Firman
Terakhir
(2
Timotius 3, Yohanes 1, 2 Petrus 3)
Alkitab
untuk Masa Kini: Pelajaran 2
Copr.
2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Seberapa
akuratkah Alkitab itu? Dapatkah kita, sebagaimana yang telah dilakukan oleh
sekelompok sarjana Alkitab, melakukan pemeriksaan atas Injil dan menentukan
mana yang benar dan mana yang tidak? Manakala kita membaca kisah-kisah luar
biasa yang tertulis dalam Perjanjian Lama, dapatkah kita menyebut kisah-kisah
itu sebagai metafora atau ilustrasi yang ditujukan bagi masyarakat primitif? Apakah
masyarakat yang hidup di zaman mutakhir seperti kita ini tidak perlu memercayai
kisah-kisah tersebut? Apa akibat logis yang akan timbul jika kita
mempertetapkan bahwa kita memiliki wewenang untuk menerima atau menolak
bagian-bagian Alkitab berdasarkan apa yang kita anggap layak? Mari kita mulaikan
pelajaran Alkitab minggu ini dan temukan apa yang dapat kita pelajari dari
pertanyaan-pertanyaan ini!
- Otoritas
Alkitab
- Baca
2 Timotius 3:14-17. Menurut apa yang dikatakan Paulus kepada Timotius,
apa otoritas yang terkandung dalam Alkitab? (Ia mengatakan Alkitab itu
“diilhamkan Allah.”)
- Apa
manfaat dari belajar Alkitab? (Alkitab memberi hikmat dan mendidik kita
dalam kebenaran.)
- Coba
renungkan soal “diilhamkan Allah” ini. Apa yang saudara ketahui tentang
ilham Allah? (Baca 2 Petrus 3:5-7. Ilham Allah, yang diwujudkan dalam
firman-Nya, memiliki kuasa untuk menciptakan maupun membinasakan dunia
yang kita diami.)
- Baca
Kejadian 2:7. Melihat bahwa firman Allah telah menciptakan kita dan alam
semesta, dan firman itu memiliki kuasa untuk membinasakan kita dan alam
semesta, seberapa sungguh-sungguhkah seharusnya anggapan kita terhadap
kuasa dari firman Allah?
- Baca
Yohanes 1:1. Siapakah sebenarnya “Firman” Allah ini? (Yohanes 1:14
menjelaskan bahwa Firman itu adalah Yesus, yang telah menjadi manusia dan
diam bersama kita.)
- Apa
yang disiratkan tentang kuasa dan otoritas Yesus melihat fakta bahwa Ia
disebut “Firman?”
- Bagaimana
dengan keakurasian perkataan yang diucapkan Yesus ketika Ia berada di
atas bumi ini?
- Baca
Markus 10:6. Apa pandangan Yesus mengenai kisah Penciptaan yang
bertentangan dengan teori evolusi? (Yesus mengatakan Allah menciptakan
laki-laki dan perempuan, dan Ia melakukan hal itu “pada awal dunia.”
Pernyataan ini berlawanan dengan teori evolusi yang menempatkan manusia
pada akhir proses.)
- Baca
Matius 24:37-41. Apa pandangan Yesus tentang air bah harfiah? (Yesus
tidak saja merujuk kepada air bah, Ia menggunakannya untuk menggambarkan
Kedatangan Kedua dan penghakiman! Ada lubang menganga dalam teori yang
dianut oleh kelompok yang menganggap Alkitab sebagai metafora. Kelompok
ini meragukan adanya penghakiman terakhir sebagaimana halnya mereka
meragukan kisah air bah.)
- Baca
Matius 12:39-40. Apa pandangan Yesus terhadap kisah “mustahil” tentang
ikan yang menelan manusia? (Yesus menunjukkan bahwa kisah ini secara
harfiah benar adanya karena ia mengatakan bahwa di kemudian hari Ia akan
berada di dalam kubur selama tiga hari.)
- Jika
Yesus, sang Firman Allah, meyakini serta mengajarkan tentang penciptaan harfiah,
air bah harfiah, kisah harfiah Yunus dan ikan paus, bagaimana jadinya
para “sarjana” yang yakin bahwa tak satupun dari kisah ini harfiah
adanya? (Kuasa Allah tidak ada pada mereka. Yang ada pada mereka hanyalah
kuasa mereka sendiri.)
- Bagaimana
dengan saudara? Jika saudara percaya pada Yesus, akankah saudara menerima
secara harfiah kisah-kisah yang tertulis dalam Alkitab?
- Jika
Alkitab itu “diilhamkan Allah” dan firman Allah dapat menciptakan dan
membinasakan dunia ini dan segala isinya, apa otoritas dan kuasa saudara
untuk mengatakan bahwa sebagian firman Allah tidak benar atau tidak
akurat?
- Apa
yang Membenarkan Otoritas Alkitab?
- Baca
2 Petrus 3:14-16. Menurut Petrus, bagaimana Paulus menulis
surat-suratnya? (Menurut hikmat Allah.)
- Bagaimana
Paulus menggolongkan surat-surat Paulus? (Sebagai tulisan suci!)
- Apakah
surat-surat Paulus sama tingkatannya dengan Perjanjian Lama? (Ya. Ada
dua hal. Pertama, Petrus menyebut-nyebut “tulisan-tulisan yang lain,”
dengan demikian ia menyejajarkan tulisan-tulisan Paulus dengan bagian
lain dari Alkitab. Kedua, sebuah buku penjelasan Alkitab, Critical
and Explanatory on the Old and New Testaments, menyebutkan bahwa di
50 tempat di mana istilah ini muncul, selalu yang dimaksud adalah
tulisan-tulisan Perjanjian Lama atau Baru.)
