Firman
Tuhan Abadi
(Mazmur
119, Bilangan 21, Yohanes 3, Matius 24)
Alkitab
untuk Masa Kini: Pelajaran 13
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan:
Dalam kehidupan kita yang sangat singkat ini sepertinya hampir semua hal
berubah. Benda-benda yang kita gunakan tiap hari, berapa dari mereka yang berumur
ribuan tahun? Benda-benda setua itu, berapa dari mereka yang masih relevan di
masa kini? Menurut saya hanya satu: Alkitab. Alkitab masih terus menjadi
penuntun hidup yang relevan dan dikenal banyak orang. Fakta ini mengajarkan
kita tentang Allah sebagai sumbernya. Sayangnya tidak semua orang sepakat
dengan hal ini. Sekarang ini, paling tidak ada dua buku yang masuk dalam daftar
best-seller [terlaris] yang mengkritik kepercayaan kepada Allah. Buku
dari Hitchen, “God is Not Great” [Allah Tidaklah Hebat], berada pada
urutan ke-3 dan buku Dawkin, “The God Delusion” [Khayalan tentang
Allah], berada pada urutan ke-26 dalam daftar best-seller yang
diterbitkan oleh harian New York Times. Mari selami pelajaran kita dan luangkan
waktu untuk merenungkan kenapa firman Allah tetap ada kendati difitnah dan dicela!
- Firman
Allah: Diakui dan Terbukti
- Baca
Mazmur 119:105. Pernahkah saudara menggunakan peta yang seharusnya sudah
diperbarui? Apa yang saudara lakukan terhadap peta tersebut?
- Pemazmur
mengatakan bahwa firman Allah merupakan peta jalan bagi hidup kita.
Apakah saudara sepakat dengannya?
- Apa
jadinya jika kebanyakan orang mendapati bahwa Alkitab menyarankan
hal-hal yang buruk dalam menjalani kehidupan? (Mereka akan menolaknya.
Hukum memiliki satu syarat yakni “membuktikan diri sendiri” [self-authenticating],
dan syarat ini berlaku di sini. Alkitab menjadi saksi bagi dirinya
sendiri bahwa ia dapat dipercaya dan diandalkan. Ini merupakan alasan
utama mengapa Alkitab masih tetap disukai.)
- Apakah
saudara mengenal orang yang menolak Alkitab sebagai penuntun hidup yang
dapat diandalkan? Jika ya, apakah ada ciri yang umum di antara
orang-orang tersebut? (Umumnya mereka ini adalah orang-orang yang
menginginkan gaya hidup yang tidak dibenarkan oleh Alkitab. Tidak banyak
orang yang mengecam prinsip-prinsip umum Alkitab dan menyatakan bahwa
prinsip-prinsip itu salah. Yang ditentang sebenarnya adalah satu atau
dua aturan tertentu karena aturan-aturan itu tidak pas dengan keinginan
mereka.)
- Baca
Mazmur 33:11. Mengapa Allah tetap relevan dari generasi kepada generasi
berikutnya? (Allah memiliki rencana utama dan tujuan bagi umat manusia
yang tidak berubah “turun-temurun.” Tentunya sebuah rencana menakjubkan
yang akan senantiasa relevan!)
- Apakah
rencana tersebut? (Baca Yeremia 29:11. Allah ingin memberikan
pengharapan, kemakmuran dan masa depan bagi kita.)
- Apa
buktinya? (Kehidupan yang lebih baik merupakan salah satu alasan
mengapa firman Allah membuktikan dirinya berulang kali. Sekarang ini
pun rencana Allah bagi kita adalah agar hidup kita menjadi lebih baik.
Lebih dari itu, rencana Allah memberi kita jalan untuk luput dari
kematian kekal – bukankah ini suatu pengharapan bagi kita?)
- Firman
Allah: Cara Revolusioner dalam Memimpin
- Baca
Bilangan 21:4-5. Apa pendapat umat Allah tentang firmanNya kali ini? (Tuduhan
mereka tak satu pun yang benar – kecuali mungkin mereka tidak suka
makanan yang ada.)
