<-- The End of the Beginning

Akhir dari Permulaan

(Kejadian 41-50)

Kejadian – Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 13

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan: Kehidupan Yusuf terus-terusan bertambah buruk sekalipun ia berlaku setia kepada Allah. Kini ada peluang besar. Akankah Allah “membereskan” masalahnya untuk selamanya? Jika Allah ada serta Yusuf, dapatkan ia berharap memperoleh imbalan atas kesetiaannya di dunia ini? Apakah seluruh perkara ini merupakan bagian dari rencana Allah bagi Yusuf dan keluarganya? Mari selami pelajaran kita dan temukan apa yang terjadi dalam kehidupan Yusuf!

 

  1. Yusuf yang Dipertuan

    1. Baca Kejadian 41:41-44. Saat Allah menetapkan bahwa itulah saat yang tepat untuk melepaskan Yusuf dari penjara, berapa lama waktu yang Dia butuhkan untuk sepenuhnya membalikkan situasi? (Kurang dari satu hari.)

      1. Tiga belas tahun sudah Yusuf berada dalam perhambaan. Mengapa Allah menunggu 13 tahun lamanya?

      2. Selama kurun 13 tahun itu, apakah Yusuf melihat bahwa ia semakin dekat menuju tahta kekuasaan? (Dari pandangan manusia kelihatannya keadaan semakin buruk saja. Jika saudara mengetahui bahwa Allah akan memberikan kerajaan tersebut kepada Yusuf, tampaknya Yusuf tidak semakin dekat kepada tujuannya. Pasti jawabnya (setidaknya sebagian darinya) adalah bahwa Allah sedang membentuk karakter anak muda ini yang dulu mengatakan pada kakak-kakak dan orang tuanya bahwa ia akan berkuasa atas mereka.)

    2. Baca Kejadian 41:45. Imam di On. On artinya “terang” atau “matahari.” Kota On merupakan pusat pemujaan matahari di Mesir. Penjelasan Alkitab yang saya baca menyebutkan dewa matahari “Re.” Namun saya melihat dalam bacaan populer bahwa dewa matahari bangsa Mesir disebut “Ra.” Perhatikan bahwa Potifera diakhiri dengan suku kata “Ra,” yang mengaitkannya dengan dewa matahari. Mengapa Firaun menyuruh agar Yusuf mengawini putri Imam di On? (Wajarlah jika semua gen “dewa” tersebut disatukan. Mereka barangkali akan mendapatkan anak-anak “sadar-dewa” yang super.)

      1. Masalah apa yang dihadapi Yusuf?

      2. Baca 1 Raja-raja 11:1-2. Mengapa Yusuf menolak untuk tidur dengan isteri Potifar namun tidak menolak untuk mengawini putri dari imam dewa matahari? (Saya sangsi kalau ia bisa bersuara dalam perkara ini. Posisinya tidak seperti Raja Salomo yang secara sukarela menentukan pilihan.)

    3. Baca Kejadian 41:50-52. Apakah Yusuf pikir ia akan kembali ke rumahnya? (Nama anaknya mengindikasikan bahwa Allah telah menolongnya melupakan rumah ayahnya. Ia tidak akan kembali.)

    4. Baca Kejadian 41:53-57. Seberapa amankan posisi Yusuf di Mesir?

      1. Apakah yang sedang Allah perbuat melalui Yusuf? (Menyelamatkan dunia dari kelaparan. Membuat pemerintahan Mesir semakin kaya dan berkuasa.)

      2. Bisakah Allah melakukan hal ini melalui Yusuf seandainya Yusuf tidak pernah meninggalkan rumahnya?

        1. Apakah Allah memanipulasi kondisi cuaca di bumi demi Yusuf?

  2. Yusuf dan Saudara-saudaranya

    1. Baca Kejadian 42:1-2. Yakub adalah seorang yang sangat kaya. Mengapa ia menyebut-nyebut mati sementara ternaknya sangat banyak? (Kata-katanya tersebut banyak mengandung arti. Putra-putranya ini sangat terguncang oleh perubahan mendadak dalam peruntungan mereka sehingga terduduk lesu, saling berpandangan tanpa tau apa yang harus dilakukan.)

    2. Baca Kejadian 42:3-5. Apakah bahaya yang Yakub khawatirkan akan terjadi pada Benyamin?

      1. Menurut saudara, apakah Yakub curiga dengan kematian Yusuf?

    3. Baca Kejadian 42:6. Apakah peristiwa ini mengingatkan saudara akan mimpi yang pernah terjadi sebelumnya? (Lihat kejadian 37:5-8. Sekarang, menurut saudara siapa yang memberi mimpi ini pada Yusuf?)

    4. Baca Kejadian 42:7-11. Perhatikan bahwa ayat 9 mengaitkan mimpi Yusuf dengan tuduhannya bahwa mereka itu mata-mata. Bagaimana saudara mengartikan ini? (Mimpinya belum digenapi. Dalam mimpinya yang kedua seluruh keluarga menyembah sujud. Karenanya, Yusuf mungkin saya sedang memikirkan cara membawa seluruh keluarganya ke Mesir.)

      1. Apa yang dilakukan kakak-kakak Yusuf agar mimpinya tidak digenapi? (Apa yang mereka lakukan agar mimpinya tidak digenapi menjadi penyebab mimpinya digenapi!)

