(Daniel 8 & 9, Yeremia 29)
Injil, Pemeriksaan dan Penghakiman: Pelajaran 9
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Saudara benci menunggu? Isteri saya seorang guru, dan minggu lalu saya putuskan untuk pergi bersamanya ke konvensi nasional para guru. Kami tiba di bandara pagi-pagi sekali dan saya kaget melihat betapa penuhnya bandara dengan orang-orang yang akan bepergian – sekali pun hari itu hari Minggu. Saya berjalan menuju ke deretan mesin “layanan mandiri” pelaporan keberangkatan [“self-service” check in machines] yang biasa saya gunakan, namun seorang petugas dari perusahan penerbangan menyuruh kami untuk berdiri dalam antrian yang panjang. Kami melakukan apa yang dikatakannya. Saya memperhatikan antrian kami dan saya ragu apakah kami bisa naik pesawat tepat waktu. Saya putuskan untuk bertindak berdasarkan pertimbangan saya sendiri alih-alih menuruti arahan petugas tersebut. Saya tinggalkan istri saya dalam antrian, dan dalam tempo kurang dari lima menit kami berdua sudah mendapatkan pas naik pesawat [boarding pas] yang dikeluarkan oleh salah satu dari mesin-mesin tadi. Tak lama kemudian kami pun berangkat. Kasihan Daniel, dalam kasus yang dihadapinya kita telah simpulkan bahwa apa yang disebutkan sebagai hari sebenarnya berarti tahun! Apakah kita seperti petugas dari perusahaan penerbangan yang menciptakan penundaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi? Mari kita simak kembali masalah ini pekan ini!
1.
Pembuangan
1.
Baca Daniel 9:1-3.
Kapan Daniel melayangkan doanya? (Pada tahun pertama pemerintahan Raja Darius. The
Bible Knowledge Commentary menyebut tahun 539 TM – 66 tahun setelah Daniel
dibuang.)
2.
Apa yang sedang Daniel
doakan? (Baca Yeremia 29:10. Daniel sementara mendoakan nubuatan Yeremia yang
menyebutkan bahwa pengrusakan Yerusalem dan penawanan bangsa Yahudi hanya akan
berlangsung selama 70 tahun. Karena Daniel kini sudah 66 tahun dalam
pembuangan, dapatlah dimengerti mengapa ia mendoakan topik ini.)
1.
Menurut saudara
bagaimana pemahaman Dainiel akan 70 tahun ini? Apakah tahun harfiah? (Jika
Daniel pikir tahun-tahun ini bukanlah tahun harfiah maka ia tidak akan dengan
tekun mendoakan penggenapannya. Ia akan membayangkan suatu saat di masa datang
yang masih jauh – jauh melampaui masa hidupnya.)
2.
Kekonsistenan
Hari-Tahun
1.
Baca Daniel 9:24. Saat
mempelajari ayat ini dua pekan silam (Pelajaran 7), kita telah simpulkan
bahwa tujuh puluh kali “tujuh” (minggu) tidak berarti minggu harfiah. Mengapa
demikian?
1.
Bagaimana saudara bisa
begitu tidak konsisten? Saat Daniel menulis dalam Daniel 9:2 tentang tujuh
puluh tahun, saudara pikir ini adalah waktu harfiah. Beberapa ayat kemudian
saat ia menulis dalam Daniel 9:24 mengenai tujuh puluh minggu, tiba-tiba
saudara pikir ia sedang membicarakan tahun simbolis?
2.
Bukankah kekonsistenan
harus diutamakan? Bukankah kita perlu menggunakan akal sehat sewaktu
mempelajari Alkitab?
2.
Mari simak ayat-ayat
berikut ini dan lihat apakah ada alasan bagi ketidak-konsistenan kita.
3.
Yeremia 29
1.
Baca Yeremia 29:1-3.
Kepada siapakah Yeremia menuliskan suratnya? (Semua bangsa Yahudi dalam
pembuangan. Para pemimpin dan orang-orang biasa.)
1.
Apakah yang dirasakan
oleh para penerima surat tersebut? (Di satu sisi mereka mungkin gembira karena
tetap hidup, karena mereka adalah “orang-orang yang bertahan.” Di lain sisi,
sangatlah buruk rasanya menjadi orang buangan di mana kehidupan tidak akan sama
dengan sebelumnya.)
2.
Baca Yeremia 29:4.
