Nubuatan
Alkitab Digenapi
(Matius
24, Kejadian 6, Daniel 2)
Alkitab
untuk Masa Kini: Pelajaran 3
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Apa
fungsi nubuatan dalam Alkitab? Untuk memberi motivasi agar kita melakukan
kebaikan sekarang ini? Untuk membuat kita lebih bersabar hati dalam menghadapi
persoalan-persoalan yang muncul di zaman ini? Untuk membuat kita bergairah
memikirkan pahala yang nanti akan kita terima? Untuk meningkatkan kredibilitas
Alkitab? Untuk membantu kita agar mempercayai Allah? Untuk menguji iman kita?
Mari mulaikan pelajaran kita minggu ini dan pelajari lebih banyak tentang nubuatan
dan nubuatan yang digenapi dalam Alkitab!
- Kaabah
dihancurkan
- Baca
Matius 24:1-2. Menurut saudara mengapa para murid mengarahkan perhatian
Yesus pada cara bagaimana Kaabah Yerusalem telah dibangun? (Kaabah yang
indah. The New Bible Commentary menyebutkan bahwa Kaabah Yerusalem
merupakan salah satu keajaiban arsitektur dunia.)
- Apa
tanggapan Yesus terhadap komentar para murid mengenai keindahan Kaabah
Yerusalem? (Kaabah itu akan dihancurkan.)
- Tempatkan
posisi saudara sebagai salah satu murid Yesus, bagaimana perasaan
saudara mendengar komentar Yesus? (Yang pertama terlintas dalam benak
saya adalah bahwa pikiran Yesus sedang kesal. Kehilangan kaabah
merupakan sebuah petaka yang tak terperikan. Tak akan ada lagi tempat di
mana Allah bisa berdiam dengan umat-Nya. Kejadian itu akan sama artinya
dengan ajal bangsa.)
- Apakah
komentar Yesus ini akan menyebabkan saudara kehilangan rasa percaya
pada Yesus? (Ini tentunya akan menjadi ujian besar bagi keyakinan saya
atas apa-apa yang dikatakan-Nya.)
- Baca
Matius 24:3. Kita telah berspekulasi tentang apa kiranya yang dipikirkan
para murid tentang makna dari hancurnya kaabah, sekarang hal tersebut
dengan gamblang kita baca. Apa yang mereka pikirkan tentang arti dari
hancurnya kaabah, dalam artian praktis? (Mereka mengira artinya akhir
dunia. Dengan adanya nubuatan-nubuatan tentang kemenangan Israel atas
musuh-musuhnya, hancurnya kaabah tentunya berarti akhir dunia. Untuk
ramalan yang bertolak belakang, lihat Yeremia 7:4-15.)
- Dalam
ayat-ayat berikut ini, Matius 24:4-31, Yesus menggambarkan peristiwa
hancurnya kaabah dan akhir dunia. Yesus tidak saja gagal membetulkan
kesalah-pengertian para murid-Nya mengenai saat akhir dunia, ia malahan
memperkokoh kesalahan mereka dengan membicarakan akhir dunia dan akhir
kaabah secara bersamaan. Mengapa Allah melakukan hal seperti itu? (Dua
hal: Pertama, The IVP Bible Background Commentary menyebutkan
bahwa adalah biasa bagi nabi-nabi Perjanjian Lama untuk mengelompokkan
peristiwa-peristiwa berdasarkan topik, bukannya secara kronologis. Kedua,
Allah itu Allah dan kita bukanlah Allah. Kadang kala kita tidak bisa
memahami cara-cara Allah. Bagi saya, ini merupakan amaran sakti bagi kita
agar tidak terlalu kaku dalam pemahaman kita tentang nubuatan akhir
zaman.)
- Baca
Matius 24:32-36. Apa kata Yesus soal pengetahuan kita tentang masa depan?
(Ini menegaskan apa yang baru saja kita bahas. Yesus mengaku pada
murid-murid-Nya bahwa Ia tidak tahu kapan dunia akan berakhir – dan
mereka juga tidak akan mengetahuinya. Namun demikian, akan ada tanda-tanda
yang akan mengamarkan kita tentang datangnya saat akhir.)
