<-- The Earth After the Flood

Bumi Setelah Air Bah

(Kejadian 9-11)

Kejadian – Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 6

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Air Bah usai sudah, Allah telah menyelamatkan umat-Nya yang setia. Bagaimana reaksi mereka? Apakah kini bumi terasa “mendekati surga” kemuliaannya? Segalanya damai dan selaras? Apakah Allah ditinggikan? Ataukah tidak satu pun pelajaran ditarik oleh manusia? Mari selami Alkitab dan temukan jawabnya!

 

1.      Daging dan Minum

1.      Baca Kejadian 9:1-3. Seusai Air Bah, perintah apakah yang Allah berikan kepada umat manusia? (1. Reproduksi; 2. Penuhi Bumi; 3. Kuasai dunia binatang; dan, 4. Makan daging binatang.

1.      Sulitkah untuk menaati perintah-perintah ini?

2.      Mari loncati dua pasal. Baca Kejadian 11:1-4. Bagaimanakah perbandingannya dengan perintah Allah? (Allah memerintahkan mereka untuk memenuhi bumi. Mereka memutuskan untuk melakukan hal yang sebaliknya – membangun sebuah kota dan menara dan tinggal di satu tempat (“jangan terserak ke seluruh bumi”).

1.      Apakah yang menjadi motif dari ketidak-taatan kepada Allah? (Kesombongan! “…marilah kita cari nama…”)

2.      Apakah saudara membiarkan kesombongan menghalangi ketaatan saudara?

3.      Tengok kembali Kejadian 9:2-3. Apakah ada alasan bagi umat manusia untuk bersikap percaya diri? (Ya. Allah meletakkan mereka pada posisi puncak dari rantai penciptaan. Namun, mereka ingin lebih!)

1.      Jika manusia tidak ingin setinggi yang Allah canangkan, apakah hal tersebut melanggar perintah Allah? Contohnya, tidak mau berkuasa atas binatang? (Dewasa ini berkembang sebuah filosofi di antara kaum penentang “diskriminasi spesies.” Kata mereka kita tidak boleh makan atau mengenakan produk yang berasal dari binatang karena binatang-binatang tersebut memiliki “derajat” yang sama pentingnya dengan manusia. Menurut mereka, perjuangan melawan aborsi merupakan suatu kemunafikan jika melihat cara kita memperlakukan binatang. Filosofi ini bertentangan langsung dengan aturan yang dicanangkan oleh Pencipta kita dan menjelekkan status manusia.) 

4.      Baca Kejadian 9:4-6. Kita baru saja membahas “diskriminasi spesies.” Mengapa, menurut Allah, ini merupakan sebuah filosofi yang tidak benar? (Manusia diciptakan menurut gambar Allah.)

1.      Apa yang disebut oleh ayat-ayat ini mengenai teori evolusi? (Jika saudara mengawali langkah di jalur yang salah, saudara akan tiba pada tempat yang salah. Mempercayai Penciptaan merupakan asas bagi filosofi dari kehidupan yang diberikan kepada kita oleh Allah. Allah mengatakan “Manusia diciptakan menurut gambar Saya,” dan semua jenis kesimpulan logis mengalir dari situ. Salah satunya adalah bahwa saudara dapat membunuh binatang untuk dimakan tanpa perkara – namun tak satupun manusia atau binatang dapat membunuh manusia.)

2.      Apakah hukuman yang Allah tetapkan bagi pembunuh manusia? (Kematian.)

1.      Mengapa Allah tidak menerapkan hukuman tersebut kepada Kain?

3.      Dengan mempertimbangkan bahasan kita, menurut saudara mengapa Allah amat menaruh perhatian pada “darah,” sehingga Ia berkata janganlah kita  menyantapnya? (Sudah pernah saya singgung sebelumnya bahwa oleh mempelajari Alkitab saya diyakinkan bahwa ada beberapa “perkara” tertentu yang mempunyai arti khusus bagi Allah. Terang, minuman anggur (produk dari buah anggur) dan darah merupakan tiga contohnya. Akan halnya darah, yang menjadikannya istimewa sepertinya adalah kaitannya dengan kehidupan, seperti yang terlihat dalam upacara kaabah yang melambangkan darah Kristus yang tercurah ganti kita agar kita hidup.)

5.      Apakah semua pemberian Allah itu baik? Contohnya, saya telah menjadi seorang vegetarian selama lebih dari 40 tahun, bukan karena saya mempunyai kepedulian tertentu pada binatang, namun karena saya mempunyai kepedulian khusus bagi pada diri saya sendiri. Saya perhatikan bahwa setelah Allah memberi binatang sebagai makanan manusia, rentang hidup manusia menyusut secara radikal. Apakah hal itu konsisten dengan karakter Allah manakala Ia memberi kita suatu pemberian yang akan membawa kebaikan bagi rencana menyeluruh-Nya, namun tidak begitu baik dalam penerapan itu sendiri?

2.      Janji

1.      Baca Kejadian 9:7-17. Allah menetapkan sebuah perjanjian, sebuah “kontrak” atau janji bagi manusia. Apakah kewajiban dari setiap pihak yang terlibat dalam kontrak ini?

1.      Apakah yang harus manusia lakukan? (Memperbanyak kehidupan – mereproduksi dan penuhi bumi.)

2.      Apakah yang akan Allah perbuat? (Ia, pada giliran-Nya, berjanji tidak akan membinasakan kehidupan - yang diperbanyak oleh manusia – oleh air bah lagi.)

