Hikmat
Sehari-hari
(Mazmur
19, Matius 20 & 22)
Alkitab
untuk Masa Kini: Pelajaran 11
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Setiap orang, dalam
tingkat kepintarannya masing-masing, ingin menjadi lebih pintar lagi. Bukankah
demikian? Apakah saudara ingin juga menjadi bijak? Yang mana yang saudara lebih
ingin miliki, kepintaran atau hikmat? Masalahnya, kepintaran itu diturunkan –
jadi saudara tidak bisa mengutak-atiknya andai saudara memiliki, ataupun tidak
memilikinya. Tidak demikian halnya dengan hikmat. Saudara dapat memperolehnya
dengan belajar dan berupaya. Pelajaran kita minggu ini adalah tentang hikmat,
karenanya mari dengan bijak kita mulaikan pelajaran kita!
- Di
manakah Hikmat Berada?
- Baca
Mazmur 19:8. Apa artinya “menyegarkan” jiwa? (Terkesan seperti
“setel-ulang” [tune-up], “tata-ulang” [make-over] inti
keberadaan kita).
- Apakah
hanya orang pintar yang bisa jadi bijak? (Hikmat tersedia bagi semua
orang: “Memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.”)
- Mengapa
“dapat dipercaya” menjadi bagian dari hikmat? (Hikmat secara garis besar
adalah memahami bagaimana sesuatu berlangsung. Jadi, jika saudara
memiliki pengetahuan yang dapat diandalkan (saudara dapat dipercaya)
maka saudara sudah berada di jalur yang benar menuju hikmat.)
- Baca
Mazmur 19:9. Minggu lalu kita belajar tentang kebahagiaan. Bagaimana
caranya hukum memberi sukacita kepada kita?
- Apa
pengaruh terang bagi mata saudara? (Membantu saudara melihat dengan
lebih jelas.)
- Apa
kaitan antara terang dan keindahan? (Sekuntum bunga yang diletakkan di
bawah cahaya terang akan lebih indah terlihat! Terang membantu
penglihatan kita.)
- Apa
yang diperbuat terang terhadap kejahatan? (Menampakkannya.)
- Istilah
“legalis” sudah menjadi semacam kata menjijikkan di kalangan umat
Kristen. Ayat ini mengatakan hukum Allah menyegarkan jiwa, membuat bijak,
membantu kita melihat lebih jelas dan memberi sukacita! Siapa hendak
menolak tawaran tersebut? Mengapa saudara tidak mau menjadi legalis
terbesar yang mungkin pernah ada?
- Karena
gambaran saya tentang “legalis” mencakup sukacita, hikmat, terang dan
penyegaran, mungkin sebutan legalis sudah kita kenakan pada orang yang
salah!
- Baca
Mazmur 19:11. Pantaskah membandingkan hukum Allah dengan emas dan madu?
(Jika saudara menanyakan pada seseorang apakah suka madu, atau sesuatu
yang manis, pastilah ia akan akan mengatakan “ya!” Allah berkata bahwa
hukum-Nya adalah sesuatu yang kita inginkan. Sesuatu yang akan kita sukai.)
- Baca
Mazmur 19:12. Bagaimana hukum “memperingatkan” kita? (Biasanya
“peringatan” ada kaitannya dengan sesuatu yang membahayakan. Hidup bisa
membahayakan dan hukum memberi peringatan tentang hal-hal yang bisa
mencelakakan kita. Hukum juga melakukan hal yang berlawanan dengan
menunjukkan apa yang baik bagi kita.)
- Apakah
“perkakas” terbaik untuk meningkatkan hidup kita? (Hukum Allah.)
- Rangkaian
ayat-ayat ini menyatakan perkara-perkara yang luar biasa dari hukum,
undang-undang, petunjuk, peraturan dan perintah Allah. Jika benar
demikian, siapakah sumber hikmat, sukacita dan kehidupan yang gilang
gemilang? (Allah.)
- Bagaimana
caranya agar terhubung kepada sumber hikmat, sukacita dan berkat ini?
Bagaimana cara mendapatkan pengetahuan akan hukum Allah? (Dengan membaca
dan mempelajari firman Allah – Alkitab.)
- Pembaca
pelajaran ini kemungkinan besar bukanlah orang yang masih sangat belia.
Karenanya, saudara dapat menguji ayat-ayat ini dengan kehidupan saudara.
Apakah pengalaman hidup saudara menegaskan atau menyangkal apa yang
Pemazmur tulis dalam Mazmur 19:1-11?
- Untuk
bisa menjawab seutuhnya pertanyaan ini, saudara tidak saja perlu
menjalani kehidupan, saudara juga perlu memahami firman Allah dengan
baik. Apakah saudara mampu menjawab pertanyaan ini? Apakah saudara
cukup menguasai Alkitab untuk mengetahui apakah dengan menuruti hukum
hidup saudara akan lebih baik?
- Di
situs internet “Progresive Adventism,” secara tidak sengaja saya
menemukan klip acara televisi dari Martin Sheen di mana dicantumkan bahwa
Sheen menguasai Alkitab. Dalam klip tersebut Sheen mengutip sejumlah
hukum Allah yang tertulis dalam Perjanjian Lama yang menurutnya akan
dianggap menggelikan oleh pemirsa. Alasan kenapa ia melakukan hal ini
adalah untuk menunjukkan bahwa hukum Allah tentang praktek homoseksual
juga menggelikan adanya.
- Apakah
yang hal ini utarakan tentang pandangan Pemazmur tentang hukum versus
pandangan Sheen (atau pandangan penulisnya)? (Sheen berpendapat bahwa
hukum Allah itu tidak bijak dan tidak dapat dipercaya. Pandangannya
berseberangan dengan pandangan Pemazmur.)