Gagasan siapa yang menyebabkan mereka menjadi tawanan di negeri asing? (Alkitab
Terjemahan Lama menyebutkan “…yang Kusuruh pindahkan dari Yeruzalem ke Babil.”
Adalah Allah – Allah mereka! – yang menjadi penggagasnya.)
1.
Bagaimana perasaan
mereka tatkala mereka mengetahui hal [bahwa Allah yang menjadi penggagas]
tersebut?
3.
Baca Yeremia 29:5-6.
Berapa lama mereka akan berada dalam pembuangan sebagaimana yang tersirat dalam
ayat-ayat ini? Apakah hanya sementara?
4.
Baca Yeremia 29:7.
Sementara hidup sebagai tawanan, bagaimana sikap yang harus mereka tunjukkan?
(Mereka haruslah menjadi warga yang baik, dan harus mendoakan pihak yang
menawan mereka.)
1.
Mengapa? (Karena
kesejahteraan mereka bergantung pada kesejahteraan bangsa Babilon.)
5.
Baca Yeremia 29:8-9.
Pekabaran apa yang dibawa oleh nabi-nabi palsu ini? (Tidak disebutkan dalam
ayat-ayat ini, namun dapat disimpulkan bahwa nabi-nabi palsu ini menyebutkan
bahwa bangsa Israel akan segera kembali ke tanah asal mereka. Masa penawanan
mereka akan berlangsung singkat saja.)
6.
Secara keseluruhan,
kesimpulan apa yang bisa ditarik dari perintah yang terkandung dalam surat
Yeremia atas nama “TUHAN semesta alam, Allah Israel?” (Masa tinggal mereka akan
panjang. Mereka sebaiknya menata hidup mereka agar nyaman dan berkecukupan,
melanjutkan hidup mereka, dan melakukan yang terbaik. Cucu-cucu mereka akan
lahir di negeri baru ini.)
1.
Pernahkah saudara
melihat orang yang tidak dapat mengatasi masalah atau tragedi dalam hidup dan
tidak sanggup melanjutkan hidupnya? (Allah memberitahu umatNya bahwa inilah
kenyataan baru yang mereka harus hadapi dan mereka seharusnya melanjutkan saja
hidup mereka.)
7.
Baca Yeremia 29:10-11.
Apa yang Allah janjikan? (Bahwa dalam kurun 70 tahun Ia akan membawa mereka
pulang ke rumah. Kepada mereka Allah janjikan pengharapan dan masa depan.)
8.
Baca Yeremia 29:12-14.
Apa yang perlu dilakukan oleh bangsa Israel? (Sementara periode 70 tahun
mendekati akhir, mereka harus berdoa agar Allah memulangkan mereka.)
1.
Ini merupakan misteri
yang perlu kita selidiki. Bertahun-tahun yang lampau seorang wanita di kelas
saya bertanya, “Jika Allah mengetahui masa depan, jika Ia tahu apa yang akan Ia
perbuat, dan Ia melakukan apa yang terbaik bagi kita, mengapa kita perlu berdoa
agar Ia bertindak?”
2.
Di sini, Allah
menjanjikan bahwa dalam 70 tahun Ia akan membawa mereka pulang ke rumah, jadi
mengapa mereka perlu mendoakan agar Ia melakukan apa yang Ia telah janjikan?
(Mereka berada dalam pembuangan sebagai reaksi Allah atas dosa-dosa mereka.
Allah ingin bermitra dengan umatNya. Apa yang kita lakukan membawa perbedaan
bagi Allah. Allah berkata bahwa Ia mendengarkan, jadi doa kita pastilah
menimbulkan pengaruh yang membawa manfaat. Jika doa-doa kita tidak mengubah
Allah, kitalah yang setidaknya akan berubah.)
9.
Tengok kembali Yeremia
29:10. Apakah ada alasan untuk meyakini bahwa ini adalah tahun harfiah, lawan
dari tahun simbolis? (Tak satupun dalam situasi ini yang nampaknya simbolis.
Allah berkata bahwa Ia akan “memperhatikan kamu” dan “menepati janji-Ku itu
kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.” Jelas tidak semua orang akan
bertahan hidup selama 70 tahun, tapi Allah seolah sedang berbicara secara
pribadi kepada orang Israel. Masuk akal jika kita memahami bahwa yang
dibicarakan di sini adalah tahun harfiah. “Petunjuk” lainnya adalah bahwa Allah
memerintahkan (Yeremia 29:6) mereka untuk menikah dan memiliki anak-anak supaya
anak-anak mereka ini bisa memperoleh anak-anak. Tiga generasi ini konsisten
dengan periode 70 tahun harfiah.)
