Kata-kata
Bijak bagi Keluarga
(Amsal 5, 15, 21, 31 dan Efesus 5:28)
Keluarga dalam Keluarga Allah: Pelajaran 6
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Alkitab berisikan segala jenis saran praktis. Minggu lalu kita mempelajari saran Alkitabiah soal bagaimana mengajar anak-anak kita mengenai Allah. Minggu ini kita kita beranjak kepada saran bagi anak yang sudah dewasa dalam perkawinan mereka. Memiliki sebuah keluarga yang baik membutuhkan suatu hubungan yang baik antara suami dan isteri. Pelajaran kita minggu ini dimulaikan dengan saran bagi mereka yang sudah menikah. Setelah mempelajari problema-problema yang mungkin timbul, kita pikirkan bagaimana beberapa dari problema ini dapat dihindarkan oleh bersikap waspada saat berpacaran. Mari selami pelajaran kita!
1.
Madu dan Empedu
1.
Baca Amsal 5:1-2. Siapa
yang sedang diajar dalam ayat Alkitab ini?
1.
Kata Alkitab apa yang
menjadi “bayaran” bagi anak-anak yang menaruh perhatian kepada nasihat
berbasiskan Alkitab dari orang tua mereka? (“Berpegang pada kebijaksanaan” dan
“bibirmu memelihara pengetahuan.”)
1.
Menurut saudara, apa
artinya “berpegang pada kebijaksanaan?” (Artinya saudara akan menyelamatkan
diri dari kejahatan. Hasilnya adalah bahwa saudara tidak akan dipermalukan.
Ingin mempertahankan martabatmu, nak? Ingin tidak terperosok ke dalam lubang?
Maka perhatikan hal ini!
2.
Menurut saudara, apa
artinya “bibirmu memelihara pengetahuan?” (Orang akan mendengar saran saudara.
Mereka akan mempelajari pelajaran hidup yang penting oleh mencari dan menerima
saran saudara – gantinya mempelajari pelajaran hidup yang penting oleh melihat
bagaimana perbuatan saudara menghancurkan hidup saudara.)
2.
Baca Amsal 5:3-4.
Minyak dan madu. Tak seorang pun di kantor saya yang menitikkan minyak dan madu
dari mulut mereka. Jika pun ada, pasti tidak enak dilihat. Apa artinya ini?
(Artinya bahwa saat saudara memulaikan sebuah perselingkuhan, sepertinya amat
menyenangkan.)
1.
Bagaimana akhirnya?
(Melukai saudara (pedang bermata dua) dan terasa mengerikan (pahit seperti
empedu).)
1.
Mengapa demikian?
(Perselingkuhan itu tidak rasional.)
2.
Seberapa kerap saudara
melihat seseorang berselingkuh dengan orang yang tidak semenawan pasangannya?
(Hal ini senantiasa terjadi. Hal “menyenangkan” dari perselingkuhan adalah
bahwa hal itu mengingatkan saudara akan saat pacaran. Kenyataannya, benar-benar
tinggal dengan orang “lain” – yang saudara kini tahu mungkin rela “mencurangi”
saudara - adalah perkara yang berbeda.)
3.
Bertahun lampau saya
perlu sekretaris baru. Manajer Kantor (seorang perempuan) datang ke kantor saya
dan memberitahukan, “Saya sudah dapatkan calon yang sempurna untuk bapak. Dia
cantik dan menikahi atasannya yang terakhir.” Ternyata sang manajer tidak
bergurau dengan fakta-fakta tersebut. (Ia bergurau tentang kualifikasi
pekerjaan yang saya berikan.) Tak lama berselang setelah kami mempekerjakannya,
tebak siapa yang datang mengunjungi saya? Betul, suami baru/mantan boss-nya. Ia
ingin melihat bagaimana rupa saya. Tebak mengapa?
3.
Baca Amsal 5:7-8.
Bagaimana saudara mengaplikasikan nasehat “janganlah menghampiri pintu rumahnya?”
(Jelas artinya “jangan berada sendirian dengannya di dalam rumahnya.” Tapi
“hampiri pintu” memiliki arti lebih banyak.)
1.
