<-- Kidung Cinta Kerajaan

Kidung Cinta Kerajaan
(Kidung Agung 1 & 8)
Keluarga dalam Keluarga Allah: Pelajaran 7

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan:  Baru-baru ini saya lihat sebuah judul buku di mana sang pengarang sepertinya menambahkan kata “seks” hanya untuk mendongkrak penjualan. Saat saya membaca catatan kecil mengenai buku tersebut, hal tersebut diakui di situ. Nah, pelajaran ini agak-agak berbau seks, jadi marilah berharap agar lebih banyak yang tergerak untuk membacanya! Apakah Alkitab membicarakan seks dan cinta romantis? Tak salah lagi! Mari selami pelajaran kita dan temukan jawabnya!

 

1.      Sukacita dalam Percintaan

1.      Baca Kidung Agung 1:1-2. Mengapa isteri Salomo ingin agar Salomo menciumnya? (Hal itu sangat menyenangkan. Perhatikan bahwa Alkitab mengesahkan sisi fisik dari percintaan.)

1.      Istri Salomo membandingkan cinta dengan apa? (Anggur.)

1.      Mengapa? Apa seperti mengatakan “cintamu lebih baik dari susu?”

2.      Pernah saudara dengar tentang seseorang yang “melayang” karena alkohol? (Terkesan di sini bahwa cinta fisik menyebabkan sikap saudara terangkat. Saudara merasa “melayang”.)

2.      Baca Kidung Agung 1:3. Indera lain apa lagi yang terlibat dalam percintaan? (Indera penciuman. Hai lelaki, jika engkau menginginkan sebuah romansa, perhatikan aroma tubuhmu!)

1.      Apa arti “bagaikan minyak yang tercurah namamu?” (Ngomong-ngomong, ini ungkapan yang hebat!)

1.      Ingatkah engkau, hai wanita, saat pacaran dulu engkau menuliskan nama pacarmu berkali-kali? Lalu sesudahnya engkau menulis namamu diikuti oleh nama belakangnya? Mengapa engkau melakukan hal itu?

1.      Mengapa namanya begitu penting? (Inilah tema Alkitab. Allah kerap menunjukkan bahwa namaNya penting. Idenya adalah bahwa namamu adalah simbol dirimu. Di sini, nama Salomo laksana wewangian bagi isterinya. Begitu hebatnya Salomo.)

2.      Ngomong-ngomong soal pentingnya nama, saya yakin saudara sekalian sudah perhatikan bahwa jika saudara menyusun ulang huruf-huruf dari nama belakang saya (Cameron), saudara akan memperoleh kata “romance” – romansa. Hebat, bukan?

3.      Bagaimana denga kalimat terakhir dari ayat 3? Tempatkan diri saudara sebagai isteri Salomo, apa kalimat ini baik atau buruk? Apakah jawabannya tergantung pada jenis kelamin saudara? (Amat kerap saya bertemu seseorang yang pencemburu berat dan tidak tahan melihat orang lain mengagumi pasangannya. Jika saudara memiliki perkawinan yang kokoh, saudara akan mempunyai rasa yakin atasnya. Saudara menunjukkan sikap bahwa pasangan saudara lebih bernilai bagi saudara karena orang lain melihat nilai itu dalam diri pasangan saudara. Jika saudara adalah satu-satunya orang di dunia ini yang menganggap pasangan saudara mempunyai nilai, mungkin perkawinan saudara tidak begitu bahagia.)

2.      Perkawinan yang Teguh.

1.      Baca Kidung Agung 1:4. Apa sikap isteri Salomon terhadap orang lain yang mengagumi Salomo? (Ia bilang mereka benar! Inilah isteri yang memiliki sikap yakin.)

1.      Misalkan saudara menunjukkan sikap bahwa jika pasangan saudara melirik sedikit ia akan mencampakkan saudara dan memilih orang lain. Ini akan mengirim sinyal apa pada pasanganmu?

2.      Walau isteri Salomo berkata wanita lain mengagumimu, siapa yang masuk “ke dalam maligai-maligainya?” (Inilah sikap yakin. Kalian semua wanita dapat mengagumi suami saya, tapi saya satu-satunya yang tidur dengannya.)

