<-- The Bible and Science

Alkitab dan Ilmu Pengetahuan

(Mazmur 14, Ayub 38, Mazmur 119, Amsal 17)

Alkitab untuk Masa Kini: Pelajaran 6

 

Copr. 2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pendahuluan: Belum lama berselang ini saya membaca sebuah transkrip sidang pengadilan “Intelligent Design” (“ID”) [Perancangan Cerdas] yang berlangsung di pengadilan federal Pennsylvania kira-kira satu setengah tahun lalu. Intelligent design merupakan sebuah teori ilmiah yang mengatakan bahwa penciptaan kita merupakan hasil sebuah inteligensia, bukan seperti teori change through chance [berubah secara kebetulan] Darwin. Yang membuat saya terkejut adalah bahwa pembelaan penganut teori Darwin tidak banyak didasarkan atas pembuktian bahwa argumen mereka benar atau logis, namun lebih didasarkan atas penerimaan ilmuwan-ilmuwan terkemuka, asosiasi-asosiasi ilmuwan dan jurnal-jurnal ilmiah terhadap teori Darwin. Pendekatan seperti ini membutuhkan kejelian dan kepekaan karena para hakim bukanlah ahli dalam ilmu pengetahuan. Komunitas ilmuwan menyambut teori Darwin dan (sebagian besarnya) menolak ID. Karenanya penganut Darwin menang. Para pembaca pelajaran ini tahu saya seorang penasehat hukum dan seorang yang logis, bukan seorang ilmuwan. Alih-alih jurnal ilmiah, apa yang dikatakan oleh akal sehat saudara, pengalaman hidup saudara dan logika saudara tentang keberadaan Allah dan kebenaran firman-Nya? Mari selami topik menarik ini!

  1. Orang Bebal?

    1. Ilmuwan terkemukan yang hidup 300-500 tahun lalu mendukung gagasan adanya Allah Pencipta. Kini, mayoritas dari mereka sepertinya memusuhi atau tidak menaruh peduli. Baca Mazmur 14:1. Misalkan saudara dan saya sedang berdebat tentang suatu hal yang penting. Saya berargumen  bahwa saudara adalah seorang yang bebal, dan argumen saudara setali tiga uang. Siapa yang akan menang? (Saling mengata-ngatai atau mengejek tidak bisa menggantikan argumentasi yang selayaknya.) 

      1. Saya katakan bahwa jika saudara bukan seorang anggota partai (Republik, Demokrat, Independen – saudara pilih sendiri) maka saudara seorang dungu. Apakah saudara diyakinkan?
        Apakah Allah sekadar mengata-ngatai orang-orang yang tidak percaya pada-Nya? Atau, adalah sesuatu di balik apa yang Allah katakan? (Bilamana saudara melihat kata “bebal” dalam Alkitab, biasanya kata itu ditujukan kepada seseorang yang tidak memiliki “hikmat.” Allah tidak mengatakan orang bebal itu dungu. Yang Allah katakan adalah bahwa orang bebal tidak memiliki hikmat – hal yang sangat berbeda.)

      2. Tengok kembali bagian akhir Mazmur 14:1. Ejekan lagi? (Ya! Sebagaimana halnya Hakim dalam peradilan ID memandang apa yang dikatakan para akhli, bukannya secara ilmiah menetapkan apa yang benar, demikian juga Allah mengatakan lihatlah hasilnya jika tidak memercayai Saya. Orang bebal hidup seolah-olah Allah tidak ada. Kehendak Allah dan pertimbangan Allah tidak menjadi bagian dari “persamaan” dalam pengambilan keputusan orang ini. Oleh karena itu perbuatan orang ini busuk dan kotor.)

        1. Saya yakin ada banyak orang yang tidak percaya akan Allah yang akan mengajukan protes karena mereka kehidupan mereka tidak busuk dan kotor. Apa yang akan saudara katakan kepada orang-orang ini. (Jika mereka tidak menaruh kepercayaan pada suatu kuasa di luar diri mereka sendiri, maka keputusan yang mereka ambil pastilah apa yang mereka anggap terbaik bagi mereka.)

    2. Apa menurut saudara seorang ilmuwan dapat secara sahih berkata bahwa tidak ada bukti adanya keberadaan Allah atau bahwa Ia telah menciptakan alam semesta?

      1. Jika tidak, mengapa? (Tidak ada bukti tegas tentang ketidak-hadiran Allah. Stephen hawking dikenal sebagai salah satu orang paling pintar yang masih hidup. Satu yang saya sukai dari tulisan-tulisan ilmiah-nya yang terkenal adalah kerendahan hatinya. Ia sering mengatakan (kira-kira seperti ini), “Ini merupakan teori yang kita anut sekarang ini. Kita pernah salah di masa lalu dan manakala kita memperoleh bukti-bukti yang lebih baik kita boleh menyingkirkan teori ini.” Tulisan-tulisannya kerap merujuk kepada allah (artinya suatu kuasa yang tak bisa dijelaskan yang berada di balik semua ilmu pengetahuan). Saya belum pernah membaca sesuatu hal yang membuat saya berpikir bahwa Hawking percaya akan Allah Pencipta yang tertulis dalam Alkitab, namun setidaknya Hawking cukup bijak dalam menulis sehingga hal seperti itu bukan tidak mungkin.)

