(Daniel 9:1-23)
Injil, Pemeriksaan dan Penghakiman: Pelajaran 6
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Daniel kini sudah tua. Sebagian besar hidupnya dihabiskan sebagai tawanan di negeri asing. Ia sangat mendambakan agar negerinya dan Kaabah Allah dapat dibangun kembali supaya bangsa Yahudi dapat pulang ke negerinya dan kembali beribadah kepada Allah sebagaimana mestinya. Dengan berbekalkan latar belakang ini, mari selami pelajaran kita tentang Daniel 9!
1.
Doa
1.
Baca Daniel 9:1-3.
Kapankah Daniel melayangkan doanya? (Pada tahun pertama pemerintahan Raja
Darius. The Bible Knowledge Commentary menyebut tahun 539 SM – 66 tahun
setelah pembuangan Daniel.)
1.
Apakah saudara ingat
akan Darius? (Baca Daniel 5:30-6:1. Darius, orang Media, menggantikan Belsyazar
sebagai penguasa tatkala Media-Persia mengalahkan Babilon. Ini menyatakan bahwa
doa Daniel dilayangkan setelah khayalnya yang ditulis dalam pasal 8. Bandingkan
Daniel 8:1)
2.
Apa yang didoakan
Daniel? (Daniel mendoakan nubuatan Yeremia (Yeremia 29:10) yang menyebutkan
bahwa pengrusakan Yerusalem dan penawanan bangsa Yahudi hanya akan berlangsung
selama 70 tahun. Karena Daniel telah berada dalam pembuangan selama 66 tahun,
dapatlah dimengerti mengapa ia mendoakan topik ini.)
2.
Baca Daniel 9:4-6. Apa
yang membuat umat Allah terjerumus ke dalam masalah?
1.
Apa kata Daniel tentang
umat Allah dan nubuatan? (Daniel mengatakan bahwa umat Allah memiliki sikap
memberontak. Mereka menunjukkan sikap demikian dengan bertindak tidak patuh
terhadap Allah. Lebih lanjut lagi, mereka tidak mendengarkan Allah – ini
ditunjukkan oleh fakta bahwa mereka mengabaikan nabi-nabiNya.)
2.
Mengapa sikap umat
Allah merupakan hal yang sangat penting? (Daniel mengatakan bahwa Allah
memegang perjanjian kasih setiaNya dengan orang-orang yang mengasihi dan taat
kepadaNya. Barangkali Daniel kuatir Allah tidak akan membawa umatNya pulang ke
negeri mereka setelah 70 tahun jika mereka tidak bertindak sejalan dengan
kehendak Allah.)
3.
Baca Daniel 9:11-13.
Apa yang Musa tuliskan dan telah digenapi terkait dengan Yerusalem? (Dalam
Ulangan 28 Musa menuliskan bahwa jikalau umat Allah setia mereka akan
diberkati. Jika tidak setia, hal buruk akan menimpa mereka. Daniel menuliskan
bahwa umat Allah telah memperoleh apa yang pantas mereka dapatkan.)
1.
Apakah prinsip yang
tercantum dalam Ulangan 28 masih berlaku pada masa kini?
4.
Baca Daniel 9:14. Apa
yang menjadi kabar buruknya? (Bahwa bagaimanapun juga umat Allah tetap saja
tidak belajar dari kesalahan mereka.)
5.
Baca Daniel 9:15-16.
Fakta historis apa yang Daniel jadikan sebagai rujukan? (Eksodus -- Keluarnya
bangsa Israel dari Mesir.)
1.
Mengapa ia merujuk
kepada Eksodus? (Menunjukkan bahwa di waktu lampau Allah mau melepaskan umatNya
dari perhambaan. Bahkan orang-orang yang tidak berpaling kembali padaNya pun
dilepaskan. Allah menunjukkan kemurahan dan kasih kepada orang-orang yang suka
memberontak. Oleh karena itu, Daniel mengutarakan bahwa Allah perlu mengulangi
hal yang sama kepada umatNya yang sedang ditawan di Media-Persia.)
6.
Baca Daniel 9:17-19.
Atas dasar apa Daniel memohon agar Allah memperhatikan dan melakukan sesuatu
terkait janjiNya terhadap Yerusalem? (Daniel 9:17: Karena Daniel, hamba Allah
yang memohon. Daniel 9:18: Kasih sayang Allah. Daniel 9:19: Nama Allah.)
7.
Dalam Daniel 9:19
Daniel memohon agar Allah mengampuni umatNya. Bisakah Daniel mengakui dosa
orang lain? (Perhatikan 1 Yohanes 5:16-17 dan Ayub 1:4-5.)
2.
Jawaban
1.
