Kehidupan di Bawah Matahari
(Pengkhotbah
4)
Pengkhotbah:
Pelajaran 5
Copr.
2007, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat
dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Apakah
saudara memperhatikan bahwa di dunia politik semua orang – bahkan mereka yang
seumur hidup telah menduduki kursi pemerintahan – kerap mencalonkan diri dan
berlaku seolah-olah mereka “orang luar?” “Saya berjanji untuk membawa angin
segar dan perspektif baru ke dalam pemerintahan!” Berapa banyak kali saudara
telah mendengar kalimat demikian? Nah, hal yang sama kita dengar dari Raja
Salomo dalam upayanya membuktikan bahwa ia benar ketika menyatakan bahwa suatu
pun tidak ada yang baru! Mari selami pelajaran kita dan pelajari lebih dalam!
- Penindas Jahat
- Baca
Pengkhotbah 4:1. Salomo memandang sekeliling dan menyaksikan banyak
sekali penindasan. Pemerintah berdiam diri! Menurut saudara kemana Salomo
memandang karena dialah Raja dari semua yang ia saksikan?
- Apakah
saudara melihat adanya penindasan di sekeliling saudara? (Mengajukan
perkara melawan penindasan merupakan pekerjaan saya. Saya berperkara
melawan pemberi kerja dan serikat kerja sepanjang waktu. Kerap kali,
pihak pemberi kerja adalah pemerintah dalam berbagai tingkatan.
Bagaimanapun, kebanyakan dari klien saya bisa kehilangan pekerjaan
mereka. Pekerjaan itu penting, namun hilangnya pekerjaan tidak sama
dengan hilangnya hidup saudara! Saya yakin beberapa dari pembaca hidup
di negeri di mana terjadi penindasan yang sesungguhnya, namun dugaan
saya kebanyakan pembaca tidak menghadapi penindasan yang sesungguhnya.)
- Baca
Pengkhotbah 4:2. Apakah bentuk paling kejam dari penindasan? (Kita
mungkin akan memperdebatkan antara siksaan dan kematian. Namun, kematian
lebih final sifatnya.)
- Apa
yang Salomo ajukan sebagai solusi terhadap penindasan? (Kematian!
Argumennya tidak masuk akal. Jika penindasan membawa kematian, ia
berargumen bahwa sepatutnyalah kita segera lari menuju akhir permainan.)
- Baca
Pengkhotbah 4:3. Apa solusi nyata dalam menjalani hidup yang tertindas?
(Tidak pernah dilahirkan.)
- Bagi
seseorang yang memiliki uang, wanita dan kekuasan yang bisa
dimanfaatkan, Salomo kelihatannya benar-benar menikmati hidup. Orang
yang menikmati kesenangan hidup sampai tetes-tetes terakhirnya.)
- Apa
yang ayat ini ajarkan soal uang, kekuasaan dan wanita? (Kita bisa saja
memiliki semuanya ini namun tetap saja mengoceh betapa kita berharap
tidak pernah dilahirkan.)
- Apa
pendapat saudara tentang Salomo? (Saya bukanlah psikolog atau psikiater,
namun Salomo sepertinya mengalami depresi.)
- Mengapa
Allah mencantumkan hal ini dalam Alkitab? (Untuk memberi semangat
kepada orang-orang yang mengalami penindasan. Orang-orang terpandai,
terkaya, paling berkuasa di sekitar kita tidaklah kebal terhadap
penindasan.)
- Apakah
saudara setuju dengan apa yang Salomo katakan dalam Pengkhotbah 4:3?
(Tidak! Aborsi merupakan suatu bentuk penindasan yang paling buruk.
Salomo setidaknya bisa memilih, berdasarkan persepsinya terhadap
kehidupan. Orang yang tidak pernah dilahirkan tidak pernah bisa memilih.
Pilihan yang paling penting, tentunya, adalah hidup kekal.)
- Baca
Pengkhotbah 9:4. Apakah Salomo sepakat dengan Salomo mengenai
“keuntungan” dari kematian?
- Adam
Smith
- Baca
Pengkhotbah 4:4. Apa yang menjadikan masyarakat makmur? (Kata Salomo: Iri
hati.)
- Setujukah
saudara?
- Adam
Smith, seorang Kristen yang sungguh-sungguh, menulis teori ekonomi “The
Wealth of Nations” [Kekayaan Bangsa-bangsa]. Teorinya, secara
ringkas, adalah bahwa jika pemerintah membiarkan orang-orang bebas
membangun, bertani dan berdagang, maka mereka akan berupaya untuk
memaksimalkan kekayaan mereka. Dalam sistem pasar bebas ini, di mana
semua orang dapat memaksimalkan kekayaan mereka tanpa adanya perencanaan
apapun dari pemerintah pusat, mereka pada akhirnya akan memaksimalkan
kekayaan orang lain. Sebagai contoh di masa kini adalah komputer dan
internet. Beberapa individu telah menjadi teramat sangat kaya dalam
waktu singkat oleh pengembangan komputer dan internet yang tidak diatur
oleh undang-undang. Ini memperkaya kita semua lewat murahnya komputer,
perangkat lunak dan informasi internet.
- Sepakatkan
Salomo dan Adam Smith? (Ya, kecuali bahwa Salomo memberi arti negatif
terhadap upaya mencari kekayaan.)
- Baca
Pengkhotbah 4:5-6. Apa artinya “melipat tangan?” (Tidak berbuat apa-apa –
atau sangat sedikit berbuat.)
- Berapa
banyak perilaku bekerja yang saudara temukan dalam dua ayat ini? (Tiga.
