Jalan
Angin
(Pengkhotbah
11)
Pengkhotbah:
Pelajaran 12
Copr.
2007, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat
dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Di
toko buku saudara akan mendapati bahwa pada rak “pengembangan-diri” dipajang
buku-buku mengenai cara menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja, cara
menjalani hidup dengan baik dan menjadi kaya. Salomo memberi saran kepada kita
mengenai cara menjadi pekerja yang baik dan cara menjalin hubungan baik dengan
orang lain. Adakah Allah juga memberi petunjuk pada kita mengenai cara menjadi
kaya – melihat bahwa Yesus menyatakan dalam Matius 19:24 lebih mudah seekor
unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan
Allah? Nah! Pekan ini sepertinya Salomo memberi kita rumus untuk menjadi orang
kaya. Mari selami pelajaran Alkitab kita dan putuskan apa saudara setuju dengan
pendapatnya!
- Berinvestasi
- Apakah
Salomo sedang membicarakan tentang melempar makanan ke air?
- Pernahkah
saudara melempar roti sungguhan ke dalam air? (Saya pernah melakukannya
saat memberi makan sekumpulan itik. Saya bisa katakan bahwa roti saya
tidak mengapung lama.)
- Jika
Salomo tidak sedang membicarakan makanan, menurut saudaran apa yang
dimaksud dengan “roti?” Mengapa ia menyebutnya “roti” bila yang ia
maksudkan adalah hal yang lain? (Roti sangatlah diperlukan dalam
kehidupan. Sewaktu saya masih muda, “roti” merupakan istilah lain untuk
uang. Menurut saya yang Salomo katakan adalah bahwa kita harus membuang
sesuatu yang berharga, sesuatu yang kita butuhkan untuk hidup.)
- Mengapa
saudara mau melemparkan sesuatu yang penting ke dalam air?
- Baca
Wahyu 17:15. Apakah ayat ini cukup membantu kita untuk memahami arti
“air” sebagaimana yang digunakan oleh Salomo? (Kita semua sudah tak
asing lagi dengan ide tentang melemparkan benda mengambang ke dalam air
dan menyaksikan bagaimana benda tersebut akhirnya berbalik mengapung ke
arah kita. Salomo bisa jadi sedang menggambarkan dengan kata-kata untuk
membantu kita memahami proses yang ia sedang utarakan. Pada tataran
yang lebih dalam, menurut saya Salomo bermaksud menggunakan kata air
untuk “orang, orang banyak.”)
- Mari
satukan apa yang sudah kita simpulkan. “Berikan kepada orang banyak apa
yang mereka perlukan dalam hidup dan suatu ketika kelak apa yang saudara
berikan akan kembali kepada sudara.” Apa artinya menurut saudara?
- Sebuah
nasihat usaha? Jika ya, apakah saran ini benar menurut saudara?
- Sebuah
saran agar memberi sumbangan amal? Jika ya, apakah saran ini benar
menurut saudara?
- Sebuah
saran bagi hubungan antar pribadi? Jika ya, apakah saran ini benar
menurut saudara? (Menurut saya saran ini merupakah gabungan dari semua
yang di atas. Saya dapati semua saran ini terbukti benar dalam setiap kondisi
ini.)
- Apakah
perlu mementingkan diri jika ingin memajukan hidup saudara?
- Baca
Pengkhotbah 11:2. Apakah ayat ini merupakan lanjutan dari pemikiran yang
tertulis dalam Pengkhotbah 11:1?
- Jika
ya, bagaimana cara menerapkan saran ini dalam dunia usaha? (“Lempar roti”
artinya berinvestasi. Salomo mengemukakan bahwa menginvestasikan uang
dalam berbagai cara yang berbeda (“diversifikasi portofilio”) membantu kita
terhindar dari malapetaka.)
- Jelaskan
mengapa saudara menganggap saran tersebut benar? (Selama ini Salomo
berpendapat bahwa kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jika
benar demikian, kita perlu berinvestasi dalam beragam cara yang berbeda
karena kita tidak bisa meramalkan apa yang akan membawa hasil tahun
depan atau dasawarsa mendatang. Di usia muda saya, karena merasa bahwa
“akhir zaman” akan segera datang, saya berinvestasi pada emas saja. Ini
merupakan praktek yang buruk. Manakala emas menanjak, saya beruntung.
Manakala petaka menimpa emas, saya tertimpa juga.)
- Apakah
nasihat ini berlaku bagi upaya menolong sesama? (Jika seudara menolong
banyak orang, pada satu ketika saudara akan mendapati mereka memberi
pertolongan saudara.)
- Mengapa
Salomo memutuskan untuk menggunakan angka tujuh dan delapan? (Tujuh
kerap digunakan sebagai angka sempurna atau penuh dalam Alkitab. Salomo
menganjurkan agar rajin melakukan diversifikasi penuh.)
- Baca
Pengkhotbah 11:3. Kini nasihat macam apa yang Salomo berikan? Petunjuk
cuaca? Saran tentang cara menebang pohon? Ataukah masih tentang
berinvestasi dan menolong sesama? (Ia masih membicarakan topik yang sama.
Saat “menginvestasikan” uang saudara pada suatu usaha atau pada orang
lain, perhatikan apa yang terlihat jelas. Awan yang sarat air memberi
sinyal - bahkan pada orang yang pikirannya lamban – bahwa hujan akan
turun. Demikian juga halnya berinvestasi pada jenis usaha yang
nyata-nyata buruk, atau menciptakan ketergantungan pada satu orang,
merupakan hal yang harus dengan cerdik kita perhitungkan.)
