Alkitab
dapat Dipercaya
(Wahyu
22, Ulangan 4, 1 Timotius 5, Galatia 2)
Alkitab
untuk Masa Kini: Pelajaran 4
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Setiap minggunya kita telah membangun argumen mengapa manusia harus
memperhatikan firman Allah baik-baik. Kita telah menerima bahwa Alkitab itu
firman Allah. Tahukah saudara bagaimana sampai Alkitab ada? Sebagian orang
membicarakan Alkitab seolah-olah seluruh ayatnya, dalam versi King James,
jatuh dari langit dan manusia menerima serta mencetaknya. Ini jauh dari benar.
Baru-baru ini, dunia kafir telah mulai menyerang secara langsung komposisi
Alkitab. Buku dan film terkenal, the Da Vinci Code, menggugat bahwa ada
kitab-kitab tertentu yang seharusnya menjadi bagian dari Perjanjian Baru namun
tidak diikut-sertakan. Kitab yang tidak diikut-sertakan? Soal apa ini? Mari
selami pelajaran kita dan temukan jawabnya!
- Penambahan
dan Pengurangan
- Baca
Wahyu 22:18-19. Mengapa Yohanes, penulis kitab Wahyu, menyebut tulisannya
sebagai “kitab nubuat” bukannya “bagian terakhir dari Alkitab?”
- Apa
yang menjadi keprihatinan Yohanes? (Bahwa ada yang akan merubah ayatnya
dan menambahkan atau mengurangkan sesuatu darinya.)
- Amaran
ini memberitahu kita tentang pemikiran Yohanes tentang otoritas yang
membawahi penulisan bukunya. Apakah itu? (Ia nyata-nyata percaya bahwa
Allah turut campur dalam penulisannya.)
- Baca
Ulangan 4:1-2. Amaran apa yang Musa berikan kepada kita tentang apa yang
telah ditulis atas nama Allah? (Ia tidak ingin seorang pun menambahi atau
mengurangi apa yang telah dituliskannya atas nama Allah.)
- Perlukah
dua penulis Alkitab yang besar ini cemas? Apakah soal menambahkan atau
mengurangkan merupakan masalah?
- Apabila
saudara memperhatikan Alkitab saudara sekarang ini, apa pokok masalah
yang menimbulkan pertanyaan soal dapat dipercaya atau tidakkah Alkitab
yang ada di tangan saudara? (Mari kita telusuri satu per satu. Apakah terjemahan
yang saya gunakan akurat? Apakah si penerjemah sudah melakukan tugasnya
dengan baik? Kedua, apakah si penerjemah menggunakan teks sumber yang
tepat? Jika orang-orang tergoda untuk menambahi atau mengurangi teks
Alkitab, bagaimana saya bisa tahu kalau penerjemah Alkitab saya
menggunakan teks yang akurat? Ketiga, bagaimana saya bisa tahu kalau
kitab-kitab yang terdapat dalam Alkitab saya merupakan kitab-kitab yang
tepat? Bukankah umat Katholik mempunyai lebih banyak kitab dalam Alkitabnya?
Bukankah the Davinci Code menyebutkan bahwa sejumlah kitab yang
seharusnya ada dalam Alkitab ternyata tidak ada?
- Kitab
Suci Terdiri dari Kitab-kitab Apa?
- Baca
1 Timotius 5:17-18. Apa yang dikatakan Paulus tatkala ia menyebutkan
bahwa perkataan ini berasal dari “Kitab Suci?” (Paulus memiliki sesuatu
yang a sebut Alkitab.)
- Baca
Ulangan 25:4, Matius 10:10 dan Lukas 10:7. Siapa atau apa yang dikutip
Paulus? (Paulus mengutip perkataan Musa dan Yesus. Karenanya, kita tahu
bahwa gereja mula-mula memandang tulisan-tulisan Musa dan Yesus sebagai
Kitab Suci. Gereja mula-mula memandang bahwa paling tidak Perjanjian
Lama dan perkataan Yesus sebagai “Alkitab.”)
- Bagaimana caranya kita
mendapatkan bagian lain dari Perjanjian Lama? (SDA Bible Commentary
jilid 5 halaman 123-132 dan sebuah artikel populer yang ditulis oleh C.
Hansen dapat dilihat di http://www.christianitytoday.com/history/newsletter/2003/nov7.html
(lihat “Fax from Heaven?” – Fax dari Surga?) menguraikan proses
historis oleh mana gereja mula-mula menimbang kitab-kitab mana atau
surat-surat yang ditulis oleh rasul-rasul dan pimpinan jemaat mula-mula
yang mana yang dipandang sebagai bagian dari Perjanjian Baru:
Perjanjian Baru merupakan kabar baik tentang Yesus
Kristus, dan umat Kristen tentunya percaya bahwa penyajian paling otentik dari
kabar ini adalah pekabaran yang dituliskan oleh orang-orang yang pernah
bersama-sama Yesus. Oleh karena itu, hanya tulisan-tulisan itulah yang diterima
... yang merupakan buah karya dari seorang rasul atau buah karya dari rekan
seorang rasul yang menulis dalam masa rasul-rasul. SDA Bible Commentary
jilid 5 halaman 132.)
- Apakah
Teks-nya Akurat?
- Para
akhli meyakini bahwa Wahyu, kitab terakhir Alkitab, ditulis kira-kira
tahun 90 TM. Apakah ada kitab-kitab dalam Perjanjian Baru atau
surat-surat yang aslinya masih ada? (Tidak. Penggalan tertua dari salinan
sebuah kitab dalam Perjanjian Baru adalah beberapa ayat dari Yohanes 18
yang diyakini berasal dari tahun 100-115 TM. (P.W. Comfort, Early
Manuscripts & Modern Translations of the New Testament, hal. 4
(Tyndale 1990))
- Jika
aslinya tidak ada, hanya ada salinan dari salinan, bagaimana kita bisa
tahu bahwa teks dari apa yang kita sebut sebagai Alkitab itu akurat? (Ada
banyak salinan. Diketahui ada hampir 4,500 manuskrip dari Perjanjian Baru
bahasa Gerika (SDA Bible Commentary jilid 5 halaman 112.)
