<-- Faith and Frailty

Iman Dan Kegagalan

(Kejadian 16-19)

Kejadian – Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 8

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

Pendahuluan: Pernahkah saudara secara tak disangka-sangka mendapati diri sedang berada dalam “situasi sulit” dan bertanya-tanya bagaimana sampai saudara berada dalam situasi seperti itu? Pelajaran kita pekan ini menyingkap bagaimana rangkaian keputusan kecil, namun buruk, dapat menciptakan masalah serius dalam hidup saudara. Mari mulaikan pelajaran kita dan pelajari lebih banyak!

  1. Hagar

    1. Baca Kejadian 16:1-2. Sisihkan dahulu pendapat saudara tentang “perkawinan = satu laki-laki + satu perempuan.” Masuk akalkah usulan yang Sarai ajukan?

      1. Adakah Sarai bertindak melawan Allah, atau adakah ia sedang bekerja sama dengan Allah? (Kata Sarai Allah menghalanginya melahirkan anak, karenanya ia menepi agar kehendak Allah terlaksana. Saya dapat memahami jalan pikirannya.)

    2. Kita mundur sejenak untuk membaca beberapa ayat dari Kejadian 15. Abram memiliki seorang hamba bernama Eliezer yang disebut-sebut sebagai pewaris utama dalam surat wasiat Abram. Baca Kejadian 15:5-6. Apa yang Abram percayai?
      1. Apakah iman Abram bertentangan dengan rencana yang diusulkan Sarai? (Batin saya seolah berkata, “Allah menutup satu pintu dan membuka pintu lainnya. Puji Tuhan. Lagi pula, janji tersebut diberikan kepada Abram bukannya Sarai.)

    3. Lanjut dengan cerita kita. Baca Kejadian 16:3-4. Apakah rencana tersebut berhasil? Allah berkati dan rencana tersebut berhasil!

      1. Masalah apa yang timbul kemudian? (Hagar “memandang rendah” Sarai.)

        1. Mengapa ia berbuat demikian? (Sombong.)

        2. Ingatkah saudara akan aturan sederhana (“perkawinan = satu laki-laki + satu perempuan”) dalam Kejadian 2:24 yang tadi saya minta agar saudara sisihkan? Seberapa pentingkah persamaan tersebut dalam kasus ini? (Perlindungan terhadap masalah harga diri, kesombungan dan kecemburuan semuanya terrangkum dalam aturan ini.)

    4. Bava Kejadian 16:5. Apa pendapat saudara mengenai dakwaan ini? (Sarai bertindak berdasarkan emosi, bukan logika. Di lain sisi, tak seorang pun sudi diremehkan.)

    5. Baca Kejadian 16:6. Menurut saudara bagaimana karakter Abram dan Sarai kini? (Sang lelaki lemah. Sang perempuan berharga, congkak dan manja.)

      1. Bagaimana sampai mereka terjerumus kedalam situasi sulit ini? (Ingat, Abram pernah menunjukkan kelemahannya saat ia berdusta bahwa Sarai adalah adiknya. Tak sangsi lagi, di tempat itulah mereka mendapatkan Hagar. Ia menunjukkan kelemahannya manakala ia setuju untuk memperisteri Hagar. Kini ia nyata-nyata lemah dengan membiarkan isteri keduanya dianiaya. Sarai dikuasai oleh emosinya yang penuh cemburu dan congkak. Logika telah lama meninggalkan dirinya dan kini ia menjadi kejam.)

    6. Baca Kejadian 16:7-10, 15. Coba jelaskan hal ini. Kita baru saja simpulkan bahwa tak satupun dari perkara-perkara ini – menjadikan Hagar isteri kedua, perlakuan Abram, Sarai dan Hagar antar sesama mereka – merupakan rencana Allah. Mengapa Allah melanjutkan janji-Nya kepada Abram (dan kini kepada Hagar)? (Allah itu setia bahkan di saat manakala kita tidak setia. Ada saat di mana Allah “lempar handuk” terhadap kita (contohnya air bah). Namun Allah menunjukkan bahwa Ia amat sabar terhadap orang-orang yang mencari-Nya.)

