Hati
yang Berbalik pada Akhir Zaman
(1 Raja-raja 18, Matius 17)
Keluarga dalam Keluarga Allah: Pelajaran 12
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Minggu ini saya membaca cerita tentang sepasang suami isteri yang, dengan berlalunya waktu, menyaksikan perkawinan mereka kehilangan romansanya. Sang isteri kemudian didiagnosa menderita pembengkakan pada pembuluh darah otak. Tahu bahwa tinggal sedikit waktu mereka untuk bersama-sama, pasangan tersebut mengobarkan kembali gairah perkawinan mereka yang dulu. Perlu sebuah tragedi untuk membuat pasangan tersebut fokus pada hal yang penting. Pelajaran kita minggu ini adalah mengenai Allah yang memusatkan perhatian kita pada hal yang penting, khususnya sementara kita memikirkan saat kedatanganNya yang kedua kali. Mari selami pelajaran kita!
1.
Kekeringan
1.
Baca 1 Raja-raja
16:29-32. Raja macam apa Ahab itu?
1.
Apa dosa-dosanya?
2.
Baca 1 Raja-raja 17:1.
Apa yang Elia tegaskan kepada Raja Ahab? (Bahwa Allahnya hidup dan Allah
mengendalikan hujan.)
1.
Menurut saudara mengapa
Allah memilih hujan untuk menjadi pokok pernyataan? (Baca Ulangan 11:16-17. Di
sini dan di lain tempat dalam Alkitab Allah menghubungkan berkat hujan dengan
ketaatan padaNya. The Bible Knowledge Commentary menyebutkan bahwa Baal
diakui sebagai dewa hujan.)
1.
Apa gambaran besarnya?
Apa yang Allah sedang lakukan? (Ia sedang menantang Baal. Ia membawa perhatian
orang-orang pada isu tentang siapakah Allah yang sejati? Siapa yang layak
disembah?)
2.
Pertandingan
1.
Baca 1 Raja-raja 18:1.
Menurut saudara seperti apa tanah itu setelah tiga tahun tanpa hujan dan embun?
1.
Jika saudara Elia,
bagaimana saudara menyambut instruksi dari Allah ini?
2.
Baca 1 Raja-raja
18:17-18. Sudahkah Raja Ahab belajar sesuatu?
1.
Saya kira pelajarannya
adalah bahwa Allah yang Hiduplah yang berkuasa. Tidak pahamkah Raja Ahab?
3.
Baca 1 Raja-raja
18:19-20. Apa yang tergambar di benak saudara mengenai peristiwa ini? (Mereka
berada di puncak gunung. Orang-orang Israel berkumpul menyaksikan. Di satu sisi
ada Elia dan di sisi lainnya ada 850 nabi Baal dan Asyera beserta Raja Ahab.)
1.
Jika saudara orang luar
dan hendak memilih siapa pemenang dari pertandingan ini, sisi mana yang akan
saudara pilih?
4.
Baca 1 Raja-raja 18:21.
Apa yang Elia minta dari orang-orang? (Ia menanyakan pertanyaan yang sama
dengan yang saya baru ajukan pada saudara: Sisi mana yang saudara pilih? Sisi
mana yang akan menang?)
1.
Mengapa Elia menanyakan
hal ini?
1.
Inikah tugas kita
sekarang? Mengajukan pilihan pada orang lain? Untuk memperoleh komitmen?
2.
Semeriah apa sambutan
yang diberikan orang-orang? (Mereka tidak mengatakan sepatah katapun.)
1.
Nihil respons ini baik
atau buruk?
2.
Atau sekedar hal biasa?
Orang-orang ini domba yang siap dituntun? (Kabar baiknya adalah bahwa mereka
sudah cukup memperhatikan isu kekeringan sehingga mereka tidak bersorak-sorai
bagi Baal walaupun raja dan 850 nabi berada di sisi Baal. Menurut saya adalah
biasa bahwa orang bersikap menunggu.)
5.
1 Raja-raja 18:22-24.
Akhirnya orang-orang memberikan respons. Respons atas apa? (Mereka merespons
tawaran akan bukti nyata.)
6.
Baca 1 Raja-raja
18:25-38. Bisakah hal ini menjadi bukti nyata?
1.
Perhatikan 1 Raja-raja
18:37. Apa tujuan Elia?
7.
Baca 1 Raja-raja 18:39.
Bagaimana orang-orang merespons bukti nyata ini? (Dengan keputusan yang jelas.)
1.
Tidakkah saudara ingin
agar Allah melakukan hal yang sama sekarang ini?
2.
