(Kejadian 1:3-31)
Kejadian – Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 2
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Pekan lalu kita telah mempelajari apakah kisah Penciptaan itu dapat dipercaya atau tidak. Pekan ini kita akan meneliti kisah itu. Bagaimana kita bisa ada di dunia ini? Bagaimana dunia kita ini diciptakan? Mari selami pelajaran kita dan temukan jawabnya!
1.
Waktu dan Terang
1.
Baca Kejadian 1:3-5.
Bicara tentang “penyembah matahari” dan orang-orang yang telah (dan mungkin
masih) menyembah matahari, menurut saudara mengapa mereka melakukan hal itu?
(Karena sinar matahari memberi kekuatan dan kehangatan.)
2.
Kapan matahari
diciptakan? (Kata saudara, “Saya baru saja membacanya – menurut kisah
Penciptaan matahari diciptakan pada “hari pertama.”)
1.
Baca Kejadian 1:16-19.
Apakah saudara melihat bahwa matahari belum diciptakan sampai hari keempat?
3.
Bagaimana Allah menciptakan
terang tanpa matahari? (Baca Wahyu 21:23. Allah sendiri adalah sumber terang.
Bilamana kita telah berada di Yerusalem Baru di dunia baru (lihat Wahyu 21:1-2)
kita tidak memerlukan matahari.)
1.
Baik, kita telah
melihat bahwa Allah itu terang tanpa perlu matahari. Maka pertanyaannya adalah,
“Mengapa Allah tidak menciptakan saja matahari pada hari pertama karena pada
akhirnya Ia akan mempergunakan matahari sebagai alat penerang?” (Dapatkan Allah
hadir tanpa terang? Bagi saya wajarlah bahwa manakala Allah hadir maka hadirlah
terang. Pertimbangkan gagasan lain ini: Barangkali ini merupakan cara Allah
untuk menunjukkan bahwa Dialah, bukannya matahari, Allah sejati.)
4.
Mari kembali ke
Kejadian 1:3-5. Kata bahasa Ibrani yang diterjemahkan sebagai “hari” dalam ayat
5 adalah “yowm.” Yowm berasal dari akar kata yang berarti “panas” dan secara
harfiah dapat berarti dua puluh empat jam atau bahkan periode waktu yang lebih
panjang.
1.
Apa yang diutarakan
oleh konteks tersebut: dua puluh empat jam atau satu era? (“Petang dan pagi”
yang tercantum dalam ayat 5 dengan jelas menunjuk kepada periode dua puluh
empat jam yang kita alami sekarang ini. Bahkan akar arti dari yowm, yang
merujuk pada panas, mencerminkan apa yang kita alami bahwa siang itu lebih
hangat daripada malam.)
5.
Bagaimana jika saya
menceritakan pada saudara bahwa usaha saya telah menghasilkan banyak sekali
uang selama tahun terakhir ini dan saya menjelaskannya dengan berkata “every
dog has his day.” [Terjemahan harfiahnya adalah “setiap anjing mendapatkan
harinya.” Ungkapan dalam bahasa Inggris ini adalah sebuah peribahasa yang
mempunyai makna “setiap orang pasti mendapatkan keberuntungan, kebahagiaan atau
bagiannya masing-masing.”] Untuk merayakannya saya berkata pada saudara “Saya
akan datang mengunjungimu dalam dua hari ini.” Menurut saudara kapan saya akan
datang?”
1.
Apakah saya merujuk
kepada hari harfiah saat saya berkata tentang anjing yang mendapatkan
“harinya?” (Tidak. Maksud saya adalah suatu periode waktu – tak mesti terkait
dengan dua puluh empat jam.)
2.
Apakah saudara tidak
punya gambaran kapan saya akan datang, karena sebelumnya saya menyebutkan
anjing dan hari? (Saya mengatakan dalam “dua hari,” yang menyampaikan gagasan
bahwa saya sedang membicarakan suatu periode waktu yang didefinisikan secara
jelas. Kejadian 1:5 mengatakan “hari pertama,” karenanya, menunjukkan suatu
periode waktu yang jelas definisinya.)
3.
