(Daniel 12, Matius 7-8, Kejadian 3)
Injil, Pemeriksaan dan Penghakiman: Pelajaran 2
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: “Penghakiman.” Kata ini menimbulkan opini yang berbeda. Jika kita membicarakan seseorang yang telah menyakiti kita, maka penghakiman adalah perkara yang bagus. Di lain pihak, kita enggan membicarakan penghakiman atas diri kita sendiri. Banyak orang ingin memastikan agar orang jahat dihakimi di bumi ini namun mereka menyangkal kalau Allah akan menyelenggarakan pengadilan terakhir. Ketakutan kita akan penghakiman berangkat dari ketakutan bahwa standar apapun yang diberlakukan kita tidak akan “lolos.” Jika ada penghakiman dari Allah, apa standarNya agar “lolos?” Mari selami Alkitab dan temukan apa yang dikatakannya tentang topik paling penting ini!
1.
Saat Penghakiman
1.
Pekan lalu kita
mempelajari pertentangan antara Setan dan Allah. Kita pelajari bahwa Setan
mendakwa kita dan Yesus berdiri membela dan menyediakan jalan bagi kita untuk
memperoleh hidup baka bersama Allah. Apa untungnya bagi Setan untuk mendakwa
kita?
1.
Jika Setan benar, apa
yang akan ia dapatkan?
2.
Jika Setan benar
tentang kita, kemana kita akan dibawa?
3.
Mengapa sampai Setan
berupaya mendakwa kita?
2.
Baca Daniel 12:1-3. Apa
yang dikatakan Daniel tentang apa yang mungkin terjadi pada kita di masa
mendatang?
1.
Seberapa menarikkah
“kehinaan dan kengerian yang kekal” bagi saudara?
3.
Baca Matius 8:10-12.
Alternatif masa depan apa yang dibicarakan Yesus? (Makan bersama-sama Abraham,
Ishak dan Yakub di surga atau dicampakkan kedalam kegelapan.)
1.
Apa yang dilakukan
orang-orang terbuang itu? (Menangis dan mengertakkan gigi.)
4.
Apa yang saudara
simpulkan dari cara Daniel 12:2 dan Matius 8:12 menggambarkan orang-orang yang
divonis tidak masuk surga? (Keduanya menggambarkan sikap mental orang yang
terhilang. Mereka merasa malu dan hina, teramat sedih dan menyesal.)
1.
Apa yang terkandung
dalamnya soal hubungan antara pengambilan keputusan dengan penghakiman?
(Terkandung makna bahwa ini merupakan suatu keputusan penting dan kita tidak
ingin membuat kekeliruan!)
5.
Mengapa Setan mau
mengumpulkan sekumpulan orang yang malu, hina, teramat sedih dan menyesal?
(Barangkali karena itulah yang ia rasakan. Barangkali karena Setan suka
“memanjakan.” Barangkali karena ia ingin mempermalukan Allah. Barangkali
ketiganya.)
6.
Baca Yohanes 3:16.
Selain tekanan mental yang dirasakan oleh orang-orang yang ditolak, apa lagi
yang terjadi pada mereka? (Mereka “binasa.”)
7.
Baca Matius 13:49-50.
Bagaimana mereka binasa? (Oleh api.)
8.
Baca Kejadian 3:1-4.
Perihal apa yang didustakan Setan terhadap Hawa? (Kebohongan pertama yang
diperbuat Setan terhadap manusia adalah bahwa mereka tidak akan mati.)
1.
Apakah maut masih
menjadi hukuman bagi ketidak-percayaan dan ketidak-taatan pada Allah?
9.
Baca Matius 8:28-29.
Menurut saudara siapa yang sedang berbicara melalui orang-orang ini? (Malaikat
iblis yang mengabdi pada Setan.)
1.
Pemahaman apa yang
dipunyai para iblis ini akan penghakiman? (Bahwa ada ”waktu”-nya.)
2.
Persiapan Penghakiman
1.
Sebagai pengacara, saya
menghabiskan cukup banyak waktu memikirkan “penghakiman.” Dalam setiap kasus
yang saya tangani, saya bertanya pada diri sendiri, “Apa yang harus saya
buktikan agar menang? Semua orang melakukan hal yang serupa. Dalam bidang
pekerjaan apapun saudara akan memikirkan, “Apa yang harus saya ciptakan untuk
memperoleh produk yang berterima?” Apa gunanya belajar bahwa ada penghakiman
Allah jika kita tidak mempelajari juga asas yang Allah gunakan untuk menghakimi
kita?
2.
Mari tengok beberapa
diskusi lanjutan mengenai penghakiman yang Yesus telah bagikan pada kita. Baca
Matius 7:13-14. Apa peluang untuk kita benar-benar siap menghadapi penghakiman?
(Ini merupakan perkara serius. Kebanyakan orang tidak akan “lulus” ketika
menjalani penghakiman. Hanya sedikit peluang untuk selamat.)
3.
Baca Matius 7:15-20.
Menurut Yesus bagaimana caranya kita memutuskan siapa yang akan kita pilih saat
kita mencari seseorang yang bisa menolong kita dalam memahami Allah? (Oleh
“buah-buah”-nya. Apa yang memancar keluar dari kehidupan mereka. Apa yang
dihasilkan oleh kehidupan mereka.)
1.
Apakah nabi-nabi palsu
ini tahu bahwa mereka tidak diselamatkan? (Ayat tadi mengatakan, “sesungguhnya
mereka adalah serigala yang buas.” Saudara mungkin akan mengira bahwa mereka
tahu karena mereka berlagak seperti orang yang sudah diselamatkan.)
