Yakub
dan Rahel: Pekerja Cinta
(Keadian
29-31)
Dalam
Susah atau Senang: Pelajaran 4
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Ujung cerita kita pekan lalu tampak mengecewakan. Yakub dan ibunya berkonspirasi
lewat tipudaya sehingga Yakub mendapatkan hak kesulungan. Hal ini membangkitkan
amarah Esau sang kakak. Oleh karena itu Yakub lari meninggalkan rumahnya agar
tidak dibunuh oleh Esau. Yakub telah merebut dengan curang hak kesulungannya.
Pelarian Yakub ini berselubungkan alasan bahwa ia hendak mencari seorang
isteri. Mari selami pelajaran kita dan lihat apa yang Yakub dapatkan!
- Yakub
Tiba
- Kejadian
29 mencatat bahwa Yakub melarikan diri ke daerah tempat tinggal keluarga
ibunya dan ia bertemu seorang gadis muda yang cantik bernama Rahel. Rahel
adalah putri dari paman Yakub yang bernama Laban (kakak lelaki ibu
Yakub). Mari lanjutkan ceritanya dengan membaca Kejadian 29:11-13.
Menurut saudara mengapa Yakub menangis saat ia bertemu Rahel? Apakah air
mata membuatnya masuk hitungan sebagai calon suami? (Yakub mengalami
banyak tekanan terkait dengan penipuan yang dilakukannya. Hidupnya
terancam. Ia meninggalkan rumah dan berharap dapat bertemu kerabat. Ia
kini bertemu mereka dan sambutan hangat yang mereka berikan menjadi
kelegaan luar biasa baginya.)
- Baca
Kejadian 29:14-15. Berdasarkan pernyataan Laban, bagaimana penilaian
saudara terhadapnya? (Ia tampaknya sangat adil dan jujur. Tak mungkin ia
menarik keuntungan dari kerabat.)
- Perhatikan
lebih saksama. Apa pantas memperlakukan seorang keponakan seperti hamba
sahaya?
- Baca
Kejadian 29:16-18. Yakub perlu waktu berapa lama untuk jatuh cinta pada
Rahel? (Satu bulan!)
- Mengapa
Yakub terpikat pada Rahel? (Karena sikapnya elok dan parasnya cantik.
[Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menyebutnya “bertubuh molek dan
berwajah cantik.”])
- Menurut
saudara mengapa Alkitab menyebutkan hal ini?
- Apakah
ini merupakan dasar yang tepat untuk jatuh cinta?
- Apa
pendapat saudara mengenai “kesepakatan” yang Yakub ajukan kepada Laban?
- Baca
Kejadian 31:14-15. Apa pendapat Rahel dan Lea soal “kesepakatan”
tersebut?
- Baca
Kejadian 29:19. Apa pendapat Laban soal “kesepakatan” tersebut?
- Apa
yang tidak umum dari perkawinan ini (Yakub yang mengaturnya, bukan
orangtuanya.)
- Perkawinan-perkawinan
- Baca
Kejadian 29:20-25. Melihat kehidupan masa lalu Yakub, penggalan cerita
ini mengingatkan kita terhadap apa? (Ia dulu mengelabui ayahnya dengan
mengaku sebagai saudara kandungnya. Sekarang Laban mengelabui dirinya
dengan mempertukarkan saudara kandung.)
- Apakah
Lea dan Rahel menjadi bagian dari penipuan ini?
- Baca
Kejadian 29:26. Apa pendapat saudara soal pembelaan Laban?
- Seandainya
saudara adalah Yakub, apa tanggapan saudara? (Sudah tujuh tahun saya tinggal
di sini. Paman tak pernah memberitahu saya soal “adat istiadat” yang
berlaku di sini atau menyebutkan bahwa adat istiadat di sini menjadikan perjanjian
kita mustahil dijalankan.)
- Baca
Kejadian 29:27-29. Perjamuan kawin seperti apa yang diselenggarakan untuk
Rahel? (Sepertinya tidak ada perjamuan kawin untuknya.)
- Pikirkanlah
dampak dari penipuan yang dilakukan Laban:
- Terhadap
Rahel;
- Terhadap
Lea; dan
- Terhadap
Yakub
- Apa
pandangan Allah terhadap semua ini? (Baca Imamat 18:18)
- Apa
yang jadi masalah sebagaimana terkandung dalam ayat ini? (Persaingan!)
- Lelaki
macam apakah Laban itu? (Ia hanya memikirkan dirinya sendiri.)
- Dapatkan
saudara mengajukan pembenaran atas tindakan Laban? (Perkawinan yang
diatur mungkin merupakan hal yang biasa. Yakub bermaksud menikah karena
cinta, namun Laban memutuskan untuk “mengatur” perkawinannya. Ia akan
memberikan apa yang Yakub inginkan, namun ia ingin memeras tenaga Yakub
sedikit lagi (karena sepadan untuk Lea). Seandainya anak perempuan itu
semacam barang milik, tak perlulah terlalu peduli dengan perasaannya.)
- Apa
yang positif dari perkawinan yang diatur? (Berlawanan dengan harapan
orang banyak, orangtua bisa sama “dungu”nya dengan anak-anak dalam memilih
pasangan. Perkawinan terbaik akan diperoleh apabila orang tua dan
anak-anak memohon dalam doa agar Allah memberi tuntunan saat mencari
pasangan.)
- Apa
yang akan terjadi seandainya Yakub tidak memilih Rahel atas dasar
penampilan dan tubuh yang dimilikinya? Apa yang akan terjadi andai Yakub
menerima begitu saja keputusan Laban dan dia tidak menikahi Rahel?
