Akibat Tipu Daya
(Kejadian
25-8)
Kejadian
– Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 10
Copr.
2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat
dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Berapa kerap
nampaknya Allah butuh pertolongan untuk menyelesaikan perkara-perkara yang
menurut saudara Ia perlu lakukan sekarang? Sejauh ini dalam kisah Abraham dan
keturunannya, kita telah melihat masalah macam apa yang bisa ditimbulkan oleh
sikap seperti itu. Pekan ini kita pelajari dua pendekatan yang berbeda dalam
“membantu” terlaksananya kehendak Allah. Mari selami pelajaran kita agar bisa
belajar lebih banyak!
- Kembar!
- Baca
Kejadian 5:19-21. Allah telah menjanjikan Abraham bahwa keturunannya akan
menjadi suatu bangsa yang besar. Allah menuntun pemilihan Ribka untuk
menjadi isteri Ishak (Kejadian 24). Mengapa Ishak harus menghadapi
masalah dengan mempunyai isteri yang mandul?
- Bagaimana
Ishak menghadapi masalah ini? (Ia berdoa kepada Allah agar memenuhi janji-Nya.)
- Apakah
“keluarga” tersebut mengalami kemajuan dalam hal menaruh percaya pada
Allah? (Solusi yang diambil oleh ibunya untuk masalah seperti itu
adalah dengan menyuruh ayahnya beristeri lagi. Ishak tidak melakukan
hal seperti itu. Ia pergi mendapatkan Allah dan memohon pertolongan.)
- Baca
Kejadian 25:22-23. Apa yang terjadi di tengah sukacita kehamilan Ribka?
(Sepertinya ada yang tidak beres.)
- Kepada
siapa ia berpaling mohon pertolongan? (Allah.)
- Perhatikan
apa yang dikatakan Allah kepada Ribka mengenai masa depan dari kedua
anak ini. Bagaimanakah perkataan Allah ini dibandingkan dengan apa yang
lumrah terjadi? (Bertolak belakang, sebagaimana yang akan kita lihat
nanti. Biasanya, putra pertamalah yang dipercayakan sebagai pemimpin.)
- Menurut
saudara, mengapa Ribka memperoleh dua putra? (Jika saudara membaca
Kejadian 25:26 saudara akan dapati bahwa Ishak sudah dua puluh tahun
menikah baru ia memperoleh anak. Ia berdoa dua puluh tahun lamanya.
Allah mengejar waktu yang hilang itu.)
- Apa
yang terkandung dalam Kejadian 25:22-23 mengenai aborsi? (Allah
mengetahui anak yang belum lahir.)
- Baca
Kejadian 25:24-28. Dengan bertambahnya usia seseorang, makanan sepertinya
menjadi lebih penting baginya. Menurut saudara, apakah semata-mata
makanan yang menyebabkan Ishak lebih menyayangi Esau? (Ia memiliki
seorang putra yang “kekar dan gesit” yang menerima tantangan berburu dan
berhasil menjalaninya. Putranya yang lain lebih senang tinggal di rumah menemani
ibu. Tidaklah begitu sulit untuk memahami preferensi Ishak. Demikian pula
dengan preferensi Ribka.)
- Haruskah
orang tua menyukai seorang anak lebih dari anaknya yang lain? (Tidak
menunjukkan preferensi di antara kakak saya dan saya merupakan hal yang
diprioritaskan oleh orang tua saya. Ayah saya bukanlah anak yang
disayang dan ibu saya merasa ayahnya lebih menyayangi anjingnya
ketimbang ibu saya! Ketika keduanya menikah mereka berketetapan untuk
tidak menunjukkan preferensi.)
- Apakah
Ribkah bisa berdalih atas preferensinya karena apa yang Allah katakan
kepadanya mengenai masa depan dari kedua anak tersebut?