Apakah argumen yang
mendukung pernyataan bahwa setiap “hari” sebenarnya adalah satu era (satu
periode yang lebih lama dari 24 jam)? (Argumen apapun yang mendukung periode
waktu yang lebih lama dalam beberapa hal terkait pada kepercayaan bahwa Allah
tidak punya cukup kuasa untuk melakukan apa yang Dia katakan telah Ia lakukan.)
6.
Baca Keluaran 20:8-11.
Apakah yang dikatakan ayat ini mengenai Penciptaan: Apakah berlangsung dalam
enam hari harfiah?
1.
Jika Allah menghabiskan
lebih lama dari periode 24-jam dalam setiap hari penciptaan, bisakah Ia
menyelenggarakan perayaan untuk penciptaan? (Tentu. Contohnya, kita dapati
periode waktu yang lebih panjang berdasarkan “tujuh rangkaian” dalam perayaan
tahun yobel. Lihat Imamat 25:8-10. Allah tahu cara merayakan rentang waktu yang
lebih panjang. Fakta bahwa Allah menandai waktu dengan minggu yang terdiri dari
tujuh hari dan menyucikan Sabat hari ketujuh merupakan bukti kuat bahwa minggu
Penciptaan itu terdiri dari hari-hari yang secara harfiah berarti 24 jam.)
2.
Cakrawala
1.
Baca Kejadian 1:6-8.
Gambaran macam apa yang muncul dalam benak saudara saat membaca ayat-ayat ini?
(Saya membayangkan sedang duduk di atas sebuah perahu kecil dengan air di
mana-mana dan langit yang berawan. Allah baru saja memunculkan langit supaya
saya bisa melihat benda-benda.)
1.
Apa artinya bahwa ada
air di bawah dan di atas cakrawala? (Air di bawah dan atmosfir yang mengandung
air di atas.)
3.
Bumi
1.
Baca Kejadian 1:9-10.
Apakah ada lebih dari satu samudra sebelum air bah?
1.
Bagaimana bisa air
dikumpulkan (ay.9) “pada satu tempat” dan pada waktu yang sama ada (ay.10)
“laut?” [Alkitab King James version menggunakan kata “Seas” (bentuk jamak),
artinya lautan/laut yang besar (banyak) sekali] (“Satu tempat” mungkin
sebanding dengan “dimana-mana.” Air tidak terus-terusan bergerak pindah di atas
permukaan bumi. Sekarang ini pun lautan berada dalam “satu tempat” dalam artian
bahwa laut-laut yang ada saling terhubung.)
2.
Baca Kejadian 1:11-13.
Perhatikan bahwa ayat-ayat ini secara khusus menyebutkan bahwa tumbuh-tumbuhan
dan pohon-pohonan menghasilkan biji. Menurut saudara mengapa ayat-ayat ini
menyebutkan biji? (Allah menciptakan rencana induk bagi reproduksi dan
kelanjutan hidup. Allah tidak, sebagaimana dalil evolusi, menyerahkan
reproduksi pada nasib untung-untungan.)
4.
Matahari, Bulan dan
Bintang-bintang
1.
Baca Kejadian 1:14-19.
Apakah “dua benda penerang” dalam ayat 16? (Matahari (sebagaimana pembahasan kita
sebelumnya) dan bulan.)
2.
Terang/cahaya memiliki
kecepatan yang terbatas. Bagaimana bisa Allah menciptakan galaksi dan
memungkinkan galaksi tersebut memberikan cahaya bagi bumi dalam satu hari?
Bukankan diperlukan waktu lebih banyak dari satu hari bagi cahaya untuk tiba di
sini? (Ingat bahwa Allah menciptakan terang pada hari pertama? Cahaya dari
benda-benda angkasa ini bisa saja semata bergabung dengan pancaran cahaya yang
berasal dari kemuliaan Allah.)
3.
Selain sebagai
penerang, tugas lain apa lagi yang diemban oleh matahari, bulan dan
bintang-bintang? (Menandai waktu.)
1.
Kita lihat kata “hari”
(yowm) kembali dirujuk. Petunjuk apa yang ada pada kita mengenai jenis periode
waktu yang disebutkan di sini? (Tak pelak lagi mengenai periode 24 jam. Siklus
rotasi siang/malam dari matahari dan “menguasai” bumi dan disebut “hari.”)
