Tahun 1844
Disederhanakan (Nubuatan 2.300 Hari)
(Daniel 8)
Injil, Pemeriksaan
dan Penghakiman: Pelajaran 8
Copr. 2006, Bruce
N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974
Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di
dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat
peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Pekan
lalu kita telah mempelajari salah satu nubuatan paling penting dari Alkitab.
Kita pelajari, dari Daniel 9:22-27, bahwa tanggal-tanggal spesifik kedatangan
Yesus sang Mesias telah disingkap beratus-ratus tahun sebelumnya lewat pekabaran
yang dibawa oleh Gabriel kepada Daniel. Sejauh yang saya tahu, ini merupakan
pekabaran paling penting dari buku Daniel. Kepada umatNya Allah mengungkap
tidak hanya rincian dari lintasan sejarah, Ia juga mengungkap saat kedatangan
PutraNya. Tentu saja kita juga telah mempelajari sejumlah hal penting lainnya.
Kita pelajari bahwa kaabah akan dibangun kembali dan kemudian kembali
dihancurkan. Kita pelajari bahwa injil yang tadinya adalah pekabaran yang
ditujukan bagi orang Yahudi kini telah menjadi pekabaran bagi kita semua.
Namun, ada juga beberapa hal yang “menggantung.” (Hal demikian sering terjadi,
bukan?) Satu pertanyaan yang belum terjawab adalah tentang arti 2.300 hari
dalam Daniel 8:14. Kita akan gali kitab Daniel untuk temukan rahasia-rahasia lainnya
yang Allah telah ungkapkan bagi kita di masa kini!
- Kaabah
- Baca Daniel
8:13-14. Tempatkan diri saudara pada posisi Daniel. Jika saudara memiliki
“daftar-keinginan” berisikan beberapa hal yang saudara impikan di masa
depan, kira-kira apa yang tercantum di sana? (Ingat bahwa Daniel telah
diambil dari negerinya saat usianya masih sangat muda. Ia tentu ingin
pulang ke negeri asalnya, tanah Yehuda .)
- Kira-kira apa
yang muncul dalam benak Daniel manakala dalam mimpinya disebutkan
tentang tempat kudus? (Pastilah Daniel terpikir tentang tempat kudus
(kaabah) yang dulu didirikan oleh Salomo. Lihat 1 Tawarikh 22:17-19.)
- Apakah kaabah
yang Salomo dirikan masih ada saat Daniel mendapatkan penglihatan?
(Tidak. Orang-orang Babilon telah menghancurkan Yerusalem beserta kaabah
Salomo. Ini merupakan sebagian dari tragedi yang dialami Daniel pada
masa mudanya. Ia dibawa sebagai tawanan, dan institusi-institusi penting
di negerinya dihancurkan, termasuk dalamnya Yerusalem dan kaabah Salomo
yang menjadi pusat peribadatan bangsa Yahudi.)
- Tatkala Daniel
mendengar bahwa tempat kudus akan “dipulihkan”, secara logis kira-kira
apa yang menurutnya akan terjadi? (Masuk akal jika yang pertama-tama
muncul dalam pemikirannya adalah bahwa kaabah Salomo akan dibangun
kembali. Penglihatan tentang hari depan ini bisa jadi merupakan salah
satu hal yang paling didambakan Daniel – bahwa pusat peribadatan bangsa
Yahudi akan segera difungsikan kembali.)
- Kemungkinan
lain apa yang mungkin timbul dalam benak Daniel saat ia mendengar
tentang kaabah yang dipulihkan? (Baca Mazmur 102:20, Keluaran 25:8-9 dan
Ibrani 8:1-5. Semula kepada Musa telah diberikan “contoh” agar tempat
kudus di padang belantara dibangun serupa dengan tempat kudus di surga.
Salomo kemudian membangun tempat kudus dalam versi permanen untuk
menyimpan tabut Allah serta untuk melanjutkan ibadah dan upacara korban.