- Jika
ini yang menjadi pekabarannya (Yesus tidak mengetahui detil
kedatanganNya dan Yesus menggabungkan dua peristiwa yang berbeda),
mengapa Yesus mengatakan, ” Langit dan bumi akan berlalu, tetapi
perkataan-Ku tidak akan berlalu?” Jika pernyataan saudara mengandung
ketidak-jelasan, kemudian saudara mengaku tidak tahu, maka kenapa
saudara mengeluarkan pernyataan seperti ini? (Allah tidak menghendaki
agar kita dibingungkan soal biang kesalahan. Perkataannya benar adanya,
pengertian kita lah yang terbatas.)
- Baca
Matius 24:42. Apa pedoman bagi umat Kristiani yang menanti Kedatangan
Yesus yang Kedua Kali? (Agar bersedia setiap waktu.)
- Ini
merupakan ayat lanjutan terkait nubuatan Alkitab. Apa yang kita pelajari
tentang nubuatan dalam Alkitab? (Terkait dengan nubuatan akhir zaman,
paling tidak akan ada cukup banyak ketidak-jelasan sehingga yang perlu
kita lakukan adalah siap sedia setiap saat.)
- Baca
Yohanes 13:19. Kaabah Yerusalem dihancurkan oleh tentara Romawi pada
tahun 70 TM. Generasi yang mendengar perkataan Yesus dalam Matius 24
belumlah berlalu manakala peristiwa ini benar terjadi. Ceritakan kenapa
Alkitab memuat nubuatan? (Yesus menubuatkan bahwa Kaabah akan
dihancurkan. Dan benar. Nubuatan ini, sebagaimana yang Yesus katakan
dalam kesempatan berbeda dalam Yohanes 13:19, memberi kita keyakinan akan
firman Allah.)
- Bumi
Dilanda Air Bah
- Baca
Kejadian 6:11-14. Bayangkan diri saudara sebagai Nuh yang baru saja
mendengar perkataan nubuat ini. Bagaimana perasaan saudara mendengar hal
ini?
- Akankah
sebagian dari diri saudara meragukan kebenaran nubuatan ini?
- Baca
Kejadian 6:3. Alkitab tidak menyebutkan kepada siapa Allah berfirman.
Tidak terkesan bahwa kala itu Ia sedang berbicara dengan Nuh. Dengan menambahkan
fakta ini, bagaimana perasaan saudara seandainya Allah mengatakan pada
saudara bahwa Ia akan membinasakan umat manusia dengan air bah, saudara
diperintahkan untuk membangun bahtera, dan Allah menunggu 120 tahun –
namun kerangka waktunya tidak diberitahukan kepada saudara?
- Menurut
saudara, bagaimana perasaan Nuh 115 kemudian? (2 Petrus 2:5
mengemukakan bahwa Nuh membangun [bahtera] dan berkhotbah selama kurun
waktu itu. Tak sangsi lagi, orang-orang mengolok-olok Nuh karena
mengkhotbahkan datangnya bencana yang tidak juga terjadi dalam 115
tahun. Ulasan yang menarik terdapat dalam 1 Petrus 3:20 yang mengatakan
bahwa Allah-lah yang menanti Nuh selama 120 tahun ini, bukan Nuh yang
menanti Allah.)
- Terkait
nubuatan, pelajaran apa yang kita tarik dari kisah Nuh? (Nubuatan itu
pasti, namun mungkin perlu waktu. Bersabarlah.)
- Rentang
Waktu
- Baca
Daniel 2:27-35. Dalam Daniel 2:28 Daniel mengatakan bahwa Allah telah
memutuskan untuk menunjukkan kepada Raja Nebukadnezar apa yang akan
terjadi di masa mendatang. Nebukadnezar bukanlah pengikut Allah. Mengapa
Allah berkenan memberinya nubuatan tentang masa depan?
- Apa
yang bisa Nebukadnezar perbuat dengan nubuatan ini?
- Apa
yang bisa saudara perbuat dengan nubuatan ini? (Sebagaimana halnya
nubuatan tentang kehancuran Kaabah, dan nubuatan tentang air bah,
nubuatan ini memberi saya keyakinan bahwa tangan Allah berada di atas
katup sejarah. Allah kita yang memegang kendali dan Ia mengetahui hari
esok.)