- Apa
bahayanya bila salah mengartikan tulisan-tulisan Paulus? (Memahami
tulisan-tulisan tersebut dengan benar sangatlah diperlukan jika ingin
mendapatkan hidup kekal.)
- Siapa
yang menetapkan surat-surat yang diilhamkan (seperti surat-surat Paulus)
yang mana atau pernyataan lainnya dari nabi-nabi yang mana yang akan
menjadi bagian dari Alkitab? Apakah Alkitab harus dianggap sama ataukah
lebih tinggi dari penglihatan, pernyataan atau mimpi dari nabi-nabi yang
tulisannya tidak menjadi bagian dari Alkitab? (Pertanyaan-pertanyaan ini
semata-mata untuk menggelitik pikiran saudara. Jawaban historis/teologis
atas pertanyaan ini sudah melampaui cakupan dari pelajaran singkat kita.
Namun, kita akan membahas hal ini kelak.)
- Nabi-nabi
dan Alkitab
- Yoel
2:28-29. Apa yang menjadi sumber dari nubuat, mimpi dan penglihatan dari
orang-orang ini? (Roh Kudus.)
- Bagaimanakah
perkara-perkara ini dibanding tulisan-tulisan Paulus? Apakah ada beda
antara apa yang diterima sebagai “tulisan suci,” dan inspirasi Roh Kudus
sekarang ini (atau seratus atau lima ratus tahun yang lampau)?
- Baca
1 Tesalonika 5:19-21. Maukah saudara menguji Alkitab? (Jika kita menerima
Alkitab sebagai firman Allah, sesuai dengan pembahasan kita sebelumnya,
kita tidak punya wewenang untuk “menguji”-nya.)
- Menurut
ayat ini bagaimana seharusnya kita menyikapi nubuat? Apa yang dimaksud
dengan “menguji” nubuat? (Pernyataan pertama adalah bahwa kita harus
dengan sungguh-sungguh menyikapi nubuat. Kemudian kita harus
“menguji”-nya dengan cara yang tidak dirincikan. Setelah mengujinya,
kita berpegang pada apa yang baik.)
- Baca
1 Yohanes 4:1-3. Ujian nubuat apa yang kita dapati di sini? (Apakah “roh
itu” mengakui Yesus.)
- Baca
Ulangan 13:1-3. Apakah ujian yang disebutkan dalam ayat Perjanjian Lama
ini? Apakah soal ketepatan nubuat nabi tersebut? (Tidak. Ujiannya adalah
apakah nabi tersebut menuntun saudara kepada Allah ataukah menjauh dari
Allah. Ujian ini nampaknya sama dengan apa yang kita baca dalam 1 Yohanes
4:1-3.)
- Baca
Ulangan 18:20-22. Apa ujian nubuat yang disebutkan di sini? (Apakah
nubuatannya menjadi kenyataan.)
- Apakah
ayat ini bertentangan dengan Ulangan 13:1-3. (Ayat ini menambahkan
bagian kedua dari ujian nubuat. Seorang nabi sejati akan senantiasa
menuntun kita kepada Allah dan bilamana ia memberikan pekabaran tentang
masa depan, pekabarannya akan selalu benar.)
- Apakah
saudara bisa menerima gagasan bahwa Alkitab itu bebas dari kesalahan,
namun saudara perlu menguji nabi?
- Jika
saudara menerima dengan sepenuhnya adanya “nabi di luar Alkitab,” apakah
perkataan nabi tersebut sama mengikatnya dengan Alkitab? (Ini merupakan
topik yang kita akan pelajari lebih lanjut kuartal ini.)
- Pertentangan
antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?
- Baca
Keluaran 21:23-25, Imamat 24:19-29 dan Ulangan 19:16-21. Apa yang akan
saudara simpulkan sebagai standar Alkitabiah untuk diberlakukan bagi
siapapun yang menyakiti saudara?
- Baca
Matius 5:38. Yesus yang mengatakan hal ini. Kira-kita di mana orang-orang
ini pernah mendengar tentang “mata ganti mata, gigi ganti gigi?”
(Kemungkinan besar mereka membacanya dari Alkitab!)
- ?
Lanjut. Baca Matius 5:39-42. Bagaimana saudara menjelaskan pertentangan
yang jelas terlihat antara Yesus dan Perjanjian Lama? Bagaimana bisa
keduanya benar?
- Jika
Yesus menentang Perjanjian Lama, bukankah hal tersebut menghancurkan
semua yang telah kita pelajari sejauh ini – bahwa Alkitab itu diilhamkan
Allah dan bebas dari kesalahan?
- Baca
Imamat 19:18. Bagaimana saudara mempertemukan ayat ini dengan Imamat
24:19-20? (Inilah alasan mengapa kita dipanggil untuk mempelajari
Alkitab. Jika saudara mempelajari konteks dari Keluaran 21:23-25, Imamat
24:19-20 dan Ulangan 19:16-21, saudara akan dapati bahwa semua ini
merupakan petunjuk bagi hakim-hakim dan pemimpin-pemimpin masyarakat
dalam memutuskan perkara-perkara yang dibawa ke hadapan mereka. Ajaran
yang lazim dalam Alkitab adalah bahwa jika berkaitan dengan serangan
perorangan, maka kita tidak boleh menuntut balas. Namun, jika negara
(atau masyarakat) yang memutuskan perkara kriminal, maka “pembalasan”
merupakan standar Allah.)
- Sobat,
Alkitab memiliki kuasa untuk hidupmu! Maukah engkau bertekat untuk
mempelajari Alkitabmu? Sementara kita menapaki seri pelajaran ini, kita
akan mempelajari lebih rinci hal-hal yang tadi telah kita mulai
selidiki.)
- Pekan
depan: Nubuatan Alkitab Digenapi