Yang telah dihancurkan di bumi hanyalah duplikat. Tempat suci surgawi
yang orisinil masih tetap ada. Karena tempat kudus di bumi telah
dihancurkan, bisa saja Daniel berpendapat bahwa pemulihan ini ada
kaitannya dengan tempat kudus di surga.)
- Apa kerangka
waktu yang diberikan bagi pemulihan tempat kudus? (2.300 hari.)
- Kita mundur
sejenak untuk membaca konteks 2.300 hari dari Daniel 8:14. Baca Daniel
8:9-13. Menurut saudara tempat kudus yang mana yang sedang digambarkan
dalam ayat-ayat ini? (Dalam pelajaran 5 dari seri pelajaran ini (tentang
Daniel 8), kita telah simpulkan bahwa “tanduk” ini adalah fase Kekafiran
dan Kepausan dari Roma. Dengan demikian, inilah tempat kudus yang akan
dipulihkan yang dijanjikan kepada Daniel.)
- Jika hal ini
benar adanya, mungkinkah Gabriel sedang membicarakan 2.300 hari secara
harfiah – yakni enam tahun lebih sedikit? (Tidak. Ini mestinya merupakan
hari simbolis (artinya satu hari sama dengan satu tahun), bukan hari
harfiah. Kita ketahui bahwa Roma berumur panjang.)
- Baca Daniel
8:19-26. Ini merupakan penjelasan yang diberikan oleh Gabriel tentang
“penglihatan akan petang dan pagi itu” dan katanya hal tersebut
berkenaan dengan “masa depan yang masih jauh.” Apakah ada kemungkinan
bahwa 2.300 hari merupakah hari harfiah? (Saya tidak melihat adanya
kemungkinan ini!)
- Jadi, apa yang
terjadi di ujung 2.300 hari ini? Apa artinya pemulihan kaabah? Kaabah
mana yang sementara kita bicarakan? Apakah kejadian ini merupakan akhir
dunia?
- Kita yang hidup
di abad 21 ini mengetahui bahwa kaabah di Yerusalem kemudian telah
dibangun kembali dan selama beratus-ratus tahun bangsa Yahudi
menyelenggarakan korban harian dan beribadah kepada Allah di kaabah itu.
Kita juga tahu bahwa pada tahun 70 TM bangsa Roma menghancurkan kaabah
tersebut. Berdasarkan apa yang kita tahu, menurut saudara kaabah mana
yang dirujuk dalam Daniel 8:14? (Baca Daniel 8:17. Karena ini merupakan
penglihatan mengenai “akhir zaman,” dan karena kita ketahui bahwa kaabah
di bumi telah dihancurkan hampir 2.000 tahun yang lampau, maka secara
logis hanya tinggal kaabah disurga yang bisa menjadi tema dari
penglihatan ini.)
- Apakah saudara
bisa memberikan argumen bahwa penglihatan tersebut bisa saja merujuk
pada kaabah yang sekali lagi akan dibangun kembali di Yerusalem sebelum
akhir dunia? (Argumen seperti itu akan mengingkari bahwa Yesus adalah
sang Mesias, akan mengingkari pelayanan Yesus sebagai Imam Besar di
surga sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Ibrani. Jika bangsa Yahudi
membangun kembali sebuah kaabah di Yerusalem, hal itu dimaksudkan untuk
melanjutkan sistem upacara korban yang sama yang telah Yesus genapi oleh
kehidupan dan kematianNya.)
- Baca Ibrani
9:8-12. Apa yang terkandung di sini soal kemungkinan adanya pembangunan
sebuah kaabah baru di Yerusalem? (Buku Ibrani mengatakan bahwa kaabah
di bumi merupakan ilustrasi sekaligus halangan bagi pekerjaan yang
Yesus lakukan untuk kita di surga. Gagasan bahwa pada suatu waktu
kaabah di bumi akan dibangun kembali sebelum Kedatangan Yesus kali
Kedua benar-benar bertentangan dengan kitab Ibrani dan seluruh konsep
bahwa simbol pelayanan tempat kudus telah digenapi oleh Yesus.)
