Pemulihan
(Kejadian 3)
Keluarga dalam Keluarga Allah: Pelajaran 3
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Apa dampak dosa terhadap rencana awal Allah bagi perkawinan? Apakah merubah rencana Allah bagi hubungan antara suami dan isteri? Jika demikian, apakah kematian Yesus di salib mengembalikan kita pada rencana semula? Kita akan telaah beberapa hal yang telah kita pelajari ihwal perkawinan dan kemudian melihat bagaimana dosa mempengaruhi hubungan antara Adam dan Hawa. Mari mulaikan pelajaran kita!
1.
Rencana
1.
Baca Kejadian 2:22-23.
Bagaimana saudara menggambarkan reaksi Adam tatkala Allah menciptakan seorang
wanita untuk mendampinginya?
1.
Ingatkah saudara
bagaimana rasanya berkencan dengan seseorang yang saudara sukai dan
kelihatannya benar-benar menyukai saudara? (Ini adalah sebagian dan emosi
terbaik dalam hidup.)
1.
Menurut saudara inikah
yang dirasakan Adam segera setelah Allah menciptakan Hawa?
2.
Baca Kejadian 2:24. Apa
Adam dan Hawa kini sudah menikah?
1.
Apa elemen-elemen
perkawinan yang digambarkan dalam ayat ini? (Meninggalkan orang tua, menjadi
satu dengan pasanganmu, menjadi “satu daging.”)
2.
Dr. Izak F. Wessels
menunjukkan sebuah perbandingan menarik antara 2 institusi yang didirikan saat
Penciptaan: Perkawinan dan Sabat. Baca Yesaya 58:13-14. Yesaya menuliskan
tentang Sabat. Berapa banyak dari petunjuk untuk menghormati Sabat yang juga
merupakan elemen dari pernikahan yang sukses? (Kesetiaan, hormat, tidak egois,
hati-hati bertutur, hati-hati bertindak, menciptakan kesukaan dalam perkawinan
sebagaimana halnya menciptakan kesukaan dalam pemeliharaan Sabat.)
3.
Kembali ke Kejadian.
Menurut saudara siapa yang berkata-kata dalam Kejadian 2:24? Adam atau Allah?
(Ini adalah deklarasi Allah tentang perkawinan.)
3.
Baca Kejadian 2:25. Ada
poin di sini? Jika ya, apa gerangan itu?
2.
Merusakkan Rencana
1.
Baca Kejadian 3:1. Ayat
tersebut mengatakan bahwa ular “ialah yang paling cerdik dari segala binatang
di darat yang diciptakan oleh Tuhan Allah.” Apa yang dikatakan Alkitab? Bahwa
kita sedang berurusan dengan seekor binatang yang betul-betul pintar?
1.
Ini seekor binatangkah?
2.
Baca 2 Korintus 11:3.
Apa yang dikemukakan ayat ini soal sifat ular?
3.
Baca Wahyu 12:9. Apa
yang dikemukakan ayat ini soal sifat ular?
4.
Baca Kejadian 49:17.
Apa yang dikemukakan ayat ini soal cara Alkitab menggunakan istilah “ular?”
(Wahyu dengan jelas mengatakan bahwa “ular tua” itu Setan. Kejadian 49
menunjukkan bagaimana seseorang (di sini, Dan, seorang di antara putra Isak)
dapat dideskripsikan sebagai seekor “ular.”)
5.
Apakah Setan
diciptakan? (Baca Yehezkiel 28:13-14. Ayat ini kerap diterima sebagai deskripsi
dari Setan (walau dalam beberapa pengertian juga merujuk kepada Raja Tirus).
Saudara dapat lihat bahwa Setan “diciptakan” dan “diminyaki” sebagai malaikat
(“kerub yang berjaga”). Karenanya, tatkala Kejadian3:1 mengatakan bahwa “ular”
diciptakan oleh Allah dan paling cerdik dari “segala binatang,” kepada kita
diberikan gambaran yang tepat tentang Setan.)
6.
