<-- Daniel 2

Daniel 2

(Daniel 2, Matius 24:15)

Injil, Pemeriksaan dan Penghakiman: Pelajaran 3

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Pekan lalu kita membahas penghakiman terakhir dan bagaimana kita perlu menganggap serius hal itu. Salah satu alasan mengapa kita tidak menganggapnya serius adalah karena “penghakiman” tidak nyata dalam dunia nyata ini. Apa yang setiap hari terjadi di sekeliling kita adalah hal yang nyata. Kita tak ragu akan hal itu. Dalam hidup yang singkat “kesenangan dari dosa” merupakan hal yang nyata. Bagaimana bisa kita tahu kalau penghakiman terakhir itu nyata? Alasan apa yang kita punyai untuk yakin bahwa Allah telah menetapkan satu waktu bagi penghakiman saya dan saudara? Mari selami pasal yang merupakan nubuatan pokok dalam Alkitab untuk membuktikan pada diri kita bahwa firman Allah mengenai penghakiman itu nyata sebagaimana yang akan terjadi pada saudara pekan ini!

 

1.      Mimpi Itu

1.      Baca Daniel 2:1-4. Seberapa pentingkah mimpi ini bagi Raja Nebukadnezar?

1.      Perhatikan bahwa ayat 4 menyebutkan bahwa mereka menjawab “dalam bahasa Aram.” Apakah para peramal, ahli jampi, dukun dan ahli astrologi ini menggunakan “bahasa canggih” agar mereka terdengar lebih intelek? Lebih bijak? (Sepertinya bukan demikian. Dalam kitab Daniel, pada titik ini bahasa asli berganti dari bahasa Ibrani menjadi bahasa Aram. Daniel sekadar memberi isyarat pada kita bahwa ia kini akan menceritakan kisahnya dalam bahasa istana kerajaan.)

2.      Baca Daniel 2:5-7. Kini kita mengerti mengapa para ahli astrologi dibayar mahal – pekerjaan mereka berisiko tinggi! Menurut pendapat saudara, adilkah sang Raja?

1.      Logika apa yang ada di balik permintaan Raja agar mereka memberitahukan lebih dahulu mimpinya? (Jika saudara bisa memberitahukan masa depan, maka saudara harus bisa menceritakan masa lalu.)

2.      Logika apa yang ada di pihak para ahli astrologi? (Ini sudah melampaui wilayah keahlian kita – kita ini penafsir, bukan pencipta-ulang mimpi. Sangat berbeda uraian tugasnya.)

2.      Masalah Penafsiran

1.      Baca Daniel 2:8-9? Apakah Raja bersikap lunak?

1.      Alasan apa yang ia kemukakan bagi permintaannya? (Ia pikir mereka mengada-ada di masa lalu, dan kasus ini akan mengungkapkan siapa yang sejatinya bisa memberitahukan masa depan.)

2.      Baca Daniel 2:10-11. Argumen apa yang diajukan para ahli astrologi? (Walau bukan permintaan ilegal, hal ini belum pernah terjadi (tidak pernah seorang raja telah meminta hal sedemikian), dan mustahil (tidak seorang pun dapat melakukan hal ini.)

1.      Jika para ahli astrologi betul soal ketidak-mungkinan hal ini, apa gunanya bagi Raja jika ia membunuh mereka? (Menurut saya ini bagian pentingnya. Tak seorang pun dapat melakukan hal ini. Bunuh saja kami, namun apakah engkau dapat mengetahui mimpimu?)

3.      Baca Daniel 2:12-13. Adilkah ini menurut saudara? Bagaimana sekiranya saudara adalah Daniel dan sobat-sobatnya? Bagaimanakah hal ini dibanding problema-problema dalam hidup saudara?

4.      Baca Daniel 2:17-18. Apa yang pertama kali Daniel lakukan tatkala ia menghadapi masalah serius? (Berpaling kepada Allah.)

1.      Bagaimana dengan saudara?

5.      Baca Daniel 2:19-28. Apakah Daniel tergoda untuk berpikir bahwa ialah satu-satunya orang yang bisa memberitahu Raja akan mimpinya dan menafsirkan mimpi itu? (Saya sangsi kalau hal itu terlintas dalam pikirannya. Namun Daniel tidak saja berpaling pada Allah pada masa kesukaran, ia mengarahkan pujian dan penghormatan kepada Allah.)

3.      Patung Itu

1.      Baca Daniel 2:31-33. Jika saudara adalah arsitek dari patung ini, akankah saudara menciptakannya demikian? Apa yang salah pada patung tersebut dilihat dari sudut pandang teknik konstruksi? (Logam yang paling berat berada di atas, bukan di bawah.)

1.      Pekan lalu kita membahas ihwal fondasi batu yang kokoh. Terkait hal ini, seberapa kokoh patung itu? (Sangat rapuh. “Fondasi”-nya terdiri dari campuran besi dan tanah liat dan merupakan bagian terlemah dari keseluruhan struktur.) 