- Berdasarkan
atas apa yang kita ketahui tentang sejarah dan pemahaman kita akan injil,
kesimpulan yang masuk akal adalah bahwa kaabah yang akan dipulihkan
(dibersihkan) adalah kaabah surgawi.
- Hakekat dari
Pembersihan
- Jika Daniel
8:14 adalah tentang pemulihan (pembersihan) kaabah di surga, pertanyaan
logisnya adalah, “Mengapa perlu dibersihkan?”
- Baca Imamat
16:32-34. Ketiga ayat ini menggambarkan dalam bentuk ringkas sebuah
peristiwa tahunan yang diadakan bagi bangsa Yahudi. Peristiwa apakah ini?
(Sepanjang tahun orang-orang akan datang ke kaabah untuk mempersembahkan
hewan bagi pengampunan dosa-dosa mereka. Secara simbolis, darah yang
tercurah dari binatang tersebut memindahkan dosa dari orang ke kaabah.
Kemudian sekali setahun, pada Hari Raya Pendamaian, kaabah itu sendiri
dibersihkan dari semua dosa-dosa yang telah terakumulasi sepanjang tahun.
Pada hari tersebut Imam Besar masuk ke dalam Tempat Maha Kudus di
kaabah.)
- Bagaimana
dengan dosa orang-orang Israel. Apakah sudah ditangani sepenuhnya selama
tahun berjalan? (Baca Imamat 16:29-30. Tampaknya bahwa pembersihan kaabah
pada Hari Raya Pendamaian merupakan babak terakhir pemindahan dosa dari
orang Israel.)
- Karena kaabah
di bumi mengambil pola kaabah di surga, menurut saudara apakah di surga
ada kegiatan serupa? Jika ya, kegiatan apa? (Menurut ayat dalam buku
Ibrani yang kita baca sebelumnya (Ibrani 9:11-12), Yesuslah korban di
kaabah surgawi. Ia juga merupakan Imam Besar yang masuk ke dalam Tempat
Maha Kudus.)
- Manakala
Daniel 8:14 mengatakan bahwa tempat kudus akan dipulihkan (dibersihkan)
apakah itu berarti bahwa setelah periode 2.300 hari akan berlangsung
Hari Raya Pendamaian di surga? (Sepertinya itulah yang dimaksud. Karena
tempat kudus yang dimaksud bukan kaabah di bumi, pastilah yang dimaksud
adalah kaabah di surga. Kitab Ibrani mengatakan bahwa Yesus akan masuk kedalam
Tempat Maha Kudus di kaabah surgawi – jadi masuk akal jika pengertian
ini yang dimaksud dalam Daniel 8:14.)
- Arti Hari Raya
Pendamaian
- Kita ulangi
sejenak. Tempat kudus yang disebut dalam Daniel 8:14 adalah kaabah
surgawi. Arti historis dari pembersihan kaabah adalah Hari Raya
Pendamaian. Jadi, pertanyaan selanjutnya adalah apa kira-kira arti Hari
Raya Pendamaian di surga? Baca Daniel 8:26-27. Apakah Daniel mengerti apa
yang dimaksud dengan pemulihan tempat kudus di surga?
- Perhatikan
bahwa ayat 27 mengatakan bahwa Daniel tidak memahami penglihatan
tersebut. Apakah Daniel sama sekali memahaminya? (Ini merupakan
penglihatan tentang Domba Jantan/Kambing Jantan/Tanduk yang tercantum
dalam paruh pertama Daniel 8. Gabriel memberitahu Daniel tentang arti Domba
Jantan dan Kambing Jantan. Hanya mengenai tanduk dan 2.300 hari yang
tidak dijelaskan secara spesifik. Karena Daniel menyebutnya (ayat 26)
“penglihatan tentang petang dan pagi” maka pastilah 2.300 hari ini yang
teramat spesifik menimbulkan misteri.)