Kita telah meluangkan
waktu coba menyortir sifat ulat. Apa yang dikemukakan mengenai metode yang
Setan gunakan? (Bahwa ia coba mendekati kita dalam cara yang tidak terlalu
kentara jahatnya.)
7.
Mari kita tuntaskan
Kejadian 3:1. Benarkah kata-kata Setan? Apa jawaban tepat bagi pertanyaan Setan
yang mengarahkan itu?
1.
Adakah Setan sedang
berusaha menjadikan Allah nampak terlampau keras?
2.
Baca Kejadian 3:2-3.
Apakah Hawa menyatakan dengan benar persyaratan dari Allah? (Kejadian 2:17
hanya menyebutkan makan, bukan pegang. Namun tidak memegangnya konsisten dengan
ide untuk menjauhkan diri dari buah ini.)
3.
Baca Kejadian 3:4-5.
Berapa banyak dari yang dikatakan Setan itu benar?
1.
Renungkan ayat-ayat
ini. Apa cobaan bagi Hawa. Apa yang Setan “lemparkan”? (Iming-iming untuk
menjadi “seperti Allah.” Allah tidak bisa dipercaya. Oleh memakannya Hawa akan
menjadi seperti Allah sehingga dia dapat mengambil keputusan sendiri soal
hidup.)
4.
Baca Kejadian 3:6.
Menurut ayat ini, mengapa Hawa memakan buah tersebut? (Baik untuk tubuh,
menyenangkan mata dan bagus untuk pikiran.)
1.
Apakah ada implikasi
bahwa Hawa memegang buah tersebut sebelum memakannya? Jika ya, apakah fakta
bahwa dia dapat menjamah buah tersebut tanpa mengalami celaka (lihat Kejadian
3:3) menjadikan Hawa lebih berani untuk tidak patuh pada Allah dengan
memakannya? (Ia pastilah memegang buah tersebut. Ayat 6 menyebutkan bahwa ia
“mengambil” dari buahnya. Jadi, kelihatannya bahwa saat ia menjamah buah
tersebut dan tidak celaka ia yakin bahwa Allah juga keliru soal bahaya jika
memakannya.)
1.
Apa dampak dari berlaku
terlalu keras dengan anak-anak kita? Jika kita memerintahkan mereka untuk
berhenti melakukan hal-hal yang tidak membahayakan yang Allah ijinkan, bisakah
kita memberanikan mereka untuk melakukan kejahatan betulan?
5.
Kejadian 3:6 menyatakan
hal mencengangkan bahwa Adam “bersama-sama dengan dia.” Apakah Adam bersama
Hawa sepanjang waktu? Apakah dia sekedar tidak dilibatkan dalam pembicaraan? (Matthew
Henry’s Commentary mengemukakan bahwa ia tidak sedang bersama Hawa pada
saat pencobaan. Gantinya, ia tiba setelah Hawa makan. Komentar Paulus dalam 1
Timotius 2:14 menjadikan hampir mustahil untuk percaya bahwa Adam ada di
samping sepanjang waktu.)
3.
Awal dari Problema
Keluarga
1.
Baca Kejadian 3:7.
Ingat saat kita baca Kejadian 2:25, di mana dikatakan mereka telanjang dan
tidak merasa malu, saya menanyakan poin apa yang sedang disampaikan? Sekarang
poin apa yang sedang disampaikan? (Kesempurnaan, hubungan murni antara Adam dan
Hawa telah berakhir. Mereka kini jengah dilihat bersama.)
2.
Baca Kejadian 3:8-12.
Kemerosotan apa lagi yang terjadi dalam hubungan perkawinan? (Adam menyalahkan
Hawa (dan Tuhan!))
3.
Baca Kejadian 3:13.
Siapa yang disalahkan Hawa?
4.
Hukuman
1.
Mari loncat ke bawah
dan baca Kejadian 3:16. Hukuman apa (selain kematian) yang Allah berlakukan
atas Hawa? (Kesakitan saat melahirkan, berahi kepada suami, suami akan berkuasa
atasnya.)
