<-- The Bible and Health

Alkitab dan Kesehatan

(Roma 12 & 14, Markus 7)

Alkitab untuk Masa Kini: Pelajaran 9

 

Copr. 2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

Pendahuluan: Semua orang ingin sehat.  Pada waktu yang bersamaan, lebih mudah (dan lebih asyik) untuk makan dan minum apa pun yang kita mau. Berolah raga itu sesuatu yang kadang-kadang secara harfiah menyakitkan. Kalau tidak terbiasa mengenakan sabuk pengaman, maka rasanya seperti ada keterpaksaan. Kita akan punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri (dan mungkin untuk belajar Alkitab) jika kita memangkas waktu tidur kita. Sepertinya begitu.  Dalam Perjanjian Lama Allah menggunakan banyak sekali waktu untuk menyampaikan apa yang jelas-jelas merupakan pesan “kesehatan” bagi umat-Nya melalui Musa. Dalam  Perjanjian Baru Allah sepertinya menggunakan banyak sekali waku untuk menganggap remeh apa yang masuk ke dalam tubuh kita dibandingkan dengan apa yang keluar dari tubuh kita. (Lihat Markus 7:18-23) Jelas, kalau pikiran kita jernih dan tubuh kita kuat, kita bisa melayani Allah lebih baik. Namun, apakah hal ini merupakan perkara moral? Atau hanya perkara akal sehat semata? Apakah umat Kristen yang memfokuskan diri untuk menjauhi beberapa jenis makanan gantinya menjauhi pikiran-pikiran jahat dapat terjebak dalam perangkap Setan? Mari selami pelajaran kita dan temujkan apa kata Alkitab soal kesehatan dan hidup Kristiani.

  1. Pikiran lawan Tubuh

    1. Baca Roma 12:1. Apa yang terlintas dalam benak saudara tatkala membaca ungkapan “persembahan yang hidup?” (Pertama, pengorbanan Yesus atas hidup-Nya ganti kita. Kedua, upacara kaabah dengan korban-korban persembahannya.)

      1. Prinsip hidup Kristiani apa yang terlintas saat membaca ungkapan ini? (Gagasan tentang pengorbanan diri. Prinsip tidak mementingkan diri sendiri. Hidup kita haruslah menjadi persembahan bagi Allah.)

      2. Pada bagian pendahuluan saya menyinggung bahwa pola makan sehat dan olahraga bisa “menyakitkan.” Apakah pola makan dan olahraga merupakan perkara yang perlu dianggap sebagai dari gaya hidup (suci) kita yang penuh pengorbanan?

      3. Dalam  Alkitab disebutkan bahwa dengan memberi kita akan memperoleh (Lukas 6:38). Apakah “pengorbanan diri” soal apayang kita makan, berolah-raga atau tidak, jumlah waktu tidur kita, berat badan kita, membuat kita bisa memberi lebih banyak dalam hidup ini?

    2. Baca Roma 12:2. Sekalipun Paulus menulis tentang “tubuh” kita, apa yang sebenarnya ia bicarakan? (Ia membicarakan pertama tentang pikiran kita. Kita memperbarui pikiran kita dengan perkara-perkara rohani dan tubuh kita akan mengikuti pikiran kita.)

    3. Baca Roma 14:1-3. Pembicaraan mengenai apa ini? (Hal-hal yang menjadi perdebatan)

      1. Apa keterkaitan makanan dalam ayat-ayat ini?

    4. Baca Roma 14:5-8. Apakah yang terkandung dalam ayat-ayat ini mengenai perlu tidaknya memperdebatkan apa yang kita makan?

      1. Menurut saudara apakah yang menjadi ‘perdebatan’ dalam hal makanan? (The New Bible Commentary menunjuk kepada ayat 6 yang merujuk kepada ucapan syukur kepada Allah selagi makan daging dan membahas masalah makan daging yang dipersembahkan kepada berhala yang menyebabkan seseorang menahan diri dari memakan daging apapun karena tidak yakin darimana sumbernya.)

      2. Tentunya ayat ini menjadi perhatian besar bagi orang-orang yang berpendapat bahwa Allah menuntut satu hari dalam satu minggu untuk beribadah. Apakah ayat ini saudara artikan bahwa Allah telah menghapus hari khusus mingguan untuk beribadah? Apakah satu hari tidak lebih penting dari hari lainnya untuk beribadah? (Sebuah penjelasan Alkitab, Critical and Explanatory on the Old and New Commentary, sebagaimana halnya juga penjelasan Alkitab yang lain, menjawab “tidak”. Buku ini menjelaskan bahwa Yesus memaklumkan bahwa Ia adalah “Tuhan atas Hari Sabat” (Markus 2:28). Karenanya Sabat dalam Sepuluh Hukum tidaklah menjadi bagian dari hal-hal yang ‘diperdebatkan.’ Sebetulnya Roma 14 merujuk kepada “hari-hari raya Yahudi yang telah ‘takluk,’ di mana hanya ‘yang lemah’ mengira bahwa hari-hari raya tersebut masih berlaku.”)

    5. Kita teruskan alur argumentasi ini. Baca Roma 14:13-17. Apakah kepedulian utama Paulus dalam ayat-ayat ini? (Apa yang saudara makan bisa menimbulkan masalah rohani bagi orang lain.  Berhati-hatilah agar tidak melukai orang lain dengan pendirian saudara soal makanan.)

    6. Baca Roma 14:19-21.  Bagaimana Paulus mendudukkan pikiran dan tubuh? Makanan dan perkara rohani? (Makanan menempati urutan kedua.)