4.
Daniel 9
1.
Baca Daniel 9:20-23.
Daniel, sebagaimana diinstruksikan Allah dalam Yeremia 29:12-14, sementara
mendoakan agar Allah mendengar dan membawa mereka keluar dari penawanan.
Menurut Gabriel, kedatangannya tersebut membawa apa kepada Daniel? (Akal budi
dan pengertian.)
1.
Akal budi dan
pengertian tentang apa? (Pada tingkatan sangat mendasar, adalah tentang topik
pulang ke rumah. Namun, lebih khusus lagi, adalah tentang (Daniel 9:23
“penglihatan itu!”)
1.
Penglihatan apa yang
dimaksud? (Baca Daniel 8:26-27. Penglihatan yang telah membuat Daniel
terguncang, penglihatan yang ia tidak pahami, adalah penglihatan “tentang
petang dan pagi itu.” Jadi penglihatan yang dimaksud adalah penglihatan yang ia
tuliskan sebelumnya.)
2.
Secara cepat
pelajarilah kembali Daniel 8:1-14. Adakah di antaranya yang berkonotasi harfiah
dalam pemandangan saudara? (Tidak. Semua ini adalah simbol. Domba jantan,
kambing jantan, tanduk, semuanya jelas merupakan simbol. Pada akhir dari
ayat-ayat ini kita baca bahwa ada 2.300 petang, lalu kemudian sesuatu akan
terjadi atas kaabah. Konteks dari periode waktu ini seluruhnya merupakan
simbol, bukan harfiah.)
3.
Sejauh ini apakah
saudara masih mengikuti saya? Daniel telah membaca nubuatan harfiah yang
tercantum dalam Yeremia 29, ia berdoa sebagaimana diperintahkan, Gabriel datang
dan menunjuk kepada penglihatan simbolis, yang jelas merujuk kepada penglihatan
2.300 hari dalam Daniel 8. Kita akan beranjak ke Daniel 9 dan mempelajari
penjelasan Gabriel selanjutnya. Baca Daniel 9:23-29.
1.
Sebagian dari
konteksnya adalah harfiah. (Janji untuk kembali dalam 70 tahun.) Sebagian
lainnya simbolis (Nubuatan 2.300 “petang dan pagi.”) Dengan menggunakan
pendekatan kontekstual yang masuk akal yang kita sudah pelajari sejauh ini,
apakah 70 kali “tujuh” (70 minggu) harus diperlakukan sebagai waktu harfiah
atau waktu simbolis? (Penglihatan dalam Daniel 8 harus dipahami sebagai simbol.
70 minggu secara harfiah adalah setahun lebih sedikit. Pekabaran Gabriel, jika
waktu harfiah yang dimaksud, mengatakan bahwa kaabah akan dibangun kembali
dalam tempo kurang dari dua tahun setelah keluarnya perintah untuk membangun
kembali, Mesias akan datang dan dibunuh dalam periode dua tahun yang sama itu.
Selama masa dua tahun yang sama tersebut kaabah akan dihancurkan dan tibalah
zaman akhir. Dua tahun yang sarat aksi! Waktu harfiah tidaklah masuk akal.
Sewaktu mendiskusikan Pelajaran 7 dari seri pelajaran ini (“70 Minggu”), jika
kita menggunakan waktu simbolis (satu hari = satu tahun) maka periode waktunya
sangat sempurna dalam menyatakan kedatangan Yesus.)
4.
Hal terakhir yang masih
“menggantung.” Darimana saudara memperoleh gagasan bahwa satu hari nubuatan
sama dengan satu tahun? Mengapa tidak sama dengan satu bulan? Satu dekade? Atau
satu rentang waktu yang tak terbatas? (Easton’s Bible Dictionary merujuk
kepada fakta bahwa Daniel 9:24 “biasanya diinterpretasikan berdasarkan teori
‘hari-tahun.’” Kita dapat membaca tentang konsep hari = tahun ini dalam
Yehezkiel 4:4-6 dan Bilangan 14:34.)
5.
Sobat, saat engkau
mempelajari Alkitab dan membaca tentang periode waktu, apakah menurutmu engkau
sudah diperlengkapi dengan kesanggupan untuk menentukan apakah waktu harfiah
atau waktu simbolis yang dimaksud?
5. Pekan depan: Roma dan Antiokhus.