Penuntun
Kristiani
(Lukas 2, Kisah 8, Roma 8)
Roh Kudus: Pelajaran 9
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Kita telah membahas karunia-karunia yang diberikan oleh Roh Kudus. Kita telah membahas buah Roh Kudus dalam hidup kita. Apa lagi yang dilakukan oleh Roh Kudus bagi orang-orang yang sedia bekerja bersamaNya? Pernahkah saudara merasa digerakkan oleh Roh Kudus? Pernahkah saudara merasa Roh Kudus sedang menuntun tindakan saudara? Mari selidiki apa firman Allah tentang tuntunan praktis Roh Kudus dalam kehidupan umat Kristiani yang sedia dibimbing dan mau memperhatikan!
1.
Roh Kudus dan Simeon
1.
Baca Lukas 2:25. Orang
seperti apakah Simeon itu?
1.
Ayat ini mengatakan
bahwa ia mempunyai misi? Misi apa? (Sejenis misi yang pasif. Ia sedang
menantikan “penghiburan bagi Israel.”)
1.
Apakah “penghiburan
bagi Israel” itu? (Sang Mesias – Yesus.)
2.
Mengapa Yesus disebut
“Penghiburan bagi Israel?” (Saat gundah, saudara membutuhkan seseorang untuk
menghibur. Israel (dan manusia) telah menjadi seteru Allah. Yesus
memperdamaikan kita dengan Bapa. Roma 5:10. Pendamaian itu bukan saja menghibur
kita, tapi memberi kita sukacita! Roma 5:11.)
2.
Hal penting apa yang
ada pada Simeon terkait dengan konteks pelajaran kita? (Lukas 2:25 – Roh Kudus
ada di atasnya.)
1.
Kita pernah membahas
mengapa murid-murid harus menantikan Roh Kudus sampai hari Pentakosta (Kisah
1:4-5), dan apakah Roh itu sudah hadir sebelumnya. Apa yang disebutkan oleh
ayat ini? (Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus sudah hadir dan
bekerja lebih awal.)
3.
Baca Lukas 2:26-27.
Dalam artian praktis, apa arti Roh kudus ada “di atas” (ayat 25) Simeon? (Roh
Kudus melakukan dua hal pada Simeon. Pertama, menyingkapkan bagian dari masa
depan padanya. Kedua, menuntun langkahnya.)
1.
Mari bahas hal ini
sejenak. Kita sering menyebutkan Roh Kudus menolong kita memahami Alkitab. Kita
sering menyebutkan Roh Kudus membuat kita bertobat dari dosa. Jarang sekali ada
orang yang menyebutkan bahwa Roh Kudus telah menyingkap beberapa kejadian dalam
hidup mereka di masa datang atau menuntun mereka tiba di suatu tempat. Menurut
saudara mengapa hal ini benar?
2.
Langkah Simeon menuju
kaabah dituntun oleh Roh Kudus. Pernahkan saudara merasa Roh Kudus menuntun
saudara menuju tempat-tempat tertentu? Pernahkan saudara mendengar suara atau
merasakan dorongan Roh Kudus? (Saya melakukan pencarian kata “voice”
[suara] pada Alkitab Elektronik [bahasa Inggeris] saya. Hasilnya ada 198.
Prosentase cukup besar darinya merujuk pada suara Allah yang berbicara untuk
memberi petunjuk pada manusia.)
3.
Pekan lalu, saya dan
putri saya mengendarai mobil sama-sama dalam perjalanan pulang dari Andrews
University tempat putri saya kuliah. Kami berhenti di sebuah tempat
istirahat. Seorang wanita membuka pintu mobilnya dan meminta uang dari saya
untuk membeli bensin. Saya memberinya 10 dolar – dan ia kelihatannya puas. Saat
membicarakan situasi ini dengan putri saya, dan bagaimana saya tidak nyaman
karena merasa tidak pasti apakah kejadian ini suatu “kebutuhan” atau
“penipuan”, putri saya mengingatkan saya pada suatu kejadian yang terjadi
bertahun-tahun lalu di tempat istirahat di jalan tol yang sama. Ketika itu saya
melihat ada dua orang sedang duduk dalam sebuah truk dan saya merasa Allah
sedang menggerakkan hati saya agar memberi mereka uang. Saya berjalan menuju
truk tersebut, mengatakan kepada mereka bahwa Allah telah menggerakkan hati
saya untuk memberi mereka uang, dan saya memberi 20 dolar kepada mereka. Mereka
mengambil uang itu, mengucapkan terima kasih – namun sama sekali tidak
menyebut-nyebut soal telah berdoa agar memperoleh uang. Saya merasa telah
melakukan kehendak Allah, namun tidak bisa memastikannya. Bagaimana bisa tahu
kalau orang tadi tidak memberi konfirmasi? (Isteri saya pernah merasa dorongan
yang sama dan memperoleh konfirmasi dari “orang yang dituju.” Mungkin
orang-orang di truk tadi sementara berdoa minta lebih dari 20 dollar. Serius,
menurut saya masalahnya adalah saya belum terlalu terbiasa dengan Roh Kudus
untuk dapat melihat dengan jelas pesan-pesanNya.)
4.
Baca Lukas 2:28-33.
Apakah orang tua Yesus memberi konfirmasi atas tuntunan Roh Kudus pada Simeopn?
(Tidak. Mereka terkejut (“heran”) akan hal ini.)
2.
Roh Kudus sebagai Penuntun
Badaniah
1.
Baca Kisah 8:26-39.
Perhatikan bahwa kisah ini berawal dengan seorang malaikat yang memberi
perintah kepada Pilipus untuk berjalan turun ke sebuah jalan. Kemudian, dalam
ayat 29 Roh Kudus memberi perintah kepada Filipus untuk mendekati kereta.