- Di
masa muda saya, hampir semua orang menggunakan Alkitab versi King
James. Versi King James itu berdasar pada apa? (Perjanjian
Baru versi King James dan New King James berdasar pada
sekumpulan salinan Perjanjian Baru yang disebut “Textus Receptus,”
termasuk dalamnya salinan dari salinan kitab-kitab Perjanjian Baru dan manuskrip
bertanggalkan tahun 700-800 TM. (SDA Bible Commentary jilid 5 hal.
116-119, 140-142) Alasannya adalah bahwa terjemahan versi KJV adalah yang
pertama kali ditulis pada tahun 1611. Kebanyakan orang tidak menyadari
bahwa KJV merupakan terjemahan yang ke-8 dari Alkitab berbahasa Inggeris.
(SDA Bible Commentary jilid 5 hal 128 (grafik) dan 142). Menurut P.W.
Comfort, dalam 100 tahun belakangan ini telah ditemukan hampir 100
manuskrip Perjanjian Baru dari reruntuhan di Mesir yang bertanggalkan tahun
200 TM. (Comfort hal xvii, 27). Tahun lalu, Smithsonians
mengadakan pameran manuskrip kuno di mana saya melihat sebuah penggalan
yang bertanggalkan kira-kira tahun 125 TM!)
- Mengapa
pada terjemahan King James terdapat bagian-bagian yang tidak
muncul dalam terjemahan yang lebih modern seperti The New
International Version? (Ketika ditemukan lebih banyak bagian dari
Alkitab dan bagian-bagian yang bertanggal lebih awal, para akhli meneliti
apakah ada kesesuaian dalam salinan-salinan tersebut. Contohnya, jika
semua salinan dari sebuah bagian dari kitab Yohanes yang bertanggalkan
sebelum tahun 250 TM tidak mencantumkan satu ayat tertentu, maka
sepertinya masuk akal jika disimpulkan bahwa beberapa penyalin
menambahkan komentarnya sendiri – dan penyalin yang berikut yang menyalin
dari salinan tersebut, mengira salinan itu berasal dari aslinya. Dengan
cara demikian, lebih banyaknya penggalan-penggalan dan salinan-salinan
kuno yang ditemukan akhir-akhir ini memberikan gambaran yang lebih akurat
tentang apa yang dituliskan pada mulanya.)
- Haruskah
kita mengkhawatirkan adanya ayat-ayat yang hilang? Mengkhawatirkan
tentang sesuatu yang penting yang tidak diikut-sertakan atau sesuatu yang
tidak dikehendaki telah ditambahkan ke dalam Alkitab? (Semua komentator
yang saya telah baca sepakat bahwa yang diperdebatkan hanyalah prosentase
kecil dari Perjanjian Baru – dan tak satu pun menyangkut doktrin utama
dari iman Kristiani. Kita memiliki bukti yang sangat kuat bahwa
Perjanjian Baru dapat dipercaya, tak soal terjemahan mana yang kita
gunakan.)
- Pengakuan
Lawan Kepentingan
- Coba
ingat saat-saat ketika saudara menceritakan kisah tentang diri saudara.
Apakah dalam kisah tersebut saudara membuat diri saudara nampak lebih
baik atau lebih buruk?
- Baca
Galatia 2:11-13. Bagaimana saudara menggambarkan perilaku Petrus? (Tidak
konsisten, munafik. Ia tadinya makan sehidangan dengan orang bukan
Yahudi. Namun manakala beberapa orang Yahudi dari “kantor pusat” datang,
ia tidak lagi makan sehidangan dengan orang bukan Yahudi.)
- Mengapa
Alkitab mencantumkan kisah ini yang menyangkut salah satu pengikut setia
Yesus?
- Apakah
Paulus menceritakan kisah ini kepada orang-orang bukan Yahudi agar
mereka lebih menyukainya ketimbang Petrus? (Mungkin saja, kendati hal
tersebut nampaknya tidak pantas bagi Paulus. Penjelasan yang lebih baik
adalah bahwa hal seperti ini biasa dalam Alkitab. Alkitab tidak
menutup-nutupi cacat karakter dari pengikut setia Allah.)
- Apa
yang kita bisa simpulkan dari fakta bahwa Alkitab menceritakan kebenaran
tentang pahlawan-pahlawan yang tertulis dalamnya? (Bilamana saudara
memberikan kesaksian dalam sebuah sidang pengadilan di Amerika, biasanya
saudara tidak diijinkan untuk mengulang apa yang orang lain ucapkan di
luar sidang. Alasannya adalah bahwa perkataan tersebut tidak bisa diuji
keakuratannya dengan uji-silang. Ada beberapa pengecualian terhadap
aturan ini, dan salah satunya adalah bilamana di luar sidang seseorang
mengucapkan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Ini disebut
“pengakuan lawan kepentingan.” Pernyataannya dianggap telah lolos uji
kebenaran karena orang biasanya mengutarakan apa yang benar manakala ia
mengakui hal buruk tentang dirinya.)
- Sobat,
engkau dapat mengandalkan Alkitab! Maukah engkau hari ini menetapkan
untuk membeli sebuah Alkitab yang bisa engkau mengerti dengan mudah, dan
mulai membacanya?
- Pekan
depan: Ketika Batu Berbicara