<-- The Promise Fulfilled

Janji Itu Digenapi
(Kisah 1 & 2)
Roh Kudus: Pelajaran 5

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Inginkah saudara agar Roh Kudus berkuasa dalam hidup saudara? Dalam gereja saudara? Pelajaran kita hari ini adalah mengenai penggenapan janji Yesus kepada murid-muridNya tentang pemberian Roh Kudus. Bagaimana mereka menyiapkan diri untuk hal ini? Bagaimana cara kedatangan Roh Kudus? Mari selami pelajaran kita dan temukan jawabnya!

 

1.      Siap untuk Menerima Karunia?

1.      Baca Kisah 1:3-5. Adakah syarat bagi para murid agar dapat menerima karunia Roh Kudus?

1.      Jika ada, persiapan apa yang saudara temukan dalam Kisah 1:3? (Pada tingkatan paling dasar saudara haruslah percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang mati bagi dosa-dosa kita dan telah bangkit menjadi bukti bahwa Ia telah mengalahkan dosa dan maut.)

2.      Persiapan apa yang saudara temukan dalam Kisah 1:4? (Mereka diperintahkan untuk tetap tinggal dan menunggu.)

1.      Menurut saya, menunggu adalah suatu hal yang menjengkelkan. Mungkinkah ini merupakan suatu persiapan?

2.      Baca Kisah 1:12-14. Apa yang mereka lakukan sementara menunggu? (Mereka senantiasa berdoa.)

1.      Apa yang bisa kita simpulkan dari berdoa dan persiapan untuk menerima karunia Roh Kudus?

2.      Menurut saudara, apa yang mereka doakan?

3.      Simak tip praktis berikut ini. Karena kerap melakukan perjalanan dalam rangka tugas, saya sering mendapati diri sedang menunggu. Menunggu adalah waktu yang baik untuk berdoa. Berdoa mengubah waktu terbuang menjadi waktu produktif.

3.      Perhatikan bahwa dalam Kisah 1:4 & 12 Yesus mengatakan agar mereka menunggu di Yerusalem. Apakah lokasi yang tepat merupakan “persiapan” untuk menerima kuasa Roh Kudus?

1.      Jika demikian, mengapa? (Allah bisa menetapkan tempat yang spesifik bagi kita untuk bekerja. Di sini, perintah Yesus pada murid-muridnya sangat jelas. Yesus ingin agar injil diberitakan pertama-tama di Yerusalem, lalu disebarkan dari sana. Lukas 24:46-47.)

4.      Dalam Kisah 1:15-26 kita baca bahwa Petrus memimpin proses memilih pengganti Yudas. Apakah hal ini merupakan upaya yang membuang waktu? Ataukah pekerjaan menata organisasi merupakan bagian dari persiapan bagi datangnya kuasa Roh Kudus?)

5.      Kita ulangi. Dalam persiapan bagi karunia besar Roh Kudus, kita dapati bahwa Yesus menuntun langkah-langkah berikut:

1.      Hati yang bertobat dan mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah bangkit;

2.      Mengikuti perintah Yesus soal lokasi pekerjaan;

3.      Berdoa sementara menunggu Allah; dan,

4.      Menata organisasi pekerjaan.

6.      Sebelum beranjak dari bagian ini, mari simak satu catatan penting. Baca Kisah 1:6. Apa yang tidak disyaratkan untuk menerima Roh Kudus? (Teologia sempurna. Pemahaman yang sempurna akan misi. Terkadang kita memandang kepada sesama umat percaya dan menolak bergabung dalam pekerjaan mereka karena teologia mereka tidak “setara” dengan standar kita yang tinggi. Bukan demikian cara kerja Roh Kudus. Jelas terlihat bahwa ada kesalah-mengertian yang sangat mendasar pada murid-murid. Itu merupakan salah satu sebab kenapa mereka membutuhkan pencurahan Roh Kudus.

2.      Janji Digenapi

1.      Baca Kisah 2:1-4. Apakah mereka patuh? (Ya, mereka berada di “satu tempat” sebagaimana diperintahkan.

1.      Apa yang menyertai Roh Kudus? (Suara, wujud, tindakan)

1.      Mengapa disebutkan bunyi angin “keras” turun dari langit? (Baca Yohanes 3:6-8. Angin biasa digunakan untuk menggambarkan Roh Kudus. Tengok juga Yehezkiel 37:1-10.)

1.      Apakah benar-benar ada angin keras? (Tidak. Kisah 2:2 menyebutkan bunyi “seperti” tiupan angin keras. Ini berarti bukanlah benar-benar angin keras, namun sekedar bunyi yang menyerupai angin keras.)

2.      Menurut saudara mengapa lidah-lidah api muncul bersamaan dengan suara angin? (Baca Keluaran 19:18 dan Keluaran 3:2-5. Api biasa digunakan untuk menggambarkan Allah.)