2.      Baca Daniel 2:34-35. Apakah perbedaan antara patung dan batu tersebut? Patung itu secara logika adalah buatan manusia, sedangkan batunya bukan buatan manusia. Manusia menciptakan rupa patung itu. Kecuali tanah liat yang ada di kaki, patung itu terbuat dari logam – suatu substansi yang dirakit oleh manusia. Batu-batuan tidak perlu “dirakit” dan batu istimewa ini tidak dibentuk oleh tangan manusia.)

3.      Menurut saudara apakah artinya semua ini?

1.      Apakah arti dari batu yang menimpa kaki patung itu? (Ini jelas merupakan satu lagi kisah penghakiman. Rancangan dan ciptaan manusia dihancurkan oleh Allah yang (Daniel 2:35) menjadi gunung besar dan memenuhi seluruh bumi.)

2.      Mengapa batu itu menimpa kaki patung? (Sebagaimana rumah yang didirikan di atas pasir, fondasi rapuh dari patung itu menjadi sasaran dari batu tersebut. Ini juga memberi kita pengertian akan saat penghakiman.)

1.      Hal penting apa yang saudara lihat dalam angin (Daniel 2:35) yang menghembuskan debu patung itu “sehingga tidak ada bekas-bekasnya?” (Segala sesuatu yang diciptakan manusia di atas bumi akan menjadi debu. Pertimbangkan hal ini bilamana saudara memikirkan maksud dan tujuan hidup saudara.)

4.      Mari selidiki apa kata Allah tentang mimpi itu. Baca Daniel 2:36-38. Kepala dari emas itu melambangkan apa? (Nebukadnezar, Raja kerajaan Babel.)

1.      Tadi kita telah simpulkan bahwa patung itu merupakan ciptaan manusia. Siapa yang disebutkan dalam ayat ini yang menciptakan kekuasaan sang Raja? (Allah.)

5.      Baca Daniel 2:39-40. Apa yang dilambangkan oleh bagian lainnya dari patung itu? (Kerajaan-kerajaan dunia yang selanjutnya.)

1.      Apakah hal ini cocok dengan pemahaman kita akan sejarah? (Ya. Setelah Babel kehilangan dominasinya, menyusul di belakangnya kerajaan Media-Persia, kerajaan Yunani dan kerajaan Roma. Kerajaan-kerajaan ini pada dasarnya mendominasi dunia pada masa mereka kejayaannya.)

6.      Baca Daniel 2:41-43. Setelah kerajaan Roma, adakah muncul kerajaan yang mendominasi dunia? (Bahkan kekuasaan luar biasa dari Amerika Serikat masa kini tidak mendominasi negara-negara di dunia. Sebab utamanya adalah karena tak satu pun dari negara-negara yang berkuasa di dunia yang memiliki ambisi “kerajaan.”)

7.      Baca Daniel 2:44-45. Setujukah saudara dengan kesimpulan yang disebutkan Daniel di bagian akhir ayat 45? (Jelas kita sedang hidup di bagian “kaki dan jari-jari” dari patung itu. Kita dapat menegaskan bahwa mimpi yang Allah berikan kepada Nebukadnezar dengan tepat meramalkan sejarah dunia sejak zaman Daniel (abad keenam SM) sampai zaman kita.)

1.      Jika kita dapat menegaskan bahwa semua kecuali bagian paling akhir dari mimpi tersebut telah menjadi kenyataan, mengapa kita harus meragukan bagian mimpi tentang “batu dan gunung” di masa depan?

8.      Ada pendapat yang umum di kalangan “sarjana Alkitab” masa kini bahwa kitab Daniel ditulis pada masa Antiokhus Epiphanes (tahun 160-an SM). Para sarjana ini, menurut The New Bible Commentary telah mengadopsi pendapat yang diargumentasikan untuk pertama kalinya oleh Porphyry, seorang penentang keimanan Kristiani pada abad ketiga.)

1.      Argumen bahwa Daniel ditulis “setelah terjadi” pada sebagian besar (namun bukan semua) sejarah yang meramalkan sesuatu (dan kita sekarang bisa menegaskan kebenarannya) sangatlah meluas di kalangan “sarjana Alkitab.”  Mengapa saya pantas meragukan istilah “sarjana Alkitab” dengan menempatkannya di antara tanda kutip? (Baca Matius 24:15. Orang-orang yang disebut “sarjana Alkitab” ini jelas tidak percaya pada Yesus. Yesus menghubungkan nubuatan yang ditulis dalam kitab Daniel dengan Daniel, bukan dengan pemalsu yang hidup 400 tahun kemudian. Saudara percaya Alkitab atau saudara tidak mempercayainya. Jika saudara tidak percaya Alkitab maka saudara menderita “sindrom Hawa” – saudara memutuskan untuk menjadi setara dengan Allah dan saudara yang akan menentukan mana dari pernyataan Allah yang tepat bagi kehidupan saudara.)

9.      Jika Daniel benar dalam ramalannya tentang sejarah sampai dengan saat sekarang, secara logis seberapa dapat dipercayakah ramalannya tentang penghakiman?

10.  Sobat, dapatkah engkau mempercayai Alkitab? Siapkah engkau menghadapi penghakiman?

4.      Pekan depan: Daniel 7