Bertumbuh
Melalui Firman
(Yohanes
3, Ibrani 4-6)
Alkitab
untuk Masa Kini: Pelajaran 12
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Saya
pernah menangani suatu kasus yang berjalan alot mengenai kebebasan beragama.
Klien saya adalah seseorang yang hidupnya mengalami perubahan yang besar
setelah ia menyerahkan hidupnya kepada Yesus. Pihak lawan berargumentasi bahwa
klien saya ini tidak sungguh-sungguh dalam keyakinan agamanya (dan oleh sebab
itu tidaklah boleh dimenangkan) karena adanya ketidak-sesuaian antara perilakunya
di masa lalu dan apa yang dia katakan dan perbuat sekarang ini. Pengacara utama
pihak lawan adalah seorang yang tidak beragama yang tidak memiliki pemahaman
tentang topik pelajaran kita pekan ini: Pertumbuhan Kristiani. Saya
menghabiskan banyak waktu dalam penjelasan saya di hadapan sidang pengadilan
membahas gagasan tentang pertumbuhan Kristiani dan bagaimana pertumbuhan itu
telah berlangsung dalam kehidupan klien saya. Beruntung, hakim memahami gagasan
ini dan memutuskan perkara dengan kemenangan di pihak kami. Mari selami
pelajaran kita tentang pertumbuhan Kristiani!
- Nikodemus
- Baca
Yohanes 3:1-2. Apa yang kita pelajari tentang Nikodemus dan pandangannya
tentang Yesus? (Nikodemus seorang yang sangat penting. Ia tidak
mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias – Ia menganggap Yesus seorang guru
yang dipenuhi Roh dan pembuat mujizat.)
- Menurut
saudara apa yang Nikodemus inginkan? (Ia menemui Yesus malam hari. Hal
ini menyiratkan bahwa Nikodemus sungguh-sungguh ingin mengetahui lebih
banyak tentang Yesus tanpa harus merusak reputasinya atau terlihat berada
di sisi yang sama dengan “guru” yang kontroversial ini.)
- Jika
saudara Yesus, apa yang saudara akan jadikan tujuan dari percakapan ini?
(Nikodemus bertobat.)
- Baca
Yohanes 3:3. Saya tahu ini sulit, namun coba kosongkan pikiran saudara
dari semua hal yang saudara ketahui tentang “dilahirkan kembali,” dan
ceritakan apa simpulan saudara dari apa yang Yesus katakan?
- Apakah
tanggapan Yesus terhadap pertanyaan Nikodemus merupakan jawaban yang
biasa? (Pernyataan Nikodemus mungkin merupakan awal dari diskusi rohani
yang berlangsung perlahan dan diplomatis (menurut perkiraannya) yang
akan menunjukkan siapa Yesus itu. Yesus mengesampingkan diplomasi dan
langsung menuju sasaran yang sama-sama ingin dicapai oleh mereka
berdua.)
- Mungkinkah
Nikodemus tersinggung dengan tanggapan seperti ini? (Wajar saja – melihat
posisi tinggi Nikodemus dalam politik dan latar belakang agamanya. Ia
mungkin mengira bahwa ia harus mendasarkan pada apa yang telah ia
selesaikan, bukan mengulang lagi semua dari awal.)
- Baca
Yohanes 3:4-6. Apa yang Yesus maksudkan manakala Ia berkata bahwa
Nikodemus (dan kita) harus “dilahirkan kembali?” (Baptisan air dan Roh
Kudus.)
- Andai
saudara merenungkan pernyataan Yesus tentang perlunya dilahirkan kembali
– kira-kira apa maknanya selain baptisan? (Analogi Yesus tentang hidup
baru menyodorkan gagasan bahwa orang Kristen baru haruslah bertumbuh.
Sesungguhnya, Yesus berbicara banyak tentang kelahiran “roh” dalam hidup
orang Kristen yang “lahir kembali.” Seluruh gagasan tentang pertumbuhan
rohani merupakan tema sentral dari apa yang Yesus utarakan.)