- Menurut
saudara Hari Raya Pendamaian di surga menggambarkan apa? Apakah awal
penghakiman? Akhir penghakiman? Kedatangan Yesus kali Kedua?
- Dalam upaya
memecahkan misteri ini, alangkah baiknya jika kita mengetahui kapan 2.300
tahun ini berakhir. Apa yang perlu kita ketahui agar bisa menentukannya?
(Kapan periode waktu tersebut dimulai.)
- Apakah Daniel
8 menyebutkan kapan periode 2.300 tahun itu dimulai? (Tidak.
Sesungguhnya, Daniel 8:26 seperti mengatakan bahwa rinciannya untuk saat
ini “dimeteraikan” dahulu.)
- Kita baca ulang
apa yang telah kita pelajari pekan lalu: Daniel 9:25-27. Sangat sukar
untuk menetapkan tanggal-tanggal dari sini. Apakah sepertinya ini
membicarakan tema yang sama? (Ya. Saya sangat yakin bahwa Daniel tidak
mengetahui kaabah apa yang sedang Gabriel bicarakan. Namun kembali kita
dihadapkan pada tema tentang masa depan kaabah serta “pemusnahan”-nya.)
- Coba kita
berasumsi – asumsi yang masuk akal – bahwa pekabaran Gabriel tentang
“Tujuh-puluh Minggu” dalam Daniel 9 merupakan jawaban lebih lanjut dan
penjelasan atas pekabaran Gabriel dalam Daniel 8. Karena pekan lalu kita
telah simpulkan bahwa tujuh-puluh minggu tersebut dimulai pada tahun 457
SM, kapan akhir dari 2.300 tahun? (Tahun 1844 TM. Judul pelajaran kita
adalah “Tahun 1844 Disederhanakan.” Hitungan matematisnya memang
sederhana, namun saya sangat tidak yakin bahwa aspek-aspek lainnya juga
sederhana!)
- Jika kita benar
dalam upaya kita mengaitkan kedua nubuatan ini dan mengatakan bahwa
keduanya berawal pada tahun 457 SM, apa yang ditegaskan olehnya mengenai
pertanyaan sebelumnya tentang hakekat dari pembersihan kaabah, Hari Raya
Pendamaian ini? (Bukan berarti akhir dunia – kecuali Allah semata menunda
kedatanganNya. Kita ketahui dari kesejajaran dalam
penglihatan-penglihatan yang telah kita pelajari bahwa akhir dunia
diawali dengan penghakiman orang-orang kudus dan diakhiri dengan
Kedatangan Yesus kali Kedua. Secara historis penghakiman dan
“penyelesaian” dosa terjadi pada Hari Raya Pendamaian.)
- Reaksi apa yang
seharusnya ditunjukkan oleh umat Kristen terhadap nubuatan ini?
(Pekabaran ini penting, dibawa oleh Gabriel langsung dari tahta Allah.
Pekabaran ini dapat dipercaya – karena semua nubuatan lainnya yang
diberikan kepada Daniel telah terjadi. Apakah tahun 1844 dulu ditargetkan
sebagai tahun Kedatangan Yesus kali Kedua, atau apakah tahun itu saat
penghakiman terakhir dimulaikan, haruslah kita simpulkan bahwa Kedatangan
Yesus kali Kedua sudah dekat. Sesuatu yang sangat penting sedang
berlangsung di surga dan peristiwa tersebut terkait dengan Mesias kita
yang sementara membawa dosa pada penyelesaian akhirnya.)
- Sobat, siapkah
engkau menghadapi penghakiman? Menghadapi Kedatangan Kedua? Apakah engkau
sedang menanti kedatangan Juruselamatmu?
- Pekan depan:
Prinsip Hari-Tahun