- Apa
pendapat saudara tentang keluhan orang banyak terhadap kepemimpinan
Allah?
- Baca
Bilangan 21:6-7. Allah menjawab pemberontakan tersebut dengan mengirimkan
hukuman dan penderitaan. Bagaimana kepemimpinan Allah dalam hal ini?
- Baca
Bilangan 21:8-9. Apa yang menjadi alasan sehingga perlu dibuat tiruan
ular dan orang banyak akan hidup jika mereka memandang ular tersebut?
(Menurut saya jawabannya adalah hadapi dosa. Ular merupakan simbol historis
dari dosa. Mengakui dosa merupakan langkah pertama menuju hidup.)
- Baca
Yohanes 3:14-15. Mengapa Yesus membandingkan dirinya dengan ular di
padang gurun? (Yesus menanggung dosa kita. Ia menjadi dosa karena kita.
Jika kita “memandang” Tuhan kita yang tersalib, kita akan memperoleh
hidup.)
- Apa
yang membedakan cara yang diambil oleh Allah dengan yang diambil oleh
ilah lain dan penguasa lain? (Cara Allah sungguh berbeda. Ia menyerahkan
hidupNya bagi kita! Kebanyakan pemimpin mengambil hidup pengikutnya. Mereka
memanfaatkan dan menyalahgunakan orang-orang yang berada di bawah
mereka. Allah kita tidak demikian.)
- Apakah
ada perbedaan gaya kepemimpinan antara cara yang Allah tunjukan dalam
kitab Bilangan (kirim ular) dan dalam kitab Yohanes (menanggung hukuman
dosa kita)? (Tidak. Inilah perbedaan utama antara Allah kita dengan ilah
dan penguasa lainnya: Allah kita patuh pada aturan hukum. Ia tidak
menyusun aturan sesuai keinginan hatinya. Orang banyak di padang gurun
dihukum karena dosa pemberontakan mereka – sampai mereka berpaling
darinya. Yesus tidak mengayunkan tongkat sihir dan melupakan dosa
pemberontakan mereka. Gantinya, Yesus memenuhi tuntutan hukum dengan
menjalani hukuman ganti kita.)
- Apa
kaitan antara “gaya” kepemimpinan Allah dengan firmanNya yang tetap
relevan dan diterima banyak orang? (Tak satupun hal di dunia ini yang
dapat menyamainya.)
- Kita
semua mengenal laki-laki dan perempuan saleh yang menjadi pemimpin yang
melayani, yang tidak menyalah-gunakah orang-orang yang berada di “bawah”
mereka. Menurut pengalaman saya, mereka ini orang Kristen. Bayangkan
bagaimana jadinya dunia andai tidak ada Allah yang diteladani, yang
memberi contoh dengan menyerahkan hidupNya?
- Baca
Ibrani 2:14-15. Bagaimana caranya Yesus memusnahkah maut dengan kematianNya?
(Setan merupakan musuh kita yang memegang kendali maut. Tatkala Yesus
mati menggantikan kita, Ia mengambil kuasa Setan untuk menuntut kematian
kita karena dosa-dosa kita. Sungguh suatu konsep yang luar biasa! Yesus
menang oleh menyerahkan hidupNya. Ia membiarkan Setan menyiksa dan
membunuhNya agar kita memperoleh hidup kekal.)
- Baca
Roma 4:18-25. Berapa banyak kali saudara menyaksikan bagaimana orang
mencari pujian atas pekerjaan yang mereka tidak lakukan? Kepada siapakah
Yesus berikan pujian atas hidupNya yang sempurna? (Pujian Ia berikan
kepada orang-orang yang mempercayaiNya.)
- Apa
peran kebangkitan Yesus bagi kita? (Kita dibenarkan olehnya. Dosa kita
diangkat manakala kita memohon pengampunan.)
- Lazimkah
jika pemimpin membiarkan orang lain menerima pujian yang seharusnya
diterima sang pemimpin?
- Baca
Matius 28:18-20. Ada saat di mana kita melatih orang dalam pekerjaan
mereka agar bisa berdikari. Itulah cara agar kita mendapatkan keuntungan
dari pekerjaan mereka. Begitukah caranya Yesus memimpin? (Ia berkata
bahwa Ia akan menyertai kita selama-lamanya.)
