Perlengkapan
Senjata Kristiani
(Ephesians 6:13-17)
Efesus: Pelajaran 13
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Perlindungan. Kita semua senang terlindung dari hal-hal buruk. Apabila dingin di luar, kita melindungi diri dengan baju hangat. Apabila panas di luar, kita melindungi diri dengan tabir surya dan penangkal nyamuk. Mobil kita mempunyai segala jenis perlengkapan untuk melindungi kita dari kesalahan. Di tempat kerja, kita berharap agar majikan melindungi kita dari karyawan yang lebih superior dan majikan kita berharap hal yang sama dari kita. Minggu lalu kita mempelajari bahwa Setan mempunyai kekuatan raksasa dan terorganisir dari para iblis – dan mereka bukanlah gerombolan yang cinta damai. Sepertinya gerombolan ini adalah sesuatu yang terhadapnya kita perlu perlindungan luar biasa. Mari mulaikan pelajaran kita dan temukan lebih banyak lagi soal perlindungan!
1.
Hari yang Jahat
1.
Baca Efesus 6:13. Siapa
yang memperlengkapi senjata kita? (Allah.)
1.
Mungkinkah bagi kita
untuk setengah hati mengenakan perlengkapan senjata? (Ayat ini menyebutkan
“seluruh” perlengkapan senjata Allah. Ini menyiratkan bahwa kita harus
memastikan diri telah memiliki semua perlengkapan senjata yang tersedia.)
2.
Apa “hari yang jahat”
itu? (Pencobaan. Serangan dari kekuatan Setan.)
1.
Apa hal menenteramkan
yang saudara dapatkan dari frasa “pada hari yang jahat itu?” (Ini adalah
problema yang memiliki batas pada saat serangan terjadi – setidaknya serangan
yang terburuk.)
2.
Apa hal menggentarkan
yang saudara dapatkan dari frasa “pada hari yang jahat itu?” (Hal tersebut
pasti terjadi. Paulus tidak mengatakan “jika hari yang jahat itu tiba.”)
3.
Tugas apa yang yang
harus kita siapkan menghadapi hari yang jahat itu? (Paulus memperingatkan kita
untuk “menyelesaikan segala sesuatu.” Kita tidak sekedar berdiam diri sampai
serangan tiba. Hanya pada saat serangan itu tibalah kita diberitahu untuk
“tetap berdiri.”)
3.
Minggu lalu kita
membahas apakah tujuan peperangan kita utamanya bertahan atau melawan. Apakah
ada perubahan? (Paulus nampaknya menekankan sifat bertahan dari pertarungan
kita. Ia mengulangi bahwa tujuan kita adalah untuk “tetap berdiri.”)
2. Perlengkapan Senjata
1.
Baca Efesus 6:14. Apa
yang dilakukan ikat pinggang pada diri saudara? Menurut saudara apa yang
dilakukannya pada tentara-tentara di zaman Paulus? (Jika saudara mengenakan
jubah panjang, agak sukar untuk bergerak cepat. Saudara dapat “menaikkan” jubah
saudara dengan menggunakan ikat pinggang, yang memberi lebih banyak keleluasaan
gerak. (Bandingkan dengan Keluaran 12:11.) Ikat pinggang adalah tempat saudara
menggantungkan senjata dan membantu menahan semua senjata saudara.)
1.
Mengapa ikat pinggang
disamakan degan “kebenaran?” (Memiliki kebenaran menolong saudara untuk menjaga
semua perlengkapan senjata; menolong saudara berpegang pada senjata saudara;
memungkinkan saudara bergerak dengan berani. Jika saudara mendapati diri
berbuat salah, maka semuanya akan berantakan.)
1.
Bagaimana Allah memberi
kita ikat pinggang kebenaran? (Saudara mempunyai peran besar untuk dimainkan.
Mempelajari pemberian Allah – Alkitab – sangat penting untuk mengetahui
kebenaran. Meminta Roh Kudus untuk menyingkapkan kepada kita kebenaran dalam
Alkitab sangatlah penting. Yohanes 15:26.)
2.
Seberapa pentingkah
kebenaran dibanding ketulusan? (Yesus mengatakan kepada kita dalam Yohanes 8:44
bahwa Setan adalah “bapa segala dusta.” Kebenaran sangat penting untuk
memenangkan pertempuran ini. Tulus, namun salah, mengedepankan dusta,
menempatkan saudara di sisi yang salah. Menurut hemat saya, kita perlu
dalam-dalam menggali firman Allah untuk memastikan bahwa kita tahu apa yang
benar.)
2.
Apa peran yang
dimainkan oleh baju zirah? (Melindungi jantung dan organ-organ vital.)
1.
Bagaimana caranya
“kebenaran” melindungi jantung dan organ-organ vital saudara? (Jantung dan
organ-organ vital sangat diperlukan dalam hidup. Kebenaran yang dikaruniakan
kepada kita oleh Yesus (lihat 2 Korintus 5:21) membolehkan kita masuk ke dalam
hidup baka. Kehidupan yang benar yang diharapkan dari kita (lihat Efesus 4:24)
adalah hidup baru dalam Allah. The Bible Exposition Commentary [Komentar
Eksposisi Alkitab] mengatakan, “Kehidupan yang kita hidupkan akan membentengi
kita terhadap serangan Setan atau memudahkannya menaklukkan kita.”)