- Kehidupan
Perkawinan dengan Isteri-isteri yang Bersaing
- Baca
Kejadian 29:30-35. Bagaimana Lea menyikapi situasi yang ia hadapi?
- Apa
yang Allah perbuat yang seharusnya diperbuat Yakub juga? (Allah berusaha
menyimbangkan keadaan dengan membantu Lea agar dicintai.)
- Baca
Kejadian 30:1-2. Rahel bertubuh molek, berwajah cantik. Bagaimana dengan
kepribadiannya?
- Baca
Kejadian 30:3-6. Menurut saudara apakah Allah membenarkan Rahel? (Rahel
membenarkan Rahel.)
- Apakah
yang seharusnya ia lakukan? (Pelajari Kejadian 28:13-14; Kejadian 25:21;
Kejadian 16:1-2. Baik Yakub maupun Rahel lupa akan sejarah. Allah
berjanji kepada Yakub mengenai keturunannya. Yakub seharusnya mengikuti
teladan baik dari ayah-ibunya bukannya teladan buruk dari Abraham dan
Sara.)
- Baca
Kejadian 30:14-18. Buah dudaim, yang mirip apel kecil berwarna kuning,
dianggap sebagai obat penyubur kandungan. Apa yang tersingkap dari kisah
ini mengenai hubungan antara kedua perempuan ini?
- Apakah
Allah memberi Lea “upah?” (Hati-hati dengan atribut yang kita kenakan
pada Allah.)
- Sudah
puaskah Rahel? (Ia ingin tambah anak lagi.)
- Di
tempat Kerja
- Baca
Kejadian 30:25-28. Sudah siapkah Yakub untuk berhenti kerja? (Empat belas
tahun masa kerjanya sudah akan berakhir.)
- Mengapa
Laban ingin agar Yakub tinggal? Apakah karena khawatir akan kehilangan
putri-putrinya dan anak-anak mereka?
- Laban
tampaknya murah hati? (Ya: “Tentukanlah upahmu yang harus kubayar, maka aku
akan memberikannya!”)
- Baca
Kejadian 30:29-34. Gambarkan “kesepakatan” untuk upah Yakub dan apa
pendapat saudara tentang hal itu? (Beberapa penjelasan Alkitab
menyebutkan bahwa domba-domba di Timur Dekat umumnya putih dan kambing
umumnya hitam atau cokelat. Yakub meminta hewan “apkiran.”)
- Baca
Kejadian 30:35-36. Apa yang dilakukan “Tuan Tulus” untuk memastikan agar
Yakub memperoleh upah yang dijanjikan kepadanya? (Laban mengeluarkan
semua hewan yang seharusnya jadi milik Yakub dan ia memisahkan hewan-hewan
tersebut dari kawanan yang dijaga oleh Yakub agar ketika mereka berbiak
anak2nya akan jadi milik Laban.)
- Dalam
Kejadian 30:27 kita dapati bahwa Laban meyakini kehadiran Yakub telah
menjadi berkat baginya. Menurut saudara bagaimana caranya ia membenarkan
kecurangannya yang terakhir ini?
- Baca
Kejadian 30:37-43. Setujukah saudara dengan Kejadian 30:43? Apakah Yakub
menjadi kaya karena rencana cerdiknya dengan memperlihatkan pada kawanan
ternaknya potongan kayu yang coraknya mirip dengan keturunan yang harus
mereka hasilkan? (Buat para ibu hamil: pastikan engkau memandang hanya
pada lelaki ganteng dan perempuan cantik!)
- Apa
yang salah dengan rencana Yakub? (Ia membuat rancangannya sendiri
gantinya percaya pada Allah.)
- Mari
sejenak kita melompat ke bawah. Baca Kejadian 31:10-12. Apakah yang
disingkap dalam ayat ini sebagai peran Allah dalam rencana ini? (Allah
menyingkapkan “rencana kerja”-nya kepada Yakub.)
- Apakah
ada pelajaran yang bisa kita tarik dari sana?
- Yakub
akhirnya meninggalkan Laban dan pulang ke tanah kelahirannya. Coba tengok
janji apa yang Laban minta Yakub ikrarkan. Baca Kejadian 31:48-50. Apa
yang ayat ini ceritakan tentang Laban – bahwa ia seorang ayah yang penuh
perhatian? (Yang Alkitab ungkapkan adalah bahwa Laban memanfaatkan
putri-putrinya melampaui batas. Ialah penyebab adanya istri “tambahan”
dan tindakannya ini menjadi awal segala macam percekcokan. Dalam Alkitab
tidak disebutkan bahwa Yakub memperlakukan istri-istrinya secara tidak
pantas. Manusia memang suka menuduh orang lain melakukan dosa dan kekurangan
yang dilakukan oleh diri sendiri.)
- Sobat,
adakalanya ketidak-sempurnaan perkawinan dikarenakan faktor-faktor yang
berada di luar kendali kita. Seperti misalnya kecurangan yang Laban
lakukan kepada Yakub. Terkadang, masalah yang timbul dalam perkawinan
mencerminkan pertimbangan yang keliru di masa lalu. Yakub tertipu seperti
dulu ia menipu ayahnya soal hak kesulungan. Apapun yang menjadi sumber
masalah dalam perkawinan, kita perlu bermitra dengan Allah untuk meminimalisir
masalah. Maukah engkau memiliki tujuan seperti itu?
- Pekan
depan: Musa dan Zipora: Berhubungan dengan Kerabat