<-- Families of Faith

Keluarga yang Beriman
(1 Raja-raja 11)
Keluarga dalam Keluarga Allah: Pelajaran 10

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Apa dampak kebudayaan populer bagi iman saudara? Bagi keputusan saudara mengenai apa yang benar dan salah? Kalau saudara menjejerkan program televisi favorit saudara dengan standard Alkitab, seberapa dekatkah mereka? Selama bertahun-tahun, saya sudah mengusulkan sebuah tes yang sederhana namun membuat pedih: bandingkan jumlah waktu yang saudara habiskan setiap minggu untuk menonton televisi dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk mempelajari Alkitab. Jika saudara menghabiskan lebih banyak waktu dengan televisi, pengaruhnya akan besar bagi saudara. Pengaruh budaya telah ada sejak lama, jadi mari mulaikan pelajaran kita dan pelajari efeknya pada keluarga-keluarga dahulu kala!

 

1.      Raja Salomo

1.      Baca 1 Raja-raja 10:23-25. Apa yang kita pelajari mengenai Raja Salomo?

1.      Tempatkan diri saudara pada posisinya: bagaimana perasaan saudara tentang diri saudara? Tentang hidup saudara?

2.      Bagaimana caranya saudara menangani rasa bangga?

2.      Baca 1 Raja-raja 10:26-29. Kita kini membicarakan tentang memiliki “mainan”  [toys] (barang milik yang digunakan untuk bersenang-senang). Pernah dengar ungkapan: “He who dies with the most toys wins?” [Terjemahan bebasnya: “Yang mati dengan mainan terbanyaklah yang menang.”  Maknanya kira-kira: orang yang sukses adalah mereka yang mempunyai kecukupan dan kenyamanan secara materi dan tidak tergantung pada orang lain.] Bagaimana Salomo dengan “mainan”-nya?

1.      Menurut saudara apakah Allah memiliki opini soal  “mainan” yang diperoleh? Jika demikian, apa? (Baca Ulangan 17:16)

1.      Perintah Allah sepertinya bertentangan dengan logika. Kuda dan kereta bukanlah sekedar mainan tapi merupakan senjata militer terdepan pada masa itu. Menurut saudara mengapa Allah memerintahkan agar umatNya membatasi kemampuan militernya? (The Bible Knowledge Commentary menyebutkan: “Tuhan ingin agar umatNya bergantung padaNya sebagai perlindungan mereka.”)

3.      Baca 1 Raja-raja 11:1. Hal lain apa yang menjadi pengalih dalam hidup Salomo? (Banyak perempuan asing.)

1.      Apa daya tarik perempuan asing?

2.      Berapa kerap saudara melihat kejadian ini terulang: seorang lelaki menjadi kaya dan sukses di usia tuanya. Ia memperoleh semua barang baru dan akhirnya ia memperoleh seorang istri baru. Lumrah, bukan?

1.      Menurut terkaan saya, Salomo, dalam situasinya, tidak pernah meninggalkan istri-isteri lamanya!

4.      Baca 1 Raja-raja 11:2. Salomon adalah Raja. Sangat umum dan penting bagi seorang kepala negara untuk menikah dengan keluarga dari kepala negara lain. Hal ini menolong untuk menjaga hubungan baik dengan bangsa lain. Apa masalah yang saudara lihat pada strategi politik ini? (Allah secara khusus mengatakan kepada Salomo untuk tidak menikah dengan perempuan dari bangsa lain.)

1.      Apa Salomo mematuhi Allah?

1.      Menurut saudara mengapa Salomo tidak patuh?

5.      Ada perintah relevan lainnya yang tidak disebutkan dalam 1 Raja-raja 11. Baca Ulangan 17:17. Bagaimana saudara memberi nilai pada kepatuhan Salomo? (Perintah ini juga mengatakan bahwa sang Raja tidak boleh mengumpulkan emas dan perak dalam jumlah besar. 1 Raja-raja 10:27 menyebutkan bajwa Salomo membuat banyaknya perak sama seperti batu.)

6.      Baca 1 Raja-raja 11:3-6. Apakah Allah benar dalam peringatan yang diberikanNya soal isteri asing?

1.      Apa pendapat saudara mengenai standar Allah. Ayat yang kita sudah baca tidak pernah menyebutkan bahwa Salomo berhenti mempercayai Allah. Apa dosa Salomo sejauh yang menyangkut Allah? (Salomo tidak menuruti Allah sepenuhnya.)

2.      Apa yang menyebabkan Salomo tidak menuruti Allah sepenuhnya? (Pengaruh “budaya” dari isteri-isteri asingnya.)

3.      Tengok kembali 1 Raja-raja 11:2. Apa yang dikatakan soal ikatan emosi Salomo dengan isteri-isteri asingnya? (Ia terpaut erat kepada mereka dengan cinta.)

4.      Tempatkan diri saudara pada posisi Salomo. Ia mencintai isteri-isteri asingnya. Ia mencintai Allah. Cinta itu alami dan ajaib. Salomo tidak “memaksakan agamanya” pada isteri-isterinya. Karenanya, secara perlahan ia tergelincir ke dalam pola pikir lain. Bisakah saudara merasionalisasikan hal ini jika saudara adalah Salomo?

5.      Bagaimana dengan engkau, sobat? Apakah Allah memberimu standar yang sama seperti yang Ia berikan bagi Salomo?

1.      Jujurkah bila saudara mengatakah bahwa saudara mengikuti Allah “sepenuhnya?” Atau, saudara memiliki sedikit area pribadi dalam hidup saudara yang saudara cadangkan untuk diri sendiri?

