Peperangan
Kristiani
(Ephesians :10-12)
Efesus: Pelajaran 12
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Di sekolah hukum, mahasiswa diajarkan untuk mengidentifikasi masalah-masalah dalam sebuah perselisihan. Saudara tidak dapat memecahkan sebuah masalah dengan benar jika saudara tidak dapat menentukan apa yang dipertikaikan. Judul pelajaran ini mencantumkan kata “peperangan.” Jelas, ini menggambarkan sebuah perselisihan. Pertanyaan yang perlu kita pecahkan minggu ini adalah “Apa yang dipermasalahkan dalam peperangan ini?” Hal ini diawali dengan mencari tahu siapa musuh dan siapa teman kita. Mari loncat masuk dalam pelajaran kita tentang peperangan dalam buku Efesus!
1.
Teman
1.
Baca Efesus 6:10. Siapa
teman kita dalam peperangan ini? (Allah.)
1.
Tatkala Alkitab
mengatakan agar kita menjadi “kuat di dalam Tuhan” kita disuruh berbuat apa?
(Kita tidak boleh menjadi “pria (wanita) mandiri” dalam perjalanan Kristiani
kita. Gantinya, kita harus bekerja “di dalam” Allah. Kita harus bermitra dengan
Allah. Menjadi kuat di dalam Tuhan adalah memiliki iman yang kuat dalam kasih
dan pemeliharaanNya bagi kita.)
2.
Kemudian, Paulus
mengatakan agar kita menjadi kuat dalam “kuat kuasa” Allah. Apa yang Paulus
ajarkan dibalik iman kepada Allah? (Kuasa Allah, bukan kuasa kita, adalah kunci
kepada kemenangan dalam peperangan ini.)
1.
Kuasa apa yang Allah
tawarkan bagi kita? (Baca 1 Korintus 1:18. Kasih karunia adalah bagian dari
kuasa Allah untuk kita. Baca 1 Korintus 2:4-5. Roh Kudus adalah kuasa Allah.)
3.
Tatkala Paulus
mengatakan agar kita menjadi kuat di dalam Tuhan dan kuasa Tuhan, apa yang
dikemukakan mengenai lawan kita dalam perang ini? (Bahwa lawan kita sangat berkuasa.)
1.
Apa yang dikemukakan
mengenai kuasa kita? (Baca Markus 14:38. Dengan upaya sendiri, kita tidak cukup
kuat untukbertahanmelawan seteru kita.)
2.
Apa yang dikemukakan
mengenai Allah kita? (Baca Efesus 1:19-22. Allah memiliki semua kuasa. Ia lebih
berkuasa dari “penguasa, kuasa dan dominasi” manapun.
2.
Baca Efesus 6:11. Apa
tujuan dari pertempuran kita? Apa tujuan taktis kita? (Untuk bertahan melawan
tipu muslihat Iblis.)
1.
Kedengaran sulit?
(Alkitab tidak mengatakan agar kita pergi menaklukkan bukit yang dikawal ketat.
Kita hanya diminta untuk “bertahan.”)
2.
Menurut saudara apa
artinya “bertahan?”
3.
Apa yang dikemukakan
oleh kata “tipu muslihat” ketika digunakan untuk menggambarkan Setan? (Ia tidak
menuruti aturan main manapun. Ia tidak bermain adil. Ia berniat membodohi
saudara.)
4.
Siapa yang diserang?
Siapa yang melakukan agresi dalam pertarungan ini? Siapa yang mencoba untuk
memperluas teritori? (Bertahun-tahun saya telah membaca sejumlah buku yang
menggambarkan Perang Sipil Amerika. Sebagian besar hidup saya dihabiskan di
bagian selatan Amerika dan saya gemar menggoda keluarga saya (yang tinggal di
utara) tentang “Perang Agresi Utara.” Ada banyak kebenaran dalam ungkapan
tersebut. Untuk menang, yang perlu dilakukan oleh Selatan adalah bertahan saja.
Tidak perlu menginvasi Utara. Hal yang sama berlaku di sini. Setanlah yang
sedang menyerang, bukan kita. Untuk menang, Allah minta kita untuk “bertahan.”
Perang yang akan mendatangi saudara. Saudara tidak perlu mencarinya.)
3.
Perhatikan bahwa kita
dipanggil untuk mengenakan “seluruh perlengkapan senjata Allah.” Apa yang
dikemukakan mengenai sifat dari pertarungan kita? (Ini juga mengemukakan posisi
bertahan. Pekan depan, apabila kita mempelajari lebih detil sifat dari
perlengkapan senjata kita, kita akan belajar bahwa sifatnya sangatlah
defensif.)
1.
Bagaimana saudara
menggambarkan, sebagai hal praktis, perbedaan antara menyerang Setan dan
sekedar meneguhkan pijakan rohaniah saudara?
2.
Sang Musuh
1.
Baca Efesus 6:12. Siapa
yang bukan musuh? (Orang lain.)
1.
Jika orang lain
bukanlah musuh kita, dan jika kita berada dalam pertempuran, haruskan kita
mengolok-olok orang berdosa yang berada di luar jemaat?
1.
Bagaimana halnya dengan
orang berdosa di dalam jemaat?
2.