1.      Apakah api benar-benar hinggap pada mereka? (Kisah 2:3 menyebutnya sebagai “lidah-lidah seperti nyala api.”)

2.      Menurut Kisah 2:3-4, berapa banyak dari orang-orang yang hadir yang dipenuhi oleh Roh Kudus? (Semuanya.)

3.      Pekan lalu kita membahas ide tentang Roh Kudus yang datang setelah Yesus pergi. Sebagian orang mengatakan bahwa Roh Kudus sudah ada. Apa yang diutarakan oleh Kisah 2:1-3 dalam menjawab pertanyaan tentang apa artinya Roh Kudus yang akan datang? (Allah sudah “bersama” manusia sejak awal mula. Namun, dalam sejarah ada saat-saat di mana Allah menyatakan dirinya dalam kuasa. Misalnya saat pemberian Sepuluh Hukum di Gunung Sinai. Kisah 2 adalah tentang datangnya kuasa Roh Kudus. Ada saat-saat di mana Allah ingin tidak ada keraguan ketika Ia hadir dan siap bertindak!

4.      Baca Kisah 2:5-6. Gambaran yang muncul dalam benak saya tentang kejadian ini adalah Petrus yang berada di suatu area publik dan sementara menjelaskan apa yang sedang terjadi. Namun, Kisah 2:2 menyatakan bahwa mereka berada dalam sebuah “rumah.” Seberapa nyaringkah suara seperti angin keras ini? (Bunyinya dapat terdengar dari jarak jauh, mungkin terdengar di seluruh Yerusalem!)

5.      Tengok Kisah 2:4-8 untuk memahami ihwal dari pernyataan Roh Kudus. Apa maksud dari pemberian Roh Kudus? (Pekan lalu kita membahas mujizat menakjubkan yang menyertai datangnya Roh Kudus. Menurut saya besar artinya bahwa pekerjaan pertama Roh Kudus ketika Ia datang adalah untuk menolong umat percaya untuk memberitakan injil dengan lebih baik.)

6.      Pelajari kembali Kisah 1:4-8. Ingat bahwa murid-murid meminta kuasa Allah agar mereka memiliki otoritas dan kemuliaan di dunia. Yesus mengatakan pada mereka bahwa Ia akan memberi mereka kuasa untuk menjadi saksi. Sobat, maukah engkau berdoa agar Roh Kudus sedia berkuasa atasmu agar saudara bisa menjadi saksi yang lebih baik?

7.      Saya teringat akan perdebatan tentang apa artinya memiliki karunia lidah dalam jemaat mula-mula. Apa yang diungkapkan oleh Kisah 2:7-11 sebagai karunia lidah? (Penggambaran peristiwa ini sangat jelas: karunia lidah adalah kesanggupan untuk berbicara dalam bahasa-bahasa asing.)

1.      Mengapa karunia tersebut penting bagi upaya bersaksi tentang injil? (Baca ulang Kisah 2:5. Di Yerusalem berkumpul orang-orang Yahudi dari segala bangsa. Ini adalah cara sempurna untuk memulaikan penyebaran injil Yesus, Mesias yang bangkit.)

2.      Apakah karunia untuk berbicara dalam bahasa yang membingungkan akan membuat injil ditinggikan? (Saya sangat tidak yakin bahwa “bahasa malaikat” (1 Korintus 13:1) adalah bahasa asing. Namun, apa logikanya jika memperoleh karunia berbahasa yang tidak dapat dimengerti? Kuasa tersebut dimaksudkan untuk digunakan bersaksi. Berbicara dalam bahasa yang seorangpun tidak mengerti merupakan kesaksian yang ganjil. Lihat 1 Korintus 14:6-12.)

8.      Baca Kisah 2:13-16. Jika Roh Kudus menunjukkan kuasanya dalam hidupmu, akankah ada orang yang meragukannya?

1.      Masuk akalkah kecaman tersebut? (Petrus tidak hanya menyerang logika di balik kecaman tersebut, tapi ia menggunakan Alkitab (Yoel 2) untuk menunjukkan bahwa kejadian ini adalah penggenapan nubuatan.)

3.      Pekabaran Itu

1.      Baca Kisah 2:22-24. Apa yang menjadi pekabaran dari Roh Kudus?

1.      Ingat pembahasan kita tentang langkah-langkah untuk menyiapkan diri guna menerima kuasa Roh Kudus? Bagaimana keterkaitan pekabaran ini dengan persiapan? (Langkah pertama adalah hati yang bertobat untuk mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias. Ini adalah pekabaran utama yang dibawakan oleh orang-orang yang digerakkan oleh Roh Kudus.)

2.      Baca Kisah 2:37. Apa respons yang muncul setelah mendengar pekabaran yang dipenuhi Roh? (Pertobatan.)

3.      Sobat, maukah engkau menerima kuasa Roh Kudus dalam hidupmu? Berdoalah hari ini memohon karunia untuk menjadi saksi yang penuh Roh dan kuasa.

 

  1. Pekan depan: Baptisan Roh Kudus.