2.      Baca Kidung Agung 1:5-6. Mengapa isteri Salomo hitam? (Ia bekerja di bawah matahari.)

1.      Apa maksudnya waktu ia katakan bahwa ia telah menelantarkan “kebun anggur”-nya sendiri? (Maksudnya ia telah menelantarkan penampilannya. Saya pikir ini masalah budaya. Dalam budaya saya “kulit coklat sehat” (saya taruh dalam tanda kutip karena adanya isu kanker) dianggap cantik dan dikagumi. Dalam budaya lain, wanita disebut cantik jika terlihat seolah-olah tidak pernah terkena matahari.)

1.      Apa isteri Salomo itu buruk rupa? (Tidak, ia mengatakan dirinya “cantik.”)

1.      Lantas kenapa ia mengeluh karena berada di bawah matahari? (Ia menunjukkan kepedulian yang wajar tentang penampilannya. Ingat saat saya bertanya kalau hanya saudara yang dapat menghargai pasangan saudara? Jika saudaralah si pasangan dan saudara pikir hanya pasangan saudara yang bisa menghargai saudara, maka saudara perlu membenahi penampilah saudara.)

3.      Jawaban Salomo

1.      Baca Kidung Agung 1:9-11. Hai lelaki, Salomo membandingkan isteri kecintaannya dengan seekor kuda. Ide bagus atau bukan?

1.      Kata Salomo apa yang mempercantik rupa isteri kecintaannya? (Isterinya pastilah berasal dari California, hehe.)

2.      Baca 1 Timotius 2:9-10. Apa Paulus sependapat dengan Salomo?

3.      Baca 1 Petrus 3:3-4. Apa Petrus sependapat dengan Salomo?

4.      Bagaimana saudara mempertemukan Salomo, Paulus dan Petrus perihal pemakaian perhiasan? (Dari ketiganya, Petrus (1 Petrus 3:3-4) menerangkan pemikiran Allah tentang perhiasan. Ia mengajarkan bahwa kecantikan sejati berasal dari karakter kita, bukan dari apa yang kita kenakan. Ini adalah peringatan untuk berfokus pada pengembangan karakter bukannya karat. The Bible Exposition Commentary mengatakan “seorang wanita yang bergantung pada tampilan luar akan segera kehabisan amunisi!”)

 

2.      Hai lelaki, pelajaran apa yang saudara tarik setelah mendengar apa yang Salomo katakan dalam Kidung Agung 1:10-11? (Pujilah isteri saudara atas penampilannya – atau setidaknya atas apa yang ia sedang kenakan.)

  1. Jawaban Penuh Cinta

3.      Baca Kidung Agung 1:12-14. Apa kegunaaan wewangian? (Untuk memikat.)

1.      Apa kata isteri Salomo tentang suaminya? Laksana sekantong bunga? (Ia mengatakan bahwa ia terpikat kepadanya.)

2.      Menurut saudara apa yang penting dalam penempatan dari “sebungkus mur” itu? Hati-hati menjawab. (Tempatnya lebih rendah dari hidungnya. Ia berkata bahwa Salomo senantiasa ada dalam hatinya.)

3.      Menurut Bible Knowledge Commentary, En-Gedi adalah sebuah oasis. Arti apa yang tersirat dari komentar sang isteri ini? (Bahwa Salomo terbaik di antara semua lelaki – seperti oasis yang indah dan harum di tengah padang pasir.)

4.      Hai wanita, apakah engkau mengatakan pada suamimu betapa engkau menghargainya? Apa engkau menganggapnya terbaik dibanding para pria lain? Ataukah engkau memberi kesan bahwa ia laksana padang pasir dan para pria lain laksana oasis?

  1. Sukacita dalam Perkawinan

4.      Baca Kidung Agung 1:16-17. Apa kita sedang mempelajari sesuatu mengenai cara istana Salomo dibangun? (Tidak. Ini diartikan bahwa sejoli ini menikmati kebersamaan di alam.)