- Hak
Kesulungan
- Apakah
hak kesulungan itu? (Baca Kejadian 27:28-29. Ini merupakan berkat yang
biasanya diberikan kepada putra pertama. Baca juga Ulangan 21:15-17.)
- Seberapa
pentingkah bagi saudara berkat semacam itu?
- Baca
Kejadian 25:29-34. Anak mana yang menunjukkan cacat yang lebih besar
dalam karakternya? (Pilihan saya jatuh pada Yakub sebagai pihak yang
memiliki cacat karakter yang lebih besar. Ia tidak baik hati, tidak murah
hati, dan ia menggapai terlalu jauh untuk memperoleh sesuatu yang bukan
miliknya. Cacat pada Esau adalah soal ia tidak menghargai apa yang ia
punyai.)
- Menurut
saudara apa yang dimaksudkan ketika Alkitab menyebutkan bahwa Esau
“memandang ringan” hak kesulungannya? (Baca Ibrani 12:16. Kitab Ibrani
mengungkap kepada saya bahwa saya keliru menilai cacat dalam karakter
Esau. Ia tidak peduli terhadap hak kesulungannya karena ia tidak peduli
terhadap Allah.)
- Apakah
hak kesulungan itu memiliki dimensi rohaniah?
- Berkomplot
- Baca
Kejadian 27:1-4. Mengapa Ishak tidak memberikan saja berkatnya ketika
itu? Mengapa ada makanan terkait dalamnya? (Bilamana saudara
memperhatikan perayaan keagamaan yang tertulis dalam Alkitab, kerapkali
perayaan-perayaan tersebut memiliki kaitan dengan makan dan minum. Contohnya,
perjamuan kudus.)
- Baca
ulang Kejadian 25:23. Apa menurut saudara Ishak tidak sadar akan apa
yang Allah telah katakan?
- Baca
Kejadian 27:5-10. Apakah saudara akan memberi reaksi yang serupa? Jika
tidak, apa yang akan saudara perbuat? (Mereka bisa saja mengadakan rapat
keluarga dimana mereka meninjau apa yang Allah telah katakan kepada Ribka
dan “persetujuan” yang telah dicapai oleh Yakub dan Esau mengenai hak
kesulungan. Baca Kejadian 26:34-35. Dalam argumen tersebut saya akan
melontarkan masalah Esau yang memiliki isteri-isteri orang Het di mana
para isterinya tersebut membawa kepedihan.)
- Apakah
mungkin memberikan hak kesulungan kepada anak yang lebih muda? Apakah
hal ini merupakan suatu hal yang bisa diperbincangkan? (Baca 1 Tawarikh
5:1 dan Kejadian 48:17-19. Cerita-cerita ini, ditambah dengan apa yang
terjadi dengan Ismael, menunjukkan bahwa pemberian berkat kepada putra
pertama bukanlah suatu aturan yang kaku.)
- Baca
Kejadian 27:1-13. Apa yang paling dikhawatirkan Yakub? (Tertangkap.)
- Bagaimana
dengan saudara? Apakah itu yang menjadi kekhawatiran saudara ihwal dosa?
- Apakah
ada cara supaya rencana ini tidak terbongkar? (Inilah yang mencengangkan
saya. Tidak ada cara yang bisa menyembunyikan rencana ini – lihat saja!)
- Baca
Kejadian 27:14-20. Berapa banyak kebohongan yang saudara dapatkan dalam
ayat-ayat ini?
- Kebohongan
mana yang paling mengganggu saudara? (Berbohong sudah merupakan satu
perkara, namun menurut saya adalah lebih buruk lagi jika secara sengaja
mengutip nama Allah untuk mendukung kebohongan saudara. Ia tidak perlu
menyebut-nyebut Allah dalam dusta ini. Perhatikan bahwa ia menyebut
Allah ayahnya, bukan Allahnya.)
- Baca
Kejadian 27:21-25. Ishak merasa ragu: waktunya salah, suaranya salah,
segalanya salah semata. Mengapa Ishak tidak memanggil orang ketiga untuk
memastikan siapa yang segera akan diberkati?
