<-- Living the New Life

Menghidupkan Kehidupan Baru
(Ephesians 4:17-32)
Efesus: Pelajaran 9

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain.  Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.  Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D. All scripture references are to the New International Version (NIV), copr. 1973, 1978, 1984 International Bible Society, unless otherwise noted. Quotations from the NIV are used by permission of Zondervan Bible Publishers. Suggested answers are found within parentheses. The lesson assumes the teacher uses a blackboard or some other visual aid. This lesson can be found at: <url:http://www.GoBible.Org/study/373.php>

 

Pendahuluan: Minggu lalu Paulus memberi kita pandangan atas apa yang kita bisa dan harus jadi dalam Kristus. Kita semua adalah bagian dari jemaat, masing-masing memenuhi peran khusus. Perekat yang mengikat kita bersama agar kita dapat bekerja satu sama lain adalah “ikatan sendi” kerendahan hati, kelembahlembutan dan kasih. Apa jadinya jika satu bagian dari tubuh jemaat kita terinfeksi kanker dosa? Minggu ini Paulus berbicara mengenai apa yang harus kita hindari agar tetap menjadi bagian yang sehat dari jemaat. Allah mempunyai harapan-harapan bagi hidup kita. Mari loncat masuk dan pelajari hal-hal tersebut!

 

1.      Pikiran Tertutup, Hati Kelam

1.      Baca Efesus 4:17-18. Beberapa orang mengutip kata-kata Paulus untuk argumen bahwa sekali kita selamat, tidak jadi soal lagi apa yang kita perbuat. Apa yang dianjurkan ayat ini? (Dalam Efesus 4:17, kata Gerika yang diterjemahkan sebagai “hidup” adalah “peripatio” yang kita bahas minggu lalu. Paulus memberi tahu kita agar tidak ‘berjalan” dalam cara yang kita lakukan sebelum kita bertobat.)

1.      Pikiran adalah kunci kepada tindakan kita. Tatkala Paulus mengatakan bahwa orang bukan Yahudi yang belum bertobat memiliki “pikiran yang sia-sia,” apa yang ia maksudkan? (Sesuatu yang “sia-sia tidak sepadan dengan usaha yang dicurahkan. Mereka memiliki pikiran “berbobot ringan.” Pemikiran yang tidak berguna.)

2.      Perhatikan sebutan lain yang Paulus gunakan: “gelap,” “tidak mengenal,” dan “kedegilan hati.” Adakah kata “jahat,” “tidak terdidik,” dan pikiran “tertutup” dapat diterima sebagai cara lain untuk menyatakan hal ini?

1.      Bagaimana dunia kerap mendeskripsikan orang Kristen? (“Tidak terdidik” dan “pikiran tertutup” adalah dua deskripsi yang umum digunakan. Paulus mengatakan bahwa istilah-istilah ini lebih tepat mendeskripsikan orang-orang yang belum menerima Yesus!)

1.      Mengapa istilah-istilah ini tepat digunakan bagi dunia? (Tanpa pengertian tentang rahasia kehendak Allah saudara akan kehilangan bagian penting dari pendidikan saudara. Jika menolak injil, pikiran saudara tertutup. Jika saudara tidak mengenal Allah, saudara tidak akan memahami dunia dengan benar.)

3.      Sebuah Komentar, Critical and Explanatory, on the Old and New Testaments melontarkan sebuah aspek menarik dari ayat-ayat ini. Dikatakan bahwa Efesus 4:18 merujuk kepada “secara harafiah pengerasan kulit hingga tidak peka terhadap sentuhan.” Orang yang belum bertobat tidak dapat melihat, tidak dapat merasa. Bayangkan bagaimana kehidupan semacam itu!

2.      Baca Efesus 4:19. “Kepekaan” macam apa yang dunia telah kehilangan? (Kepekaan terhadap denyut Roh Kudus.)

 

1.      Tatkala Paulus berkata bahwa orang-orang yang menyerahkan diri kepada “hawa nafsu” menyerahkan “segala macam kecemaran,” dalam istilah sekarang apa yang sedang ia deskripsikan? (Ketagihan. Nafsu seks, contohnya, progresif serta membuat ketagihan. Saya melihat sebuah program investigasi atas penjebakan para lelaki yang menggunakan internet untuk membujuk anak laki-laki dan anak perempuan di bawah umur ke dalam hubungan seksual. Orang dewasa, yang berlagak sebagai anak-anak, menjawab pesan elektronik dari lekaki-lekaki ini dan mengatakan bahwa mereka sedang sendirian di rumah. Lelaki-lekaki ini masuk ke dalam rumah si anak dan berhadapan dengan reporter berita. Bahkan seorang dokter dan seorang rabi tertangkap dalam sergapan ini. Para lelaki ini tahu hal ini salah, tapi mereka tidak tahan terhadap dorongan jahat. Ketagihan menjadikan mereka tidak peka terhadap Roh Kudus – dan terhadap pikiran sehat!)