2.
Apa hubungan nabi-nabi
palsu ini dengan pintu yang lebar dan pintu yang sesak? (The Bible Exposition
Commentary menyebutkan “Adanya nabi-nabi palsu yang berdiri di pintu menuju
jalan yang lebar memudahkan orang-orang untuk masuk. Memiliki seorang penasihat
rohani atau seorang nabi tidak berarti bahwa saudara akan membuat pilihan yang
tepat.)
4.
Baca Matius 7:21-23.
Apakah orang-orang ini tahu bahwa mereka terhilang? (Tidak. Orang-orang ini
percaya mereka telah selamat. Perhatikan hal yang jadi pertimbangan kita di
atas. Mereka mengatakan pada Allah bahwa mereka bernubuat “demi nama[Nya].”
Jadi, setidaknya beberapa nabi terperdaya soal keselamatan mereka.)
1.
pa menurut saudara
mereka ini nabi-nabi “palsu?”
5.
Pikirkan sejenak hal
ini. Sedikit yang diselamatkan dan saudara dapat meyakini bahwa saudara telah
selamat dan ternyata keliru. Mencemaskan!
6.
Mari baca Matius
7:21-23 lebih teliti. Kata Yesus, apa yang tidak cukup untuk bisa diselamatkan?
(MenyebutNya Tuhan.)
1.
Apakah ini artinya
bahwa sekedar percaya dalam Yesus tidak cukup memenuhi standar penghakiman?
2.
Kata Yesus apa yang
cukup memenuhi standar penghakiman? (Melakukan “kehendak Bapa-Ku.”)
1.
Apakah ini berarti kita
harus membuang keyakinan kita akan “pembenaran oleh iman” karena usahalah yang
secara khusus Yesus mintakan?
3.
Argumen apa yang
dilemparkan oleh orang-orang terhilang ini? Mengapa mereka berkilah bahwa
mereka berhak atas penghakiman yang memihak mereka? (Pekerjaan! Bukan sekedar
pekerjaan, tapi pekerjaan berderajat sangat tinggi yang terlihat sebagai
kemitraan dengan Allah.)
1.
Apakah menurut saudara
orang-orang ini berbohong tentang apa yang telah mereka lakukan? (Tidak. Jika
mereka berbohong, dugaan saya Yesus akan berkata, “Hal itu tidak benar.”)
4.
Apa yang harus kita
simpulkan? Baik pengakuan akan Allah maupun pekerjaan tidaklah cukup memenuhi
standar penghakiman? Tak heran begitu banyak yang salah kira!
7.
Tengok kembali ayat
ini. Baca Matius 7:23. Kata Yesus mereka gagal dalam penghakiman karena “Aku
tidak pernah mengenal kamu.” Apakah ini yang menjadi kunci menuju keselamatan?
1.
Dapatkah seseorang
“bekerja” dan tidak mengenal Yesus?
2.
Dapatkah seseorang
percaya dan beriman dalam Yesus tanpa mengenalNya?
3.
Jika mengenal Yesus
sangat penting bagi penghakiman, bagaimana kita dapat mengenal Yesus?
8.
Baca Matius 7:24-26.
Ada dua orang. Sebutkan apa kesamaan mereka? (Kedua-duanya termotivasi untuk
membangun rumah. Kedua-duanya membangun rumah.)
1.
Apakah menurut saudara
rumah-rumah tersebut terlihat serupa?
2.
Apa yang menjadi
perbedaan? (Baca Lukas 6:47-48. Fondasinya. Yang satu “menggali dalam-dalam dan
meletakkan dasarnya di atas batu.”)
9.
Baca Matius 7:27. Apa
akibat dari tidak adanya fondasi yang kokoh?
1.
Angin ribut itu
mewakili apa? (Penghakiman Allah.)
10.
Baca Matius 7:24 dan
Lukas 6:47. Apa yang menjadi pembeda dalam penghakiman? Mengapa seseorang
“lolos” dan yang lain tidak? (Standar penghakiman adalah apakah kita takluk
pada otoritas Allah.)
11.
Baca Matius 22:8-14.
Apakah ini merupakan kisah tentang penghakiman? (Ya.)
1.
Apa yang menjadi
pembeda dalam penghakiman di sini? (Apakah saudara mengenakan pakaian pesta
pernikahan.)
2.
Apakah cerita
pernikahan dan penghakiman bertentangan dengan cerita penghakiman dan angin
ribut? (Tidak. Semua orang diundang. Sang ayah dan mempelai putri menyiapkan
baju yang pantas untuk semua orang – tak peduli apakah mereka “sanggup
membeli”nya atau tidak. Kita kerap mendengar bahwa pakaian pesta nikah ini
adalah kebenaran Yesus. Namun, sebagaimana dikatakan dalam The New Bible
Commentary, “tidak ada tempat bagi mereka yang tidak menganggap serius
keistimewaan yang mereka dapatkan.”)
12.
Sobat, bagaimana dengan
engkau? Apakah engkau sekedar mendengarkan firman Allah? Ataukah engkau
menganggap serius firmanNya, berusaha mengetahui firmanNya dan taat pada
firmanNya? Apa engkau menggali cukup dalam untuk meletakkan fondasi di atas
batu pengenalan akan firman Allah?
3. Next week: Daniel 2. Pekan depan: Daniel 2.