(Daniel 8, Ibrani 9)
Injil, Pemeriksaan dan Penghakiman: Pelajaran 11
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Jika saudara sedang membaca tulisan ini, berarti saudara masih tetap belajar bersama-sama dengan saya, walau sulit rasanya mempelajari beberapa detil dari nubuatan Daniel. Pekan lalu saya berjanji bahwa minggu ini kita akan pelajari mengapa penafsiran “Tanduk Kecil” yang tertulis dalam Daniel 7 & 8 dapat membawa pengaruh – apakah ia itu Antiokhus ataukah Roma. Mengapa kita sebagai umat Kristen harus peduli? Apa kaitannya dengan orang-orang yang hidup di masa kini? Mari selami dan temukan kenapa masalah ini membawa kita kepada inti injil dan bukti iman saudara!
1.
Sasaran Tanduk Kecil
1.
Baca Daniel 8:9-12. Apa
yang sedang diserang oleh “Tanduk Kecil?” (Kita telah temukan sebelumnya bahwa
pada tingkatan paling dasar tanduk itu menghancurkan bait suci Yahudi pada
tahun 70 TM.)
1.
Apa lagi yang diserang?
(Daniel 8:10 mengatakan bahwa tanduk itu mencapai langit dan “dari
bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi.”)
1.
Hal itu mengingatkan
kita kepada apa? (Baca Wahyu 12:3-4 dan Wahyu 12:7-9. Ini adalah gambaran
tentang Setan yang membawa sepertiga dari malaikat-malaikat turun ke bumi
bersama dengannya tatkala ia kalah bertarung lawan Allah.)
1.
Binatang seperti apa
yang digambarkan di sini? (Seekor naga bertanduk sepuluh.)
2.
WhBinatang seperti apa
yang digambarkan dala Daniel 7:19-20 (Sesuatu yang bisa berupa seekor naga
bertanduk sepuluh.)
2.
Mari kembali ke Daniel
8 dan baca ulang Daniel 8:11-12. Apa lagi yang dilakukan oleh Tanduk Kecil ini?
Siapakah “Panglima bala tentara langit” itu? (Panglima bala tentara langit
tentunya Yesus. Tanduk Kecil ini mengira dirinya merupakan pengganti Yesus.
Selanjutnya, serangan terhadap Yesus ini melibatkan bait suci.)
2.
Baca Daniel 8:13-14.
Bait suci mana yang kita sudah bahas sebelumnya yang dipulihkan (disucikan) di
sini? (Karena penentuan waktu (kesimpulan kita bahwa 2.300 hari itu simbolis
dan berarti 2.300 tahun), bait suci yang dimaksud tentunya bait suci di surga.)
2.
Aktivitas di Kaabah
1.
Ibrani 9:1-5 memberikan
gambaran tentang bilik yang Kudus dan bilik yang Maha Suci dari bait suci
Yahudi yang terdapat di atas bumi ini. Lanjutkan dengan membaca Ibrani 9:6-10.
Apa maksud dari bait suci Yahudi dan sistem upacara korbannya? (Itu adalah
“kiasan masa sekarang.”)
1.
Apakah saudara
merupakan bagian dari “masa sekarang?”
2.
Apa yang sedang
digambarkan kepada saudara (kita)? (1. “Jalan ke Tempat yang [Maha] Kudus” itu
belum “terbuka” selama bait suci Yahudi di bumi masih ada. 2. Sampai tibanya
waktu “pembaharuan” kata hati umat manusia belum benar-benar dibersihkan.)
1.
Bisakah saudara
meringkaskan dua pokok ini ke dalam satu kalimat? (Bait suci Yahudi di atas
bumi merupakan simbol, bukan realita, bagi jalan menuju pengampunan dosa.)
2.
Baca Ibrani 9:11-14.
Apakah realita “masa sekarang” bagi pengampunan dosa, dan di manakah realita
tersebut berlangsung? (Kabar baik bagi masa sekarang adalah bahwa Yesuslah
korban sesungguhnya dan Imam Besar sesungguhnya dan upaya pengampunan dosa yang
sesungguhnya diselenggarakan di bait suci asli yang berada di surga.)
3.
Baca Ibrani 9:15.
Apakah “perjanjian yang baru” itu? (Bahwa Yesus adalah “domba korban” yang
sempurna karena Ia telah menghidupkan suatu kehidupan yang sempurna, dan
kematianNya di kayu palang, jika kita menerima kematiannya sebagai korban
pengganti bagi dosa kita, betul-betul menghapuskan dosa kita. Kematiannya
mengangkat dosa saudara – semua dosa saudara!)
4.
Saudara, apakah engkau
menginginkan hal itu? Pengampunan sesungguhnya atas semua dosamu?
3.
Mengapa soal Antiokhus
jadi Perkara
1.
Ingat bahwa kita telah
pelajari bahwa Tanduk Kecil Daniel 7 dan 8 menyerang bait suci (Daniel 8:11-12,
menyerang Allah (Daniel 7:25; Daniel 8:10-11, 25) dan menyerang umat Allah
(Daniel 7:21; Daniel 8:12, 25). Jika Tanduk Kecil Daniel 7 dan 8 adalah
Antiokhus Epifanes, Raja Seleciud yang memerintah selama 11 tahun dari tahun
175 – 164 SM, bait suci yang mana yang diserangnya? (Bait suci di bumi.)
1.
Jika Tanduk Kecil itu
adalah Antiokhus, seberapa pentingkah hal itu bagi kita kini? (Tidak penting
sama sekali. Hanya merupakan catatan kaki mengenai seorang tokoh yang tak
seberapa penting dalam sejarah.)
2.