- Akhir
dari Umur Dunia
- Barangkali
nubuatan yang paling penting bagi kita pada masa kini adalah Kedatangan
Yesus yang Kedua kali. Mari tengok kembali Matius 24 untuk melihat apa
kata Yesus soal kedatangan-Nya. Baca Matius 24:3-5. Apakah saudara
berpendapat bahwa sampai saat ini banyak Kristus palsu telah muncul?
(Pengetahuan sejarah saya tentang hal ini masih terbatas.)
- Jika
hal ini tidak menjadi godaan atau masalah bagi saudara, mungkin ini
merupakan peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Seberapa seriuskah
masalah ini jadinya nanti? (Yesus mengatakan bahwa “banyak orang” akan
disesatkan. Sesungguhnya, hal pertama yang Yesus sebutkan mengenai
Kedatangan-Nya Kali Kedua adalah "Waspadalah supaya jangan ada
orang yang menyesatkan kamu.” Ini merupakan perkara yang serius.)
- Mari
kita lewati beberapa ayat dan lihat apa pernyataan nubuat Yesus soal
Kristus-Kristus palsu. Baca Matius 24:23-27. Sementara saudara
memikir-mikirkan ayat-ayat ini, adakah cara mudah untuk membedakan Yesus
dari Kristus-Kristus palsu? (Ya. Jika seseorang harus memberitahu saudara
tentang Kedatangan Kedua, peristiwa itu pastilah bukan Kedatangan Yesus.
Bilamana Yesus kembali, semua orang akan mengetahuinya. Tak seorangpun
perlu diberitahu tentang hal itu.)
- Saya
membaca sebuah artikel yang mengemukakan bahwa Yesus kala itu sedang
membicarakan teknologi modern; karenanya kita semua akan melihat Ia
datang kembali lewat televisi. Apa pendapat saudara tentang teori ini?
(Televisi adalah tempat di mana seseorang memberitahu orang lainnya.
Jika saudara membutuhkan televisi untuk mengetahui kembalinya Yesus, yang
kembali itu bukanlah Yesus!)
- Jika
Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu tidak bisa melakukan apa yang “semua
mata akan memandang,” apa yang mereka perbuat sehingga orang-orang
terbujuk untuk percaya? (Mereka membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat
dahsyat. Bandingkan Matius 7:22-23.)
- Mengapa
mujizat sangat dahsyat pengaruhnya? (Karena waktu Yesus datang kali
pertama, Ia menggunakan mujizat untuk membuktikan keilahian-Nya. Lihat
Markus 2:6-12.)
- Perhatikan
bahwa dalam Matius 24:24 Yesus mengamarkan tentang hal selain daripada
orang-orang yang mencoba meniru-Nya. Apa lagi yang jadi masalah?
(Nabi-nabi palsu yang mengadakah tanda-tanda yang dahsyat dan
keajaiban-keajaban.)
- Nabi
palsu tidak akan (dalam dugaan saya) memberikan kesan bahwa ia adalah
Yesus, namun sekalipun demikian ia akan menjadi bagian dari muslihat
besar. Bagaimana kita mengenali nabi palsu dalam konteks ini? (Baca 1
Yohanes 4:2-3. Nabi sejati mengakui bahwa Yesus itu Allah. Nabi palsu
tidak mengakui Yesus sebagai Allah. Karenanya, “nabi” manapun yang
bekerja dengan Kristus palsu adalah nabi palsu. Nabi manapun yang
mengadakan perkara-perkara dahsyat tapi tidak mengakui Yesus sebagai
Allah, adalah nabi palsu.)
- Berapa banyak orang sekarang ini yang tertipu oleh nabi
palsu?
- Sobat,
nubuatan yang digenapi membuat iman kita dikuatkan, mempertambah
keyakinan kita akan Allah. Nubuatan yang digenapi menuntun kita agar
tidak meletakkan keyakinan kita pada Kristus-Kristus palsu.
- Pekan
depan: Alkitab Dapat Dipercaya.