Ketika
Batu Berbicara
(Yohanes
20, Kejadian 23, Matius 28)
Alkitab
untuk Masa Kini: Pelajaran 5
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali
disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Salah satu permasalahan penting dalam kasus hukum apapun di Amerika adalah beban
pembuktian (burden of proof). Siapa yang menanggung beban untuk
menunjukkan fakta-fakta yang terjadi? Penunjukan siapa yang perlu menanggung
beban pembuktian membawa pengaruh atas siapa yang akan menang perkara. Katakanlah
jaksa penuntut menang jika lampu lalu lintas warnanya merah. Tergugat menang
jika warnanya hijau. Seandainya jaksa penuntut yang menanggung beban pembuktian,
dan tak seorang pun bisa memastikan warna lampu lalu lintas, sang tergugat yang
menang. Andai tergugat yang menanggung beban pembuktian maka jaksa penuntut lah
yang menang. Bagaimana dengan kebenaran Alkitab, di mata Allah siapa yang
menanggung beban pembuktian? Apakah Allah menganggap bahwa Ia yang menanggung
beban untuk membuktikan kebenaran-Nya? Ataukah, Allah menganggap kitalah yang
berkewajiban untuk menemukan jawabannya? Mungkin ambil jalan tengah saja? Mari
selami pelajaran kita dan temukan bagaimana Allah menanggapi masalah ini di
masa lalu!
- Sikap
Yesus Terhadap Bukti
- Baca
Yohanes 3:36. Seberapa pentingkah hal mempercayai bahwa Yesus itu Allah?
(Hal yang paling penting dalam hidup.)
- Baca
Yohanes 20:24-25. Siapa yang menurut anggapan Tomas patut menganggung
beban untuk membuktikan bahwa Yesus telah bangkit dari kubur? (Yesus.)
- Apa
bukti yang tersedia bagi Tomas? (1. Baca Matius 16:21. Yesus telah
berulang-ulang memberitahu murid-murid mengenai hal ini sebelumnya. 2. Ada
murid-murid sebagai saksi mata.)
- Apakah
Yesus telah menanggung beban pembuktian bagi Tomas?
- Apakah
Tomas meminta bukti yang lebih banyak daripada yang bukti-bukti yang
tersedia bagi kita?
- Baca
Yohanes 20:26-29. Apa yang Tomas simpulkan? (Bahwa Yesus itu Tuhan dan
Allah dan Ia telah dibangkitkan. Tomas kini telah menemukan jawaban atas
hal yang disebutkan dalam Yohanes 3:36.)
- Siapa
yang mengganggap dirinya menanggung beban untuk membuktikan kepada Tomas
tentang kebangkitan Yesus? (Yesus. Yesus melakukan lebih dari yang
diperlukan.)
- Apa
yang hal ini ajarkan kepada kita tentang sikap Yesus terhadap kita
terkait dengan beban pembuktian tentang kebenaran Allah? (Allah
nampaknya rela melakukan lebih dari yang diminta.)
- Perhatikan
Yohanes 20:29. Apa yang terjadi pada orang-orang yang menerima Yesus
tanpa meminta pembuktian seperti yang diminta Tomas? (Mereka berbahagia
dan diberkati.)
- Apa
maksudnya? Mereka diberkati karena menerima Yesus sebagai Allah?
Sementara orang-orang yang bersikap seperti Tomas, dan tidak melihat
Yesus secara langsung, menjadi orang terhilang?
- Melihat
Yesus Lewat Arkeologi
- pentingkah
bukti fisik dalam menguatkan keyakinan saudara akan firman Allah?
- Baca
Kejadian 23:1-6. Dengan ditemukannya sejumlah bukti arkeologis bahwa Bani
Het pernah ada, seberapa berpengaruhkah hal tersebut terhadap iman
saudara? (Untuk bertahun-tahun lamanya tidak ditemukan bukti arkelogis
yang menunjukkan bahwa Bani Het benar pernah ada. Ini masalah. Namun,
belakangan ini telah ditemukan sejumlah temuan arkeologis yang menegaskan
keberadaan Bani Het.)
- Baca
Bilangan 1:17-19. Konteks dari ayat-ayat ini adalah bahwa Allah menyuruh
Musa melaksanakan sensus penduduk. Kita dapati bahwa Musa dan Harun tidak
saja menghitung jumlah orang, namun mereka mencatat nama-nama mereka.
Masalahnya di sini adalah bahwa untuk bertahun-tahun lamanya para
kritikus Alkitab menyatakan bahwa belum ada tulisan pada zaman Musa.
Orang-orang terlalu primitif sehingga tidak bisa menulis. Ini berarti
bahwa Musa tidak menulis lima kitab pertama dari Alkitab, dan ini membawa
kesangsian soal Allah menulis Sepuluh Hukum dan Musa menulis hukum
upacara. Bagaimana kita tahu bahwa tulisan sudah ada pada zaman Musa?
Para arkeolog menggali dan menemukan Prasasti Hitam (Black Stele), sebuah
pahatan batu di mana di dalamnya tertera rincian hukum Hammurabi – yang
sudah ada sebelum zaman Musa. Lempengan Ebla, yang ditemukan di Syria
Utara tahun 1970-an, menunjukkan bahwa tulisan sudah ada seribu tahun
sebelum Musa.)
- Baca
Ibrani 11:24-26. Bertahun-tahun yang lalu, musium Smithsonian memamerkan
apa-apa yang berasal dari kubur Tutankamen Firaun Mesir. Siapa yang sudah
melihat pameran tersebut? Jika saudara pernah menyaksikannya, apa
pendapat saudara? (Saya telah melihatnya dan menurut saya luar biasa.