  2. Prioritas Allah

    1. Baca Markus 7:1-5. Seberapa pentingkah kebersihan terhadap kesehatan?

      1. Menurut saudara apa yang Allah maksudkan dalam peraturan “pembasuhan” yang diberikan melalui Musa?

    2. Baca Markus 7:6-8. Tuntutan saling berlawanan yang mana yang Yesus temukan di sini? (Perintah Allah dan tradisi manusia.)

      1. Mana yang paling mengganggu Yesus -  mengabaikan perintah Allah atau berpegang pada tradisi manusia?

    3. Baca Markus 7:14-15.  Apakah makanan, kesehatan dan kebugaran itu soal akal sehat atau soal dosa?

    4. Baca Markus 7:17-23. Apakah makanan membawa pengaruh bagi kerohanian saudara? (Akal sehat mengatakan bahwa makanan  sehat membuat kita lebih mudah berpikir jernih. Namun, Yesus mengatakan hal yang sangat penting terkait masalah makanan. Ia mengajarkan bahwa makanan masuk ke dalam perut kita kemudian keluar dari tubuh kita.  Makanan bukanlah penyebab dosa. Di lain sisi, pikiran jahat dari hati kita menjadi landasan bagi perbuatan jahat kita. Karenanya apa yang dihasilkan oleh pikiran dan tangan kitalah yang seharusnya menjadi fokus utama kesehatan rohani – bukannya makanan, kebugaran, kesehatan dan olahraga.)

    5. Baca Roma 14:22-23. Perlukah kita membahas soal ini dalam pelajaran kita? (Satu pasal Paulus curahkan untuk membahasnya. Menurut saya, yang Allah nasihatkan adalah agar kita tidak berbagi pandangan kontroversial terkait makanan tertentu dengan anggota jemaat yang “lemah” supaya tidak timbul masalah di dalam jemaat.)

  3. Kaabah yang Mana?

    1. Setiap kali soal kesehatan, makanan dan kebugaran disinggung, ada yang menyerukan “Tubuh saudara adalah kaabah.” Apakah ini merupakan pernyataan yang tepat dari Kitab Suci?

    2. Baca 1 Korintus 3:16-17.  Apakah “kaabah” di sini merujuk kepada tubuh kita atau jemaat setempat? (Jika saudara ragu-ragu, baca seluruh pasal (1 Korintus 3). The Wycliffe Bible Commentary menyebutkan “kaabah tersebut adalah jemaat setempat.” Amat jelas konteksnya menunjukkan bahwa Paulus tidak sedang membicarakan kesehatan, makanan dan kebugaran. Ia sedang membicarakan tentang pertumbuhan rohani jemaat setempat.)

    3. Baca 1 Korintus 6:18-20. Apakah “kaabah” di sini menunjuk kepada kesehatan, makanan dan kebugaran? (Tidak. Ini terkait dengan dosa seksual.  Jika saudara ragu akan hal ini, baca konteksnya: 1 Korintus 6:12-17.)

      1. Perhatikan bahwa Paulus memisahkan dosa seksual dan mengatakan bahwa dosa ini berbeda. Di mana perbedaannya? (Baca 1 Korintus 6:16-17. Paulus merujuk kepada rencana orisinil Allah bagi perkawinan di mana dua orang menjadi satu. Penyatuan rohani/badani dalam perkawinan merupakan suatu hal yang khusus. Dengan demikian, dosa seksual juga merupakan hal yang khusus dan berbahaya secara khusus.

  4. Kesehatan dan Penyembuhan

    1. Baca Matius 4:23-25. Mengapa Yesus menyempatkan diri untuk menyembuhkan orang banyak saat Ia sebenarnya bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengamarkan orang banyak akan dosa-dosa dalam hidup mereka? (Allah ingin kita memiliki kesehatan dan kehidupan.)

      1. Apakah yang diajarkan di sini tentang pelayanan kita? (Jika Yesus peduli terhadap kesehatan, kita pun perlu peduli. Jika Yesus menjadikan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan-Nya, kita pun perlu demikian. Kesehatan, makanan dan kebugaran, pada porsi dan posisi yang tepat, haruslah menjadi bagian dari kesaksian kita.)

      2. Apakah ada alasan lain mengapa Yesus menyembuhkan orang banyak? (Tak sangsi lagi, hal tersebut dilakukan untuk menarik orang-orang asing agar mendengar pekabaran-Nya. Banyak orang yang datang baik untuk minta disembuhkan atau untuk melihat penyembuhan.)

        1. Apakah ada pelajaran yang bisa kita tarik di sini? (Pekabaran kesehatan, makanan dan kebugaran bisa menjadi cara bagi sebagian orang untuk tertarik pada pekabaran rohani Allah.)

    2. Baca 1 Timotius 3:2-4.  Apakah semua syarat rohani ini perlu dimiliki oleh semua orang percaya?

      1. Jika saudara mengatakan, “tidak,” mengapa menetapkan syarat-syarat ini bagi “penilik” jemaat? (Ini merupakan gambaran dari orang yang sabar dan saleh. Allah tidak saja tertarik pada semua aspek kehidupan kita, Ia yakin bahwa pengikut-pengikutNya akan tertarik pada orang-orang yang sabar. “Seluruh kemasan” merupakan kesaksian bagi orang lain.)

    3. Sobat, bagaimana dengan engkau? Maukah engkau menjadikan makanan, kesehatan dan kebugaran sebagai bagian dari hidup Kristriani-mu? Maukah engkau memahami fungsinya ini dalam hidupmu? Maukah engkau menghindarkan diri dari perdebatan dengan orang-orang yang mempunyai pandangan yang berbeda?

  5. Pekan depan: Alkitab dan Kebahagiaan.