<-- Murid Mencari Murid Lainnya

Murid Mencari Murid Lainnya
(Yosua 4, Matius 28, Kejadian 37)
Keluarga dalam Keluarga Allah: Pelajaran 5

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Yesus memanggil masing-masing kita dalam Matius 28:18-20 untuk memuridkan “semua bangsa.” Apakah ini termasuk memuridkan anak-anak kita? Tentu saja! Minggu lalu kita membahas apa yang Alkitab ajarkan tentang berkat-berkat dan tantangan dari memiliki anak-anak. Minggu ini kita beranjak ke topik “memuridkan” anak-anak kita – mengajar mereka untuk mengasihi dan menuruti Allah. Mari mulaikan pelajaran kita!

 

1.      Batu-batu

1.      Baca Yosua 3:14-15. Bayangkan bahwa saudara adalah seorang dari bangsa Yahudi yang sementara menuju tempat yang Allah katakan akan diberikanNya sebagai tempat tinggal saudara. Saudara tiba di sungai Yordan dan harus menyeberanginya bersama keluarga dan semua harta milik saudara. Sayangnya, sungai tersebut sedang meluap. Apa yang saudara pikirkan dan prihatinkan?

2.      Baca Yosua 3:15-17. Sekarang katakan, bagaimana perasaan saudara? Bagaimana sikap saudara terhadap Allah?

3.      Baca Yosua 4:1-3. Saudara-saudara yang pernah menghabiskan waktu di alam, katakan seperti apa kira-kira batu-batu ini kelihatannya? Bagaimana mereka dibedakan dengan batu-batu lain di areal tersebut? (Batu-batu ini akan sangat halus – bahkan mungkin sedikit mengkilap.)

4.      Baca Yosua 4:4-5. Apa hal ini membutuhkan iman di pihak pengangkat batu? (Air masih menggunung. Saya akan khawatir bahwa air itu akan menimpa saya!)

1.      Kira-kira mengapa Yosua memilih 12 batu? (Satu untuk mewakili setiap suku Israel.)

5.      Baca Yosua 4:6-7. Apa maksud dari batu-batu ini?

6.      Baca Yosua 24:25-27. Apa maksud dari batu ini?

7.      Baca 1 Samuel 7:12. Pola apa yang kita lihat dalam penggunaan batu-batu ini dan hubungan antara Allah dan umatNya? (Batu-batu itu mengingatkan peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah umat Allah.)

8.      Baca Yosua 4:20-24 untuk akhir dari kisah tentang batu-batu dari sungai Yordan. Perhatikan khususnya ayat 21-23 dan komentarnya tentang anak-anak. Apa pelajaran tentang mengajar anak-anak dapat kita pelajari dan kisah ini? (1. Mengajar anak-anak adalah tindakan yang disengaja pada komunitas Kristiani. 2. Mengajar anak-anak menyangkut penggunaan sesuatu yang menarik perhatian mereka. Apakah saudara perhatikan bahwa Yosua memaksudkan agar batu-batu ini menarik perhatian? 3. Batu-batu itu merupakan peringatan terus-menerus dari generasi kepada generasi. 4. Batu-batu itu mengingatkan anak-anak akan kuasa, kasih, pemeliharaan dan penyediaan Allah bagi mereka dan orangtua mereka.)

1.      Apa yang gereja dapat lakukan sekarang ini untuk menciptakan “batu-batu” untuk mendidik generasi yang akan datang? (Baca Keluaran 12:12-14 dan Keluaran 12:26-27. Oleh memelihara dan menjelaskan hari raya keagamaan kita dapat menciptakan “batu-batu” bagi anak-anak kita.)

2.      Bagaimana orangtua dapat menciptakan “batu-batu” dalam rumahtangga mereka untuk mengajark anak-anak mereka?

1.      Adakah Sabat mingguan itu sebuah “batu”

1.      Bagaimana saudara dapat menciptakan peringatan kasat mata akan Sabat?

2.      Bagaimana saudara memastikan bahwa sebuah “batu” tidak menjadi berhala?

2.      Kasih

1.      Baca Yohanes 13:34-35, Matius 5:44 dan 1 Yohanes 3:14. Jika orangtua Kristiani perlu menunjukkan kasih kepada orang lain, haruskan mereka menunjukkannya juga kepada anak-anak mereka?

