Kemenangan Iman
(Kejadian
21-22)
Kejadian
– Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 9
Copr.
2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan
Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban
terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis
atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat
dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Bertahun-tahun yang
lampau seorang pria mengajukan pertanyaan yang saya ingat jelas bahkan hingga
hari ini: bagaimana caranya saya mengetahui rencana Allah bagi hidup saya? Arah
mana yang harus saya ambil? Saya yakin banyak dari pemerhati pelajaran ini yang
memiliki pertanyaan yang sama. Bagaimana kita yakin ataupun tahu akan tuntunan
Allah dalam hidup kita? Pelajaran kita minggu ini memberi kita contoh dari
tuntunan Allah yang dapat menjawab pertanyaan kita. Mari mulaikan pelajaran
kita!
- Memperoleh Satu
Orang, Kehilangan Satu Orang
- Baca Kejadian
21:1-7. Ingat pekan lalu kita pelajari bahwa nama Ishak berasal dari akar
kata bahasa Ibrani yang berarti “tertawa?” Tawa macam apa yang kita lihat
kini tentang bocah ini? (Tawa tidak percaya berubah menjadi tawa
sukacita!)
- Baca Kejadian 21:8-9
[Alkitab TL menuliskan ayat 9 sbb: Maka terlihatlah Sarah akan anak
Hagar, perempuan Mesir, yang telah diperanakkannya bagi Ibrahim itu,
tengah mengolok-olok.]. Ismael kini setidaknya telah berusia 15 tahun.
Tempatkan diri saudara pada posisinya, mengapa Ismael memperolok-olok
Ishak? (Ismail merupakan putra pertama. Menurut tradisi, ia memiliki
posisi khusus. Namun, sebuah pesta besar diadakan bagi Ishak, dan saya
yakin Ismael merasa emburu. Memperolok-olok Ishak menolongnya memperbaiki
suasana hati.)
- Baca Kejadian
21:9-11. Mengapa Sara menuntut demikian? (Karena kini ia telah memiliki
seorang putra, Hagar dan Ismael tidak lagi dibutuhkan. Mereka nerupakan
ancaman baginya dan putranya.)
- Menurut Sara,
Ismael itu anak siapa? (Anak dari seorang hamba perempuan.)
- Benarkah demikian?
(Tidak sepenuhnya. Hagar adalah juga isteri Abraham. Kejadian 16:3.
Sara juga alpa menyebutkan bahwa Ismael adalah anak Abraham.)
- Abraham pernah
menunjukkaan kelemahannya dengan membiarkan Sara menganiaya Hagar sebelum
peristiwa ini. Menurut saudara apa yang kini ada di benak Abraham?
(Abraham marah dan gusar. Ia mengasihi putranya. Lagi pula, apa yang
Sarah ajukan itu bertentangan dengan hukum.)
- Baca Kejadian
21:12-13. Bagaimana Allah berujar tentang Ismael? (Pada dasarnya Allah
mengatakan apa yang Sara ucapkan.)
- Bagaimana bisa
Allah meminta Abraham untuk tidak gusar karena akan kehilangan putra
pertamanya? (Allah berkata bahwa Ia akan memberkati Ismael.)
- Baca Kejadian
21:14-16. Abraham seorang yang kaya. Apa pendapat saudara soal tindakan
Abraham melepaskan putra pertamanya dan isterinya pergi hanya dengan
makanan dan air yang diikatkan di punggung Hagar?
- Di mana gerangan
rombongan ternak dan pengawal-pengawal yang seharusnya menyertai dan
melindungi mereka? (Kesimpulan terbaik yang dapat saya tarik adalah
bahwa Abraham percaya Allah akan melindungi Ismael. Jika tidak, bagi
saya hal ini benar-benar kejam, benar-benar kontradiktif dengan rasa
sayang kepada Ismael dan Hagar.)
- Baca Kejadian
21:17-19. Keadaan menjadi buruk, sebagaimana yang saudara mungkin sudah
duga. Hagar mengira anaknya akan meninggal, dan ia mulai menangis. Apakah
Hagar berdoa kepada Allah meminta pertolongan? Bagaimana dengan anak
tersebut – ia sudah cukup besar untuk tahu cara berdoa?