1.      Apa dampak budaya terhadap saudara?

2.      Jujurkah saudara bila mengatakan bahwa saudara “mencintai” budaya di sekeliling saudara?

7.      Baca 1 Raja-raja 11:7-8. Pengaruh isteri-isteri asing Salomo akhirnya menuntun kepada hal apa?

8.      Baca 1 Raja-raja 11;9-10. Apa hasil dari ketidaksetiaan Salomo?

1.      Perhatikan bahwa ayat tersebut menyebutkan bahwa Allah “telah dua kali menampakkan diri kepadanya.” Hal penting apa yang ditekankan di sini? (Lebih dekat engkau kepada Allah, lebih banyak yang Ia harapkan darimu.)

9.      Baca Wahyu 3:17. Apakah hal ini berlaku bagi Salomo? Berlaku bagi saudara?

10.  Baca Pengkhotbah 4:13. Apa Salomo pernah menyadari salah jalannya?

11.  Baca 1 Raja-raja 11:11-12. Pada hakekatnya, apa keluhan Allah mengenai Salomo? (Allah menunjuk inti permasalahannya: Sikap Salomo. Sikap kita adalah apa yang Allah sangat prihatinkan. Karena Salomo bersikap sebagai (Pengkh. 4:13) “seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi peringatan lagi,” Allah tidak bisa bekerja bersama Salomo. Salomo kini mempercayai dirinya sendiri gantinya Allah.

1.      Apa pendapat saudara tentang ganjaran yang diberlakukan pada putra Salomo? (Jika saudara baca bagian selanjutnya dari pasal tersebut, saudara akan dapati bahwa Salomo harus menghadapi masalah dengan bangsa-bangsa yang memusuhinya sepanjang umur hidupnya. Namun hal paling penting adalah bagaimana iman dari orang tua memiliki kesanggupan untuk mempengaruhi kehidupan anak-anaknya. Kesetiaan Daud membantu melindungi Salomo. Ketidaksetiaan Salomo membantu mencelakakan putranya.)

2.      Melawan Budaya

1.      Sementara kita mempelajari Salomo, saya berkali-kali mengutip bagian-bagian dari Ulangan 17. Mari baca bagian yang telah saya kemukakan sebelumnya dalam pelajaran ini. Baca Ulangan 17:16-17

2.      Mari sekarang baca Ulangan 17:18-19. Apa penangkal dari Allah agar tidak tertelan oleh budaya populer? (Salah satu dari berkat besar yang saya peroleh dari pekerjaan menulis pelajaran Alkitab ini tiap minggu adalah bahwa hal tersebut mendorong saya untuk senantiasa membandingkan kehendak Allah dengan kehidupan saya yang berdosa. Minggu ini saya didakwa karena tidak memberi setiap bagian hidup saya kepada Allah.)

3.      Diyakini bahwa Amsal 2:1-5 dikumpulkan atau ditulis oleh raja Salomo. Kapan ia menulis nasehat ini adalah lain perkara. Mari lihat ayat ini seolah-olah ini ditulis setelah kejadian yang sudah kita pelajari dalam 1 Raja-raja 11. Mari pilah-pilah ayat ayat ini untuk pelajari apa yang Salomo ajarkan pada kita tentang bagaimana agar tidak terjerat budaya populer. 

1.      Baca Amsal 2:1. Pelajaran apa yang kita dapatkan di sini? (Kita perlu memiliki sikap menerima dan tekun terhadap firman Allah. Mempelajari firman Allah dengan tekun sehingga kita ingat akan ajaran-ajaranNya.)

2.      Baca Amsal 2:2. Apa pelajarannya di sini? (Kita perlu baca dan terapkan firman Allah dalam kehidupan kita. Nasehat Allah perlu menjadi bagian dari hati kita.)

3.      Baca Amsal 2:3-4. Apa pelajarannya di sini? (Kita perlu mencari tahu makna dari firman Allah.)

4.      Baca Amsal 2:5. Apa pelajarannya di sini? (Jika kita dengan tekun mencari hikmat Allah dan menerapkannya dalam hidup kita gantinya menerapkan hikmat dari budaya populer, maka Allah akan memberi kita pengertian akan kehendakNya. Standar kita datangnya dari Allah, bukan dari budaya.)

3.      Meneruskan Obor

1.      Baca Hakim-hakim 2:6-10. Apa yang menyebabkan generasi Yosua melayani Allah dan generasi yang berikutnya berpaling dari Allah?)

1.      Bagaimana memastikan bahwa hal ini tidak terjadi pada kita atau anak-anak kita – bahwa kita berpaling dari Allah? (Hal-hal yang Allah sudah lakukan bagi umatNya tertulis di Alkitab. Sebagaimana halnya mempelajari Alkitab itu penting bagi kita untuk melawan budaya populer, demikian juga halnya dengan mengajarkan anak-anak kita berkat dari mempelajari Alkitab itu penting untuk memelihara pekerjaan Allah pada generasi terdahulu.)

2.      Sobat, kunci sangat penting untuk tetap setia pada Allah dan melawan budaya kafir adalah dengan tekun dan berpikiran terbuka mempelajari Alkitab. Maukah engkau dengan sepenuh hati melaksanakannya hari ini? Maukah engkau dengan sepenuh hati mencurahkan lebih banyak waktu dengan Alkitabmu ketimbang televisimu?

4.      Pekan depan: Apa yang Dilihat Orang di Dalam Rumahmu