Ishak
dan Ribkah: Membesarkan Para Pesaing
(Keadian
24-27)
Dalam
Susah atau Senang: Pelajaran 3
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Bagaimana cara saudara mendapatkan pasangan? Bagaimana saudara tahu kalau
dialah orang tepat? Setelah menikah, aturan dasar apa yang harus saudara taati?
Kisah pencarian istri bagi Ishak bercerita tentang jaman dan budaya yang
berbeda. Namun demikian, di dalamnya terkandung pelajaran penting yang dapat
kita gunakan untuk masa kini. Mari mulaikan pelajaran kita!
- Mencari
seorang Istri
- Baca
Kejadian 24:1-4. Ishak kini berusia kira-kira 45 tahun. Menurut dugaan
saudara, apakah ia telah melirik calon-calon istri dari tengah bangsa
Kanaan?
- Mengapa
Abraham menolak mereka? (Mereka bukan pengikut Allah.)
- Apa
yang dinyatakan di sini tentang Abraham Ishak dan Eliezer, melihat bahwa
Abraham berunding dengan Eliezer soal pencarian istri bagi Ishak, dan
Ishak menyetujui rencana ini? (Eliezer telah menjadi pengurus rumah
tangga Abraham berpuluh-puluh tahun lamanya. Tampaknya ia seorang yang
kompeten, pintar dan bijak dan taat pada Allah. Catatan masa lalu Ishak
menunjukkan bahwa ia percaya pada pertimbangan ayahnya. (Lihat Kejadian
22, saat Ishak bersedia untuk dikorbankan oleh ayahnya.)
- Pelajaran
apa yang dapat kita tarik dari sini mengenai perkawinan pada masa kini?
(Dua hal. Pertama, dalam mencari orang yang akan dinikahi, kecocokan
latar belakang agama sangatlah penting. Kedua, saat mencari pasangan,
perhatikan baik-baik pendapat dari orang-orang lebih dewasa dan yang
taat kepada Allah. Sangatlah penting untuk mendengarkan saran.)
- Baca
Kejadian 24:10-14. Eliezer bersandar pada apa agar ia memperoleh istri
yang tepat? (Ia melakukan hal-hal yang selayaknya – seperti membawa
pemberian. Namun, yang lebih utama ia berdoa agar Allah menuntunnya
kepada perempuan yang tepat.)
- Pelajaran
apa yang kita pelajari untuk masa kini mengenai cara mendapatkan
pasangan yang tepat? (Hadiah dan aspek berpacaran yang lumrah lainnya
itu penting. Namun, yang paling penting adalah meminta tuntunan Allah
dalam mencari pasangan yang tepat. Bertahun-tahun lamanya saya berdoa
agar Allah menuntun anak-anak saya kepada pasangan yang tepat. Pekan
ini, putra saya Blake (mitra saya yang menempatkan pelajaran ini di
Internet), akan menikahi seorang gadis yang jelas merupakan jawaban atas
doa-doa saya. Apakah saudara berdoa meminta tuntunan Allah atas perkawinan
anak-anak saudara?)
- Apa
pendapat saudara soal “ujian” yang Eliezer tetapkan untuk memastikan
tuntunan Allah dalam persoalan ini? (Eliezer mencari seseorang yang baik
budi, peduli dan rajin. Sebuah pendekatan yang cerdas nampaknya.)
- Baca
Kejadian 24:15-19. Apa pendapat saudara tentang respons Allah atas doa
Eliezer? (Allah segera menjawabnya! Bukan itu saja, Ia memberikan seorang
wanita yang tidak saja sesuai dengan syarat-syarat yang Eliezer tetapkan,
namun ia juga sangat cantik!)
- Kepada
ayah dan kakak lelaki Ribkah, Eliezer menjelaskan misinya,
“perbendaharaan keluarga,” kekayaan Abraham dan Ishak, dan tuntunan Tuhan
dalam memilih Ribkah. Baca Kejadian 24:50-51. Dari reaksi sang ayah dan
sang kakak, apa yang bisa saudara simpulkan? (Mereka juga pengikut Allah
dan mempercayai tuntunanNya dalam setiap peristiwa yang terjadi pada
pengikut-pengikutNya. Masih diperdebatkan apakah Betuel itu ayah Ribkah,
ataukah sang ayah telah meninggal dan yang disebut ini adalah anaknya
yang diberi nama sama dengan sang ayah. Bagaimanapun juga, yang
“berwewenang” dalam keluarga tersebut telah memberikan persetujuannya.)