3.      Apakah yang menjadi “penanda” dari kontrak ini? (Pelangi.)

4.      Di Amerika Serikat setidaknya, gambar dan warna pelangi telah dipilih sebagai simbol gerakan homoseksual. Apakah ironi utama di balik ini? (Kaum homoseksual tidak ber-reproduksi. Mungkin bagian kontrak yang menyebutkan tentang “beranak-cucu” bukanlah bagian yang paling menarik perhatian mereka.)

    1. Allah berbicara seolah-olah Ia akan sulit mengingat janji-Nya. Bagaimana penjelasan saudara akan hal ini? Pemahaman tentang karakter Allah yang bagaimana yang kita peroleh dari pelangi? (Berulang-ulang kita dapati Alkitab menyebutkan bahwa Allah menggunakan benda-benda fisik untuk mengingatkan kita akan perkara rohani. Allah tidak ingin ada berhala dalam hidup kita. Yang Ia lakukan adalah menaruh peringatan.) 

  1. Manusia dari Debu

    1. Baca Kejadian 9:18-21. Menurut saudara apakah alasan sehingga Nuh minum berlebihan? (Beberapa dari kita mungkin akan menjawab “karena tiga anak laki-lakinya!” Ingat pembahasan kita tentang janji Allah untuk membinasakan bumi? (Kejadian 6:13). Manusia sudah binasa. Bumi nampaknya sudah menjadi tempat yang buruk dibandingkan masa sebelum air bah. Masuk akallah jika Nuh mengalami depresi.)

    2. Baca Kejadian 9:22-24. Menurut saudara siapa yang salah di sini? Mengapa Kanaan yang dikutuk? (Mabuk tidaklah sejalan dengan kehendak Allah bagi para pemimpin (Titus 1:7). Nampaknya, masalah itu lebih kecil dibandingkan dengan gagal menunjukkan rasa hormat pada orang tua (Keluaran 20:12). Yang saya bayangkan adalah bahwa Kanaan melihat Nuh kakeknya sedang terbaring telanjang di dalam kemah dan ia menceritakan hal itu kepada Ham ayahnya. Ham kemudian berkata kepada saudara-saudaranya, “Eh, ayah lagi bugil tuh! Lihat yuk.” Namun saudara-saudaranya menjawab, “Tidak akh!” Mereka kemudian mengambil tindakan untuk menjaga martabat ayah mereka.)

1.      Pelajaran apa yang kita bisa kita tarik bagi anak-anak? (Rasa hormat wajib ditunjukkan kepada orang tua bahkan di saat mereka gagal melaksanakan kehendak Allah. Tentu saya, Nuh secara garis besar merupakan seorang ayah yang layak mendapat penghormatan yang besar – karena sesungguhnya, ia telah menyelamatkan ketiga anaknya dari air bah.)

  1. Pemberontakan

1.      Kita tadi telah menyentuh sedikit menara yang sedang dibangun di dataran Sinear. Baca Kejadian 11:3-4. Apa yang memungkinkan mereka untuk membangun sebuah menara yang tinggi? (Kemajuan tekhnologi dalam pembuatan material konstruksi.)

1.      Apa tujuannya? (Agar menara tersebut mencapai langit.)

2.      Baca Kejadian 11:5. Apakah menara tersebut mencapai langit? (Menurut hemat saya penulis kitab Kejadian mengemukakan sesuatu oleh mengatakan “turunlah Allah” untuk melihat menara tersebut. Mereka tidak membawa menara tersebut sampai setingkat dengan Allah. Ia tidak dapat melihat menara itu tanpa “turun ke bawah.”)

3.      Mengapa pemberontakan berawal sangat cepat setelah air bah? Apa yang menjadi landasan permasalahannya? (Sombong akan kepintaran dan pencapaian. Ingin memperoleh reputasi. Melawan perintah Allah. Sepertinya ada hubungannya dengan alasan mengapa Hawa memilih untuk berbuat dosa.)

4.      Baca Kejadian 11:6-7. Apakah Allah tidak senang dengan kemajuan manusia? Apakah Allah lebih nyaman bersama-sama dengan orang bodoh? (Allah tidak nyaman bersama-sama dengan orang yang menggunakan kepintaran mereka untuk menentang-Nya.)

5.      Baca Kejadian 11:8-9. Adilkah Allah dalam bertindak demikian? (Seorang pengacara Kristen yang pernah bekerja sama dengan saya dalam menangani perkara kebebasan beragama mengatakan bahwa sebelum ia menghadiri pengadilan ia berdoa agar lawan perkaranya kebingungan. Hal ini menarik perhatian saya karena dulunya saya selalu berdoa demi “pihak kita,” namun saya belum pernah mendoakan agar sesuatu yang “buruk” terjadi pada pihak lawan.)

1.      Apa pendapat saudara – apakah menjadi kehendak Allah untuk mengacaukan musuh yang menentang program-Nya? (Kelihatannya demikian. Setelah berpikir dalam-dalam, dan menetapkan bahwa doa seperti ini pantas dilayangkan, saya ingat bahwa dalam menangani suatu kasus saya melayangkan doa seperti itu dan mendapati bahwa pihak lawan benar-benar kebingunan dalam perkara tersebut.)

2.      Apakah hasil dari tindakan Allah mengacaukan bahasa mereka? (Orang-orang melakukan melakukan tepat seperti yang Allah inginkan – mereka tersebar di atas bumi.)

6.      Sobat, apa sikapmu terhadap Allah? Apakah saudara mendapati diri kerap memberontak terhadap apa yang Ia telah tuliskan dalam Alkitab? Apakah kesombongan yang jadi masalah? Apakah hidup saudara sepertinya kacau? Perkara-perkara dalam hidupmu tidak berlangsung baik? Bagaimana jika saat ini engkau memutuskan bahwa engkau akan bertekad untuk menuruti Allah?

  1. Pekan depan: Abram