    7. Apakah Allah mengesampingkan semua yang salah dan menjadikannya benar? (Baca Kejadian 37:28. Yusuf, cicit dari Sara dan Abraham, dibawa masuk ke dalam perbudakan oleh keturunan Ismael. Para komentator Alkitab menyebutkan bahwa problema yang terjadi di Timur Tengah bersumber dari konflik antar ahli-ahli waris Ishak dan Ismael.)

  2. Ishak

    1. Baca Kejadian 17:1-6. Kita baru saja membahas betapa setianya Allah kepada kita. Menurut saudara apa pendapat Abram terhadap kesetiaan Allah? (Usianya kita 99 tahun, dengan seorang putra, dan Allah memberinya nama (yang membuatnya agak malu) Abraham yang artinya “bapa sejumlah besar bangsa.”)

    2. Baca Kejadian 17:15-18. Iman seperti apa yang diperlihatkan Abraham?

      1. Wierbe’s Expository Outline menyebutkan tawa Abraham “dikarenakan sukacita iman.” Apakah saudara sependapat?

      2. Seberapa besar iman yang diperlihatkan Abraham dalam Kejadian 17:18 (Wierbe bukanlah satu-satunya komentar Alkitab yang berargumen bahwa tawa Abraham adalah oleh karena iman. Ayat 18 mematahkan argumen demikian. Abraham masih memperdebatkan anak “usaha”, bukannya anak iman. Lihat Galatia 4:24-31.)

    3. Kita akan lompat sedikit dan baca Kejadian 18:10-15. Bagaimana reaksi Sara?

    4. Baca Kejadian 17:19-21. Sebuah Komentar Alkitab menyebutkan bahwa akar kata Ibrani “tertawa” adalah kata kerja yang darinya nama Ishak diambil. Apakah Allah memiliki rasa humor?

      1. Bagaimana reaksi saudara manakala orang-orang menertawakan perkataan saudara karena mereka tidak mempercayai saudara?

  3. Sodom

    1. Tiga orang yang sedang mengadakan perjalanan diundang Abraham untuk singgah dan menyegarkan diri. Baca Kejadian 18:16-21. Mengapa Allah menyingkap rencana-Nya untuk membinasakan Sodom kepada Abraham? (Allah memberitahukan rencana-rencana-Nya kepada sahabat manusia-Nya.)

      1. Apakah yang hal ini ajarkan pada kita di masa kini? (Allah menyingkap kehendak-Nya kepada para sahabat-Nya

    2. Baca Kejadian 18:22-26. Ingat bahwa Allah berkata akan memeriksa apakah yang terjadi memang seburuk yang didengar-Nya. Apakah pendapat Abraham tentang situasi yang terjadi di Sodom? (Abraham berpendapat bahwa bilamana Allah telah selesai mengadakan pemeriksaan, Ia akan memungut suara sebelum pembinasaan diputuskan.)

      1. Apakah Abraham mengadakan tawar-menawar dengan Allah atas dasar kemurahan Allah? (Tidak. Dalam Kejadian 18:25 Abraham menyebut soal meluputkan orang benar.)

    3. Baca Kejadian 18:27-33. Jelaskan logika dari permohonan Abraham. Mengapa Abraham ingin agar seluruh kota selamat? (Saya tidak mengerti logikanya. Tidaklah perlu, sebagaimana akan kita lihat nanti, meluputkan seluruh kota untuk menyelamatkan orang-orang yang benar.)

      1. Jika argumen Abraham demikian tidak masuk akal, haruskan kita simpulkan bahwa ia sebenarnya berargumen untuk menyelamatkan orang yang jahat? (Menurut saya demikian. Bagaimana perasaan saudara terhadap orang yang tidak diselamatkan? Bagaimana perasaan saudara terhadap kaum homoseksual? Apa yang saudara lakukan agar mereka selamat?)

    4. Menurut saudara apakah Abraham mengira kota tersebut akan diluputkan? (Ya. Anggota keluara Lot saja dan teman-teman terdekat mungkin jumlahnya sepuluh.)

