(Daniel 7)
Injil, Pemeriksaan dan Penghakiman: Pelajaran 12
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Dalam pelajaran terakhir telah kita pelajari bahwa keselamatan oleh kasih karunia sematalah yang menjadi isu penting terkait pertanyaan tentang “Tanduk Kecil” itu: Apakah ia itu Antiokhus Epifanes ataukah Roma. Ternyata “1844” merupakan isu tentang kebenaran oleh iman: kita memiliki Pengantara di bait suci Surgawi, Pengantara yang telah menyerahkan hidup-Nya dan mempersembahkan darah-Nya bagi dosa-dosa kita. Mengapa kita memerlukan Pengantara? Bukankah Allah Bapa mengasihi kita? Bukankah Ia akan membawa semua orang ke surga bersama-Nya? Mari selami pelajaran kita dan temukan kenapa kita membutuhkan Yesus sebagai Pengantara kita!
1.
Sang Hakim
1.
Baca Daniel 7:8-9. Apa
kira-kira keterkaitan antara saat Tanduk Kecil berkuasa dan saat Allah duduk?
(Kedua kejadiaan ini nampaknya berlangsung pada waktu yang bersamaan.)
2.
Allah tak pelak lagi
sudah tua. Apakah menurut saudara Ia perlu duduk karena merasa lelah?
1.
Jika tidak, apa artinya
“duduklah Yang Lanjut Usianya?” (Ia sementara duduk di tahta-Nya. Artinya Ia
sedang bersiap-siap untuk melakukan sebuah tugas resmi.)
3.
Rambut Allah putih dan
jubah yang dikenakannya putih. Mengapa? Saya dengar ada wanita yang memilih
warna pakaian yang bisa menonjolkan warna matanya. Menurut saudara apakah hal
semacam itu yang sedang terjadi dalam kasus ini – jubah putih supaya senada
dengan rambut putih?
1.
Baca Imamat 16:3-4.
Siapakah Harun itu? (Imam Besar.) Berwarna apakah kain linen itu? (Putih.)
Mengapa Imam Besar mengenakan pakaian putih? (Simbol kesucian, kesakralan.)
2.
Itukah sebabnya mengapa
Allah mengenakan pakaian putih? (Ya. Allah sementara duduk di atas tahta-Nya
untuk ambil bagian dalam sejumlah tindakan yang suci, yang sakral.)
4.
Perhatikan dalam Daniel
7:9 bahwa pada tahta Allah ada roda-roda yang menyala. (Sementara saudara
mengira bahwa pelek ban mobil saudara keren sekali!) Pelajaran apa yang bisa
kita tarik?
1.
Menurut saudara “api”
mewakili apa? (Kekuatan. Kemurnian.)
2.
Menurut saudara “roda”
mewakili apa? (Kecepatan. Kepintaran.)
5.
Baca Daniel 7:10. Api
mengalir bagaikan sungai dari tahta Allah. Apa artinya? Apa yang
dilambangkannya? (Pernahkah saudara melihat letusan gunung berapi? Segala
sesuatu yang ada di lintasan sungai api akan rusak. Lagi-lagi, saya melihat
simbol kekuatan dan kemurnian. Tak satupun kecemaran yang tahan berdiri di
hadapan Allah.)
1.
Baca Yeremia 23:29-31.
Bagaimana penggunaan “api” di sini? (Dalam artian penghakiman dan penyidikan.)
6.
Dalam Daniel 7:10
tertulis tentang “orang-orang” yang hadir di sana. Apakah mereka juga merupakan
simbol? Ataukah hal lain? Apakah mereka benar-benar manusia? (Baca Ibrani
12:22. Daniel tidak menyebut mereka orang. Ia semata menyebut mereka
“beribu-ribu” yang “melayani” Allah. Menurut hemat saya mereka ini
malaikat-malaikat dan mereka, sekali lagi, menunjukkan kita akan kuasa Allah.)
7.
Apa maksud dari semua
hal ini? (Penghakiman. “Majelis” duduk dan “kitab-kitab” dibuka.)
8.