1.
Adakah berahi terhadap
suami itu sebuah hukuman? (Ini mestinya diartikan bahwa keduanya tidak lagi
berdiri setara. Kini ia memiliki sejenis kebutuhan emosi terhadap suaminya
namun suaminya tidak demikian.)
2.
Pikirkan sejenak
hukuman tersebut. Apa yang aneh (atau unik) dari hukuman terhadap Hawa?
(Semuanya terpusat pada hubungan perkawinan. Menjadi “satu daging” kini membawa
kesakitan. Gantinya setara dengan Adam, ia berahi kepadanya dan dikuasainya.)
2.
Baca Kejadian 3:17-19.
Mengapa Allah memulaikan hukuman bagi Adam dengan mengatakan “Karena engkau
mendengarkan perkataan istrimu?” Mengapa tidak memulaikan dengan “Karena engkau
tidak patuh kepadaku … ?”
1.
Haruskan para lelaki
menarik dari sini sebuah peringatan agar jangan mendengarkan isteri? (Itu
adalah peringatan agar jangan mendengarkan pasangan namun mendengarkan Allah
jika keduanya bertikai. Saya ingat seorang pemimpin saleh yang saya yakini
memperoleh saran tak karuan dari istrinya. Ia berkata pada saya, “Saya dapati
bahwa adalah baik untuk mendengarkan istri saya.”)
2.
Apa hukuman terhadap
Adam?
3.
Di mana persamaan antar
hukuman terhadap Adam dan hukuman terhadap Hawa? (Keduanya harus berjuang untuk
mempertahankan hidup. Adam harus berjuang untuk menghasilkan makanan. Hawa
harus berjuang untuk menghasilnya anak.)
1.
Berapa dari
perselisihan dalam perkawinan modern berpusat pada subjek-subjek ini?
5.
Penebusan
1.
Baca 2 Korintus
5:17-19. Sudahkah Yesus menghapuskan hukuman Adam dan Hawa?
2.
Baca Yohanes 6:48-51.
Bagaimana kedatangan Yesus merespons langsung dosa Adam dan Hawa? (Mereka
kehilangan hidup saat mereka berdosa. Hukuman mereka mengingatkan mereka akan
sifat mulia kehidupan. Mempertahankan hidup tidaklah mudah. Yesus mengatakan
bahwa Ia datang untuk memberi kita “roti hidup” agar kita bisa kembali memiliki
hidup.)
3.
Baca Galatia 3:13.
Menurut ayat ini, sudahkah Yesus menerima hukuman yang diberikan kepada Adam
dan Hawa?
4.
Baca Wahyu 22:1-3.
Kapan kutukan tersebut akhirnya dilepas? Kapan kita menerima kehidupan dalam
kepenuhannya tanpa harus berjuang untuk mempertahankannya?
5.
Adam dan Hawa berdosa.
Hawa menuntun Adam kedalam dosa (walau itu adalah pilihan Adam) dan Allah
berkata bahwa setelah itu, sebagai hukuman, lelaki akan memainkan peran dominan
dalam perkawinan. Sudahkah Yesus sepenuhnya menghentikan hukuman ini? (Tidak –
setidaknya tidak sekarang. Kita masih hidup tiap hari dengan akibat dari dosa.
Kita masih bergumul dengan kehidupan. Yesus sudah mengangkat kutukan tersebut,
Ia telah memberi kita hidup kekal dan Ia sedang mengembalikan kita kepada
hubungan Eden yang ideal. Itulah kenapa Yesus menunjuk kepada Eden sebagai
model perkawinan (Matius 19:4). Inilah kondisi ideal yang kita harus upayakan.)
6.
Sobat, bagaimana
perkawinanmu? Apakah engkau lebih dekat kepada model Eden atau lebih dekat
kepada model hukuman? Oleh karunia Allah, tetapkan untuk bergerak ke arah Eden.
6. Pekan depan: Tinggal Bersama Domba-domba