Dalam proses pengadilan
saya telah mewakili para homoseksual dan orang-orang non-Kristen. Saya ingat
seorang homoseksual yang keyakinan agama (non-Kristen)-nya saya bela di
pengadilan. Ia berkata pada saya “Bruce, kamu pasti setuju dengan keyakinan
agama saya karena kamu membela saya.” Saya menjawab bahwa saya sama sekali
tidak setuju dengan keyakinannya (agama atau seksual). Ibunya seorang Baptist.
Saya katakan saya “setuju dengan Ibu.” Menurut saudara pantaskah saya, sesuai
perkataan Paulus, untuk membela kebebasan beragama dari orang non-Kristen dan
homoseksual? (Orang-orang non-Kristen, homoseksual, segala macam pendosa
bukanlah musuh. Musuh ialah Setan dan prinsip-prinsip kerajaannya. Alasan saya
membela seorang homo non-Kristen adalah karena saya berjuang membela sebuah
“prinsip kerajaan” – kebebasan beragama bagi semua orang. Bebas memilih atau
menolak Allah adalah prinsip kerajaan Allah. Lihat Kejadian 3.)
3.
Jika “orang lain”
bukanlah musuh, lantas siapa? Mari telusuri tiap kelompok yang disebutkan oleh
Paulus:
1.
Siapakah
“penguasa-penguasa?”
2.
Siapakah “penghulu-penghulu
dunia yang gelap ini?”
3.
Siapakah “roh-roh jahat
di udara?”
4.
Apakah ketiga kelompok
yang didaftarkan di atas menggambarkan iblis? Atau, adakah beberapa dari
antaranya manusia?
1.
Baca Yohanes 12:31 dan
Yohanes 14:30. Siapa yang dibicarakan di sini? (Setan)
2.
Baca 1 Yohanes 5:19.
Siapa yang dibicarakan di sini? (Setan)
3.
Baca Roma 8:38-39.
Berapa banyak iblis pembantu yang dimiliki Setan? (Baca Wahyu 12:4,7-9. Yohanes
mengemukakan bahwa sepertiga dari para malaikat memilih untuk ikut Setan dan
dibuang ke bumi.)
5.
Reaksi saya saat
melihat daftar kelompok-kelompok dalam Efesus 6:12 adalah bahwa beberapa
darinya mewakili kewenangan yang dijabat oleh manusia. Namun, kebanyakan
komentar yang saya baca mengemukakan bahwa hanya Setan dan malaikatnya yang
diwakili oleh ketiga kelompok ini. Masuk akalkah bagi Setan untuk mengorganisir
malaikat-malaikatnya sehingga beberapa darinya menjadi “pemerintah,” lainnya
“penguasa” dan lainnya lagi sekedar “satuan kekuatan?
6.
Ingat bahwa Paulus
mulai dengan mengatakan “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging.”
Mungkinkah Paulus sedang menggambarkan otoritas manusia dalam Efesus 6:12 dan
tetap percaya kita tidaklah sedang berperang dengan manusia lainnya?
(Barangkali kita dapat menentang kekuatan buruk dari sebuah jabatan manusia,
contohnya seorang hakim, tapi tidak menentang personil pribadi. Kita menentang
penyalahgunaan kekuasaan dari otoritas manusia, tapi kita tidak menjadikannya
hal pribadi dengan menentang orang yang memegang otoritas tersebut.)
3.
Taktik Perang
1.
Jika manusia bukanlah
musuh kita, hanya iblis yang menjadi musuh, apa yang dikemukakan soal bagaimana
kita harus memperlakukan orang berdosa?
1.
Bagaimana seharusnya
usaha kita mentobatkan orang berdosa?
2.
Ingat pembahasan
terdahulu kita soal perang kita sifatnya “bertahan.” Berapa konsisten hal ini
dengan ide untuk mentobatkan orang berdosa? (Saya memandangnya seperti menarik
orang keluar dari rumah yang sedang terbakar. Seorang petugas pemadam kebakaran
memainkan peran bertahan. Ia tidak sedang membangun rumah baru, ia hanya
berusaha untuk melindungi rumah-rumah yang ada. Bahkan saat seorang petugas
pemadam kebakaran menghadapi api yang tak dapat ia padamkan, ia tetap berusaha
untuk menarik orang dan kobaran api.)
3.
Berapa banyak dari
perjalanan Kristianimu terlibat dalam kepedulian akan dosa orang lain?
1. Konsistenkah hal ini dengan ide dipanggil untuk “bertahan” lawan Setan dan malaikatnya? (Menurut hemat saya panggilan untuk “bertahan” lebih banyak kaitannya dengan saya, bukan orang lain. Kita perlu lebih peduli dengan pertumbuhan rohani kita sendiri. Memandang kepada pertumbuhan rohani orang lain bukanlah perhatian utama kita.)
4.
Baca Efesus 6:19-20.
Bagaimana Paulus mengartikan gaya bertahannya dalam perang lawan Setan? (Ia
membaginya dengan orang lain. Bertahan dalam peperangan mencakup juga membagi
keyakinan kita dengan orang lain.)
5.
Sobat, bagaimana
jalannya peperanganmu? Mengertikah kau bahwa manusia bukanlah musuh?
Satu-satunya musuh adalah Setan dan para malaikat jatuh yang dipimpinnya.
Mengertikah kau bahwa engkau tidak sanggup berjuang sendiri? Engkau perlu
bermitra dengan Allah. Mengertikah kau bahwa tujuan utamamu adalah bertahan
dalam Kerajaan Allah?
4. Pekan depan: Perlengkapan Senjata Kristiani.