- Baca
Mikha 6:8. Reaksi yang bagaimana yang Allah inginkan dari kita terhadap
gaya kepemimpinanNya? (Inilah ringkasan dari cara Allah: adil (aturan
hukum), berbelas kasih (kasih Allah) dan rendah hati (pengorbanan Allah
ganti kita dan memimpin dengan melayani).)
- Pelajaran
kita adalah tentang firman Allah bertahan abadi. Apa kaitan antara
kepemimpinan Allah dengan topik tersebut? (Inilah pemimpin yang saudara
ingin ikuti! Inilah pemimpin yang saudara bisa ikuti seumur hidup
saudara, juga bisa diikuti oleh anak-anak saudara. Inilah pemimpin yang
akan tinggal bersama saudara. Inilah pemimpin yang mengasihi dan
mempedulikan saudara – pemimpin yang juga mengasihi aturan hukum.)
- Firman
Allah: Pengharapan bagi Hari Esok
- Baca
Matius 24:30-31. Siapa yang akan datang menjemput kita ke surga? (Yesus
akan datang. Namun, catat bahwa malaikat-malaikat akan “mengumpulkan”
orang-orang benar untuk dibawa ke surga.)
- Seberapa
berartikah janji tentang upah ini terhadap sifat abadi firman Allah?
- Baca
Matius 24:36-39. Yesus membicarakan hal-hal yang kita bisa ketahui dan
hal-hal yang kita tidak bisa ketahui. Apa yang bisa kita ketahui? (Bahwa
Yesus akan datang kembali untuk menjemput kita ke surga bersamaNya.)
- Apa
yang tidak bisa ketahui? (Kapan hal itu terjadi.)
- Apa
yang salah dengan hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang sebagaimana
yang digambarkan dalam Matius 24:38? (Tidak ada yang salah. Mereka
semata-mata terbabit dengan perkara-perkara dunia ini. Allah memanggil
kita agar mengetahui perkara-perkara yang dari Allah.)
- Baca
Matius 24:42-44. Mengapa Yesus membandingkan Kedatangannya Kali Kedua
dengan datangnya pencuri? Mengapa Yesus menggunakan ilustrasi tentang
datangnya seseorang yang akan mengambil harta benda kita? (Gagasannya
adalah tentang pencuri yang datang tanpa diduga. Namun, lebih mendasar
lagi, banyak yang kita akan peroleh atau yang akan lepas dari kita saat
Kedatangan Kedua nanti. Kita perlu waspada agar Setan tidak “mendobrak”
masuk ke dalam kehidupan kita dan menggasak hidup kekal yang kita miliki.
Kita perlu “bertahan” dalam firman Allah seumur hidup kita – agar kita
siap pada saat KedatanganNya yang Kedua.)
- Bagaimana
kaitan dari perbandingan antara upah umat Kristen dengan kedatangan
pencuri ini terhadap keabadian firman Allah? (Firman Allah bukanlah hal
yang dibaca sekali saja, lalu kemudian kita mengalihkan perhatian kepada
hal lain dalam hidup kita. Allah mengatakan bahwa tinggal dalam
firmanNya, menaruh perhatian dalam hubungan yang berkelanjutan antara
kita dan Dia, merupakan kepedulian kita yang tanpa henti terhadap
hal-hal yang utama. Jika saudara sepakat dengan hal tersebut, maka
saudara perlu mengajarkannya kepada anak-anak saudara.)
- Sobat,
firman Allah telah bertahan ribuan tahun. Maukah engkau menjadikannya
sebagai bagian yang penting dalam hidupmu?
- Pekan
depan: Kita mulai dengan seri pelajaran baru berjudul “Di Masa Senang atau
Susah: Pelajaran dari Pasangan Suami-Istri Perjanjian Lama.” Kita akan
selidiki perkawinan dari pasangan-pasangan suami-istri dalam kitab
Perjanjian Lama dan lihat apa yang bisa kita pelajari untuk memperbaiki
hubungan perkawinan kita.