Pikirkan tentang
hakim-hakim modern. Sebutkan beberapa pertanyaan yang muncul mengenai
hakim-hakim masa kini. (Apakah mereka adil? Apakah mereka jujur? Apakah putusan
mereka dapat dilaksanakan? Apakah putusan mereka harus dilaksanakan?
1.
Berdasarkan apa yang
telah kita diskusikan sejauh ini, bagaimana jawaban atas semua pertanyaan ini
manakala dikaitkan dengan penghakiman Allah? (Allah itu suci, sakral, murni dan
berkuasa. Api-Nya menghanguskan apa yang salah.)
2.
Penghakiman
1.
Bagaimana perasaan
saudara jika saudara berdiri di hadapan Allah dalam adegan yang kita baru saja
pelajari? (Semua ruang pengadilan federal Amerika yang sudah lama ada yang
pernah saya lihat dirancang untuk menanamkan rasa hormat dalam diri orang-orang
yang datang menghadap hakim. Para hakim senantiasa duduk lebih tinggi dari para
pengacara atau orang-orang lainnya. Setelah kita merenungkan dalam-dalam adegan
penghakiman dalam Alkitab ini, “rasa hormat” yang timbul tak bisa diungkapkan
dengan kata-kata.)
1.
Sebagai tambahan kepada
adegan yang mengagumkan, hal lain apa lagi yang mencemaskan saudara ihwal
berdiri di hadapan Hakim ini? (Kemurnian. Kesucian. Saya bisa melihat dengan
jelas beberapa dari dosa-dosa saya. Bagaimana mungkin saya sanggup berdiri
sendirian di hadapan Hakim seperti itu? Saya tidak sanggup.)
2.
Baca Daniel 7:11 dan
Daniel 7:21-22. Bagaimana nasib Tanduk Kecil itu di hadapan Hakim? (Pengadilan
memutuskan bahwa ia bersalah. Ia dibinasakan.)
1.
Tidak waraskah Tanduk
Kecil ini? Bagaimana mungkin ia berdiri di hadapan Allah dan mengucapkan
kata-kata sombong? (Sepertinya sangat tidak mungkin untuk percaya bahwa Tanduk
kecil ini benar-benar berdiri di hadapan Allah dan mengucapkan kata-kata sombongnya.
Adegan tersebut sangat tidak mungkin terjadi.)
2.
Jika Tanduk Kecil itu
tidak sedang berdiri di hadapan Allah, mengapa Daniel menekankan perkataan
“sombong” dalam konteks penghakiman Allah? (Ingat, minggu lalu kita membahas
bahwa Roma memenuhi syarat sebagai Tanduk Kecil karena cacat yang ada dalam
pendekatannya terhadap dosa. Sejak asal mula zaman (bandingkan Daniel 8:10
dengan Wahyu 12:3-4) sang simbol Naga/Tanduk Kecil telah berdiri jauh dari
Allah, bukan bergantung pada Allah. Pengampunan atas dosa adalah hasil dari
mengakui dosa di hadapan Yesus dan oleh iman mengaplikasikan pengorbanan Yesus
ganti kita. Kita telah simpulkan bahwa semua agama “usaha” masuk dalam
simbolisme “Tanduk Kecil.” Jika dari Daniel 7 kita dapat menggambarkan secuil
saja dari kuasa dan kemurnian Allah, betapa arogan, dungu dan congkaknya
gagasan untuk berdiri di hadapan Allah Kudus dengan berlandaskan usaha kita!.)
3. Pembela/Pengantara Kita
1.
Baca Daniel 7:13-14.
Siapakah “seseorang seperti anak manusia” itu? (Yesus! Inilah Yesus setelah
kelahiran-Nya sebagai manusia sehingga Ia kini terlihat seperti kita.)
1.
Berlawanan dengan
Tanduk Kecil, bagaimana nasib Yesus di hadapan Allah Bapa yang murni, suci dan
maha kuasa? (Ia disambut. Ia memiliki atribut yang sama seperti Allah Bapa:
“kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja.”)
1.
Apakah ia “Orang” yang
saudara inginkan untuk menjadi wakil saudara di hadapan Allah di surga? Apakah
Ia yang saudara inginkan untuk berdiri di tempat saudara?
