ini? Menurut saya Simson memiliki pengertian yang salah tentang “bersenang-senang.” Para penyayang binatang pasti tidak senang. Tentu saja, demikian juga halnya dengan orang Filistin sebagaimana yang akan kita lihat nanti.)

    12. Baca Hakim-hakim 15:6. Simson mungkin belum bisa menunjuk dengan tepat sumber masalah yang ia hadapi, namun orang Filistin bisa. Apa yang diajarkan oleh hal ini soal karakter orang Filistin dan mengapa Allah memutuskan untuk menghukum mereka?

  3. Kesempatan yang Hilang

    1. Hakim-hakim 15 mencatat bahwa Simson membalas dendam, orang Filistin membalas, dan Simson akhirnya membunuh 1,000 orang Filistin. Israel menjadikan Simson sebagai pemimpinnya, namun ia terus tertarik kepada perempuan yang salah. Pada akhirnya, kelemahan Simson terhadap perempuan, kegagalannya mengikuti hukum Allah, menyebabkan ia ditangkap oleh orang Filistin. Mari kita lanjutkan kisah in dalam Hakim-hakim 16:21. Bagaimana akhir hidup Simson?

      1. Mengapa mereka membuatnya buta? (Tak sangsi lagi untuk membuat ia tidak membahayakan. Pikirkan bagaimana “keinginan mata” telah menuntunnya ke tempat ia berada kini. Ia kehilangan matanya.)
    1. Baca Hakim-hakim 16:23-30. Hidup Simson berakhir sebagai “pejuang bunuh diri.” Ia lebih berhasil saat mati daripada saat hidup. Sebuah kesempatan yang hilang. Sangat disayangkan! Menurut saudara apa pusat kelemahan dalam hidup Simson yang membawanya sampai titik serendah ini?

    2. Sobat, Simson merupakan contoh pelajaran agar tetap setia kepada perintah Allah terkait dengan keinginan seksual. Maukah engkau memutuskan untuk ikut Allah dan tidak berakhir seperti Simson?

  1. Pekan depan: Boas dan Rut: Dasar yang Kokoh.