    3. Kita semua tahu cerita Ayub. Kebanyakan komentar yang saya dengar tentang Ayub mengabaikan beberapa perkara sukar yang Ayub utarakan tentang Allah. Baca Ayub 9:32-35. Apa yang Ayub minta? (Ia mengira Allah bersikap tidak adil padanya. Ia ingin “menggugat Allah” (menyeret Allah ke pengadilan untuk menghadap hakim) supaya ia bisa memperoleh persidangan yang adil tentang apa yang Allah perbuat atas dirinya.)

      1. Apakah Ayub percaya akan Allah? (Ya!)

      2. Apa yang digugat Ayub? (Keadilan Allah.)

    4. Kini baca Ayub 38:1-3. Bagaimana tanggapan Allah atas tantangan terhadap keadilan-Nya (bukannya keberadaan-Nya)? (Allah berkata Ayub tidak mengetahui apa yang dikatakannya.)

    5. Baca Ayub 38:4-7. Di atas dasar apa Allah meletakkan klaim atas keunggulan pengetahuan-Nya? (Sebagai Pencipta bumi).

    6. Baca Ayub 38:19-21. Bagaimana Allah membandingkan diri-Nya dengan manusia?

    7. Baca Ayub 38:31-36. Dalam semua ayat dalam Ayub 38 ini, Allah mengemukakan argumen yang sangat spesifik tentang siapa dan apa Ia. Atas apa Allah mendasari argumen-Nya? (Ilmu pengetahuan. Allah berkata lihatlah langit, lihatlah bumi, lihatlah dirimu. Apakah engkau menciptakan hal-hal ini? Apakah engkau mengerti perkara-perkara ini? Apakah engkau mengendalikan benda-benda ini?)

    8. Sungguh suatu konflik yang menarik. Ketika Allah diminta membuktikan hikmatnya yang maha tinggi Ia menunjuk kepada pengetahuan tentang penciptaan. Ilmuwan-ilmuwan di masa kini “mengalahkan” teori Intelligent Design dengan menunjuk pada penciptaan. Kita akan uji hal ini dalam bagian berikut.

  2. Menguji Logika Orang Bebal

    1. Perhatikan tangan saudara. Sejauh yang saudara ketahui, dapatkan manusia secara sempurna mencipta ulang cara tangan bekerja? (Tidak. Sedikit pun tidak.)

        1. Apa simpulan logis yang bisa ditarik dari contoh di atas? (Jika manusia tidak bisa mencipta ulang cara tangan berkerja, maka gagasan bahwa tangan tercipta secara kebetulan merupakan hal yang irasional.)

    2. Perhatikan cara kerja otak dan mata saudara. Manusia dengan dapat dengan mudah membedakan wajah yang satu dengan yang lain. Dapatkan komputer melakukan hal ini? (Tidak. Diperlukan upaya yang sangat besar dalam bidang ini untuk menciptakan kamera/komputer yang akan ‘mengenali’ wajah teroris terkenal di bandara-bandara. Teknologi komputer masih harus melalui jalan yang panjang.)

    3. Perhatikan kembali Ayub 38:33. Stephen Hawking menulis tentang hasil pengamatan manusia bawa semesta alam berkembang secara perlahan. Ini menjadi faktor penting bagi teori “Ledakan Besar” (Big Bang) sebagai asal semesta alam. Kita dapat lihat bahwa semesta alam berkembang secara perlahan ke segala jurusan. Karenanya, beberapa ilmuwan menyimpulkan bahwa semesta alam itu berawal dari sebuah ledakan.)

      1. Untuk sejenak pikirkan hal ini dan teori gaya tarik gravitasi. Secara logika, apa yang harus kita perhitungkan? (Jika semesta alam sementara berkembang, maka tarikan gravitasi akan melemah. Karenanya, jika perkembangannya terlalu laju, pada suatu ketika semesta alam akan beterbangan. Jika perkembangannya terlalu lambat, tarikan gravitasi akan menarik semesta alam ke pusatnya dan selanjutnya meledak di sana.)

        1. Kelangsungan hidup kita tergantung pada apa? (Bahwa perkembangannya terjadi pada laju yang tepat persis.)

          1. Apakah peristiwa tersebut merupakan kebetulan semata? Hasil percobaan? Ataukah, merupakan satu dari “hukum-hukum bagi langit” yang disebutkan dalam Ayub 38:33?