Berapa dari saudara
yang suka bercanda genit? (Saya suka. Merupakan suatu dorongan ego yang dahsyat
(khususnya di usia tua saya) jika ada wanita cantik bercanda genit dengan
saya.)
1.
Apakah canda genit
“menghampiri pintu rumah?” (Ini adalah daerah di mana saudara perlu waspada.
Saya yakin frasa “hampiri pintu” pasti menyangkut pikiran kita. Amat sangatlah
penting untuk tidak memikirkan “minyak dan madu” dari perselingkuhan dengan
orang lain. Kata-kata kita mencerminkan apa yang kita pikirkan. Karenanya, jika
“kata-kata canda genit” mulai menggambarkan tingkah yang tak pantas, hati-hati
karena alaram sedang berdering. Berbaliklah, Lebih baik, lari menjauh.)
4.
Baca Amsal 5:9-10.
Mengapa kita harus lari?
1.
Apakah Amsal 5:10
menggambarkan pengacara perceraian? (Toby Keith mungkin adalah penyanyi Country
favorit saya. Ia menyanyikan lagu sedih tentang berkendara melewati tempat
di mana ia dulu tinggal dan melihat rumahnya, anak-anaknya, isterinya, truknya
dan anjingnya – dan seorang asing yang kini memiliki semua barangnya! Lagunya
menanyakan, “Siapa laki-laki itu yang menjalani hidupku?” Jika saudara
berselingkuh, kemungkinan hasilnya adalah bahwa orang asing akan “mengenyangkan
diri dengan kekayaanmu,” mereka akan “menjalani [apa yang dulu menjadi]
hidupmu.”)
1.
Mengapa Alkitab
membahas sisi finansial dari ketidaksetiaan? (Alkitab mengajar kita untuk
bersikap rasional – bukan emosional – soal kesetiaan perkawinan.)
5.
Kita tadi melompati dua
ayat. Baca Amsal 5:5-6. Adakah ini merupakan sisi nasehat rohani darinya?
1.
Perhatikan bahwa ayat 6
mengatakan, “tanpa diketahuinya” - [tanpa diketahui perempuan jalang itu]. Apa
yang dikedepankan? (Pihak lain dalam perselingkuhan tersebut tidak dengan
sengaja coba menyebabkan saudara merugi kini dan selamanya. Terserah saudara
untuk berhati-hati bahkan bilamana teman saudara lah yang mungkin menjadi
sumber ketidaksetiaanmu.)
2.
Menikahi Empedu
1.
Baca Amsal 21:9 dan
Amsal 21:19. Diskusi kita sejauh ini mengasumsikan bahwa menikah dengan
pasangan orisinil adalah baik. Kita mengasumsikan bahwa gairahlah yang memikat
seseorang ke dalam perselingkuhan. Anggaplah saudara tinggal dengan pasangan
yang lekas naik darah dan pemarah. Apa yang ayat-ayat ini katakan soal tinggal
dengan Tuan/Nyona Pemarah dan Tidak Waras? (Tidaklah menyenangkan.)
2.
Baca Amsal 27:15-16.
Bagaimana saudara merasakan suara tetesan yang terus-menerus? (Menjengkelkan)
1.
Apa saudara menyukai
hari-hari hujan? (Pasangan yang suka bertengkar itu seperti tetesan yang
menjengkelkan di hari hujan.)
2.
“Tangan kanan
menggenggam minyak.” Arti tambahan apa yang hal ungkapan tersebut tambahkan?
(Tangan kanan saudara adalah tangan yang terkuat. Segala upayamu tidaklah cukup
untuk menahan pasangan macam ini.)
3.
Harapan apa yang
Alkitab berikan bagi kita untuk menahan pasangan pemarah dan tidak waras?
(Tidak banyak.)
4.
Baca Kejadian 2:18.
Bagaimana Amsal bisa begitu jauh dari ideal?
3.
Jika saudara memiliki
pasangan yang lekas naik darah dan pemarah, apakah oke-oke saja mencampakkan
dan menggantinya dengan orang lain yang lebih menyenangkan?
1.
Haruskan saudara pindah
ke sotoh rumah? Bagaimana dengan padang belantara?
4.