- Baca
Kejadian 24:55-58. Apa pendapat Ribkah tentang perjodohan ini? (Ia
tampaknya setuju karena ia bersedia untuk pergi saat itu juga.)
- Apakah
keluarga Ribkah mengasihinya? (Sepertinya ya – karena mereka meminta
beberapa hari sebelum berpisah.)
- Mengapa
saudara menduga bahwa Ribkah begitu ingin untuk segera pergi? (Menurut
saya ia bersemangat menghadapi hidup baru dan petualangan yang baru ini
karenanya ia siap untuk berangkat! Menambah waktu untuk tinggal mungkin
hanya akan memperpanjang sedihnya berpisah.)
- Baca
Kejadian 24:59-60. Mereka berdoa meminta berkat bagi Ribkah. Apa ada hal
penting yang saudara dapatkan dalam doa mereka ini? (Tersirat bahwa
Eliezer telah menjelaskan janji Allah kepada Abraham, bahwa Abraham akan
menjadi “bangsa yang besar.”)
- Perkawinan
- Baca
Kejadian 24:61. Apakah Ribkah orang miskin? (Keluarganya memiliki uang
karena ia memiliki lebih dari satu hamba perempuan.)
- Baca
Kejadian 24:62-63. Menurut saya dalam dua ayat ini terkandung banyak
arti. Apakah Ishak masih tinggal di rumah orang tuanya? (Ia tidak tinggal
dengan ayahnya. Ayat ini menyiratkan bahwa ia telah mempersiapkan tempat
tinggalnya sendiri dan sedia untuk memulai hidup barunya.)
- Mengapa
Ishak kembali ke tempat ayahnya? (Dugaan saya adalah bahwa ia telah
menghitung dengan saksama soal waktu, jarak dan kecepatan unta, dan
memperkirakan bahwa calon istrinya kini akan segera tiba. Jadi, ia ingin
hadir dalam peristiwa besar ini.)
- Alkitab
King James Version menyebutan Ishak keluar untuk
“bermeditasi.” Tadinya saya pikir ini sama dengan berdoa, tapi
sepertinya tidak demikian. Artinya adalah “merenungkan dalam-dalam.”
Menurut dugaan saudara apa yang ia renungkan? (Sang calon istri,
tentunya!)
- Apakah
perenungannya memperoleh hasil? (Ya. Saya ingat ketika orangtua saya
masih hidup dan mereka hendak berkunjung ke tempat kami. Kunjungan
mereka sangat jarang, oleh karena itu saya akan berdiri di luar rumah,
atau berjalan menyusuri trotoar untuk menyambut mereka. Ishak melihat
unta-unta tersebut di kejauhan dan harapannya mulai bangkit.)
- Baca
Kejadian 24:64-65. Ada lagu lawas yang saya sukai, “Some enchanted
evening, you will see a stranger, you will see a stranger, across a
crowded room. And somehow you’ll know, you’ll know even then, you’ll see
that stranger again and again.” [Di suatu petang yang penuh pesona,
kau akan bersitatap dengan seseorang yang asing, dari seberang ruangan
yang penuh sesak. Dan entah mengapa engkau tahu, engkau tahu tahu ketika
itu, engkau akan bertemu orang asing ini lagi dan lagi.] Kedua orang ini
saling memandang dari seberang padang yang lengang. Saya suka gambaran
ini.
- Mengapa
Ribkah turun dari untanya untuk meminta agar Eliezer memastikan
identitas Ishak? (Apakah santun jika ia meneriakkan, “Eliezer, apakah
itu orangnya?” Karena ia menduga itulah Ishak, tidak sopan rasanya untuk
tetap duduk di atas unta sementara Ishak sementara berjalan. Semacam
kebalikan dari kebiasaan lelaki yang berdiri saat seorang wanita
datang.)
- Kabar
baik apa yang Ribkah dapatkan manakala ia melihat Ishak? (Ishak menaruh
minat terhadap kedatangannya. Ia tidak sedang dalam perjalanan berburu
atau dalam petualangan menggunting bulu domba. Ia sedang menanti.)
- Mengapa
Ribkah menutupi dirinya dengan kerudung? Apakah ini merupakan
adat-istiadat perempuan Ibrani? (Tidak. Perhatikan Kejadian 12:14 dan
Kejadian 24:16. Buku-buku komentar Alkitab memberi jawaban yang
berbeda-beda. Yang satu mengajukan bahwa seorang perempuan Ibrani akan
mengenakan kerudung saat perkawinannya, itulah sebabnya kenapa
(kemudian) anak Ishak dan Ribkah mengawini perempuan yang salah tanpa
menyadarinya. Yang lain mengatakan bahwa kerudung merupakan tanda
“takzim dan takluk” kepada suaminya. Saya yakin Ishak telah melihat
wajah Ribkah saat ia masih di atas untanya – sebab ketajaman matanya
mungkin lebih baik dari ketajaman mata Eliezer yang bisa mengenalinya.