Ada orang “bodoh” yang tidak melakukan apa-apa atau melakukan sangat
sedikit. Ada penggila kerja yang memenuhi kedua tangannya dengan kerja
keras. Kemudian ada yang berada di tengah-tengah jalan yang bekerja
dengan tangan satu dan menciptakan ketenangan dengan tangannya yang
lain.)
- Perilaku
mana yang Salomo setujui? (Kata Salomo orang yang di tengah jalanlah yang
menjalani hidup terbaik.)
- Orang
yang Hidup Sendiri
- Baca
Pengkhotbah 4:7-8. Sebuah Komentar Alkitab berjudul “Be Satisfied,”
mengutip kata-kata Socrates: “Kehidupan yang tidak diuji-periksa tidaklah
pantas dijalani.” Saat orang yang sendirian ini menguji-periksa
kehidupannya, apa yang ia simpulkan dari pencariannya yang tiada akhir
untuk memperoleh lebih banyak kekayaan? (Ia menyimpulkan bahwa tanpa
alasan ia telah bekerja tak henti-hentinya.)
- Sudahkah
saudara menguji-periksa hidup saudara? Kemana arah hidup saudara?
- Baca
Pengkhotbah 4:9-12. Apa yang ayat-ayat ini utarakan soal perkawinan?
- Apa
yang diutarakan soal kemitraan?
- Apa
yang diutarakn soal persahabatan?
- Almarhum
paman saya adalah seorang pendeta. Saya menanyakan kepadanya perubahan
apa yang ia lihat di dalam gereja selama sekian tahun pelayanannya. Ia
mengatakan bahwa saat ia masih muda gereja menjadi pusat kegiatan sosial
dari masyarakat. Anggota-anggota akan berkumpul bersama anggota-anggota
lainnya manakala ada suatu hal menarik yang mereka hendak lakukan. Kini,
kata paman saya, televisilah yang menjadi pusat kegiatan sosial dari
masyarakat. Orang-orang berkumpul di depan televisi mereka. Apa yang
Salomo akan katakan mengenai perubahan dalam gereja ini? (Kita sudah
menjadi individu-individu, bukannya bersahabat dan bermitra. Inilah yang
membuat kita lemah.)
- Apa
yang bisa saudara lakukan dalam hidup agar menjadi sebuah “tali yang
terdiri dari tiga helai?”
- Raja
Tua yang Bodoh
- Baca
Pengkhotbah 4:13. Mengapa raja tua yang bodoh itu tidak mau menerima
peringatan? (Ia mengira bahwa ia tahu segalanya. Inilah pola yang saya
pelajari dalam praktek hukum saya. Pengacara tua dan berkuasa tidak
mempersiapkan diri dengan baik dalam pengadilan. Saya ingat sekali waktu
pernah beradu argumen melawan mantan jaksa agung dari sebuah negara
bagian. Sang mantan jaksa agung mengutip sebuah kasus yang telah kalah di
tingkat banding. Kelihatannya ia tidak menyempatkan diri untuk memeriksa
bahwa kasus itu telah kalah di tingkat banding. Bahkan di saat saya dalam
argumen lisan menunjukkan bahwa kasus yang ia ajukan telah kalah, ia
tetap melanjutkan argumennya! Baru-baru ini, saya beradu argumen melawan
mantan hakim agung negara bagian. Kebanyakan dari argumennya adalah bahwa
bukan salahnya bahwa kliennya melanggar hukum! Semakin usia saya
bertambah, saya berharap untuk tidak jatuh ke lubang sejenis: terlalu
percaya diri dan kurang persiapan.)
- Baca
Pengkhotbah 4:14-15. Latar belakang seperti apa yang dimiliki oleh anak
muda yang menjadi tandingan dari sang raja tua? (Penjara kemiskinan!)
- Mengapa
hal ini baik adanya? (Salomo mengutarakan bahwa kesukaran membuat kita
bijak.)
- Benarkah
demikian?
- Mengapa
rakyat mengikuti anak muda tersebut alih-alih sang raja tua? (Ayat
tersebut tidak jelas, namun sepertinya Salomo mengatakan bahwa sang raja
muda belajar dari masa lalunya dan memanfaatkan pelajaran tersebut dalam
hidupnya. Sang raja tua tidak sudi lagi untuk belajar apapun atau
mendengarkan orang lain.)
- Apa
pelajaran yang bisa saudara tarik untuk hidup saudara?
- Jika
saudara seorang pemimpin dalam gereja, pelajaran apa yang bisa ditarik
bagi kepemimpinan saudara? (Jangan terlalu terpaku dengan cara-cara
saudara. Dengarkan saran orang lain dan jangan sepelekan saran
tersebut.)
- Baca
Pengkhotbah 4:16. Siapakah “-nya” dalam “rakyat yang dipimpinnya?”
(“-Nya” merujuk kepada sang raja tua dan penggantinya yang muda.)
- Apa
yang terjadi pada sang raja muda? (Ayat ini merupakan sebuah peringatan.
Sang raja tua dan sang raja muda memerintah atas sejumlah besar rakyat.
Tapi akan tiba suatu hari manakala sebagian besar rakyat itu “muka baru”
– orang-orang muda tampil di pentas dan orang-orang tua meninggal. Sang
raja muda juga menjadi tua dan sepertinya ia tidak menarik pelajaran
untuk tetap menerima nasihat dan terus belajar. Karenanya, ia juga
ditolak oleh rakyatnya yang baru.)
- Sobat,
Salomo mengatakan agar kita menjalin persahabatan, menerima nasihat, dan
berlaku rajin dalam pekerjaan kita. Ini merupakan nasihat yang baik.
Maukah engkau menerapkan nasehat tersebut dalam hidupmu?
- Pekan depan: Orang Kaya. Orang Miskin.