  3. Bukti dalam Hidup Kita

    1. Baca Mazmur 119:105. Apa yang dinyatakan tentang Alkitab (Bahwa kita harus mengarahkan hidup kita sesuai pedoman yang Alkitab berikan. Alkitab menunjukkan jalan yang harus kita tapaki dalam kehidupan.)

      1. Berdasarkan ayat ini, jika saudara dapat menunjukkan bahwa dengan mengikuti petunjuk Allah kualitas hidup akan meningkat secara mencolok, apakah hal tersebut dapat menjadi bukti ilmiah bahwa firman Allah dapat dipercaya? (Ya.)

    2. Apakah ada perbedaan pada tingkat perceraian antara orang Kristen dan dunia? (Saya pernah baca, tidak ada. Namun penelitian ini tidak membedakan orang Kristen yang taat dan orang-orang yang menyebut diri orang Kristen. Menurut P. Fagan “Why Religion Matters Even More: The Impact of Religious Practice on Social Stability," [Mengapa Agama Sangat Berarti: Dampak Pengamalan Agama pada Kestabilan Sosial] (18 Des 2006, seri Heritage Foundation Backgrounder) (selanjutnya akan disebut “Fagan”) “Perkawinan di mana kedua pasangan kerap menghadiri acara kebaktian 2.4 kali lebih kecil kemungkinan untuk berakhir dengan perceraian (dibanding dengan pasangan yang tidak hadir.) (Fagan, hal.3) Pasangan yang berhenti datang ke gereja 2.5 kali lebih besar kemungkinannnya daripada pasangan pasangan yang terus hadir. Fagan, hal, 3-4.)

      1. Apa yang saudara anggap paling dapat meramalkan stabilitas perkawinan? (Kehadiran dalam acara keagamaan. Id.)

    3. Akankan hidup bersama sebelum menikah, menjalani ‘uji coba’ perkawinan, meningkatkan kemungkinan saudara untuk mempertahankan perkawinan? (Tidak. Pasangan yang hidup bersama sebelum menikah 59% lebih besar kemungkinan bercerainya dengan pasangan yang tidak hidup bersama sebelumnya. Fagan, hal.4)

    4. Apakah kehadiran di gereja mempengaruhi hubungan ibu/putri? (Ibu-ibu yang menganggap agama penting lebih akur dengan putri-putrinya. Ibu dan putri yang tingkat kunjungan ke gerejanya sama, secara signifikan memiliki hubungan yang lebih baik. Bahkan kehadiran nenek di gereja mempunyai dampak bagi keturunannya. “Lebih saleh ibu dari seorang ibu, lebih besar kemungkinan sang ibu memiliki hubungan yang baik dengan sang anak.” Fagn, hal.5)

    5. Bagaimana dampak kehadiran di gereja terhadap hubungan ayah/anak? (Lebih banyak amal agama, lebih baik hubungan ayah/anak. Faban hal 5-6.)

    6. Tiga-puluh-tujuh persen kelahiran di Amerika sekarang ini terjadi di luar perkawinan! (Fagan, hal.7). Apakah ini merupakan bukti gagalnya agama? (Tidak. Agama yang diterapkan secara teratur merupakan faktor penentu dalam mencegah terjadinya kelahiran di luar perkawinan. Wanita muda yang tidak menganggap dirinya “amat beragama” 2-3 kali lebih banyak memperoleh anak di luar nikah daripada mereka yang menganggap dirinya “amat beragama.” Fagan, hal.7)

    7. Amsal 17:22. Akankah hubungan dengan Allah berdampak pada keceriaan?

    8. Anggota-anggota gereja yang menderita depresi atau sakit mental lainnya datang kepada saya mengeluh bahwa orang-orang tidak menganggap mereka “orang Kristen yang baik” jika mereka masih terus sakit. Yang lain mengutarakan bahwa menyarankan agar mereka berdoa itu tidak cukup karena yang dibutuhkan adalah campur tangan medis. Apakah firman Allah menjadi faktor positif ataukah negatif terkait dengan kesehatan mental? (Positif: 81% dari 99 penelitian menemukan “sejumlah asosiasi positif .... antara keterlibatan dalam kegiatan rohani dengan kebahagiaan yang lebih besar, kepuasan dalam hidup, moral dan dampak positif, atau ukuran kesejahteraan lainnya.” (Fagan, hal.9) “Para remaja yang sering menghadiri acara keagamaan dan memiliki dukungan rohani yang tinggi dari orang lain dalam komunitasnya memiliki tingkat depresi yang rendah.” Fagan, hal.10)

    9. Sobat, lihatlah sekelilingmu. Dalam hampir semua aspek hidupmu kita lihat bukti bahwa Allah ada dan firmaNya benar. Maukah engkau memilih untuk mengikuti-Nya sebagaimana petunjuk firman-Nya?

  4. Pekan depan: Firman dalam Kehidupan Kita.