- Kira-kira apa
sebabnya mereka tidak berdoa? (Abraham, sebagai wakil Allah di mata
mereka, telah berlaku sangat buruk terhadap mereka.)
- Siapakah yang
berinisiatif untuk menolong Hagar dan anaknya? (Allah, sebagaimana
janji-Nya.)
- Pikirkan bagaimana
Allah “memperbaiki” masalah. Pelajaran apa yang bisa saudara tarik dari
sini dalam hidup saudara? (The Bible Reader’s Companion
menyebutkan bahwa Allah membuka mata Hagar agar ia bisa melihat solusi
yang sudah ada. Ia tidak menciptakan mujizat, Ia sekadar menolong Hagar
melihat jalan keluar berdasarkan sumberdaya yang ada padanya.)
- Baca Kejadian 21:20.
Apakah Allah layak dipercaya bahkan di saat dunia seolah runtuh di
hadapan saudara? (Ya.)
- Kehilangan Dua Orang
- Baca Kejadian
22:1-2. Tempatkan diri saudara pada posisi Abraham. Alasan-alasan apa
yang akan saudara kemukakan untuk tidak menaati perintah Allah ini?
- Perhatikan
bagaimana Allah menggambarkan Ishak dalam ayat-ayat ini. Apakah hal ini
dimaksudkan untuk menambah peluang bahwa Abraham akan menurut? (Allah
menegaskan bahwa inilah (kini) “anak tunggal” Abraham yang ia “kasihi.”
Sepertinya membuat keadaan tambah buruk!)
- Baca Imamat 20:1-2
dan Yeremia 32:35. Apa pandangan Allah soal mempersembahkan anak-anak
sebagai korban?
- Mengapa Allah
memerintahkan Abraham untuk melakukan hal yang bertentangan dengan
karakter-Nya?
- Baca Kejadian
21:12. Apa kata Allah mengenai masa depan Ishak?
- Pikiran apa yang
akan dipicu oleh ayat ini seandainya saudara adalah Abraham? (Bahwa
Allah telah menyuruh putra pertama saya pergi saat ia masih remaja.
Saya tidak ingin hal itu terjadi. Saya tidak mengharapkan hal itu
terjadi. Hati saya hancur. Dan, tindakan Allah menyuruh Ismael pergi
nampaknya bertentangan dengan janji Allah pada saya dalam Kejadian
17:20. Apakah sekarang Allah mengingkari lagi janji-Nya kepada saya?
Membuat saya kehilangan satu-satunya anak yang masih tersisa saat ia
masih sangat belia?)
- Usia Abraham kini
120 tahun, kaya dan dihormati. Putranya akan segera menangani
kekayaannya. Segala sesuatu berlangsung sebagaimana direncanakan. Apakah
Allah benar-benar serius sekarang?
- Perhatikan bahwa
Kejadian 22:1 mengatakan bahwa Allah mencoba Abraham. Baca Yakobus
1:13-14. Bagaimana saudara mempertemukan kedua ayat ini? (Buku yang
menjelaskan kitab Kejadian, Be Obedient, membedakan antara cobaan
dan godaan. Cobaan datang dari Allah untuk alasan khusus, godaan datang
dari Setan agar kita melakukan hal yang terburuk yang dapat kita
lakukan. Buku tersebut mengatakan cobaan nampak masuk akal, sementara
godaan nampak tidak masuk akal.)
- Jika penjelasan
ini benar, apa alasan khusus Allah untuk mencobai Abraham? (Baca 1
Petrus 1:6-7. Iman Abraham sejauh ini belumlah sempurna.)
- Baca Kejadian
22:3-5. Menurut saudara apakah Abraham memberitahu Sara sebelum ia
berangkat?
- Apa yang akan ia katakan
saat ia kembali dan telah membunuh anak tunggal Sara?
- Mengapa Abraham
segera melakukan perintah Allah?
- Bagaimana rasanya
melewati tiga hari perjalanan hanya memikirkan soal mengorbankan anak
yang dikasihi, yang hanya satu-satunya?
- Mengapa Abraham
memberitahu hamba-hambanya bahwa “sesudah itu kami kembali kepadamu?”