1.      Orang ini memiliki istana. Mengapa mereka mau berada di alam? (Petualangan, kesenangan.)

2.      Apa di sini ada yang bisa saudara jadikan pelajaran bagi perkawinan saudara?

  1. Kilas Balik

5.      Jelas kita tidak bisa mempelajari seluruh kitab Kidung Agung dalam suatu pelajaran singkat. Dari apa yang telah kita lihat sejauh ini, Salomo dan isterinya (oh ya, ia disebut gadis Sulam) memiliki perkawinan yang bahagia. Perkawinan yang kokoh ini dibangun di atas dasar yang kokoh. Mari beranjak ke tempat di mana terdapat “kilas balik” pada masa sebelum perkawinan mereka. Baca Kidung Agung 8:8-9. Para kakak laki-laki dari gadis Sulam ini membicarakan mengenai apa yang mereka bisa lakukan agar ia memiliki perkawinan yang bahagia. Apa artinya bahasan mengenai “tembok” dan “pintu” dalam ayat 9? (Ini merujuk kepada adik perempuan mereka, masih suci (tembok – mencegah orang masuk) atau liar (pintu – mengijinkan orang masuk)

1.      Bagaimana para kakak ini bereaksi kalau adik mereka sebuah tembok? (Ada beberapa arti yang dapat ditemukan di sini. Salah satu adalah bahwa “menara” berarti bahwa sang adik menjulang tinggi dalam pandangan mereka. Arti lain adalah bahwa para kakak akan menghadiahinya beragam perhiasan agar ia menjadi lebih atraktif. Arti lain adalah bahwa ini khususnya merujuk pada suatu jenis hiasan kepala. Kesimpulannya adalah bahwa para kakak akan memberinya kebebasan dan memberinya hadiah jika ia adalah “tembok.”)

2.      Bagaimana para kakak ini bereaksi jika ia berlaku liar? (Jika ia sebuah “pintu,” mereka akan menguncinya di kamar! Menurut hemat saya maksudnya adalah bahwa mereka akan membatasi kebebasannya.)

3.      Hai orang tua, adakah engkau temukan pelajaran bagimu di sini?

6.      Baca Kidung Agung 8:10. Ia itu apa? (Sebuah tembok – walau ia menegaskan bahwa lelaki akan tertarik kepada tubuhnya. Kakak-kakaknya tidaklah perlu mengkhawatirkannya.)

1.      Siapa lagi yang tidak perlu khawatir? (Salomo. Ia mengatakan bahwa fakta yang ia adalah tembok sebelum menikah membawa “kebahagiaan” pada Salomo.)

7.      Baca Kidung Agung 8:11-12. Apa arti bahasan mengenai kebun anggur ini? (Salomo memiliki kebun anggur yang sesungguhnya yang mendatangkan uang dari hasilnya. Isterinya berkata tubuhnya adalah juga sebuah “kebun anggur” yang sanggup memberi “hasil.”)

1.      Bagaimana sikap sang gadis terhadap “kebun anggur”-nya? (Ia secara khusus sedang membicarakan keperawanannya dan ia sadar bahwa itu adalah sesuatu yang sangat berharga – sebagaimana layaknya kebun anggur. Ia menjaganya untuk diberikan kepada Salomo.)

2.      Apa kita mengajarkan kepada anak-anak kita bahwa keperawanan mereka adalah pemberian berharga? Sesuatu yang bernilai tinggi?

8.      Baca Kidung Agung 8:14. Karena ini adalah kilas balik, apa yang sementara dikemukakan oleh isteri Salomo? (Ia sedang mengenang hari-hari masa muda mereka. Alkitab mengingatkan kita bahwa dengan tetap suci hingga hari pernikahan, lalu setia kepada pasangan, akan membuat kita memiliki kebun kenangan pribadi saat kita tua.)

9.      Sobat, ada sesuatu yang Alkitab ajarkan bagi kita soal seks. Disebutkan agar kita suci, menjaga diri bagi pernikahan, kemudian setelah menikah agar memberi perhatian pada romansa! Apa engkau memberi perhatian?

  1. Pekan depan: Rahasia untuk Membentuk Kesatuan Keluarga.