(Daniel 8)
Injil, Pemeriksaan dan Penghakiman: Pelajaran 5
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Daniel bermimpi sedang berjalan-jalan di tepi sungai ketika ia tiba-tiba berhadapan muka dengan muka dengan seekor domba perkasa dengan dua tanduknya yang besar – dan tak seorangpun ada di sana untuk menyelamatkannya. Ternyata mimpinya ini bukanlah mengenai bahaya, atau petualangan, namun mengenai masa depan. Mari selami mimpi Daniel dan lihat apa yang kita bisa pelajari mengenai masa depan!
1.
Domba Jantan
1.
Baca Daniel 8:1-3.
Bagaimana reaksi saudara seandainya saudara bermimpi seperti ini? Akankah
saudara takut?
1.
Apakah karena Daniel
sudah cukup melihat binatang-binatang menakutkan dalam mimpi pekan lalu
sehingga ia barangkali tidak takut?
2.
Baca Daniel 8:4. Dengan
adanya konteks dari mimpi-mimpi terdahulu, baik yang Daniel interpretasikan
maupun yang ia alami, apa pendapat saudara mengenai domba jantan ini? (Jelas
ini adalah sebuah kekuasaan dunia. Sebuah kerajaan yang menguasai bangsa-bangsa
lain.)
2.
Kambing Jantan
1.
Baca Daniel 8:5-8. Apa
pendapat saudara mengenai kambing jantan ini dengan tanduknya yang patah?
(Sepertinya ini adalah suatu kekuatan lain di dunia yang mengalahkan kerajaan
“domba jantan.”)
1.
Penjelasan Gabriel
mengenai Domba Jantan dan Kambing Jantan
1.
Kita akan lompati
beberapa ayat dalam pasal ini. Baca Daniel 8:15-16. Mengapa Daniel menuliskan
seseorang yang “rupanya seperti seorang laki-laki?” Mengapa ia tidak
mengatakan, “Seorang laki-laki berdiri di hadapan saya?” (Daniel mengatakan
bahwa yang ada di hadapannya bukanlah seorang manusia. Kelihatannya saja ia
seperti manusia.)
1.
Siapa yang sedang
berdiri di hadapan Daniel? (Gabriel)
1.
Siapakah Gabriel? (Baca
Lukas 1:19. Ia melayani Allah.)
2.
Selain berbicara kepada
Daniel, misi penting apa yang telah dilakukan Gabriel? Baca Lukas 1:26-28.
Gabriel membawa pekabaran ihwal datangnya Yesus kepada Maria!
3.
Daniel 8:16 menuliskan
bahwa suatu “suara manusia” memberi arahan kepada Gabriel. Siapa yang memberi
arahan pada Gabriel? (Allah!)
4.
Apa yang saudara
simpulkan dari pekabaran Gabriel kepada Daniel? (Manakala pada Allah ada
pekabaran yang penting, Ia mengirim Gabriel. Allah kini mengirimnya kepada
Daniel.)
2.
Baca Daniel 8:17.
Bagaimana reaksi Daniel terhadap Gabriel?
1.
Mengapa? Mengapa Daniel
tidak gentar terhadap binatang-binatang buas ini, namun gentar terhadap
Gabriel? (Salah satu dari kemungkinan ini: Ia tahu siapa Gabriel atau karena
Gabriel tidak nampak seperti manusia semata, namun seperti seseorang dari
surga.)
2.
Bagaimana seharusnya
reaksi kita terhadap pekabaran Gabriel? Haruskah kita menaruh iman yang besar
dalamnya? (Pekabarannya datang langsung dari tahta Allah!)
3.
Mengenai apakah mimpi
ini menurut perkataan Gabriel? (Zaman akhir)
3.
Baca Daniel 8:18. Apa
yang sedang terjadi kini? Masih bermimpikah Daniel? (Bisa jadi ini adalah mimpi
di dalam mimpi atau Daniel sadar dari mimpinya dan mendengarkan penjelasan
Gabriel.)
4.
Baca Daniel 8:19-22.
Apakah kedua binatang ini? (Media-Persia dan Yunani.)
1.
Apakah kita sudah
pernah dengar hal ini sebelumnya? (Tak sangsi lagi! Dua kerajaan ini telah
dilambangkan dalam mimpi Nebukadnezar dalam Daniel 2 dan muncul lagi dalam
mimpi Daniel dalam Daniel 7.)
1.