Jika Tanduk Kecil itu
adalah Roma (sebagaimana yang saya yakini) baik dalam fase kekafiran maupun
kepausannya, seberapa pentingkah hal itu bagi kita kini? (“Roma” masih ada
bersama kita.)
3.
Kembali saya ulangi
bahwa banyak dari kasus-kasus penting mengenai kebebasan beragama yang saya
tangani menyangkut pembelaan bagi orang Katolik. Saya menyukai fakta bahwa
Gereja Katolik bersikap tegas menentang aborsi dan kejahatan moral lainnya.
Namun, Gereja Katolik memiliki cacat yang serius dalam teologianya manakala
terkait dengan ihwal Yesus sebagai Perantara kita dalam Bait Suci Surgawi. Di
manakah cacatnya? (Menurut saya adalah wajar jika disebutkan bahwa gagasan
tentang pengakuan dosa di hadapan manusia, gagasan tentang Maria yang dianggap
sebagai perantara, merupakan serangan terhadap peranan Yesus sebagai Imam Besar
yang mengantarai kita dalam bait suci di surga. Roma juga memiliki sejarah
menyedihkan dalam penganiayaannya terhadap orang-orang kudus.)
4.
Tanduk Kecil itu tak pelak
lagi merupakan simbol. Jika ia menjadi simbol dari kekuatan yang menyerang
Allah, umat-Nya, dan peran Yesus sebagai Korban, Imam Besar dan Perantara di
bait suci surgawi, apakah sekarang ini ada kekuatan lain yang memenuhi syarat
sebagai “tanduk-tanduk kecil?” (Keyakinan agama apapun yang mereduksi
pembenaran oleh iman, yang mereduksi pengampunan dosa oleh iman dalam Kristus
semata, yang menjabarkan jalan lain menuju surga bukannya melalui Yesus Imam
Besar kita, adalah suatu kekuatan Tanduk Kecil!)
1.
Bisakah saudara
sebutkan beberapa dari antaranya? (Islam, semua agama berdasarkan “usaha” dari
Timur, Yudaisme tanpa Mesias – kesemuanya ini menjabarkan jalan menuju
keselamatan tanpa Yesus. Keselamatan oleh kasih karunia semata tidak ada pada
mereka. Sesungguhnya, banyak gereja yang mengajarkan kasih karunia namun sayang
banyak dari anggotanya meyakini bahwa mereka diselamatkan oleh usaha mereka.
Jika saudara meyakini bahwa saudara diselamatkan oleh usaha saudara, saudara
sedang berdiri di bawah panji Tanduk Kecil oleh karena keyakinan saudara
merupakan sebuah serangan terhadap pekerjaan pengantaraan dari Yesus.)
2.
Bagaimana dengan
humanisme modern? Apakah cocok dalam simbolisme Tanduk Kecil? (Sepenuhnya
demikian. “Iman” dari humanis sekuler adalah bahwa merekalah alah. Tidak ada
alah yang lebih tinggi dari seorang pribadi. Mereka berhak melaksanakan
penghakiman mereka sendiri atas apa yang benar dan apa yang salah. Sedikit
sekali toleransi mereka terhadap orang Kristen yang meyakini Alkitab. Apakah
ini bukan merupakan “serangan” terhadap Allah, kebenaran oleh iman, dan
orang-orang kudus?)
2.
Kita telah tetapkan
sebelumnya dalam seri pelajaran ini bahwa “menjumlahkah angka-angka” dari
nubuatan Daniel dengan menggunakan simbol satu hari = satu tahun meramalkan
bahwa Yesus adalah Mesias, meramalkan kematian-Nya, meramalkan tersebarnya
injil kepada orang-orang bukan Yahudi dan meramalkan kehancuran bait suci
Yahudi di atas bumi. Kita juga menjumlahkan angka-angka ini dan menemukan bahwa
angka-angka tersebut berujung pada tahun 1844 atau, kemungkinan, beberapa saat
setelahnya. Baca Ibrani 9:23. Apakah bait suci di surga sudah disucikan? (Ayat
ini mengatakan “haruslah,” dengan menggunakan “persembahan-persembahan yang
lebih baik.”)
1.
Baca Ibrani 9:24-26.
Kapan Yesus memasuki bait suci disurga untuk menghapuskan dosa-dosa kita?
(“Pada zaman akhir.”)
2.
Baca Ibrani 9:27-28.
Apa yang terjadi setelah Yesus menghapus dosa kita? (Ia kembali datang untuk
membawa kita ke surga bersama-Nya.)
3.
Sobat, pekabaran
tentang Tanduk Kecil dan serangannya atas bait suci merupakan pekabaran untuk
masa kini – bukan catatan kaki berdebu dalam sejarah. Orang-orang kudus di masa
kini sedang dikepung dari segala sisi oleh sistem-sistem keyakinan yang
menyerang prinsip kebenaran oleh kasih karunia semata. Pekabaran “1844”
menyatakan bahwa kita diselamatkan oleh iman semata. Yesus sementara bekerja
mewakili kita dalam bait suci di surga. Ada penghakiman yang akan dilakukan
oleh Yesus, di mana kita hanya bisa diselamatkan oleh iman dalam Dia. Manakala Ia
telah menyelesaikan penghakiman tersebut, Ia akan “menyatakan diri-Nya sekali
lagi” untuk “menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”
(Ibrani 9:28) Apakah engkau berada di antara orang-orang yang menantikan-Nya?
Atau, apakah engkau bersekutu dengan Tanduk Kecil itu: falsafah agama bahwa
keselamatan berasal dari jalan lain, bukan lewat Kristus semata?
4. Pekan depan: Penghakiman Pra-Advent.