<-- Unity Amid Diversity

Unity Amid Diversity
(Ephesians 4:1-16)
Ephesians: Lesson 8

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain.  Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.  Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Persatuan senantiasa menjadi sebuah kata bagus. Keanekaragaman, di lain pihak, adalah mengenai menjadi berbeda. Terkadang jadi berbeda itu bagus, terkadang jelek. Keanekaragaman dapat menjadi alasan untuk jadi berdosa, congkak atau keduanya. Pelajaran kita hari ini adalah cetak biru bagi penanganan keanekaragaman dalam suatu cara yang menghasilkan persatuan yang sehat dan mengasihi. Mari loncat langsung ke dalam pelajaran kita! 

 

1.      Berjalan Bersama

1.      Baca Efesus 4:1. Alkitab Bahasa Indonesia sehari-hari menerjemahkan ayat ini sebagai berikut “…hiduplah sesuai dengan kedudukanmu sebagai orang yang sudah dipanggil…” “Peripatio” adalah kata dalam bahasa Gerika yang berada di belakang frase “hiduplah sesuai” dan menjadi dasar bagi kata dalam bahasa Inggeris “peripatetic.” Ada yang tau apa artinya peripatetic? (Berjalan berkeliling. Terus-menerus berjalan di tempat berbeda.)

1.      Tatkala Paulus mendorong kita untuk “terus-menerus berjalan” di jalan yang Allah telah memanggil kita, apa yang ia mintakan untuk kita perbuat? (Maju terus di jalan Allah. Berjalan ke arah kebenaran adalah tema yang umum dari Perjanjian Baru.)

1.      Jika kebenaran itu sebuah perjalanan, bagaimana seharusnya kita memandang “keterpelesetan” kita ke dalam dosa? (Hal itu mengingatkan saya akan saran mengenai pola makan. Yang perlu diperhatikan bukanlah soal perubahan berat badan setiap harinya, namun apakah tiap minggu saudara cenderung mengalami penurunan berat badan. Apakah kehidupan saudara berada pada jalur “menanjak?”)

2.      Baca Efesus 4:2. Kata Paulus kita tidak hanya sekedar menjadi rendah hati dan lemah lembut, ia berkata agar kita “selalu” rendah hati dan lemah lembut. Bagaimana saudara menilai instruksi ini? Apakah jalan hidup saudara “selalu rendah hati dan lemah lembut?”)

1.      Bagaimana pandangan dunia soal menjadi rendah hati dan lemah lembut? Menurut IVP Commentary, kalangan Gerika memandang kelemahlembutan sebagai suatu sifat baik, tapi rendah hati tidak – kecuali kalau saudara dari kelas sosial “rendahan.” Apakah di kalangan saudara juga demikian?

3.      Perhatikan bahwa dalam Efesus 4:2 Paulus melanjutkan, “Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” Kepada siapa kita dipanggil untuk menjadi “rendah hati dan lembah lembut,” orang-orang dalam jemaat atau semua orang?

4.      Baca Efesus 4:3. Kelompok apa yang dibicarakan di sini? (Jika “Roh” yang menjadi pengikat, mestinya yang dimaksud adalah jemaat.)

1.      Apa yang memberi kita persatuan dalam jemaat? (“Ikatan damai sejahtera.”)

2.      Bagaimana kita mencapai kedamaian dalam jemaat kita? (Menjadi rendah hati dan lemah lembut satu sama lain. Apapun yang Alkitab ajarkan pada orang Kristen di tempat lain soal kerendahan hati dan kelemahlembutan, tak ragu lagi di sini Paulus sedang berbicara mengenai jemaat.)

3.      Pertanyaan terakhir saya mengasumsikan bahwa kita kita harus “mencapai kedamaian” dalam jemaat kita. Apakah asumsi ini betul? (Tidak. Yesus sudah memberi kita persatuan. Panggilan kepada kita adalah jangan “mengacaukannya” dengan kesombongan dan kekasaran kita.)

5.      Pikirkan kali terakhir saat tidak ada damai dan persatuan dalam jemaat saudara. Bagaimana kerendahan hati dan kelemahlembutan telah membawa perubahan?