- Pekabaran
apa yang Salomo berikan kepada kita saat ia berbicara tentang pohon yang
tumbang ke arah yang pohon itu inginkan? (Saudara bisa melakukan
diversifikasi agar terhindar dari petaka. Saudara bisa menggunakan
hikmat dan akal sehat dalam berinvestasi atau dalam menolong sesama.
Namun, beberapa hal (buruk) bisa terjadi tak peduli seberapa baiknya
saudara telah berusaha. Saudara tidak bisa mengendalikan segala
sesuatu.)
- Bercocok-tanam
- Baca
Pengkhotbah 11:4. Apakah mungkin kita jadi terlampau hati-hati dalam
menginvestasikan uang dan berinvestasi pada orang lain? (Sepertinya
begitu. Salomo mengajarkan bahwa jika kita terlalu menguatirkan angin dan
awan ladang kita tak kan kunjung kita tanami. Kita tak kan kunjung
menginvestasikan uang kita atau berinvestasi pada orang lain. Beri
perhatian pada awan yang sarat hujan (Pengkhotbah 11:3), namun jangan
terlalu terfokus pada kemungkinan buruk yang bisa terjadi sampai-sampai
saudara menjadi lumpuh tak berdaya karena ketakutan.)
- Baca
Pengkhotbah 11:5. Haruskah kita menebak arah angin saat menanam? (Tidak.
Ini merupakan lanjutan tema yang dibicarakan Salomo mengenai terlalu
berhati-hati. Karena kita ini manusia bukannya Allah, kita akan
merencanakan masa depan dengan pengetahuan kita yang kurang sempurna.
Jangan terlalu yakin akan masa depan dan jangan terlalu berhati-hati sampai-sampai
menolak untuk bergerak maju hingga setiap ketidakpastian menjadi jelas.)
- Baca
Pengkhotbah 11:6. Salomo telah mengatakan agar kita menikmati hidup kita
dan keluarga kita (Pengkhotbah 9:7-9). Mengapa kini ia menyuruh kita
untujk bekerja siang dan malam? (Ini merupakan lanjutan dari amaran agar
tidak berinvestasi pada satu tempat saja. Adalah bijak bila kita
menginvestasikan waktu kita pada lebih dari satu aktivitas karena kita
tak akan tahu aktivitas mana yang akan membawa keberhasilan. Investasikan
waktu kita sebagaimana kita menginvestasikan uang kita.)
- Menjalani
Hidup
- Baca
Pengkhotbah 11:7-8. Apa keuntungan yang Salomo raih pada masa-masa sulit?
(Hari gelap membuat saudara lebih menghargai hari cerah. Masa sulit dapat
mengajarkan kita pelajaran penting, salah satunya adalah betapa
menyenangkannya saat ketika kita tidak menghadapi masa sulit.)
- Baca
Pengkhotbah 11:9. Beberapa tahun lalu ada slogan populer “Just do it”
– “Lakukan saja” yang berbau keplesiran. Apakah ini anjuran Salomo saat
ia menuliskan “turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu?”
(Bertahun-tahun yang lalu saya berbicara pada sekelompok calon wisudawan
dalam sebuah program akhir pekan. Saya mengatakan kepada mereka bahwa
saat menapaki masa depan mereka harus melakukan hal yang mereka senang
lakukan. Bila saudara menerima karunia alamiah dan rohaniah pada suatu
bidang, kemungkinan besar saudara akan senang bekerja dalam bidang
tersebut. Allah memiliki ribuan cara di mana Ia bisa menggunakan dan
memberkati usaha kita. Ikuti kata hati saudara, kecuali jika Allah
memberi petunjuk eksplisit bagi masa depan saudara.)
- Apa
batasan, jika ada, yang Salomo letakkan pada saran “turutilah kata
hatimu” yang ia anjurkan? (Salomo tidak menganut falsafah hidup “lakukan
saja.” Ia mengamarkan bahwa Allah akan membawa hidup kita ke hadapan
pengadilan-Nya. Karenanya, saat mengikuti kata hati kita harus mengikuti
kata hati dalam cara yang sejalan dengan petunjuk Allah mengenai cara
menjalani hidup.)
- Baca
Pengkhotbah 11:10. Jika dalam menjalani hidup kita menuruti nasihat
Salomo, adakah tempat bagi kecemasan dalam hidup kita? (Jika kita
menuruti hukum Allah dalam menjalani hidup kita, jika kita memahami bahwa
kita tidak dapat mengendalikan masa depan, jika kita menyadari bahwa masa
depan ada di tangan Allah, maka kita dapat menghalau kekuatiran dan
membuang kesusahan kita. Kita tidak boleh membuang waktu kita dengan
berandai-andai dapat kembali ke masa di mana kita masih muda dan bebas
dari kuatir. Kita dapat memiliki sikap hidup seperti itu sekarang.)
- Sobat,
maukah engkau menghidupkan kehidupan yang bebas dari kuatir akan masa
depan? Turuti nasihat Allah tentang berinvestasi, bekerja dan menjalani
hidup. Maukah saudara menetapkan hati untuk melakukan hal itu hari ini?
- Pekan
depan: Kesimpulan dari Segala Hal.