<-- Gifts of the Holy Spirit

Karunia-karunia Roh Kudus
(1 Korintus 12)
Roh Kudus: Pelajaran 7

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Pekan lalu, kita telah membahas baptisan Roh Kudus dan secara garis besar kita telah membahas karunia-karunia Roh Kudus. Saya janjikan pekan ini kita akan mempelajari karunia-karunia khusus. Karunia-karunia apakah itu? Bagaimana cara kerjanya? Menurut saudara karunia(-karunia) mana yang saudara miliki? Mengapa beberapa dari karunia-karunia tersebut tersembunyi? Mari selami pelajaran kita dan temukan karunia-karunia tersebut!

 

1.      Mengulas Karunia

1.      Pekan lalu kita pelajari dari 1 Korintus 12:7 bahwa karunia-karunia Roh Kudus diberikan untuk “kepentingan bersama,” bukan untuk kemuliaan individu atau individu-individu tertentu. Mari lanjutkan dan baca 1 Korintus 12:8-10. Karunia-karunia apa yang saudara lihat di sini? Buat daftarnya. (Hikmat, pengetahuan, iman, menyembuhkan, mujizat, bernubuat, membedakan roh, berbahasa roh, menafsirkan bahasa roh.)

1.      Pengelompokan seperti apa yang saudara lihat pada karunia-karunia ini? Apakah semua secara alamiah masuk dalam kategori umum? (Hikmat, pengetahuan, membedakan roh dan bernubuat adalah karunia intelek. Iman, menyembuhkan dan mujizat adalah karunia unjukan. Berbahasa roh dan menafsirkan bahasa roh adalah karunia komunikasi.)

2.      Apakah beberapa dari karunia-karunia ini berubah nilainya sejalan dengan berubahnya waktu dan keadaan?

1.      Akankan berubah sejalan dengan kemajuan teknologi? Sebagai contoh, di kelas diskusi pekan lalu seseorang mengajukan bahwa seorang ahli bedah yang handal menunjukkan adanya kuasa Roh Kudus. Yang lain tidak setuju. Dengan adanya dokter-dokter handal yang tinggal di suatu daerah, akankah hal itu mengurangi kebutuhan akan karunia menyembuhkan? (Yang pasti: tanpa kehadiran dokter-dokter handal, satu-satunya cara agar kasus-kasus serius dapat disembuhkan adalah dengan penyembuhan khusus oleh Roh Kudus.)

1.      Peran apa yang dimainkan para dokter dalam penyembuhan? (Saya sementara membaca sebuah buku tentang sejarah influenza. Buku tersebut mengangkat fakta bahwa terobosan besar ilmiah dalam bidang vaksin ternyata semata berupa suatu cara untuk memicu sistem kekebalan alamiah tubuh. Allah terlah memberikan tubuh kita kuasa penyembuhan yang luar biasa.)

2.      Jika kita tidak melihat beberapa dari karunia-karunia rohani ini pada masa sekarang, apa penjelasan saudara atas hal ini? Apakah karunia-karunia ini tersembunyi karena kita tidak layak? (Baca 1 Korintus 12:11.)

2.      Mari kita telusuri karunia-karunia khusus tersebut.

2.      Karunia Intelek

1.      Baca 1 Korintus 12:8. Menurut yang saudara pahami, apa artinya karunia “berkata-kata dengan hikmat?” (Bahasa Gerika dari kata ini dapat diartikan sebagai “kata-kata bijak.”)

1.      Hikmat siapa yang sedang kita bicarakan? Seorang kakek (atau nenek) bijak dalam jemaat? (Ini adalah hikmat Allah yang bekerja melalui seseorang.)

2.      Apakah karunia khusus ini berlaku sewaktu-waktu, ataukah merupakan hasil pekerjaan Roh Kudus dalam pikiran seseorang selama bertahun-tahun? (Mungkin saja berupa inpirasi hikmat yang muncul sewaktu-waktu, tapi saya cenderung meyakini bahwa orang-orang yang memiliki “kata-kata bijak” ini adalah mereka yang telah sekian lama dituntun dan diajar oleh Roh.)