3.      Sebagai bagian dari tubuh Kristus, apa kewajiban mental kita? (Berpikiran terbuka perihal Allah, terdidik dalam firman Allah, memikirkan pemikiran-pemikiran yang bermanfaat, menjadi peka terhadap Roh Kudus.)

2.      Datang kepada Kristus

1.      Baca Efesus 4:20-21. Bagaimana orang Kristen itu berbeda? (Ia kini telah diajar untuk bertindak beda.)

1.      Apakah kita benar-benar melakukan hal ini: mengajar orang-orang Kristen untuk bertindak beda?

2.      Di masa muda saya pada usia awal duapuluhan dan pertama mulai mengajar kelas Alkitab, kontroversi teologis besar adalah ihwal pembenaran oleh iman. Jemaat saya terbagi bukan dalam perkara kasih karunia, tapi dalam ihwal apa artinya hal itu dalam kehidupan orang percaya. Beberapa orang memuji “kelegaaan dan kelepasan” yang mereka rasakan saat mengetahui bahwa tindakan mereka tidak lagi jadi soal. Mereka tidak perlu lagi khawatir soal penurutan. Apakah ini yang kita harus ajarkan? (Mari tengok hal tersebut berikut ini.)

2.      Efesus 4:22-24. Apa yang disebut Paulus sebagai “kebenaran yang nyata dalam Yesus?” (Paulus melanjutkan bahwa kebenaran yang diajar kepada kita adalah untuk menanggalkan manusia lama. Mengenakan sikap baru, mengenakan manusia baru “yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”)

1.      Apakah pemikiran dan tindakan kita jadi soal? (Pasti. Hal-hal tersebut tidak menyelamatkan kita, tapi merupakan bagian menentukan dalam jalan hidup kita yang baru. Kita tidak bertobat dan kemudian tetap dalam kehidupan lama kita.)

2.      Frasa “diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya,” mengingatkan saudara terhadap apa? (Penciptaan Adam dan Hawa. Yesus memberi kita kesanggupan untuk diciptakan kembali dalam citra Allah.)

3.      Kebajikan Praktis

1.      Baca Efesus 4:25-28. Paulus kini memberi kita beberapa nasehat amat khusus perihal menghidupkan kehidupan yang saleh. Hubungan apa yang saudara lihat antara ayat 26 dan 27? (Kemarahan memberi Setan tempat berpijak dalam hidup saudara.)

1.      Bagaimana caranya? (Kemarahan memicu saudara melakukan hal-hal yang saudara tahu tidak benar. Kendali normal diri saudara berkurang.)

 

2.      Apa yang dikatakan Paulus kepada orang miskin yang tidak mau bekerja?

3.      Apa yang dikatakan Paulus kepada orang kaya yang mementingkan diri?

2.      Baca Efesus 4:29. Ujian apa yang saudara akan terapkan untuk mengetahui apakah bicara saudara pantas? (Apakah itu membawa keuntungan bagi orang-orang yang mendengarnya.)

1.      Adakah tempat yang tersisa untuk cemooh? Gosip? Olok-olokan jahat?

2.      Kita baca dalam Efesus 4:25 bahwa kita harus berkata benar. Kadang-kadang saya mendengar (dan kadang-kadang saya mendapati diri sedang berkata) “Ya, itu memang benar.” Apakah keadaan yang sebenarnya menjadi satu-satunya patokan oleh mana kita mengukur ucapan kita? (Kita perlu bertanya pada diri sendiri bukan saja apakah sesuatu itu benar, kita perlu juga tanyakan apakah hal itu berguna dan bermanfaat.)

3.      Baca Efesus 4:30. Mengapa ini menjadi nasehat yang penting? (Karena kuasa Roh Kudus adalah kunci kepada hidup baru. Roma 15:16.)

4.      Baca Efesus 4:31-32. Bagaimana saudara membuang kepahitan? Apakah hal itu sesuatu yang cukup saudara kertakkan gigi dan teratasi?

1.      Hubungan apa yang saudara lihat antara dua ayat ini? (Yang satu menjadi penangkal bagi yang lain. Jika saudara mempraktekkan berlaku baik, berpengasihan, mengampuni, maka kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah dan kejahatan akan dibuangkan.)

5.      Sobat, Allah memanggil engkau kepada hidup baru. Maukah engkau menetapkan untuk meletakkan “manusia lama” di belakangmu dan berjalan di jalan Yesus?

  1. Pekan depan: Perjalanan Kristiani.