- Baca
Kejadian 27:26-27. Apa yang paling meyakinkah Ishak bahwa orang ini
adalah Esau? (Ia berbau seperti Esau karena pakaian yang dikenakannya.)
- Apa
yang terlintas dalam benak manakala saudara memikirkan ciuman ini? (Yudas.)
- Baca
Kejadian 27:28-29. Seberapa besar wewenang yang dimiliki Ishak dalam hal
ia memberi berkat ini? Akankah Allah memberi berkat kepada Yakub
sekalipun berkat tersebut diidapatkan dengan curang?
- Baca
Kejadian 27:30-37. Kecurangan tersebut dengan segera terbongkar. Apa yang
menjadi jawab atas pertanyaan tentang akankah berkat yang didapatkan
dengan curang dihormati atau tidak?
- Apakah
hal ini menunjukkan bahwa kejahatan akan mendapatkan ganjaran? Kita
harus menolong Allah dengan semua cara yang diperlukan? (The New
Bible Commentary menunjukkan konsekuensi mengerikan yang berhulu
pada sifat tidak jujur. Yakub pergi dan ia tidak pernah lagi bertemu
ibunya. (Kejadian 27:13 dengan demikian telah digenapi sebagian.) Kemudian,
mertua Yakub, Laban, menipu Yakub dari tujuh tahun kerja kerasnya dan
memberinya seorang isteri yang tidak diinginkannya. Penipuan ini
menyebabkan masalah seumur hidup bagi Yakub dan akibatnya Yakub ditipu
soal nasib Yusuf, anaknya. Sebagaimana halnya Yakub menggunakan darah
kambing untuk membodohi ayahnya, demikian juga anak-anaknya menggunakan
darah kambing untuk membodohinya soal Yusuf. Hidup akan lebih baik dan
lebih mudah jika saudara jujur.)
- Perhatikan
lebih cermat Kejadian 27:36. Benarkah apa yang Esau tuduhkan? (Malah
sebaliknya. Karena ia tahu sepenuhnya akan “pertukaran” hak
kesulungannya maka dapatlah dikatakan bahwa hal tersebut menjadikan
Yakub berhak memperoleh berkat.)
- Baca
Kejadian 27:41-46. Siapa yang dimaksud oleh Ribkah saat ia
menyebut-nyebut tentang kehilangan “kamu berdua pada satu hari?” (Ishak
dan Yakub.)
- Hidup
macam apa yang selanjutnya dijalani oleh Ribka? (Tak sangsi lagi Ishak
dan Esau tahu kalau ia menjadi bagian dari tipu muslihat ini.
Isteri-isteri orang Het yang dimiliki Esau yang sudah jadi masalah
sebelum ini, akan menjadi lebih buruk lagi manakala mereka merasa lebih
miskin karena penipuan ini.)
- Apakah
Ribka masih menyesatkan Ishak? (Ia memberitahu Ishak bahwa Yakub perlu
pergi mencari isteri, bukan untuk menghindar agar tidak dibunuh oleh
saudaranya.)
- Baca
Kejadian 28:1-5. Ishak kini tidak dicurangi. Mengapa ia mengulangi
berkatnya? (Dua hal. Menurut saya ia sadar bahwa Allah berencana agar
Yakublah yang memperoleh berkat hak kesulungan. Ia juga percaya bahwa berkat
itu tidak dapat ditarik kembali.)
- Sobat,
pelajaran kita pekan ini meyakinkan kembali bahwa manakala Allah
menjanjikan sesuatu pada kita, kita tidak perlu “membantu”-Nya untuk
menyelesaikan pekerjaan dengan tindakan tidak jujur. Allah memanggil kita
untuk percaya dan menuruti-Nya. Maukah engkau menjawab panggilan itu?
- Pekan
depan: Yakub menjadi Israel.