3.      Apakah ini merupakan karunia bagi para pengkhotbah? (Sangatlah menolong jika khotbah-khotbah disampaikan dengan bijak. Tapi kelihatannya ini adalah karunia untuk menolong mengarahkan jemaat. Bukan sekedar petunjuk-petunjuk rohaniah, tapi lebih kepada pengambilan keputusan praktis.)

2.      Tengok kembali 1 Korintus 12:8. Menurut saudara, apa artinya “berkata-kata dengan pengetahuan?” (Bahasa Gerika dari kata ini dapat diartikan sebagai “kata-kata yang memberi wawasan/pengertian.” Memberi penerangan pada sebuah hal.)

1.      Apa bedanya dengan “berkata-kata dengan hikmat?”

2.      Kenalkah saudara akan seseorang yang memiliki banyak sekali informasi, namun tidak cukup bijak? (Dalam konteks ini, menurut saya perbedaan antara hikmat dan pengetahuan tidaklah terlalu besar jika digunakan dalam istilah sekuler. Di sini, pengertian itu datangnya dari Roh Kudus. Perbedaannya adalah bahwa pengertian membantu kita memahami firman/pemikiran Allah. Hikmat membantu kita memahami apa yang kita harus lakukan dengan pemahaman kita akan kehendak Allah.)

1.      Contohnya, kita tahu bahwa Allah tidak ingin kita berdusta. Namun bagaimana caranya kita mengaplikasikan pengetahuan ini mungkin beda dengan penerapan dari hikmat Allah. Bukankah demikian? (Bandingkan dengan Yohanes 16:12-13. Yesus menimbang seberapa banyak kebenaran yang Ia akan singkapkan kepada murid-murid pada saat itu.)

3.      Baca 1 Korintus 12:10. Menurut saudara apakah karunia bernubuat itu? (Baca 1 Korintus 14:1-3. Paulus mengatakan bahwa karunia bernubuat mempunyai nilai istimewa. Kelihatannya bahwa karunia tersebut menggabungkan karunia hikmat dan pengetahuan untuk “membangun, menasihati dan menghibur” jemaat.)

4.      Baca ulang 1 Korintus 12:10. Menurut saudara, apakah karunia untuk “membedakan bermacam-macam roh” itu?

1.       “Roh-roh” macam apa yang sedang kita bicarakan? Masalah apa yang sedang disasar di sini?

1.      Apakah “roh-roh” itu hanyalah “Roh Kudus” dan “apa yang menurut Amir benar, namun katanya “roh” yang berkata-kata?

2.      Ataukah ada sisi yang lebih gelap lagi? Dapatkah “roh-roh” itu mencakup juga setan? (Semuanya bisa saja. Saya yakin pernah mendengar orang mengatakan pada saya bahwa “roh” menuntun mereka untuk melakukan sesuatu yang merupakan kemauan dan hasrat pribadi belaka. Lihat 1 Yohanes 4:1. Di lain pihak, 1 Timotius 4:1 berbicara tentang “roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” Membedakan bermacam-macam roh adalah suatu cara untuk membedakan Roh Kudus dari semua pesaingNya – yang jahat dan bebal.)

3.      Karunia Unjukan

1.      Baca 1 Korintus 12:9. Menurut saudara apa karunia “iman” itu? (Hati-hati. Kecil kemungkinan kalau Paulus sedang menulis tentang “iman yang menyelamatkan” karena kita semua telah memilikinya jika kita sudah selamat. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang jenis iman yang dimaksudkan di sini, baca Matius 17:20 dan 1 Korintus 13:2.)

1.      Iman seperti apa yang saudara dapati dalam Matius 17:20 dan 1 Korintus 13:2 (Iman yang menyebabkan terjadinya mujizat. Memindahkan gunung dan mengusir setan.)

2.      Bersama-sama dengan ketua-ketua yang lain saya kerap meminyaki seseorang agar sembuh. (Yakobus 5:14) Bertahun-tahun sudah kami melakukan hal ini. Tak satupun dari orang yang menjadi target penyembuhan serta-merta melompat sembuh saat peminyakan selesai. Beberapa dari mereka bahkan kemudian meninggal. Isteri saya berkata, bahwa sebagaimana peringatan yang tertulis di bungkus rokok, saya seharusnya memberitahu sesuatu kepada semua orang yang meminta agar saya menolong meminyaki mereka. Inilah yang harus saya ungkapkan kepada mereka: “Saya belum pernah berhasil melakukan hal ini sebelumnya.”