- Baca Kejadian
22:6-8. Apakah menurut saudara Abraham memercayai apa yang dikatakannya
kepada Ishak? Atau, apakah Abraham berdusta untuk menenangkan anaknya?
(Baca Kejadian 18:14. Saya yakin bahwa terjadi pergumulan hebat dalam
benak Abraham. Kesimpulannya menurut saya, Abraham berketetapan bahwa
Allah akan menyediakan jalan keluar – tak ada yang terlalu sulit bagi
Allah.)
- Baca Kejadian
22:9-10. Ada saat di mana Abraham harus memberitahukan Ishak tentang
perintah Allah. Apa yang dapat kita percayai sebagai reaksi Ishak? (Ia
jelas-jelas setuju. Ia bisa saja menaklukkan ayahnya. Ia percaya bahwa
ayahnya mengetahui suara Allah dan ia memiliki iman yang sama dengan iman
ayahnya.)
- Sudahkah Abraham
berketetapan untuk melakukan tindakan mengerikan yang melanggar semua
logika kecuali logika penurutan kepada Allah? (Ya. Luar biasa!)
- Adakah secuil
logika dalam peristiwa ini? Apakah ini murni keyakinan pada Allah? (Baca
Ibrani 11:17-19. Abraham menemukan cara mempertemukan janji-janji Allah
dengan apa yang sekarang diperintahkan kepadanya.)
- Baca Kejadian
22:11-12. Ujian paling hebat telah Abraham lewati. Bagaimana bisa Allah
berkata “telah kuketahui sekarang,” sementara Allah mengetahui hari esok?
Sebuah buku penjelasan yang sangat menarik, Sejarah Para Nabi (pasal 13),
membandingkan kisah ini dengan kisah Ayub. Dalam buku Ayub kita temukan
bahwa seluruh alam semesta menyaksikan ujian atas kesetiaan Ayub kepada
Allah. Sejarah Para Nabi mengutarakan bahwa hal yang sama sedang terjadi.
Di mana Adam dan Hawa gagal, Abraham terbukti setia (dengan ujian yang
lebih dahsyat.) Karenanya, ungkapan “kuketahui” mungkin menunjuk kepada
semesta alam yang menyaksikan.)
- Baca Kejadian
22:13-15. Ingat saat saya menanyakan apakah Abraham berkata jujur kepada
Ishak dalam Kejadian 22:8 saat ia mengatakan “Alah yang akan
menyediakan?” Apakah Allah menyediakan? (Ya!)
- Akankah saudara
membandingkan domba jantan tersebut dengan Yesus? (Sebagaimana halnya
domba jantan ini menggantikan tempat Ishak, dan menyelamatkan hidupnya,
demikian juga Yesus menggantikan tempat dari anak-anak kita, orang-orang
tua kita dan diri kita sendiri, dan menyelamatkan kita dari kematian
kekal.)
- Apa yang diajarkan
oleh kisah Abraham mengenai Bapa surgawi yang tak punya seorang pun untuk
menahan tangan-Nya manakala Putra-Nya, Yesus, mati ganti kita?
- Kisah ini menyingkap
kasih Allah bagi kita. Ayub merupakan pelajaran bagi kita. Demikian
halnya kisah ini. Berapa banyak dari cobaan yang kita hadapi sebagian
besarnya menjadi berkat bagi orang lain jika kita setia?
- Apa yang kisah ini
ajarkan pada kita tentang pentingnya perbuatan dalam keselamatan oleh
iman? Bagaimana jika Abraham menolak untuk melakukan hal ini? Jika ia
gagal dalam ujian ini? (Bandingkan Yakobus 2:20-22 dan Roma 4:1-3.)
- Sobat, tuntunan
Allah kadang-kadang terasa sukar. Abraham kehilangan putra pertamanya,
dan kemudian disuruh membunuh putra keduanya, anak yang olehnya janji
untuk menjadi besar di masa mendatang telah diberikan. Maukah engkau
memutuskan untuk menuruti Allah kemana pun Ia menuntun? Maukah engkau
menjadi contoh yang bersinar dan berkat bagi orang lain karena
penurutanmu?
- Pekan depan: Akibat
Tipu Daya