    5. Baca Kejadian 19:1-2. Di manakah Allah, anggota ketiga dari tamu-tamu tadi? (Allah mengadakan kunjungan pribadi kepada sahabat-Nya, tapi Ia tidak mengunjungi Lot.)

    6. Baca Kejadian 19:3. Mengapa Lot memaksa kedua orang yang sedang mengadakan perjalanan ini untuk tinggal bersamanya, jangan tinggal di lapangan?

    7. Baca Kejadian 19:4-7. Lot menyebut kaum lelaki di kota tersebut “saudara-saudara”-nya. Apakah mereka benar demikian menurut saudara?

      1. Perhatikan bahwa Lot telah pindah dari sebuah kemah di dekat kota tersebut (Kejadian 13:12) ke sebuah rumah di dalam kota itu. Mengapa demikian? (Ia tentunya telah bersahabat dengan orang-orang yang tinggal di Sodom.)

      2. Kaum lelaki seperti apa yang diam di Sodom? (Mereka bukan sekadar homoseksual, mereka pemerkosa. Bukan hanya beberapa dari mereka, namun Kejadian 19:4 mengatakan lelaki dari yang muda sampai yang tua, bahkan “seluruh kota.”)

    8. Baca Kejadian 19:8. Mengapa para lelaki tersebut menolak tawaran Lot? (Tawaran seperti itu amat jauh melampaui pemahaman saya (orang asing datang untuk “berlindung di dalam rumahnya,” sementara anak-anak perempuannya tidak). Menurut hemat saya Lot tahu bahwa para homoseksual ini tidak akan tertarik pada anak-anak perempuannya.)

    9. Baca Kejadian 19:9-11. Menurut saudara apa yang akan terjadi jika kedua orang ini bukanlah malaikat? (Para lelaki Sodom akan mendobrak pintu dan memerkosa Lot dan tamu-tamunya. Lot telah membuat serangkai keputusan yang kecil namun merupakan keputusan yang buruk.)

      1. Mengapa orang-orang tersebut dibutakan bukannya dibunuh?

    10. Baca Kejadian 19:12-14. Ingat bahwa Allah berkata akan memeriksa Sodom untuk melihat apakan kota itu sejahat apa yang telah didengar-Nya. Apakah jawabnya?

      1. Apakah jawaban atas pertanyaan tentang menemukan sepuluh orang benar di kota tersebut?

      2. Apakah Allah memegang janjinya terhadap Abraham? (Allah, sebagaimana biasanya, lebih dari sekadar memegang janji-Nya. Kesepakatannya adalah bahwa Allah dapat membinasakan seluruh tempat tersebut jika ditemukan kurang dari 10 orang benar. Namun yang terjadi adalah, Allah menyelamatkan (kurang dari sepuluh) orang “benar” yang Ia temukan.)

    11. Baca Kejadian 19:15-17. Mengapa Lot berlambat-lambatan? (Ia mencintai harta bendanya dan tempat yang penuh dosa ini.)

      1. Perhatikan bahwa malaikat-malaikat tersebut secara harfiah menarik Lot dan keluarganya keluar dari kota tersebut. Mengapa? (Lagi-lagi, Allah lebih dari sekedar baik dan murah hati. Ia tidak saja menepati lebih dari yang dijanjikan-Nya kepada Abraham, secara harfiah Ia memerintahkan malaikat-malaikat-Nya menarik Lot dan keluarganya yang enggan meninggalkan kota petaka tersebut demi Abraham. Lihat Kejadian 19:29.)

    12. Baca Kejadian 19:24-26. Apakah penduduk Sodom layak mati? Siapa yang membinasakan mereka?

    13. Sobat, Allah menunjukkan kebaikan dan kasih yang besar bagi orang-orang yang tertarik pada-Nya. Di lain sisi, langkah-langkah kecil menuju arah yang salah dapat menjauhkan kita dari kehendak Allah. Bila kita terlalu jauh dari kehendak-Nya, kebinasaan menanti kita. Ke arah manakah hari-hari ini langkahmu menuju?

  4. Pekan depan: Kemenangan Iman.