(Kejadian 29-33)
Kejadian – Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 11
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Pekan lalu, cerita kita berakhir dengan larinya Yakub meninggalkan rumahnya agar tidak dibunuh oleh Esau saudaranya karena ia menipu saudaranya itu soal hak kesulungan. Pelarian Yakub ini berselubungkan alasan bahwa ia hendak mencari seorang isteri. Mari selami pelajaran kita dan lihat apa yang Yakub dapatkan!
1.
Yakub Tiba
1.
Kejadian 29 mencatat
bahwa Yakub menemukan Rahel, putri Laban pamannya. Mari lanjutkan ceritanya
dengan membaca Kejadian 29:11-13. Menurut saudara mengapa Yakub menangis saat
ia bertemu Rahel? Apakah air mata membuatnya masuk hitungan sebagai calon
suami? (Yakub mengalami banyak tekanan terkait dengan penipuan yang
dilakukannya, hidupnya terancam, tinggalkan rumah dan berharap dapat bertemu
kerabat. Ia kini bertemu mereka dan sambutan hangat yang mereka berikan
merupakan kelegaan luar biasa baginya.)
2.
Baca Kejadian 29:14-15.
Berdasarkan pernyataan Laban, saudara menilainya sebagai pengusaha macam apa?
(Ia kedengaran sangat adil dan jujur. Ia tidak akan mengambil untung dari
kerabat.)
1.
Perhatikan baik-baik.
Apa pantas memperlakukan seorang keponakan seperti hamba sahaya?
3.
Baca Kejadian 29:16-18.
Yakub perlu waktu berapa lama untuk jatuh cinta pada Rahel? (Sebulan!)
1.
Mengapa Yakub jatuh
cinta pada Rahel? (Karena sikapnya elok dan parasnya cantik. [Alkitab Bahasa
Indonesia Sehari-hari menyebutnya “bertubuh molek dan berwajah cantik.”])
1.
Menurut saudara mengapa
Alkitab menyebutkan hal ini?
2.
Apakah ini merupakan
dasar yang tepat untuk jatuh cinta?
2.
Apa pendapat saudara
mengenai “kesepakatan” yang Yakub ajukan kepada Laban?
1.
Baca Kejadian 31:14-15.
Apa pendapat Rahel dan Lea soal “kesepakatan” tersebut?
2.
Baca Kejadian 29:19.
Apa pendapat Laban soal “kesepakatan” tersebut?
2.
Pernikahan
1.
Baca Kejadian 29:20-25.
Apa yang diingatkan oleh kejadian ini terkait dengan masa lalu Yakub? (Ia
mengelabui ayahnya dengan mengganti saudara kandungnya dengan dirinya sendiri.
Sekarang Laban mengelabui dirinya dengan mengganti sang pengantin dengan
saudara kandungnya.)
1.
Apakah Lea dan Rahel
menjadi bagian dari penipuan ini?
2.
Baca Kejadian 29:26.
Apa pendapat saudara soal pembelaan Laban?
1.
Seandainya saudara
Yakub, tanggapan apa yang akan saudara berikan? (Saya sudah tinggal di sini
tujuh tahun lamanya dan paman tak pernah menyingkap “adat istiadat” yang
berlaku di sini pada saya atau menyebutkan bahwa perjanjian kita mustahil
dijalankan.)
3.
Baca Kejadian 29:27-29.
Jamuan kawin seperti apa yang diselenggarakan untuk Rahel? (Sepertinya tidak
ada jamuan kawin.)
4.
Pikirkanlah dampak dari
penipuan yang dilakukan Laban:
1.
Terhadap Rahel;
2.
Terhadap Lea; dan,
3.
Terhadap Yakub.
5.
Apa pandangan Allah
terhadap semua ini? (Baca Imamat 18:18)
1.
Apa yang jadi masalah
sebagaimana terkandung dalam ayat ini? (Persaingan!)
6.
Lelaki macam apakah
Laban itu? (Ia hanya memikirkan dirinya sendiri.)
1.
Dapatkan saudara
mengajukan pembenaran atas tindakan Laban? (Perkawinan yang diatur mungkin bisa
saja. Yakub berencana untuk menikah karena cinta, namun Laban memutuskan untuk
“mengatur” perkawinannya. Ia akan memberikan apa yang Yakub inginkan, namun ia
ingin memeras tenaga Yakub sedikit lagi (karena sepadan untuk Lea). Seandainya
anak perempuan itu laiknya benda milik, tak perlulah terlalu peduli dengan
perasaannya.)
7.
Apa yang akan terjadi
seandainya Yakum tidak memilih Rahel atas dasar penampilan dan tubuh yang
dimilikinya?
3.
Kehidupan Perkawinan
dengan Isteri-isteri yang Bersaing
1.
Baca Kejadian 29:30-35.
Sikap macam apa yang ditunjukkan Lea terkait situasi yang ia hadapi?
2. Baca Kejadian 30:1-2. Tubuh molek, wajah cantik, kepribadian seperti apa yang Rahel miliki?
3.
Baca Kejadian 30:3-6.
Menurut saudara apakah Allah membenarkan Rahel? (Rahel membenarkan Rahel.)
1.