Janganlah sekedar
menjabarkan masalahnya, mari tengok solusinya agar saudara tidak perlu pindah
ke sotoh rumah. Jika saudara belum menikah, apa yang harus saudara cari dalam
diri pasangan?
1.
Seberapa pentingkah
penampilan dibanding kepribadian? (Sebelum menikah, jika seseorang menyarankan
agar saya berpacaran dengan seseorang “yang memiliki kepribadian yang baik”
saya menganggapnya sebagai tanda untuk lari karena calon pacar ini naga-naganya
buruk.)
1.
Apa sikap saya benar?
(Tidak. Ternyata Allah menuntun saya kepada seseorang yang cantik juga
menyenangkan – tapi jika saya harus memilih, seorang yang cantik yang pemarah
dan tidak waras tidak akan menyenangkan. Dengan berlalunya waktu, dia bahkan
mungkin tidaklah cantik. Yang tersisa bagi saudara adalah marah dan tidak
warasnya. Lihat Amsal 31:30.)
5.
Mari baca ayat yang
menganjurkan apa yang harus dicari oleh seorang lelaki yang belum menikah pada
diri calon istrinya. Baca Amsal 31:10-11. Apa ini tujuannya? Untuk menemukan
pasangan yang memungkinkan orang lain mengatakan bahwa saudara “tidak
kekurangan keuntungan?”
6.
Baca Amsal 31:12.
Bagaimana saudara menilai hal ini sementara saudara berpacaran? (Jika pacar
saudara memukul saudara dan menimbulkan masalah sementara kalian berpacaran,
pastilah hal ini tidak akan berakhir saat kalian menikah.)
7.
Baca Amsal 31:13.
Karakteristik apa yang ayat ini gambarkan? (Ia tidaklah malas. Pasangan yang
malas membuat frustrasi.)
8.
Baca Amsal 31:16.
Karakteristik apa yang ayat ini gambarkan? Ia memiliki pengertian akan
pengelolaan keuangan.
9.
Baca Amsal 31:20.
Karakteristik apa yang ayat ini gambarkan? (Ia memiliki belas kasih – bahkan
bagi yang kurang beruntung.)
10.
Baca Amsal 31:25-26.
Karakteristik apa yang ayat ini gambarkan? Apa artinya “tertawa tentang hari
depan?” (Ia bijak dan bersiap untuk masa depan.)
11.
Haruskah saudara
mengharapkan semua kualitas ini pada bakal isteri saudara? (Tanyakan pada diri
sendiri berapa banyak dari kualitas ini ada dalam diri saudara? Ayat-ayat ini
memberi ide tentang apa yang dicari dari calon pasangan.)
12.
Bagaimana jika saudara
sudah menikah? Adakah solusi, selain sotoh rumah, jika sekarang ini saudara
menikah dengan orang yang “pemarah dan tidak waras?” (Baca Efesus 5:28. Saudara
tidak bisa, sebagaimana Amsal 27:16 katakan, “menahan” pemarah dan tidak waras.
Namun, saudara bisa mengasihi “pemarah dan tidak waras” dan merubahnya. Saya
sudah melihat hal ini terjadi pada sepasang suami isteri. Beberapa kesalahan
menjatuhkan hukuman jangka panjang. Allah memberi kita saran untuk mengatasi
kesalahan kita.)
13.
Baca Amsal 15:1. Saran
lain apa yang Allah berikan pada kita yang tinggal dengan “pemarah dan tidak
waras?” (Sukar untuk tidak bias dengan kegagalan kita sendiri. Jika saudara
tinggal dengan pasangan yang suka bertengkar, kemungkinan bahwa saudara adalah
bagian dari masalah. Jawaban yang lemah lembut membantu mencegah perbantahan.)
14.
Sobat, cara terbaik
untuk memiliki perkawinan yang baik adalah memperhatikan karakter dari orang
yang engkau pilih untuk nikahi. Jika engkau sudah menikah, Allah memberi
nasehat bagaimana mempertahankan keutuhan perkawinan. Maukah engkau
mengupayakan untuk sama-sama menjaga perkawinanmu dan memperbaiki hubungan
dengan pasanganmu?
3. Pekan depan: Kidung Cinta Kerajaan.