1.      Tidak masalahkah jika kita tidak memiliki karunia iman? (Baca 1 Korintus 12:11. Roh Kuduslah yang menentukan siapa yang memperoleh karunia.)

2.      Mari pelajari Yakobus 5:14-16. Apakah Yakobus sedang menuliskan tentang karunia iman tatkala ia mengatakan, “doa yang lahir dari iman?” (Mudah-mudahan demikian. Saya biasa membagikan pengalaman yang menunjukkan lemahnya iman saya atau keberdosaan saya. Namun pekan ini saya membaca artikel yang ditulis oleh Philip Yancy yang tercantum di bagian belakang dari Christianity Today edisi terbaru. Yancy mewawancarai seseorang yang berusia 90 tahun dan menjadi pilar iman dalam komunitas evangelis. Orang yang diwawancarai mengakui bahwa ia belum pernah menyaksikan sebuah mujizat penyembuhan yang nyata, langsung dan serta merta terjadi. Namun, ia terus berharap dan meyakininya!)

2.      Baca 1 Korintus 1:9. Bagaimana karunia penyembuhan dibedakan dari karunia iman? (Nampaknya seperti karunia “yang lebih kecil” atau suatu manifestasi khusus dari karunia iman. Word Pictures in the New Testament menghubungkan karunia penyembuhan ini dengan Yakobus 5:14. Dikemukakakan bahwa Yakobus secara khusus sedang membicarakan karunia rohani yang khusus, bukannya iman yang biasa dimiliki oleh setiap umat Kristiani.)

3.      Baca 1 Korintus 12:10. Apakah “kuasa untuk mengadakan mujizat” itu dan bagaimana membedakannya dengan karunia iman dan penyembuhan? (Baca dalam Kisah 13:8-11 tentang apa yang Paulus perbuat kepada Elimas melalui kuasa Roh Kudus. Tidak semua mujizat berefek “positif.”)

4.      Karunia Komunikasi

1.      Tengok kembali 1 Korintus 12:10. Anggaplah karunia berbahasa roh itu semata-mata merujuk kepada suatu bahasa asing. Dapatkan saudara membayangkan situasi di mana saudara membutuhkan karunia untuk menafsirkan bahasa roh? (Ya. Suatu ketika secara tidak sengaja saya menginjakkan kaki di gereja Korea. Saya pikir gereja itu menggunakan bahasa Inggeris. Sangat membantu jika saat itu saya memiliki karunia untuk menafsirkan!)

2.      Baca 1 Korintus 14:2-5. Apakah di sini Paulus sedang membicarakan bahasa asing? (Argumentasi bahwa Paulus semata-mata sedang berbicara tentang bahasa asing sangat sulit diterima. Mengapa Paulus mengatakan bahwa orang ini hanya berkata-kata “kepada Allah?” Mengapa Paulus menuliskan “tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya?” Mengapa Paulus menyebut “oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia?”)

3.      Baca 1 Korintus 14:9-12. Bagaimanapun pemahaman saudara akan karunia lidah, apakah “kesimpulan” yang Paulus kemukakan tentang karunia ini? (Saudara perlu berusaha memperoleh karunia-karunia yang dapat dimengerti tersebut karena karunia-karunia semacam itu berguna untuk membangun jemaat. Kata-kata yang tidak bisa dipahami tidaklah bisa membangun jemaat, namun menciptakan kebingungan. Karunia lidah yang membantu kepentingan bersama merupakan karunia komunikasi.)

4.      Sobat, apa yang engkau sedang lakukan untuk membangun jemaat? Kita semua memiliki setidaknya satu karunia rohani untuk membantu membangun jemaat kita. Maukah hari ini engkau menetapkan diri untuk menggunakan karunia(-karunia) rohanimu dan mulai membangun?

5.      Pekan depan: Buah Roh Kudus.