2.
Bagaimana bisa ada
“petang dan pagi” sebelum matahari dan bulan diciptakan? (Jika Allah bisa
menciptakan matahari dan bulan, tidak masalah bagiNya untuk menciptakan
pengganti sementara.)
5.
Binatang-binatang
1.
Baca Kejadian 1:20-23.
Makna apa yang saudara temukan dalam penggunaan kata “segala” dalam ayat-ayat
ini? Contohnya, (ay.21) “segala jenis mahluk hidup yang bergerak” “segala jenis
burung yang bersayap.” (Sekali lagi, Allah menyatakan bahwa Ia menjadikan
segala macam ragam.)
1.
Masing-masing
diciptakan “menurut jenisnya.” Apakah yang terkandung dalam ungkapan ini
mengenai Allah? (Ia mengelompokkan binatang-binatang. Banyak binatang yang
memiliki struktur tulang yang sama. Pengikut Darwin menunjuk hal ini sebagai
“bukti” adanya leluhur yang sama. Saya melihatnya sebagai rancangan yang sama
yang menunjukkan adanya Perancang yang cerdas dan terorganisir. Allah
menciptakan argumen menentang evolusi jauh sebelum orang memikirkannya.)
2.
Baca Kejadian 1:24-25.
Ada tiga kelompok binatang darat yang disebutkan? Apa sajakah? (Binatang liar,
ternak dan “binatang melata.”)
1.
Apakah saudara heran
bahwa ternak dari dulu sudah disebut ternak?
2.
Menurut saudara mengapa
Allah menjadikan sejumlah binatang sebagai ternak?
1.
Jika tidak ada
kematian, tidak ada pemakan daging, mengapa mesti ada ternak? (Binatang
peliharaan memiliki lebih dari satu kegunaan.)
3.
Apa yang dimaksudkan
ayat 24 yang menyebutkan, “Hendaklah bumi mengeluarkan” mahluk hidup? Bagaimana
caranya bumi mengeluarkan sesuatu? Bisakah ini merujuk kepada evolusi? (Ini
barangkali merujuk kepada hal Allah menciptakan binatang dari tanah. Lihat
Kejadian 2:19. Perhatikan juga kesejajaran antara Kejadian 1:20 (“Hendaklah
dalam air berkeriapan mahluk yang hidup”) dan Kejadian 1:24 (“Hendaklah bumi
mengeluarkan segala jenis mahluk yang hidup”). Ini mungkin sekedar cara
mengatakan bahwa mahluk-mahluk ini hidup dalam lingkungannya masing-masing.)
6.
Manusia
1.
Baca Kejadian 1:26-28.
Mengapa manusia diciptakan terakhir?
1.
Apakah artinya
diciptakan menurut gambar Allah?
1.
Perhatikan bentuk jamak
– “gambar dan rupa kita.” Apakah kita dijadikan dalam gambar dari seluruh oknum
Keallahan?
2.
Saya membaca tentang
“diskriminasi spesies” belakangan ini. Diskriminasi spesies terjadi bilamana
kita mengetes obat atau kosmetik pada binatang gantinya pada manusia. Terjadi
manakala kita menyantap binatang dan mengenakan sarung tangan, sepatu dan jaket
yang terbuat dari bagian tubuh binatang. Menurut saudara apa pandangan Allah
terhadap “diskriminasi spesies?” (Ayat 28 menciptakan hirarki yang jelas.
Manusia “menaklukkan” dan “berkuasa” atas binatang. Binatang tidaklah setara
dalam fungsi dengan manusia.)
1.
Apakah yang diajarkan
oleh ayat ini mengenai kekejaman terhadap binatang? (Karena kita dijadikan
menurut “gambar” Allah, kasihlah, bukan kekejaman terhadap binatang, yang
diharapkan dari kita.)
2.
Baca Kejadian 1:29-31.
Makanan apakah yang mulanya Allah maksudkan untuk manusia? (Sayur-sayuran dan
buah-buahan.)
1.
Apakah makanan bagi
binatang pada mulanya? (Sama.)
3.
Sobat, engkau dijadikan
dalam gambar Allah! Apakah hidupmu mencerminkan fakta tersebut?
7. Pekan depan: Bumi Mula-mula.