<-- Foundations

Fondasi Iman

(Kejadian 1:1-3)

Kejadian – Permulaan dan Kepemilikan: Pelajaran 1

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan: Pekan ini kita mulai dari awal! Kita bukan semata memulaikan sebuah kuartal baru, namun juga memulaikan seri pelajaran baru tentang Kejadian – buku pertama dari Alkitab. Para pengikut Darwin menolak cerita kitab Kejadian tentang Penciptaan. Lebih buruk lagi, saya memperoleh kesan bahwa banyak orang Kristen menunjukkan sikap skeptis terhadap cerita Alkitabiah tentang Penciptaan. Sebagaimana halnya dengan banyak perkara lainnya, jika saudara mulai dari jalur yang salah, saudara tak mungkin tiba pada tujuan yang semestinya. Kisah Alkitab tentang Penciptaan sangat diperlukan untuk memperoleh keyakinan sepatutnya mengenai hakekat dan kuasa Allah, hakekat dosa dan pentingnya Sabat; juga menjadi cermin untuk menunjukkan tingkat kepercayaan saudara terhadap Firman Allah. Mari gali pelajaran kita, apakah kisah Penciptaan patut dipercayai atau tidak!

 

1.      Permulaan

1.      Kejadian 1:1. Anggaplah saudara belum pernah membaca kata-kata ini sebelumnya. Apa yang ayat ini katakan tentang Allah? (Bahwa Ia ada di sini pada mulanya. Ia adalah sang Pencipta.)

1.      Kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “Allah” pada ayat pertama, “Elohiym,” adalah kata berbentuk jamak. Menurut saudara siapa (atau apa) unsur-unsur ini yang menciptakan langit dan bumi?

2.      Apa yang dikatakan Kejadian 1:1 mengenai waktu penciptaan bumi? (Langit dan bumi diciptakan pada waktu yang sama – pada permulaan.)

3.      Menurut saudara, apa artinya “langit?” (Baca Mazmur 19:1-2. Kata Ibrani yang sama digunakan di sini untuk menggambarkan “langit.” Karenanya, bumi diciptakan bersamaan waktunya dengan semesta alam yang kasat mata.)

2.      Baca Kejadian 1:2. Dalam kondisi apakah bumi itu saat diciptakan? (Perlu banyak pekerjaan tambahan. Keadaannya “amburadul.”)

1.      Satu dari konflik yang mungkin timbul antara orang-orang yang mempercayai kisah Penciptaan dan para pengikut Darwin (Darwinian) adalah soal umur bumi. Berapa umur bumi yang bisa orang Kristen sebutkan dengan yakin? (Tidak ada. Jika kita tengok apa yang tertulis, disebutkan bahwa bumi dan planet-planit diciptakan pada “mula” yang sama. Namun, pekerjaan tambahan (Kejadian 1:3 dan ayat-ayat berikutnya) bagi bumi yang “belum berbentuk dan kosong” bisa terjadi lama setelah itu. “Bumi belia” dengan kisah manusia di dalamnya mungkin bersejajaran dengan elemen “bumi tua.”)

2.      Kejadian 1:2 menyebut “Roh Allah.” Apakah ini Allah yang lain? Apakah karena ini maka bentuk kata jamak yang digunakan untuk menggambarkan Allah? Bagaimana posisi Roh?

3.      Baca Yohanes 1:1-3. Ayat ini menyatakan bahwa seseorang ada bersama-sama dengan Allah “pada mulanya.” Dikatakan juga bahwa seseorang ini menjadikan “segala sesuatu!” Petunjuk apa yang kita punyai mengenai seseorang ini? (Sang “Firman.”)

1.      Siapakah “Firman” itu? (Jika saudara melihat ke bawah dalam pasal ini pada Yohanes 1:14-15, akan didapati bahwa “Firman” telah menjadi daging dan tinggal dengan kita. Kita juga dapati bahwa Yohanes Pembaptis mengenali orang ini. Loncat ke Yohanes 1:29-30 di mana Yohanes Pembaptis memperkenalkan orang ini sebagai Yesus.)

4.      Menurut penemuan kita, siapakah Allah jamak yang menciptakan bumi? (Yesus (“Firman”), Roh Allah dan Allah Bapa. Bumi adalah proyek bersama dari Trinitas.)

5.      Saya mempunyai seorang teman berbangsa Yahudi. Argumennya yang paling mujarab menentang Yesus adalah refrein erkenal (“Shema”) “the Lord our God, the Lord is one.” [Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.) (Lihat Ulangan 6:4 dan Markus 12:29) Bagaimana saudara “memasukkan” Yesus ke dalamnya?

1.      Cobalah untuk datang ke konser dengan logika yang baru kita diskusikan! Perhatikan kalimat ini: “Keluarga kita satu, maka dari itu mohon diterima satu tiket kami ini.” Akan berhasilkah? Bagaimana jika yang kita hadiri adalah konser Kristiani?

2.      Bukankah melawan logika namanya jika kita mengatakan bahwa jamak itu satu? (Sebenarnya, tidak. Jika saudara tengok kembali kata Ibrani untuk “Allah kita” dalam Ulangan 6:4 kembali kita dapati kata “Elohiym” yang jamak. Tidak ada yang keliru dalam penggunaan kata. Shema tadi sebenarnya mengatakan “Tuhan Allah-allah kita itu esa.” Artinya jamak yang kita sebutkan adalah suatu kesatuan yang tunggal.)

