<-- The Man Abram

Abram

(Kejadian 12-14)

Kejadian – Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 7

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Pernahkan Allah memanggil saudara untuk melayani-Nya? Pernahkah saudara mengecewakan Allah? Jika saudara pernah merasa terpanggil, namun mendapati bahwa saudara telah mengecewakan Allah karena tidak layak, pelajaran ini untuk saudara! Abram menunjukkan apa artinya mengecewakan Allah dan apa yang Allah akan perbuat bagi orang-orang yang belajar dari kesalahan masa lalu mereka. Mari mulaikan pelajaran kita!

 

1.      Panggilan

1.      Baca Kejadian 11:31-32. Siapa yang nampaknya punya inisiatif atas perjalanan ini? (Terah)

1.      Kemana tujuannya? (Kanaan.)

1.      Apakah mereka berhasil mencapai tujuan? (Tidak. Mereka berhenti di Haran.)

2.      Jika memungkinkan, lihatlah peta dan tunjukkan di manakah letak Haran di jalan dari Ur menuju Kanaan?

2.      Baca Kejadian 7:2-4. Hal apakah dari cerita kita ini yang diklarifikasi dalam kitab Kisah? (Panggilan tersebut adalah bagi Abram, bukan bagi Terah sang ayah. Implikasinya adalah bahwa Terah mungkin saja telah menjadi penghalang dalam menuruti panggilan tersebut karena mereka tinggal di Haran dan tidak menyelesaikan perjalanan mereka sampai ia meninggal.)

3.      Pernahkan saudara merasakan panggilan Allah untuk mengubah sesuatu dalam hidup saudara dan saudara melakukannya secara berangsur-angsur bukannya sekaligus?

4.      Tengok kembali Kisah 7:3. Seberapa sulitkan panggilan ini bagi saudara? (Allah memanggil Abram untuk meninggalkan negeri dan kaumnya untuk pergi ke sebuah tempat yang belum pernah dilihatnya.)

5.      Baca Kejadian 12:1-3. Apa yang Allah janjikan kepada Abram?

1.      Baca Kejadian 11:29-30. Masalah apa yang Abram mungkin akan hadapi dalam ia mempercayai janji Allah? (Allah berjanji untuk menjadikannya suatu “bangsa yang besar,” tapi isterinya tidak bisa (atau tidak) memiliki anak.)

2.      Baca Kejadian 11:4. Masalah lain apa yang Abram mungkin akan hadapi dalam ia mempercayai Allah? (Filosofi pada zaman itu adalah bahwa kumpul bersama, bangun kota dan menara, merupakan cara untuk memperoleh nama bagi diri sendiri.)

3.      Saya telah mengupas masalah kesombongan dalam dosa Hawa dan menara Babel. Apakah Allah mendorong agar Abram menjadi sombong? (Allah menjanjikan kemuliaan dan kebesaran jika ia menurut. Yang jadi masalah dengan Hawa dan para pembangun menara adalah bahwa mereka ingin meraup kehormatan yang lebih besar dengan bertindak melawan perintah Allah.)

2.      Keraguan

1.      Kejadian pasal 12 selanjutnya menceritakan bahwa Abram pindah ke Kanaan. Mari lanjutkan cerita kita dengan membaca Kejadian 12:10-13. Apa yang terjadi pada iman Abram? (Jika Allah mengatakan yang sesungguhnya bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar, tentunya orang-orang Mesir tidak akan bisa membunuhnya.)

1.      Kelaparan membawa dampak apa terhadap iman Abram kepada Allah?

2.      Apa yang terkandung dalam ayat ini mengenai cara Sarai berpakaian? (Melihat beragam cara wanita di berbagai bagian dunia berpakaian, saya bertanya-tanya bagaimana cara Sarai berpakaian. Ayat ini menyatakan kepada kita bahwa Sarai tentulah berpakaian sedemikian rupa yang setidaknya memperlihatkan wajahnya.)

2.      Baca Kejadian 12:14-16. Apakah dusta Abram berhasil baik baginya? Apakah ramalannya tepat? (Ramalan Abram tepat. Ia “memperoleh uang” dari dustanya.)

1.      Tebak dari mana Abram mendapatkan Hagar (suatu bahasan yang akan kita pelajari nanti) “hamba perempuan, orang Mesir?”

3.      Baca Kejadian 12:17-20. Mengapa Allah melakukan apa yang diperbuat-Nya? Mengapa tidak membiarkan saja Abram melanjutkan langkahnya dan cari orang lain untuk menjadi suatu bangsa yang besar? (Ini menunjukkan beberapa sisi dari Allah. Pertama, ia memberi displin (yang ringan, menurut hemat saya) bagi Abram atas kebohongannya. Firaun yang tidak bersalahlah yang sepertinya paling menderita. Kedua, Allah lebih setia daripada Abram. (Untuk hal itu kita semua patut bersyukur.) Ketiga, Allah mengambil tindakan untuk memastikan bahwa kehendakNya dituruti.) 

1.      Abram telah “keluar jalur.” Bagaimana caranya ia kembali masuk jalur? Apakah didasari pertobatan dan secara sukarela berbalik kepada jalan Allah? (Ia diusir keluar dari negeri tersebut bertudungkan awan skandal.)