- Apakah
Nikodemus, yang ahli Alkitab itu, pun perlu “dilahirkan kembali?”
Lantas, bagaimana dengan saudara?
- Yang
Allah Harapkan
- Baca
Ibrani 5:11-12. Apa yang salah dengan orang-orang Kristen ini? Ayat ini
mengatakan mereka lambat belajar. Apakah mereka kurang cerdas?
- Baca
Ibrani 5:13-14. Apa ajaran buku Ibrani mengenai kebenaran? (Bahwa
kebenaran merupakan suatu pertumbuhan dalam pengetahuan akan firman
Allah. Jika saudara terus-terusan belajar ulang prinsip dasar injil, ada
yang salah dalam pengertian saudara tentang tujuan Allah bagi hidup
saudara.)
- Apa
artinya “makanan keras” bagi orang Kristen ? (“Makanan keras” membuat
kita dapat membedakan yang baik dari pada yang jahat. Ini merupakan
pekerjaan yang berlangsung terus-menerus dan merupakan hasil dari
bertumbuh dalam kebenaran.)
- Baca
Ibrani 6:1-2. Manakala Ibrani meminta kita untuk tidak “meletakkan lagi
dasar pertobatan” apakah yang dimaksud adalah bahwa pertumbuhan Kristen
tidak memerlukan pertobatan ulang? (Tidak. Kitab Ibrani menjelaskan
prinsip awal (“susu) kekristenan: bertobat dari dosa, iman kepada Allah,
baptisan, penumpangan tangan, kebangkitan dan penghakiman.)
- Baca
Ibrani 6:4-6. Pikirkanlah amaran tentang pertumbuhan Kristen ini: apakah
ini berarti kita tidak perlu mencari orang-orang yang telah meninggalkan
gereja? Bagaimana jika kita meninggalkan gereja – apakah kita tidak bisa kembali?
- Baca
Ibrani 6:7-8. Bagaimana cara mengetahui kalau kita telah murtad? (Kitab
Ibrani membandingkan kehidupan Kristiani yang produktif dengan kehidupan
orang yang “murtad.” Orang yang murtad bisa saja tetap datang ke gereja,
dibasahi “hujan” (Roh Kudus), namun orang ini menghasilkan kehidupan
berupa “semak duri dan rumput duri.” Menurut saya ini bukanlah “pemboros
– anak yang hilang” yang lari dari gereja dan kemudian kembali ke dalam
rengkuhan tangan bapa yang pengasih. Lihat Lukas 15:11-24.)
- Apa
yang menjadi inti dari Ibrani 5:11-6-8? (Arti keseluruhan dari
pembicaraan ini adalah gagalnya pertumbuhan Kristen. Kita perlu bergerak
maju dalam pengetahuan. Kita perlu menjadi orang Kristen yang produktif.)
- Baca
Yakobus 5:19-20. Bagaimana posisi ayat ini dalam gambaran yang penulis
kitab Ibrani sedang lukiskan? (Kita dapat jatuh ke dalam dosa dan
berbalik. Kita dapat hanyut dan kembali. Yang tidak dapat kita lakukan
adalah mengetahui kebenaran sepenuhnya dan kemudian berpaling dari Allah.
Hati yang keras seperti itu kecil kemungkinan untuk berbalik. Lihat juga
Ibrani 3:12-4:2)
- Bagaimana
ayat-ayat dalam bagian pelajaran ini diperbandingkan dengan mengemudikan
mobil? (Pilihannya adalah saudara bergerak dan maju ke arah tujuan yakni
kedewasaan Kristiani, atau tidak. Saudara bisa saja berhenti atau
bergerak mundur: Kedua hal tersebut tidak membawa kebaikan. Jika saudara
bergerak mundur, saudara bergerak menjauhi tujuan dan mengarah kepada
hati yang benar-benar dikeraskan.)
- Ke
arah mana “mobil” rohani saudara bergerak?