6.      Orang yang selintasan membaca Alkitab akan mendapati bahwa Allah Bapa adalah yang pertama muncul dalam Perjanjian Lama. Yesus datang sesudahnya dalam injil [Matius – Yohanes], dan Roh Suci paling akhir muncul dalam buku Kisah. Apakah hal itu akan merubah pemikiran saudara mengenai Allah, menyadari bahwa ketiga Anggota Keallahan – Bapa, Anak dan Roh Kudus – bekerja bersama dalam Penciptaan? (Mengingkari kisah Penciptaan merupakan pengingkaran terhadap gabungan kuasa Trinitas.)

7.      Baca Kejadian 1:3. Apa reaksi saudara atas fakta bahwa Allah berbicara (“Berfirmanlah Allah”) merupakan perkara yang penting?

1.      Renungkan hal ini” Yesus disebut (Yohanes 1:1) “Firman.” Apa yang dikemukakan di sini mengenai peran Yesus dalam penciptaan? (Dikemukakan bahwa Yesus adalah Dia yang berbicara dan menyebabkan hadirnya ciptaan. Ini sejalan dengan Yohanes 1:3 yang menyebutkan “segala sesuatu” diciptakan melalui Yesus.)

2.      Permulaan sebuah Metafora?

1.      Kita telah melihat gambaran mengenai Trinitas yang terlibat dalam pekerjaan merubah wujud dunia yang tanpa bentuk menjadi dunia yang sempurna. Para pengikut Darwin berkilah bahwa teori evolusi adalah satu-satunya cerita cerdas mengenai asal muasal mahluk hidup. Baca 2 Petrus 3:3-7. Masalah apa yang diramalkan oleh Petrus? (Pengejek-pengejek dan orang-orang skeptis yang memiliki sikap jahat mendahulukan diri (“saya dulu”).)

1.      Berdasarkan logika apa mereka melandaskan perilaku jahat dan ejekan mereka? (Mereka tidak mengakui otoritas Allah dalam hidup mereka karena Ia tidak datang kedua kali sebagaimana dijanjikan. Tidak ada yang berubah – jadi mengapa mereka harus percaya pada Allah atau pada kuasa dan otoritas-Nya?)

2.      Apakah yang dilupakan oleh pengejek-pengejek tersebut? (Mereka “lupa” akan Penciptaan. Jika kita terjadi karena kebetulan bukan karena Allah, maka otoritas apa yang Allah miliki terhadap hidup kita? Perilaku jahat didasarkan atas “apa yang terbaik bagi saya” (atau standar lain di luar aturan Allah) merupakan hasil logis dari “melupakan” Penciptaan.)

3.       “Bukti-bukti” apakah yang Petrus berikan mengenai penghakiman Allah yang akan datang? (Firman Allah mengendalikan air baik pada saat Penciptaan maupun pada saat Air Bah. FirmanNya akan membawa api penghakiman saat Kedatangan Kedua. Petrus mengatakan bahwa jika kuasa Allah dapat menciptakan dan membinasakan dunia lewat air, maka Ia tentu dapat membinasakannya kembali lewat api.)

1.      Apakah saudara setuju dengan logika Petrus?

2.      Jika seorang Kristen tidak mempercayai Penciptaan harfiah atau air bah harfiah, apakah orang Kristen tersebut mempunyai cukup dasar untuk mempercayai Kedatangan Kristus yang Kedua kali? (Menurut Petrus, tidak. Mengingkari hal ini berarti mengingkari kuasa Allah.)

2.      Ingatkah saudara cerita dalam Bilangan 13 & 14 mengenai mata-mata yang “memeriksa” tanah perjanjian untuk Musa dan bangsa Israel?

1.      Sikap apa yang ditunjukkan orang Israel kepada Allah setelah mereka mendengar laporan para mata-mata? (Baca Bilangan 13:32-14:3. Mereka tidak mempercayai kuasa Allah.)

1.      Apakah sikap ini sama dengan sikap “pengejek-pengejek” Petrus? (Baca Bilangan 14:11, 21-23. Allah mengatakan bahwa jika kita tidak menaruh percaya pada-Nya dan pada kuasaNya, kita “menista”-Nya.)

2.      Adilkah bila menyimpulkan bahwa orang-orang yang tidak mempercayai kisah Penciptaan itu sedang menistai Allah?

1.      Allah tidak akan mengijinkan orang-orang yang tidak menaruh percaya pada-Nya, orang-orang yang menista-Nya memasuki negeri perjanjian. Mengapa kita mengira bahwa Ia akan mengijinkan orang-orang yang tidak menaruh percaya pada-Nya memasuki surga pada saat KedatanganNya yang Kedua Kali? (Satu perbedaannya adalah bahwa orang-orang yang ragu dalam kitab Bilangan nyata-nyata telah menyaksikan mujizat. Kita tidak menyaksikan Penciptaan atau Air Bah.)

3.      Mari tengok perkataan dari seseorang yang tidak menyaksikan baik Penciptaan maupun Air Bah. Baca Matius 19:3-6 dan Lukas 17:26-27. Saat saudara mendengar Yesus menyebutkan peristiwa-peristiwa ini, apakah kedengarannya seperti metafora (kiasan)? (Yesus memperlakukan peristiwa-peristiwa ini sebagai cerita harfiah. Perhatikan bahwa dalam Lukas 17:22-25 Yesus menghubungkan Air Bah dengan KedatanganNya yang Kedua Kali.)

4.      Sobat, Alkitab itu berisikan cerita yang konsisten mengenai Penciptaan. Jika engkau menerima Alkitab sebagai firman Allah, maka engkau harus menerima perkataanNya bahwa Ia menciptakan dunia dan kita. Pekan depan kita akan lanjutkan dengan kisah sebenarnya.

3.      Pekan depan: “Pada mulanya…”