Karya seni luar biasa yang nampak dalam topeng emas membuat saudara paham
bahwa manakala Alkitab menyebutkan “harta Mesir,” hal itu tepat sekali.)
- Harta
emas ini, beserta hal-hal lain yang kita ketahui tentang Mesir,
menunjukkan apa terkait dengan kesanggupan Musa untuk menulis? (Harta
karun ini membuat para kritikus yang mengatakan bahwa Musa tidak bisa
menulis terlihat kurang cukup memiliki informasi. Bangsa Mesir
jelas-jelas memiliki kebudayaan yang sangat maju. Bangunan-bangunannya
menunjukkan pemahaman akan matematika. Mereka memiliki bahasa tulisan.
Karena Musa dilatih sebagai anak Firaun, jelas ia telah dilatih dalam
ilmu pengetahuan dan penulisan.)
- Iman
dan Pembuktian
- Baca
Matius 28:2-7. Misalkan saudara seorang penyelidik yang disewa untuk
membuktikan kebenaran cerita ini. Langkah-langkah apa yang akan saudara
ambil untuk membenarkan atau menyanggah cerita ini?
- Bagaimana
jika saudara seorang penyelidik yang datang 100 tahun kemudian untuk
membenarkan atau menyanggah cerita ini? Bagaimana pengaruhnya terhadap
cara pendekatan saudara?
- Tadi
kita telah mengawali dengan Tomas yang menuntut bukti berdasarkan
luka-luka pada tubuh Yesus. Di mana perbedaannya dengan pembuktian
cerita di atas? (Tomas mengenal Yesus. Saat Yesus mendatanginya,
sangatlah mudah untuk mencocokkan pengamatannya dengan fakta yang ada.
Ketika saudara dihadapkan pada kuburan atau bukti fisik lainnya, akan
lebih sulit jadinya bilamana saudara tidak tahu pasti di mana letak
kubur Yesus.)
- Dr.
William Shea baru-baru ini membawakan ceramah di gereja saya mengenai
klaim Discovery Channel bahwa mereka telah menemukan kubur Yesus.
Sebagai bagian dari “pembuktian” adalah digunakannya bukti DNA dari
tulang-belulang yang mereka temukan. Lepas dari bagaimana hal ini
bertentangan dengan Alkitab, apa yang nampaknya mustahil dari penggunaan
‘arkeologi’ ini untuk menyanggah bangkitnya Yesus? (Karena pada mereka
tidak ada DNA dari Yesus yang hidup, contoh DNA yang mereka temukan
sangatlah sukar digunakan untuk membuktikan klaim mereka. Dr. Shea
mengutarakan bahwa nama “Yesus” dan “Yusuf” merupakan nama-nama yang
umum digunakan pada zaman Yesus. Bukanlah hal luar biasa jika menemukan
sebuah kubur yang dinamai dengan kedua nama tersebut.)
- Kita
kembali ke cerita dalam Matius 28. Baca ulang Matius 28:5-7. Bukti fisik
apa yang malaikat tersebut berikan kepada wanita-wanita itu? (Kurir-nya
sendiri sudah sangat luar biasa! Lepas dari hal itu, bukti yang dia
ajukan adalah bahwa Yesus tidak ada lagi di tempat di mana ia dikuburkan!
- Apakah
ketidak-hadiran Yesus cukup menjadi bukti bagi saudara? (Cukup untuk
menunjukkan bahwa ia tidak ada. Namun, sebagai bukti Ia telah bangkit,
itu soal lain.)
- Bukti
tambahan lain apa yang diajukan oleh sang malaikat? (Mereka akan melihat
Yesus di Galilea.)
- Baca
Matius 28:8-10. Apakah bukti tambahan yang Yesus berikan kepada
wanita-wanita itu mengenai kebangkitan-Nya?
- Bukti
tambahan apakah yang Ia janjikan kepada murid-murid-Nya? (Bahwa mereka
akan melihatNya.)
- Kita
dapati bahwa Yesus terus-menerus mengajukan bukti fisik tentang diriNya.
Ia tidak meninggalkan bukti lewat perkataan orang lain. Ia tidak
meninggalkan buktu lewat kubur yang kosong. Apa ditunjukkan oleh fakta
ini terkait bukti-bukti yang Yesus tinggalkan bagi kita di maka kini?
(Saya belum pernah melihat Yesus dan tak ada orang yang saya kenal yang
telah melihatNya. Jika ia menampakkan dirinya secara pribadi kepada saya,
saya khawatir itu merupakan salah satu tipu muslihat Setan (2 Korintus
11:14). Namun, saya merasakan interaksi Allah dalam hidup saya. Ada
banyak cerita yang bisa saya ceritakan dari enam bulan terakhir saja,
namun yang paling baru terkait dengan putri saya. Mobil van
miliknya mogok di pintu gerbang universitas tempat ia menuntut ilmu. Timing
belt-nya putus. Ia memandang kejadian ini sebagai tanda bahwa Allah tidak
sayang padanya. Namun, ia (dan mungkin saya!) dalam satu minggu
dijadwalkan untuk mengendarai mobil van-nya sejauh 600 mil pulang
ke rumah. Saya memandang hal ini sebagai kecintaan Allah yang luar biasa
terhadap kami sehingga kerusakan mesin yang lumayan serius ini tidak
terjadi ratusan mil dari rumah atau dari universitas.)
- Sobat,
Allah rela untuk memikul beban pembuktian bahwa Ia ada dan Ia telah
datang untuk melepaskan engkau dari dosa. Maukah engkau menerima
bukti-bukti yang Ia telah berikan?
- Pekan
depan: Alkitab dan Ilmu Pengetahuan.