Mengapa Allah
mengulang-ulangi nubuatan yang sama? (Pernahkah saudara dengar bahwa saudara
perlu tiga kali mengulangi apa yang saudara ucapkan agar orang yang
mendengarnya mengerti? Allah nampaknya ingin agar kita mengerti. Sebagai tambahan,
dalam setiap mimpi kita dapati lebih banyak informasi. Allah mengulangi
informasi lama untuk menolong kita lebih memahami informasi baru. )
2.
Tanduk Itu
1.
Sekarang kita kembali
ke titik lompat kita tadi untuk meneruskan sisa mimpi tersebut. Baca Daniel
8:9-12. Apakah kita sudah pernah mendengar tentang kuasa “tanduk” sebelum ini?
(Pelajaran kita tentang Daniel 7 mengungkap tentang “tanduk kecil” (Daniel
7:8).)
1.
Apakah menurut saudara
tanduk dalam Daniel 8 itu sama dengan tanduk kecil dalam Daniel 7? (Ini
menempatkan kita di tengah-tengah perdebatan besar. Banyak komentator meyakini
bahwa tanduk dalam Daniel 7 dan 8 itu sama, dan keduanya melambangkan Antiokhus
Epiphanes, raja Seleucid yang memerintah selama 11 tahun (175-164 SM.)
sebagaimana yang telah kita pelajari sebelum ini. Pekan lalu saat kita
mempelajari Daniel 7 kita dapati bahwa Antiokhus sama sekali tidak cocok untuk
menjadi tanduk kecil itu dilihat dari saat ia berkuasa. Tidak saja karena
Antiokhus terlalu dini 500 tahun (ia muncul setelah kerajaan Yunani, bukan
kerajaan Romawi.), namun juga karena pemerintahannya tidak berlanjut sampai
akhir zaman.)
2.
Apakah waktunya tidak
cocok bagi Antiokhus untuk menjadi sebagai tanduk dalam Daniel 8:9? (Masa
berkuasanya Antiokhus cocok dengan Daniel 8. Ia muncul dari pecahan kerajaan
Yunani (yang menjadi alasan mengapa ia bukanlah “tanduk kecil” dalam Daniel 7 -
yang muncul dari pecahan kerajaan Romawi). Walaupun saya bukanlah ahli dalam
masalah ini, bagi saya kelihatannya kebanyakan dari para komentator yang
menginterpretasikan Antiokhus sebagai tanduk dalam Daniel 8, memadankan
interpretasinya kedalam Daniel 7 – yang tidak cocok diterapkan pada Antiokhus –
lalu menginterpretasikan Antiokhus sebagai “tanduk kecil” dalam Daniel 7.)
3.
Bagaimana jika kita
membalikkan hal ini. Bisakah kita memadankan pengertian kita tentang “tanduk
kecil” dalam Daniel 7 (bahwa tanduk tersebut adalah fase Kepausan dari Kerajaan
Roma) kedalam Daniel 8? Apakah waktunya cocok bagi Roma Kepausan?
1.
Baca ulang Daniel
8:8-9. Apakah tanduk tersebut muncul dari salah satu dari empat mata angin atau
dari salah satu dari empat tanduk? (Tidak jelas. Ulasan The SDA Bible
Commentary akan ayat ini menunjukkan bahwa penyebutan gender dalam bahasa
Gerikanya lebih cocok diterapkan pada angin, bukan pada tanduk. Jika tanduk
tersebut muncul dari salah satu mata angin, maka mimpi ini nampak persis
seperti mimpi Daniel 2 & 7 – bahwa tanduk tersebut adalah Kerajaan Romawi
yang muncul setelah Media-Persia dan Yunani.)
1.
Kita pelajari lagi
Daniel 8:9-12. Perhatikan gambaran selanjutnya dari tanduk ini. Apakah tanduk
ini lebih kena dengan Roma Kafir dan Roma Kepausan atau lebih kena dengan
Antiokhus? (Gambaran kekuasaan tanduk ini sebanding atau melebihi gambaran
kekuasaan domba jantan dan kambing jantan. (Contohnya, domba jantan disebut
(ay.4) “besar” dan kambing jantan disebut (ay.8) “sangat besar.” Kebanyakan
terjemahan Alkitab (tapi bukan NIV) menerjemahkan gambaran tanduk
tersebut (ay.9) sebagai “teramat besar” (NAS, KJV, NKJV, ASV, RSV). Oleh
karena tanduk tersebut digambarkan sebagai lebih besar dari Media-Persia dan
Yunani, nampaknya tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa 11 tahun masa
berkuasanya Antiokhus, raja kecil Seleucid, dapat diperbandingkan dengan
kerajaan Persia dan Yunani! Di lain sisi, kerajaan Romawi (baik fase kekafiran
maupun fase Kepausannya), jelas dapat diperbandingkan dengan kerajaan Persia
dan kerajaan Yunani.)