3.      Penyelesaian Konflik

1.      Baca Kejadian 13:1-7. Abram sudah menghadapi bermacam masalah. Abram meninggalkan daerah ini bertahun-tahun yang lalu karena bencana kelaparan. Ia kembali dalam keadaan kaya raya. Lot juga diberkati. Keduanya memiliki hewan-hewan yang perlu rumput lebih banyak dari yang dapat diberikan oleh tanah di sana. Hal itu menimbulkan masalah serius. Misalkan mereka menemui saudara, yang menjadi hakim, untuk memutuskan bagaimana masalah ini harus diselesaikan. Bagaimana saudara menyelesaikannya? (Saya akan katakan bahwa Abram telah menjadi penyumbang bagi Lot. Abram juga lebih senior. Tak sangsi lagi ia lebih kaya. Lot-lah yang harus meninggalkan daerah tersebut untuk menemukan padang rumputnya sendiri. Pula, Allah telah memberikan tempat ini untuk Abram. Kejadian 12:7.)

2.      Baca Kejadian 13:8-9. Apakah Abram mengikuti “kebijaksanaan” saya dalam menyelesaikan masalah tersebut?

1.      Apakah yang ditunjukkan di sini mengenai karakter Abram? (Tidak mementingkan diri. Tidak menuntut apa yang menjadi haknya.)

3.      Baca Kejadian 13:10-12. Atas dasar apa maka Lot menetapkan pilihannya?

1.      Apakah pilihan ini yang akan saudara ambil? Atau, akankah saudara “berbagi” lembah Yordan supaya Paman Abram bisa memperoleh sebagian dari tanah terbaik?

2.      Keuntungan lain apa yang diberikan oleh lembah Yordan kepada Lot? (Ada kota-kota di sana. Artinya bahwa hiburan dan perdagangan mudah dijangkau.)

4.      Baca Kejadian 13:13. Apa yang tidak dipertimbangkan oleh Lot manakala ia pindah ke Sodom?

1.      Apakah hal ini merupakan masalah bagi kita di masa kini?

5.      Baca Kejadian 13:14-17. Bukankah kita baru saja mengadakan pembagian tanah milik dan Abram “kalah.?” Apa ini? (Allah meniadakn pilihan Lot. Ia memberitahu Abram bahwa tak sepenggal tanah pun telah ia lepaskan. Semuanya akan menjadi miliknya.)

1.      Adakah kaitan antara keputusan Abram terkait dengan Lot dan maklumat Allah kepada Abram? (Menurut saya ada. Manakala kita menunjukkan ketidak-egoisan, Allah akan murah hati kepada kita.)

2.      Pelajaran hidup apa yang dapat kita tarik dari bagian kisah ini? (Manusia dapat memutuskan apa saja yang mereka kehendaki. Adalah Allah yang menentukan jalan hidup manusia. Abram bergantung pada Allah.)

4.      Kelepasan

1.      Baca Kejadian 14:8-12. Apa lagi yang terjadi pada Lot karena tinggal di antara kota-kota tersebut? (Ia terperangkap dalam politik lokal yang berakhir dengan peperangan. Keputusan Lot menyebabkan ia kehilangan segala yang ia telah peroleh – termasuk kehilangan kebebasannya.)

2.      Baca Kejadian 14:13-14. Menurut saudara apa artinya memiliki “318 orang yang terlatih yang lahir di rumahnya?” (Abram memiliki “bala tentara.” Jika disebutkan “terlatih,” menurut saya ini artinya terlatih bertarung.)

1.      Kita baru saja menyimak sebuah kisah di mana ketergantungan Abram sepenuhnya pada Allah membuatnya memperoleh seluruh tanah tersebut – tak peduli bagaimanapun pilihan Lot. Apakah menurut saudara Abram yang memiliki pasukan terlatih menunjukkan kurangnya iman pada Allah?

2.      Di masa muda saya, saya mengenal seorang pendeta yang tidak mengasuransikan rumahnya karena ia percaya Allah akan melindungi rumah dan perabot rumah tangganya. Apakah yang terkandung dalam contoh Abram soal kebijakan untuk tidak memiliki asuransi?

3.      Baca Kejadian 14:15-16. Keahlian baru apa yang kita dapatkan dalam diri Abram? (Ia paham seni perang.)

4.      Baca Kejadian 14:18-20. Apa yang membuat Abram mempunyai hak untuk memberi sepersepuluh dari tangkapannya? Apakah semua barang rampasan menjadi milik Abram?

1.      Pesan apa yang terkandung dalam pemberian sepersepuluh dari barang rampasan kepada Melkisedek? (Sebelum ini saya membicarakan tentang kebijaksaan manusia dalam hal bala tentara dan keahlian militer yang Abram miliki. Tindakan ini menunjukkan bahwa Abram memberi penghargaan pada Allah atas kemenangan yang diperoleh.)

5.      Baca Kejadian 14:21-24. Apakah Raja Sodom bersikap murah hati? (Menurut saya ia tidak memiliki posisi tawar. Ini gertakan semata.)

1.      Sekalipun Abram dapat menahan barang rampasan, mengapa ia menolak melakukan hal itu? Mengapa risau dengan apa yang akan dikatakan Raja Sodom? (Kita lihat “pertumbuhan kekayaan” Abram. Allah memberkatinya. Ia tidak ingin Raja Sodom menerima pujian atas apa yang Allah telah lakukan kepadanya.)



6.      Sobat, pelajaran apa yang engkau tarik dari pelajaran kita tentang Abram? Allah setia kepada Abram, bahkan di saat ia tidak setia kepada Allah. Namun, kesabaran Allah terhadap Abram menghasilkan sikap murah hati dan percaya pada Allah. Allah memberkatinya karena hal itu.

5.      Pekan depan: Iman dan Kelemahan