1.
Baca ulang Daniel 7:21-22.
Jika benar bahwa penghakiman ini dimulai sekitar tahun 1844 (dengan kata lain
di zaman modern dan bukan di zaman Antiokhus) dan berlangsung sebelum
Kedatangan Yesus yang Kedua Kali, bagaimana caranya Tanduk Kecil berperang
melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka? (Ia mengalahkan mereka dengan
menyingkirkan kepedulian mereka tentang penghakiman terakhir dan menyingkirkan
iman mereka terhadap Yesus sebagai Pengantara. Ia mengalahkan mereka saat ia
meyakinkan mereka bahwa mereka bisa berdiri sendirian di hadapan Allah.)
1.
Sobat, apakah perang
antara kebaikan dan kejahatan nampak samar dalam pandanganmu? Apakah
pengharapanmu akan Kedatangan Yesus yang Kedua Kali sudah menjadi hal yang
engkau telah singkirkan dari ingatanmu?
2.
Baca Daniel 7:24-25. Di
sini dibicarakan suatu periode waktu yang spesifik. Ingatkah saudara apa yang
telah kita pelajari tentang hal ini? (Dalam Pelajaran 4 dari seri pelajaran ini
kita telah mempelajari bahwa periode 3,5 tahun ini meliputi 1.260 hari. Di
bawah simbol “satu tahun = satu hari” yang telah kita pelajari, kita peroleh
angka 1.260 tahun.)
1.
Bagaimana kecocokan
1.260 tahun ini dengan gambaran kita tentang Tanduk Kecil yang berperang
melawan orang-orang kudus hingga saat Majelis Surgawi duduk bersidang dan
memberi kemenangan kepada orang-orang kudus? (Pertimbangkan dua kemungkinan
jawaban berikut. Sebuah Komentar Alkitab, Critical and Explanatory
merujuk kepada “1.260 tahun dari kepausan yang salah-atur” dan “penganiayaan.”
Ini dapat diartikan mulai tahun 529 TM. Komentar Alkitab ini juga menyebutkan
bahwa kekuatan sekuler gereja dimulaikan tahun 752 TM saat gereja mulai
menganugerahkan jabatan bagi penguasa Eropah. Jika periode 1.260 tahun kita
mulaikan pada tahun 752 TM, hal itu akan membawa kita tepat pada maka kini.)
1.
Jika saudara sepakat
dengan saya bahwa simbol dari “Tanduk Kecil” mencakup tidak hanya Roma, namun
kelompok agama manapun yang mengajarkan keselamatan oleh hal lain bukannya oleh
kebenaran Kristus, apakah kini umat Kristen sedang berperang dengan kekuatan
agama yang demikian?
3.
Baca Wahyu 16:13.
“Wajah” akrab yang mana yang nampak di sini? (Lagi-lagi sang naga!)
1.
Apa yang menyertainya?
(Katak, binatang dan nabi palsu.)
1.
Apakah para sahabat ini
juga merupakan simbol dari “tanduk kecil” yang bertemakan keselamatan oleh
usaha? (Levi de Paula Tavares, yang selama bertahun-tahun telah menerjemahkan
pelajaran ini ke dalam bahasa Portugis, menyebutkan bahwa “katak” mewakili
agama spiritualistis yang meyakini pemurnian berjenjang lewat sederetan
reinkarnasi. Saya meyakini bahwa “nabi palsu” itu adalah Islam – agama “usaha”
lainnya. Sekelompok “penganjur usaha” terlihat bergabung bersama.
4.
Sobat, terlihatkah
olehmu deretan kekuatan yang terakhir? Terlihatkah olehmu pilihan yang harus
engkau ambil? Penghakiman sedang berlangsung. Akankah engkau berdiri sendirian,
atas jasa baikmu sendiri, di hadapan Allah yang mengagumkan? Atau, akankah
engkau memilih Yesus sebagai wakilmu, penggantimu? Bagi saya, pilihannya adalah
“tidak mengandalkan kepintaran.” Saya memilih kasih karunia!