3.
Baca Efesus 6:15.
Terpikirkah saudara untuk pergi bertarung dengan kaki telanjang? Jika saudara
biasanya mengenakan sepatu, apa yang ada dalam benak saudara jika saudara
dipanggil bertempur tanpa sepatu? (Apabila saya sedang sendirian, saya punya
kebiasaaan untuk melakukan “taksiran pertempuran.” Contohnya, bila saya membawa
anjing berjalan-jalan di malam hari, saya melihat sekeliling dan memikirkan apa
yang harus lakukan jika bersua dengan seorang penyusup. Apabila saya sedang
tidak mengenakan sepatu, kaki telanjang merupakan salah satu yang merisaukan
saya. Sejauh ini, waspada hanya sekedar memenuhi benak saya karena saya tinggal
di daerah yang aman dan belum pernah bersua dengan seorang penyusup.)
1.
Dengan mengenakan
sepatu akankah saudara beroleh “damai sejahtera?” (Saudara tidak perlu
mencemaskan kaki saudara. Saudara tidak perlu cemas jari saudara terinjak dan
saudara tidak perlu cemas akan apa yang saudara akan injak. Dengan bersepatu
memungkinkan seorang serdadu untuk berkonsentrasi pada pertempuran.)
1.
Jika saudara sepakat,
“betul, sepatu memberi saya damai sejahtera” lantas menurut saudara apa maksud
Paulus saat ia menuliskan “kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil
damai sejahtera?” (Menurut hemat saya, yang ia maksudkan adalah mengetahui
injil adalah seperti halnya mengenakan sepatu – memberi kita damai sejahtera
pada saat-saat sulit. Saudara tahu di mana harus berdiri. Saudara tahu ke mana
harus pergi. Menghapus keraguan.)
4.
Baca Efesus 6:16. Jenis
“panah api” yang bagaimana yang Setan atau malaikat iblisnya tembakkan kepada
kita? Berupa apa kira-kira? (Pencobaan dan kesukaran sepertinya sebagian
darinya. Tapi, yang lain tidak akan terang-terangan “ditembakkan” dari jarak
jauh. Misalnya pikiran penuh benci, dusta, iri hati, pikiran kotor, gosip,
dll.)
1.
Bagaimana iman
memadamkan api dari panah-panah ini? (Pertama, iman memberi kita percaya pada
Allah pada masa kesukaran. Kedua, iman memberi kita jalan untuk melawan pikiran
dan tindakan jahat agar kita tetap patuh pada Allah.)
2. Sejumlah komentar memberi penjelasan yang serupa tentang perisai yang digunakan oleh serdadu Romawi. Berukuran kira-kira 120 x 75 cm, terbungkus kain linen dan kulit yang tepiannya bisa saling mengunci. Karenanya, The Bible Exposition Commentary [Komentar Eksposisi Alkitab] menyebutkan “para serdadu dapat saling mengunci perisai dan berjalan ke arah musuh seperti dinding yang kokoh.” Bayangkan jemaat saudara dalam benak saudara. Apakah jemaat saudara pas dengan gambaran ini: Orang-orang Kristen dengan perisai iman saling mengunci, menunjukkan kepada Iblis sebuah dinding yang kokoh?
1.
Jika tidak, apa yang
bisa saudara buat untuk membuat “formasi” dengan perisai saudara?
5.
Baca Efesus 6:17.
Ketopong melindungi kepala. Mengapa Paulus menyebutkan keselamatan itu sebuah
ketopong? Apa kaitan logisnya? (Ini menunjuk kepada pentingnya pikiran kita.
Jika saudara memiliki keyakinan bahwa di salib Yesus meraih kemenangan atas
Setan, saudara percaya bahwa Yesus pada akhirnya akan meluruskan segala
sesuatu, maka hal tersebut akan melindungi pikiran dan emosi saudara saat
saudara masuk ke dalam pertempuran.)
1.
Dalam perjalanan
Kristiani saudara, apakah saudara lebih memusatkan perhatian kepada apa yang
saudara lakukan daripada apa yang yang saudara masukkan ke dalam pikiran
saudara? Jika demikian, sudahkah saudara (Efesus 6:17) “menerima” ketopong
keselamatan? (Hal ini menunjukkan aspek lain dari ketopong keselamatan.
Sebagian orang Kristen akan mempersenjatai tubuh mereka, tapi membiarkan kepala
mereka tidak dilindungi dengan ketopong. Mereka melakukan hal ini dengan
memasukkan segala jenis pengaruh jahat.)
6.
Sobat, sudahkan engkau
melakukan semua hal yang diperlukan agar perlengkapan senjata rohanimu tetap
pada tempatnya? Sudahkah engkau pergi kepada Allah yang memberimu perlengkapan
senjata? Apakah engkau memiliki keyakinan di saat sukar karena perlengkapan
senjatamu yang berasal dari Allah itu ada pada tempatnya? Jika tidak, bagaimana
jika hari ini engkau bertekat untuk mengenakan perlengkapan senjata tersebut?