Ulangi dalam pikiran
saudara apa yang baru saja kita pelajari. Apa rencana Allah yang kita dapati
dalam cerita ini? (Orang-orang berpaling dari Allah. Allah menciptakan problema
yang dramatis bagi mereka yang menumbuhkan keraguan akan kekuatan ilah palsu.
Ketika Allah mendapatkan perhatian mereka, Ia mengadakan pertunjukan kekuatan
yang luar biasa.)
3.
Yohanes Pembaptis
1.
Baca Matius 17:1-3. Apa
yang ada di masa depan dari sobat kita Elia? (Ia pergi ke sorga kemudian
kembali ke bumi untuk bertemu Yesus.)
2.
Baca Matius 17:9-13.
Bagaimana pekerjaan Yohanes Pembaptis dibandingkan dengan pekerjaan Elia? (Baca
Matius 3:1-3. Kedua-duanya bekerja untuk membawa perhatian orang kembali kepada
Allah. Mereka merupakan bagian penting dari pekerjaan mengumpulkan orang untuk
menyaksikan manifestasi akbar dari kuasa Allah.)
1.
Bandingkan kedatangan
Yesus ke bumi dengan api yang turun di gunung Karmel.
1.
Bagaimana
perbandingannya dalam hal kuasa?
2.
Bagaimana
perbandingannya dalam hal mujizat?
3.
Bagaimana
perbandingannya dalam hal perolehan perhatian?
4. Baca 1 Raja-raja 18:38. Bagaimana hal ini mengingatkan saudara akan Yesus? (Yesus “menyalakan” sistem korban. Keseluruhan sistem ini menunjuk kepadaNya dan Ia menggenapinya.)
1.
Baca Maleakhi 3:17-18.
Masa apa yang dituliskan dalam ayat ini?
2.
Baca Maleakhi 4:1-3.
Referensi waktu dalam ayat sebelumnya tidak terlalu jelas bagi saya. Kejelasan
apa yang terkandung dalam ayat ini?
1.
Baca dan bandingkan 2
Petrus 3:11-13. (Kini tak ada keraguan lagi dalam benak saya bahwa Maleakhi
4:1-3 setidaknya sedang membicarakan Kedatangan Kedua dari Yesus.)
3.
Baca Maleakhi 4:5-6.
Ada “Elia” datang dalam diri Yohanes Pembaptis sebelum kedatangan Yesus yang
pertama. Masuk akalkah bila kita mengharapkan “Elia” lain sebelum Kedatangan
Kedua dari Yesus? Apakah ini merupakan nubuatan berulang? (Menurut hemat saya
jawabnya adalah “ya.”)
1.
Apa dampak Elia pada
keluarga yang beriman pada akhir zaman? (Ia akan menyatukan keluarga yang
beriman.)
1.
Mengapa hal tersebut
akan terjadi? (Keadaan yang sulit dapat menjadikan kita lebih dekat.)
4.
Kita melihat Allah
mengulangi suatu pola. Pertama antara Elia dan api di Gunung Karmel kemudian
Yohanes Pembaptis dan kuasa Yesus. Apa yang saudara prediksikan menjadi lakon
pertama dari pengalaman Elia sebelum Kedatangan Kedua?
1.
Ingat bahwa Allah
langsung menyerang “kuasa” Baal? Baal adalah dewa hujan dan hujan tidak turun.
Apa dewa zaman kita? (Sulit bagi saya untuk berbicara tentang negara-negara
lain, namun dewa zaman kita di Amerika adalah uang dan harta.)
1.
Apa yang secara logis
diutarakan oleh hal ini yang menjadi langkah pertama Allah untuk mempersiapkan
kita bagi Kedatangan Kedua? (Mengambil kekayaan kita.)
1.
Jika saudara meragukan
hal ini, baca Wahyu 3:17-18 dan Wahyu 13:16-17. Kedua ayat ini membicarakan
uang sebagai masalah. Ayat kedua mengatakan bahwa hukuman bagi umat yang setia
adalah tidak bisa menggunakan uangnya.)
5.
Setelah “tarikan
perhatian” (ketiadaan hujan/ketiadaan uang) apa langkah logis berikutnya?
(Pertunjukan dramatis dari kuasa Allah yang luar biasa! Pada akhir zaman dua
pertunjukkan yang terjadi sebelumnya diulangi. Kita melihat kedatangan Yesus
untuk kali yang kedua (Wahyu 19), dan Ia akhirnya mengirim api untuk
menghanguskan orang jahat! (Wahyu 20)
6.
Sobat, maukah engkau
menyerahkan pada Allah perhatian dan kesetiaanmu? Ujian Elia sedang mendatangi
kita. Kuatkan imanmu, kuatkan keluargamu agar engkau siap!