Jadi, Ribkah mengijinkan Ishak melihat kecantikannya, kemudian
menutupinya dan menunggu sampai hari perkawinan tiba. Saya suka kisah
ini.)
- Baca
Kejadian 24:66-67. Allah menuntun upaya Eliezer mencarikan istri bagi
Ishak – sebagaimana yang Eliezer minta. Bagaimana hasil dari kesetiaan
Eliezer dalam bermitra dengan Allah? (Berhasil baik. Ishak mencintai
Ribkah. Perhatikan kebalikan dari urut-urutan yang terdapat dalam
perkawinan modern: “dan [Ishak] mengambil dia menjadi isterinya. Ishak
mencintainya...”)
- Apakah
saudara memahami bagaimana perkawinan Ishak bisa menjadi penghibur
baginya yang telah kehilangan ibunya? (Putra dan putri saya lahir
sebelum ayah saya meninggal. Mereka membantu meringankan rasa
kehilangan. Tak sangsi lagi, kematian Sarah menjadi pemicu bagi Abraham
dalam memutuskan bahwa Ishak perlu segera memiliki anak. Abraham ingin
hal ini diselesaikan sebelum ia mati.)
- Anak-anak
- Baca
Kejadian 25:20-21. Masalah apa yang Ribkah hadapi yang sepertinya sudah
menjadi tema yang tak asing dalam keluarga tersebut? (Ia juga tidak
memiliki anak – seperti halnya Sarah.)
- Bagaimana
Ishak mengatasi hal ini? Bandingkan tindakannya dengan tindakan ayahnya.
(Ishak berpaling kepada Allah, bukannya menyusun rencana skematis.)
- Baca
Kejadian 25:22-23. Kemana Ribkah pergi untuk memperoleh jawab atas
pertanyaannya? (Ia pergi mendapatkan Tuhan! Pasangan ini sungguh beriman!)
- Hal
apa yang ia dapati, yang bertentangan dengan tatanan yang umum terjadi?
(Yang tua akan melayani yang muda.)
- Baca
Kejadian 25:27-28. Kisah perkawinan Ishak dan Ribkah sejauh ini terlihat
sempurna. Masalah apa yang mulai merangsek masuk ke dalam perkawinan
mereka? (Mereka pilih kasih terhadap anak-anak mereka.)
- Saudara
yang sedang membaca pelajaran ini tentunya pernah menjalani masa
kanak-kanak. Kecuali saudara anak tunggal, apa akibat pilih kasih dalam
sebuah keluarga? (Orang tua saya mengalami derita pilih kasih di masa
pertumbuhan mereka. Mereka berketetapan untuk tidak pilih kasih manakala
mereka menjadi orangtua.)
- Alkitab
menyebut makanan sebagai landasan bagi preferensi Ishak terhadap Esau.
Apakah ada alasan lain yang saudara lihat? (Esau seorang petualang. Ia
tidak suka tinggal di kemah!)
- Baca
Kejadian 25:29-34. Apa yang terungkap di sini tentang karakter Esau dan
Yakub? (Karakter kedua orang ini tidak cukup baik.)
- Dari
sini kisah ini mulai menjadi buruk. Kejadian 27 menggambarkan bagaimana Ribkah
dan Yakub bersekongkol untuk memperdaya Ishak di masa tuanya, dan
mengambil hak kesulungan Esau. Mengapa Ribkah merasa punya alasan untuk
melakukan tipu muslihat ini? (Ingat, sebelum kedua anak ini lahir, Allah
memprediksi dalam Kejadian 25:23 bahwa Esau akan melayani Yakub.)
- Akibat
tipu muslihat ini, Yakub terpaksa lari dari rumahnya. Ia tidak pernah
lagi melihat ayah dan ibunya.
- Sobat,
betapa hebatnya kehidupan Ishak dan Ribkah saat mereka bergantung pada
Allah. Manakala muncul pilih kasih dalam hidup mereka dan kemudian tipu
muslihat, keluarga tersebut tercabik. Maukah engkau berketetapan untuk
hidup selaras dengan aturan Allah?
- Pekan
depan: Yakub dan Rahel: Pekerja Cinta.