- Jika
kita bertekad untuk mengabaikan sebagian hukum Allah, apakah dengan
demikian kita telah mengambil alih peran pembuat hukum? (Ya, namun hal
ini bukanlah perkara sederhana. Dalam Kisah 15 gereja mula-mula bergumul
untuk menentukan bagian-bagian mana dari hukum yang harus dipelihara
oleh orang bukan Yahudi. Pada akhirnya, gereja memutuskan bahwa hanyalah
bagian yang ditulis oleh Musa yang mengikat orang-orang bukan Yahudi
(Kisah 15:19-21). Menurut saya Mazmur 19:8 membantu kita – bahwa jika
kita mempelajari hukum Allah mata kita akan beroleh “cahaya” yang
membuat kita memahami kehendak Allah bagi kita.)
- Hikmat
bagi Emosi
- Maukah
saudara bergaul dengan baik dengan orang lain? (Saya pernah membaca bahwa
kebanyakan dari karyawan yang diberhentikan dari pekerjaan mereka
bukanlah dipecat karena ketidakcakapan namun lebih karena mereka tidak
bisa bergaul. Pemecatan tidak selalu (atau kerap) disebabkan oleh ketidakcakapan
semata.
- Baca
Matius 22:37-40. Hikmat emosi apa yang kita dapatkan di sini? Apa
petunjuk agar kita bisa bergaul dengan baik dengan orang lain dan tidak
dipecat dari pekerjaan?
- Kita
telah menetapkan dalam Mazmur 19 bahwa hukum merupakan perkakas yang
sempurna untuk menjadikan hidup kita lebih baik. Jalan pintas apakah
yang Yesus berikan kepada kita seandainya kita ragu akan pengetahuan
kita tentang hukumNya? (Yesus menciutkan hukum ke dalam dua prinsip
dasar. Mestinya saudara bisa mengidentifikasi kedua hal tersebut!)
- Kedua
prinsip ini mudah dituangkan dalam kata-kata. Seberapa mudahkah prinsip
mengasihi sesama seperti dirimu sendiri itu diaplikasikan?
- Baca
Kolose 3:22-24. Salah satu serangan yang Sheen layangkan terhadap hukum
Allah adalah peraturan – bukan penghapusan – tentang perhambaan. Andai
saudara Allah, akankah saudara menasehati hamba saudara agar memberontak
terhadap pihak berwewenang?
- Nasehat
apa yang Allah berikan kepada para hamba?
- Apakah
nasehat ini berlaku juga bagi kaum pekerja masa kini?
- Jika
saudara seorang majikan, apa yang akan saudara perbuat pada karyawan
yang mengamalkan Kolose 3:23? (Saya tak akan pernah memecat karyawan
tersebut!)
- Hikmat
bagi Warganegara
- ?
Baca Roma 13:1-5. Apakah hikmat ini kita pergunakan bilamana berurusan
dengan pemerintah?
- Paulus
mengulang-ulangi bahwa pemerintah merupakan “hamba Allah.” Ia sedang
membicarakan Roma dengan sejumlah pemimpinnya yang jauh dari sebutan
“hamba Allah.” Apa yang Paulus maksudkan dengan nasehatnya ini?
- Jika
saudara orang Amerika, dan saudara yakin bahwa Allah memberkati negeri
kita, bagaimana saudara menyelaraskan ihwal pemberontakan kita terhadap
Inggris dengan ayat ini?
- Akankah
Amerika Serikat jadi seperti sekarang ini tanpa adanya perang
kemerdekaan?
- Apakah
hikmat dari Roma 13 berlaku juga di tempat kerja?
- Hikmat
Kepemimpinan
- Baca
Matius 20:20-22. Berdasarkan fakta-fakta dalam ayat ini, apakah menurut
saudara kedua anak ini layak memegang posisi tertinggi dalam kerajaan
Yesus? (Ibu-ibu akan melayangkan permintaan selama mereka ada! Pemimpin
sejati akan mengajukan sendiri permintaannya, atau ada kelompok pemimpin
lainnya yang mengajukan permintaan untuknya.)
- Saudara
tidak melibatkan ibu saudara untuk bernegosiasi soal promosi saudara.
Apakah cara ini merupakan rencana yang masuk akal?
- Jika
saudara menginginkan “emas,” saudara harus berjuang untuk
mendapatkannya. Bukankah demikian?
- Baca
Matius 20:23. Akankah Yesus melaksanakan promosi tersebut? (Tidak.)
- Baca
Matius 20:24-28. Ke mana tanggapan Yesus ini ditujukan? Kepada permintaan
sang ibu? Kejengkelan sepuluh murid lainnya? Ataukah karakteristik dasar
kepemimpinan? (Implikasinya adalah bahwa mereka semua ingin menjadi pujuk
pimpinan. Kata Yesus pekerjaan tersebut tidaklah seperti yang engkau kira
– Aku mengharapkan engkau untuk menjadi pemimpin yang mengabdi.)
- Apakah
“hikmat” ini ditujukan bagi posisi administratif dalam jemaat? Ataukah
merupakan hikmat bagi seluruh posisi manajemen? (Kata Yesus inilah yang
Ia lakukan bagi kita. Sepertinya nasehat ini berlaku secara menyeluruh
untuk umat Kristen.)
- Sobat,
firman Allah dapat membuat engkau bijak. Maukah engkau berjanji untuk
mempelajarinya? Maukah engkau sepakat untuk mengikuti kursus terhebat di
dunia tentang bagaimana “memperbaiki hidup?”
- Pekan
depan: Bertumbuh Melalui Firman.