      2. Apakah mereka, sebagaimana yang mereka katakan dalam ayat 11, “orang jujur?”

    5. Baca Kejadian 42:12-17. Apa pendapat saudara mengenai metode pembuktian ini? Seberapa sukar bagi mereka untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah mata-mata? (Saya tidak yakin apa yang dibuktikan oleh ujian ini. Jika mereka bohong, mereka bisa membawa siapa saja sebagai “adik” mereka. Ujian ini hanya masuk akal karena Yusuf tahu hal yang sebenarnya.)

      1. Mengapa Yusuf memilih ujian ini. (Ia ingin tahu hubungan mereka dengan adiknya.)

      2. Mengapa Yusuf berbohong soal saudara-saudaranya, bersumpah atas nama Firaun (“demi hidup Firaun”) dan memenjarakan mereka? (Supaya mereka merasakan bagaimana kehidupan masa lalunya di Mesir.)

    6. Baca Kejadian 42:18-22. Mengapa saudara-saudaranya mengaitkan perlakukan mereka terhadap Yusuf dengan siituasi yang mereka hadapi kini? (Mereka teringat kepada Yusuf karena adanya perintah untuk membawa Benyamin ke Mesir. Hal ini menunjukkan bahwa rasa bersalah mereka belumlah berkurang.)

    7. Baca Kejadian 42:23-24. Apakah saudara-bersaudara tersebut mengalami kemajuan? Kini, hanya seorang yang dipenjarakan. Mengapa Yusuf menahan Simeon? (The Wycliffe Bibel Commentary mengatakan bahwa menurut tradisi ia adalah yang paling kejam dari saudara-bersaudara tersebut. Lihat Kejadian 49:5-7 untuk memperoleh bukti lebih lanjut dari tradisi ini.)

    8. Baca Kejadian 42:25-28. Apa salahnya jika uang saudara dikembalikan? Berbelanja di Mesir ternyata sangatlah murah! (Mereka sudah dituduh tidak jujur. Hal ini dapat dianggap sebagai bukti.)

      1. Mengapa saudara-bersaudara ini mengalamatkan problema mereka pada Allah?

    9. Saudara-bersaudara ini pulang ke rumah dan menjelaskan situasinya kepada Yakub ayah mereka. Ia tidak mengijinkan mereka membawa Benyamin dan mereka tidak kembali sampai persediaan makanan mereka sampai pada tahap mengenaskan. Baca Kejadian 43:15-18. Menurut saudara apa yang mereka takutkan? (Mereka takut apa yang mereka perbuat terhadap Yusuf terjadi pada diri mereka!)

    10. Baca Kejadian 43:26-34. Mengapa Yusuf memerintahkan agar Benyamin memperoleh lebih banyak makanan? (Ia ingin melihat bagaimana saudara-bersaudara tersebut memberi reaksi jika ada yang difavoritkan.)

    11. Yusuf memerintahkan pegawainya untuk memberikan gandum kepada saudara-bersaudara tersebut, mengembalikan uang mereka lagi, dan meletakkan piala kerajaan miliknya ke dalam karung gandum Benyamin. Setelah mereka berangkat Yusuf mengirim pegawainya tersebut untuk menangkap dan menuduh mereka sebagai pencuri. Piala tersebut ditemukan di dalam karung Benyamin, dan mereka dipaksa kembali. Sepertinya Benyamin akan dihukum mati karena pencurian dan yang lainnya dijadikan budak, namun hukuman dikurangi – Benyamin saja yang dijadikan budak. Coba mundurkan waktu. Jika hal ini terjadi pada Yusuf dan saudara-saudaranya saat Yusuf berumur 17 tahun, apa yang akan dikatakan oleh kakak-kakaknya? (Bagus! Bawa saja dia.)

    12. Baca Kejadian 44:30-33 untuk melihat apa kata Yehuda soal meninggalkan Benyamin. Apa yang berubah?

      1. Menurut saudara apa yang akan terjadi jika saudara-bersaudara tersebut setuju untuk meninggalkan Benyamin?

  3. Yusuf sang Penyelamat

    1. Baca Kejadian 45:1-7. Perhatikan apa kata Yusuf soal rencana Allah bagi hidupnya dan hidup keluarganya. Apakah Yusuf merasa getir akan 13 tahun yang dihabiskannya dalam perbudakan dan penjara?

      1. Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara sudah mencapai titik yang Yusuf capai? Dapatkah saudara melihat tangan Allah bekerja demi kebaikan saudara lewat hal-hal buruk dalam hidup saudara?

      2. ? Kesejajaran apa yang saudara lihat dalam Kejadian 45:7 antara Yusuf dan Yesus?

    2. Yusuf mengundang keluarganya ke Mesir, saudara-saudaranya pulang dan memberitahu Yakub berita menakjubkan bahwa Yusuf kini penguasa Mesir. Baca Kejadian 45:25-46:4. Mengapa Allah mengijinkan hal ini terjadi padahal Ia tahu bahwa keturunan Yakub akan menjadi budak di Mesir?

    3. Yakub meninggal dan saudara-saudara Yusuf ketakutan. Baca Kejadian 50:15:21. Sikap apa yang Yusuf perlihatkan kepada saudara-saudaranya?

    4. Sobat, terkadang hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Pelajaran dari kehidupan Yusuf adalah bahwa kita perlu bersungguh-sungguh menaruh percaya pada Allah. Orang lain mungkin berniat untuk melukai kita, namun Allah dapat mengatasi semua niat jahat. Maukah engkau sepakat untuk menaruh percaya pada Allah?

 

  1. Pekan depan kita mulaikan pelajaran tentang kitab Ratapan.