1.
Apakah Roma (Daniel
8:11) merobohkan kaabah? (Bangsa Romawi menghancurkan kaabah Allah pada tahun
70 TM. Mazmur 79:1 menyebutkan pemusnahan pertama Yerusalem dan kaabah sebagai
“menajiskan” kaabah.)
2.
Apakah Roma sudah
mencapai langit, melemparkan sebagian penghuni langit ke bumi dan
menginjak-injak mereka?
1.
Baca Daniel 8:23-25.
Kita sekarang beralih kepada penjelasan yang Gabriel utarakan selanjutnya ihwal
bagian mimpi tentang tanduk. Siapakah Raja segala raja yang disebutkan dalam
ayat 25? (Tentunya Yesus.)
1.
Apakah Roma bersikap
menentang Yesus?
2.
Seberapa cocok hal
tersebut dengan Daniel 8:10 yang menyebutkan tentang tanduk yang mencapai
langit dan menginjak-injak sebagian bintang penghuni langit? (Roma menyalibkan
Yesus. Menurut saya hal ini cocok dengan gambaran tentang menginjak-injak
penghuni langit dan sikap menentang Raja segala Raja.)
2.
Bagaimana akhir dari
tanduk tersebut? (Daniel 8:25 mengatakan ia dihancurkan oleh suatu kuasa yang
bukan berasal dari manusia.)
1.
Menurut saudara apa
artinya hal itu? (Kesimpulan logisnya adalah bahwa tanduk tersebut dihancurkan
oleh Allah.)
3.
Saya paham bahwa
argumen yang diajukan oleh orang-orang yang menyimpulkan bahwa kuasa tanduk
dalam Daniel 8 adalah Antiokhus Epiphanes itu didasarkan atas unsur waktu (saat
Yunani terpecah) dan fakta bahwa ia mempersembahkah seekor babi di atas mezbah
di kaabah. Di lain sisi, saya yakin Roma (baik dalam fase kekafiran maupun fase
Kepausan) lebih cocok dengan nubuatan. Pertama, tanduk dalam Daniel 7 jelas
cocok dengan Roma Kepausan. Kesejajaran antara lintasan sejarah dalam Daniel 2,
7 dan 8 menjadikan tanduk dalam Daniel 8 sejajar dengan Roma dalam Daniel 2 dan
7. Hal tersebut, digabungkan dengan gambaran tentang tanduk dalam Daniel 8 yang
sama besar, atau lebih besar dari Media-Persia dan Yunani, menjadikan
pengidentifikasian Antiokhus Epiphanes sebagai tanduk tersebut teramat meragukan.
4.
Baca Daniel 8:13-14.
Berapa lama tanduk ini memegang kekuasaan? (2.300 hari.)
1.
Penanda waktu apa yang
ada dalam Daniel 8 yang membuat kita lebih mengerti mengenai periode waktu ini?
Contohnya, kapan kekuasaan tanduk tersebut mulai dan kapan berakhir? (Jelas,
tanduk itu muncul setelah kambing jantan (kerajaan Yunani) dan berlanjut
(Daniel 8:17) hingga zaman akhir.)
2.
Apakah 2.300 hari
harfiah, atau 2.300 hari nubuatan (sehari = setahun, lihat Yehezkiel 4:6) lebih
cocok diterapkan untuk rentang waktu ini? (Untuk terulur dari saat kejatuhan
Yunani sampai kepada zaman akhir mestilah memerlukan 2.300 tahun, bukan hari.)
5.
Apa yang terjadi pada
akhir dari 2.300 hari ini? Apa yang dimaksud dengan kaabah akan dipulihkan?
Apakah maksudnya akhir dunia? Daniel 8:26 mengatakan bahwa hal itu berkenaan
dengan masa depan yang masih jauh – namun kita akan berupaya untuk memecahkan
misteri ini dalam pelajaran yang berikut!
6.
Sobat, Allah ingin para
pengikutNya mengetahui bahwa Ia mengendalikan raja-raja dan kerajaan-kerajaan;
dan Ia ingin membagikan pengetahuan tentang hal ini denganmu. Bersediakah
engkau menyisihkan waktu untuk mendengarkan dan mempelajarinya?