Apakah yang seharusnya
ia lakukan? (Pelajari Kejadian 28:13-14; Kejadian 25:21; Kejadian 16:1-2. Baik
Yakub maupun Rahel lupa akan sejarah. Allah berjanji kepada Yakub mengenai
keturunannya. Yakub seharusnya mengikuti teladan baik dari ayah dan ibunya
bukannya teladan buruk dari Abraham dan Sara.)
4.
Baca Kejadian 30:14-18.
Buah dudaim, yang mirip apel kecil berwarna kuning, dianggap sebagai obat penyubur
kandungan. Apa yang tersingkap dari kisah ini mengenai hubungan antara kedua
perempuan ini?
1.
Apakah Allah memberi
Lea “upah?” (Hati-hati dengan atribut yang kita kenakan pada Allah.)
5.
Baca Kejadian 30:22-24.
Sudah puaskah Rahel? (Ia ingin tambah anak lagi.)
4.
Kehidupan di Dunia
Kerja
1.
Baca Kejadian 30:25-28.
Sudah siapkah Yakub untuk berhenti kerja? (Empat belas tahun masa kerjanya
sudah akan berakhir.)
1.
Mengapa Laban ingin
agar Yakub tinggal? Apakah karena khawatir akan kehilangan putri-putrinya dan
anak-anak mereka?
2.
Kedengarannya Laban
murah hati? (Ya: “Tentukanlah upahmu yang harus kubayar, maka aku akan
memberikannya!”)
2.
Baca Kejadian 30:29-34.
Gambarkan “kesepakatan” untuk upah Yakub dan apa pendapatmu tentang hal itu?
(Beberapa penjelasan Alkitab menyebutkan bahwa domba-domba di Timur Dekat
umumnya putih dan kambing umumnya hitam atau cokelat. Yakub meminta hewan
“apkiran.”)
3.
Baca Kejadian 30:35-36.
Apa yang dilakukan “Tuan Tulus” untuk memastikan agar Yakub memperoleh upah
yang dijanjikan kepadanya? (Laban mengeluarkan semua hewan yang seharusnya jadi
milik Yakub dan ia memisahkan hewan-hewan tersebut dari kawanan yang dijaga
oleh Yakub agar manakala berbiak mereka akan jadi milik Laban.)
4.
Baca Kejadian 30:37-43.
Setujukah saudara dengan Kejadian 30:43? Apakah Yakub menjadi kaya karena
rencana cerdiknya memperlihatkan pada kawanan ternaknya potongan kayu yang
coraknya terlihat mirip dengan keturunan yang harus mereka hasilkan? (Buat para
ibu hamil: pastikan engkau memandang hanya pada lelaki ganteng dan perempuan
cantik!)
1.
Apa yang salah dengan
rencana Yakub? (Ia membuat rancangannya sendiri gantinya percaya pada Allah.)
5.
Mari sejenak kita
melompat ke bawah. Baca Kejadian 31:10-12. Apakah yang disingkap dalam ayat ini
sebagai peran Allah dalam rencana ini? (Allah menyingkapkan “rencana kerja”-nya
kepada Yakub.)
1.
Apakah ada pelajaran
yang bisa kita tarik dari sana?
1.
Allah menemui Yakub dan
memberitahunya bahwa saat pulang telah tiba. Yakub memanggil Rahel dan Lea dan
membicarakan perihal rencana meninggalkan ayah mereka dan rumah mereka. Baca
Kejadian 31:14-16. Atas dasar apa isteri-isteri Yakub menguatkan keputusannya?
(Pertimbangan finansial!)
2.
Baca Kejadian 31:17-21.
Kapan saat yang dipilih Yakub untuk berangkat? (Saat ayah mertuanya terlalu
sibuk untuk memperhatikan karena sedang pergi menggunting bulu domba.)
1.
Mengapa ia memilih saat
tersebut? (Ia tidak harus berurusan dengan Laban saat ia berangkat.)
2.
Apa yang kita dapati
soal sisi rohaniah Rahel? (Ayat ini menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya
membaktikan diri pada Allah.)
1.
Seandainya saudara
adalah Yakub, apa yang terlintas dalam benak saudara manakala saudara
memikirkan ihwal akan bertemu dengan Esau sang kakak?
2.
Baca Kejadian 32:3-6.
Bagaimana reaksi saudara seandainya saudara adalah Yakub? (Baca Kejadian
32:7-8. Yakub ketakutan dan ia mengambil langkah untuk mengamankan sebagian
dari harta bendanya.)
3.
Baca Kejadian 32:9-12.
Bandingkan Yakub yang dulu meninggalkan rumahnya dengan Yakub yang kembali
bertahun-tahun kemudian? (Ia kini berpaling pada Allah, bukan pada dirinya
sendiri, manakala ia menghadapi kesulitan.)
4.
Baca Kejadian 33:1-4.
Apakah hasil dari percaya pada Allah?
5.
Sobat, penipuan Yakub
dan kurang-percayanya pada Allah membuat masalah di rumahnya dan dalam
pekerjaannya. Bertahun-tahun kemudian, ia memperoleh pelajaran. Bagaimana
dengan engkau? Maukan engkau percaya pada Allah sekarang atau haruskah engkau
melewati jalan yang sukar untuk belajar mempercayainya?