Baca Daniel 9:20-21.
Siapa yang muncul? (Gabriel – malaikat yang pernah datang menemuinya. Kita
telah pelajari sebelum ini bahwa Gabriel melayani Allah.)
1.
Apa pendapat saudara
soal saatnya Allah memberi respons? (Gabriel meninggalkan surga saat Daniel
mulai berdoa dan ia tiba sementara Daniel masih sedang berdoa!)
2.
Di waktu apakah Gabriel
muncul pada hari itu? (Di waktu persembahan korban petang hari.)
1.
“Korban petang hari”
apakah yang sedang dibicarakan Daniel? (Pikiran Daniel sangat tertuju pada
pelayanan kaabah di mana ia “menyebutkan waktu” berdasarkan saat korban petang
hari seharusnya dipersembahkan. Tentu saja tidak ada persembahan korban di bumi
ketika itu karena kaabah telah dihancurkan sebelumnya. Sesungguhnya, itulah
alasan utama kenapa Daniel melayangkan doanya; ia sedang menanti-nantikan
penggenapan janji Allah untuk membangun kembali kaabah di Yerusalem.)
2.
Baca Daniel 9:22-23.
Mengerti tentang apa? Topik apa yang perlu Daniel pahami lebih dalam? (Jelas
topik tentang kaabah yang tertulis dalam khayal Daniel 8. Daniel sementara
memikirkan dan mendoakan restorasi kaabah Allah. Kali terakhir Gabriel
berbicara kepadanya (Daniel 8:14 dand Daniel 8:26) adalah mengenai pelayanan
kaabah. Namun ketika itu Daniel tidak mengerti (Daniel 8:27). Karenanya Gabriel
melanjutkan dari titik pembahasan sebelumnya. Hal yang menarik adalah bahwa
bahasa Ibrani yang digunakan untuk kata khayal dalam Daniel 8:26, 8:27 dan
9:23 mempunyai akar kata yang sama: “mareh.” Dengan demikian, pengertian dan
pemahaman Gabriel akan “khayal” dalam Daniel 9:23 itu sama dengan khayal yang
dibahas dalam Daniel 8:26 & 27.)
3.
Baca Daniel 8:13-14 dan
Daniel 8:26-27. Apa yang senantiasa menjadi ketertarikan Daniel? (Daniel ingin
pulang ke negerinya. Daniel ingin agar kaabah milik bangsa Yahudi dibangun
kembali dan umat Allah dapat beribadah dengan semestinya. Daniel sangat
tertarik pada hal-hal ini, namun sejauh ini ia tidak bisa memahami nubuatan
yang terkait dengan topik ini.)
4.
Kita kembali ke Daniel
9 untuk mengintip sedikit pada pelajaran pekan depan. Baca Daniel 9:24. “Tujuh
puluh kali tujuh” adalah istilah yang ganjil. Menurut saudara apa artinya
“tujuh?” (Secara logika “tujuh” merujuk kepada seminggu. Ada tujuh hari dalam
satu minggu. Dengan demikian, Gabriel sedang membicarakan tentang 70 minggu.)
1.
Berapa lamakah tujuh
puluh minggu itu? (Tujuh puluh minggu itu kira-kira satu sepertiga tahun.)
5.
Baca Daniel 9:25.
Menurut saudara siapakah "Seorang yang Diurapi” itu? (Lihat Kisah
10:37-38. Sebutan ini merujuk kepada Mesias – Yesus.)
6.
Seandainya saudara
adalah Daniel, apa yang akan saudara pikirkan sekarang?
1.
Akankah kaabah di
Yerusalem dibangun kembali? (Ya! Hal yang sangat didamba-dambakan oleh Daniel
akan digenapi.)
1.
Apakah mudah untuk
membangun kembali kaabah?
7.
Baca Daniel 9:26. Apa
yang menjadi kabar buruknya? (Kaabah kembali dihancurkan! Orang yang Diurapi
itu akan tersingkir. Kelihatannya seperti sebuah tragedi yang mengerikan.)
8.
Sobat, pekan depan kita
akan lebih detil mempelajari nubuatan tujuh puluh minggu ini yang membuat
Daniel sangat prihatin dan gelisah. Allah sangat peduli terhadap kita dan Ia
ingin kita tahu bahwa Ia mengendalikan raja-raja dan kerajaan-kerajaan juga
masa depan kita. Masa depan kita sebagiannya tergantung pada tindakan kita.
Yesus segera datang kembali! Sudah siapkah engkau? Sudahkah engkau mengaku
dosa-dosamu dan bersandar pada kemurahan Allah untuk keselamatanmu?
3. Pekan depan: 70 Minggu.