1.      Hai orangtua yang memiliki anak remaja, apakah Matius 5:44 bergaung dalam hidupmu? (Kita mungkin tergoda untuk membalas kata-kata yang menyakitkan dengan jawaban yang menyakitkan. Kita mungkin tergoda untuk berpaling dari anak-anak kita saat mereka mengatakan mereka benci kita. Tapi jika musuh pantas mendapatkan hal yang lebih baik, demikian pula anak-anak kita.)

2.      Hai orangtua, dengan mengesampingkan soal disiplin, akankah saudara mengatakan kepada orang lain hal-hal yang saudara katakan kepada anak-anak saudara?

2.      Baca Keluaran 4:22-23 dan Yesaya 66:13. Bagaimana pandangan seorang anak akan Allah dipengaruhi oleh orangtuanya? (Allah senantiasa menggambarkan diriNya sebagai orangtua kita. Jika saudara ingin anak-anak saudara memiliki gambaran yang tepat akan Allah, saudara perlu sangat berhati-hati mengenai gambar mental yang anak-anak saudara tarik dari kata “orangtua.”)

3.      Baca Kejadian 37:3-4. Adakah ini sebuah hasil yang sudah diramalkan dari adanya pilih kasih di antara anak-anak?

1.      Problema apa yang mengekor di belakang pilih kasihnya ayah Israel (Yakub)? (Baca cepat Kejadian 37:23-36. Akankah terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa 400 tahun perhambaan kaum Ibrani dapat dirunut balik kepada peristiwa ini? Wahai orangtua, jangan pilih kasih!)

3.      Petunjuk

1.      Baca Amsal 22:6. Menurut hemat saudara, apa artinya “mendidik” anak-anak?

2.      Mari tengok beberapa ayat yang menjelaskan lebih lengkap ide “didik” ini. Baca Kejadian 18:19. Apa yang Allah harapkan dari Abraham sebagai orangtua? (Melakukan apa yang benar dan adil.)

3.      Baca Amsal 2:1-9. Perhatikan bahwa ayat-ayat ini memiliki rangkaian “jika/maka.” Anak-anak dihimbau untuk melakukan apa? (Berusaha mengenal Allah dan kehendakNya.)

1.      Apa yang Allah janjikan jika mereka melakukan hal ini? (Allah akan memberi mereka kebijaksanaan dan pengertian yang akan menolong mencegah mereka dari melakukan kesalahan yang membahayakan dalam hidup mereka.)

2.      Bagaimana orangtua dapat menanamkan dalam diri anak-anaknya keinginan untuk mengenal Allah dan kehendakNya? (Hal pertama yang mereka harus lakukan adalah menyampaikan firman Allah kepada anak-anak mereka. Firman Allah harus disampaikan sebagai sesuatu yang dirindukan.)

4.      Baca Amsal 3:11-12. Bagaimana seharusnya sikap seorang anak terhadap disiplin?

1.      `Bagaimana kita mengajarkan sikap itu kepada anak-anak kita? (Ini membawa kita kembali kepada isu “batu”. Jika Allah mendisiplin saudara, ceritakan kepada anak-anak saudara tentang hal itu dan bagaimana hal tersebut menolong saudara bertumbuh.)

5.      Baca Amsal 1:8-9. Begaimana hal belajar dari didikan orangtua itu seperti mengenakan perhiasan? (Menjadikan saudara lebih atraktif.)

1.      Apakah saudara mengenal bocah-bocah “baik” yang membuat saudara tertarik mendekat? Saudara merasa senang berbincang-bincang dengan mereka? Menurut hemat saya, itulah bagian yang Amsal sedang bicarakan dalam ayat ini.

6.      Baca Amsal 3:13-15. Apa manfaat lain dari orang tua yang mengajar anak-anaknya akan hikmat Allah? (Hal tersebut menjadikan saudara kaya. Apakah artinya kaya uang tidak jelas, karena Alkitab berkata bahwa kebijaksanaan Allah lebih baik dari uang.)

7.      Baca Amsal 3:17-18. Apa lagi yang menanti para orang tua yang mengajar anak-anaknya untuk menerima kebijaksanaan Allah? (Damai sejahtera, berkat dan hidup.)

8.      Wahai orangtua, apakah engkau menginginkan anak-anakmu memiliki hidup yang baik kini dan hidup kekal setelahnya? Jadikan mereka murid. Tunjukkan pada mereka kasih Allah. Ajari mereka kebijaksanaan dari Alkitab. Ingatkan mereka dengan “batu-batu” yang menunjukkan betapa hebatnya Allah kepada siapa mereka mengabdi! Maukah engkau hari ini menetapkan untuk melakukan hal ini?

4.      Pekan depan: Kata-kata Bijak bagi Keluarga.