Maksud apa yang sedang dipenuhi oleh Roh Kudus?
1.
Karena kita telah
pelajari bahwa Roh Kudus dapat mengajar kita, mengapa Roh Kudus tidak langsung
saja bekerja dengan orang Etiopia tersebut? (Allah ingin agar kita menjadi
mitra kerjaNya. Dalam kasus spesifik ini Allah betul-betul membutuhkan mitra
manusia karena Filipus akhirnya membaptiskan orang Etiopia tersebut.)
2.
Apa yang diajarkan oleh
Kisah 8:39 tentang cara oleh mana Roh Kudus dapat menuntun kita? (Ini adalah
transportasi secara harafiah. Ada yang ingat tentang “Beam me up, Scotty?”
Ini yang saya sebutkan sebagai kemitraan sejati dengan Roh Kudus.) [“Beam me
up, Scotty” dikutip dari film Star Trek. Jika kapten dan awak Star
Trek akan pergi ke suatu tempat, mereka akan disoroti cahaya dari atas dan
tiba-tiba mereka menghilang dari tempat semula dan pindah ke tempat yang dituju.
Scotty-lah yang mengatur ‘transportasi’ ini. “Beam me up, Scotty” (Soroti
saya, Scotty) diucapkan oleh sang Kapten manakala ia membutuhkan layanan
transportasi.]
2.
Baca Kisah 10:17-20.
Dalam kasus ini Roh Kudus nampaknya menuntun dengan cara menjadi pembawa pesan.
Adakah hal lain dari sekedar mengingatkan Petrus bahwa ada tamu menunggunya di
ruang bawah? (Baca Kisah 10:27-29. Roh Kudus berguna untuk mengoreksi “hukum”
yang melakukan diskriminasi ras dan agama.)
1.
Apa yang dikatakan
tentang hukum yang Petrus sedang langgar ini?
3.
Baca Kisah 13:2-5.
Aspek baru apa dari tuntunan Roh Kudus yang kita lihat di sini? (Ini lebih dari
sekedar Roh Kudus berbicara kepada pikiran seseorang. Di sini Roh Kudus
berbicara pada seluruh kelompok. Perintahnya sangat spesifik di mana Roh Kudus
memberitahu kelompok tersebut nama-nama individu yang dimaksud lantas
mengatakan kepada inidividu-individu tersebut ke mana harus pergi.)
4.
Baca Kisah 16:6-10. Apa
yang kita pelajari mengenai pemahaman pertama Paulus tentang misinya? (Ia tidak
mengetahui dengan jelas apa yang Allah rencanakan. Ia merencanakan hal yang
Allah tidak rencanakan.)
1.
Bagaimana tuntunan Roh
Kudus dalam situasi ini? (Ayat ini mengatakan bahwa Ia “tidak mengijinkan mereka”
memasuki Asia. Walau tidak jelas, ini kelihatannya merupakan sesuatu yang lebih
dari sekedar anjuran.)
2.
Mengapa Roh Kudus
mencegah seseorang meyebarkan injil di daerah baru? Dalam contoh-contoh yang
sudah kita lihat sejauh ini, pekerjaan Roh Kudus adalah menuntun
personil-personil kepada orang-orang yang ingin mendengarkan injil – bukan
mencegah orang-orang mendengarkan injil. (Kita baca bahwa Roh Kudus memiliki
tempat yang lebih baik untuk mereka datangi. Paulus pergi ke Eropah gantinya
Asia. Jika saudara baca 1 Petrus 1:1 kita lihat bahwa Allah menggunakan Petrus
dan mungkin sarana-sarana lain untuk menjangkau orang Asia.)
1.
Pelajaran praktis apa
yang kita pelajari dari sini? (Paulus adalah seorang evangelis hebat, dan Asia
adalah sebuah ladang besar yang terbuka untuk dikerjakan. Apa yang nampak jelas
bagi kita tidak selalu merupakan kehendak Allah. Allah merencanakan orang lain
untuk Asia dan ladang misi yang berbeda untuk Paulus.)
3.
Roh Kudus sebagai
Penuntun Rohaniah
1.
Baca Roma 8:5-8. Apa
yang bisa kita lakukan untuk memastikan bahwa Roh Kudus menuntun hidup kita?
(Paulus mengajar kita untuk mengambil keputusan untuk “hidup menurut Roh.”)
1.
Dalam artian praktis,
apa arinya, “hidup menurut Roh?” (Paulus menetapkan dua alternatif. Kita bisa
memikirkan hal-hal yang diinginkan oleh sifat alami manusia atau kita bisa
memikirkan hal-hal yang diinginkan oleh Roh Kudus.)
2. Baca Roma 8:9. Apa kita sendirian dalam mengambil keputusan dan memerintahkan kehendak untuk menetapkan pola pikir? (Tidak. Kita mohon Roh Kudus untuk masuk dalam hidup kita dan Roh Kudus kemudian akan mengendalikan kehendak kita. Tapi, kita sendiri yang mengambil keputusan.)
1.
Seberapa pentingkah
pikiran yang dikendalikan oleh Roh Kudus? (Ayat ini mengatakan bahwa kita bukan
“milik Kristus” jika kita mengalihkan pikiran kita untuk dikendalikan oleh
sifat alami kita yang berdosa.)
3.
Sobat, apakah engkau
membuka diri dan mendengarkan arahan Roh Kudus dalam hidupmu? Sudahkah engkau
mengundang Roh Kudus untuk tinggal dalam hati dan pikiranmu? Jika belum,
mengapa tidak mengakui hal ini sekarang juga dan mohon Roh Kudus untuk
menjadikan engkau lebih sadar akan tuntunanNya?
4. Pekan depan: Hidup Melalui Roh Kudus.