- Iman
dan Perhentian
- Apakah
perintah untuk bertumbuh dalam kedewasaan Kristiani, untuk terus bergerak
maju terasa melelahkan? Apakah diperlukan energi yang lebih dari apa yang
saudara punyai? Apakah saudara kehabisan bahan bakar? Mari baca Ibrani
4:1-3. Bagaimana caranya sehingga dengan menambahkan iman ke dalam
pengetahuan kita terhadap pekabaran Allah kita bisa memperoleh
perhentian? (Perbandingannya (lihat Ibrani 3) adalah keluarnya bangsa
Israel dari Mesir ke Kanaan. Seandainya bangsa itu terus maju bersama
Allah, menaruh percaya kepadaNya, mereka tentu telah memasuki tanah
perjanjian – negeri perhentian.)
- Baca
Ibrani 4:4-7. Perhentian iman dan percaya kepadaNya diperbandingkan Allah
dengan apa? (Hari Sabat mengakhiri minggu bekerja, sebagaimana halnya
hari Sabat pertama mengakhiri minggu penciptaan. Tanpa memasuki
perhentian rohani yang tumbuh dari iman, saudara tidak akan menyelesaikan
pelajaran tentang pertumbuhan Kristiani.)
- Baca
Ibrani 4:8-11. Apa hubungan antara pemeliharaan Sabat dan iman? (Hari
Sabat merupakan peringatan mingguan akan perhentian yang kita peroleh
dari iman. “Barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri
telah berhenti dari segala pekerjaannya.” Hari Sabat mencerminkan iman
dan pemahaman kita bahwa Allah menyediakan perhentian surgawi bagi kita –
bukan di bumi ini saja, namun dalam negeri perjanjian surgawi.)
- Setujukah
saudara bahwa sebagian dari pertumbuhan Kristiani kita adalah kerinduan
kita untuk berada dalam perjalanan menuju surga?
- Kasih
- Baca
1 Korintus 13:1-3. Kita baru saja selesai mempelajari pentingnya iman
dalam pertumbuhan Kristiani kita. Kini kita belajar bahwa iman itu tidak
berarti tanpa kasih. Bagaimana bisa demikian?
- Baca
1 Korintus 13:4-7. Apakah dalam kehidupan ini kita masih bisa bertumbuh
dalam kasih?
- Baca
1 Korintus 13:8-13. Mengapa kasih itu sangat besar? (Menurut saya ayat
ini mengatakan bahwa kita bisa saja memiliki doktrin, nubuat dan
pengetahuan yang tidak sempurna. Karenanya, ajaran gereja mungkin saja
tidak tepat benar. Namun sikap kasih merupakan kesempurnaan Allah yang
bisa kita gapai sekarang ini. Sebagaimana halnya nasehat kepada orang tua
– kasih menutupi sejumlah besar “dosa.” Kasih merupakan bagian yang
diperlukan dalam pertumbuhan Kristiani kita.)
- Hasilnya
- Baca
Efesus 4:14-15. Sementara kita menjadi dewasa dalam pemahaman kita akan
firman Allah, apa manfaat yang kita peroleh bagi kehidupan kita?
- Bilamana
kita bersua dengan seorang anggota gereja yang belum mencapai
kedewasaan, dan diombang-ambingkan oleh doktrin yang salah, bagaimana
seharusnya kita menanggapinya? (Sementara kita membicarakan “kebenaran
dalam kasih” kita terus bertumbuh dalam pengetahuan kita akan Yesus.)
- Sobat,
bagaimana dengan hidupmu? Apakah engkau akan terus bertumbuh dalam
pengetahuanmu tentang kehendak Allah bagi dirimu? Apakah iman dan kasihmu
bertumbuh? Jika tidak, maukan engkau menetapkan diri untuk mempelajari
firman Allah setiap hari agar hidupmu dapat menuju ke arah “perhentian
Sabat” yang Allah janjikan?
- Pekan
depan: Firman Tuhan Abadi.