1.      Kadang-kadang sulit memahami bagaimana mengaplikasikan hal ini dalam setiap situasi, terutama dalam konteks otoritas gereja. Bertahun-tahun lalu, ada seorang wanita anggota Sekolah Sabat yang menyulitkan di kelas saya. Ia ingin menjadi guru sekolah sabat gantinya saya, dan tak diragukan ia lebih baik. Bila ia mengangkat tangannya untuk memberi komentar, saya memberinya kesempatan. Namun, bukan sekedar memberi komentar, ia mulai mengajukan pertanyaannya di kelas dan kemudian meminta jawaban dari anggota lainnya! Bagaimana saudara mengatasi masalah tersebut dengan kerendahan hati dan kelemahlembutan seandainya saudara adalah saya? (Saya tidak pernah mengatakan kepadanya, “Hentikan, saya yang berkuasa di sini” – walau saya merasa demikikan. Gantinya, saya membantu dia membentuk kelasnya sendiri – yang tak lama kemudian bubar karena kehadiran yang kurang. Dalam waktu setahun dia (dan keluarganya) berhenti masuk gereja. Berhasil baik untuk kelas saya, tapi tidak begitu baik bagi keselamatnya.)

6.      Baca Efesus 4:4-6. Apa argumen Paulus soal persatuan di sini? (Kita semua memiliki Allah yang sama dan tujuan yang sama, mengapa harus ada pertentangan?)

  1. Kemenangan

1.      Baca Efesus 4:7-8. Ayat ini secara longgar didasarkan atas kutipan dari Mazmur 68:10 dan Mazmur 68:19. Tiga hal apa yang kita dapati sedang terjadi di sini? (Yesus naik ke surga. Ia membawa tawanan-tawanan dalam keretaNya dan Ia memberikan pemberian-pemberian kepada kita.)

1.      Apa artinya “membawa tawanan-tawanan dalam keretaNya?” (“Kereta” adalah apa yang mengekor di belakang.)

1.      Dalam istilah perang klasik itu berarti tentara musuh yang tertawan. Apa itu tawanan-tawanan dalam ayat ini? (Dalam istilah perang, para tawanan ini akan dibunuh atau diperbudak demi kemuliaan pemenang.  Dalam kasus Yesus, tujuanNya adalah membawa kita ke surga, untuk memberi kita hidup kekal. Karenanya, saya pikir kita adalah “tawanan-tawanan” yang mengikutiNya. Kita “ditarik” kembali ke surga sebagai piala kemenanganNya.)

2.      Menurut saudara apa “pemberian-pemberian” yang Yesus berikan kepada kita? Pikirkan dalam konteks penaklukan militer. Biasanya, hal ini berarti tawanan-tawanan akan diberikan sebagai budak kepada sahabat-sahabat dari raja yang menang. Apa yang kita bicarakan di sini? (Beberapa komentator mengemukakan bahwa hal ini menunjuk kepada karunia rohani. The Bible Knowledge Commentary mempunyai pemikiran lain. Dikemukakan bahwa ini berarti bahwa orang-orang berdosa adalah “tawanan,” dibebaskan dan diberikan kepada jemaat sebagai pemberian.)

2.      Baca Efesus 4:9-10. Paulus memberikan sedikit penjelasan atas istilah-istilah yang digunakan dalam Mazmur 68:19. Menurut saudara apa yang Paulus maksudkan di sini, dan mengapa dia bersusah-susah untuk coba menjelaskan hal ini? Apa yang sedang ia tekankan? (Yesus merendahkan diriNya oleh menjadi seorang dari kita. Tindakan kerendahan hati dan kasih ini membuahkan kemenanganNya yang mulia atas dosa. Yesus menjadi pemenang, Ia memenangkan kembali seluruh jagat raya. Ini yang membangun penekanan Paulus pada bagian awal pelajaran ini. Jalan kepada kemenangan dalam gereja, jalan untuk menjaga persatuan, adalah menjadi rendah hati dan lemah lembut satu sama lain. Yesus memberi contoh ini bagi kita dalam kemenanganNya atas dosa.)

  1. Keanekaragaman

1.      Baca Efesus 4:11-13. Apa yang ayat ini utarakan sebagai pemberian-pemberian yang Yesus berikan kepada kita dalam kemenanganNya atas dosa? (Saya suka buah pikiran yang saya bagikan tadi tentang “pemberian-pemberian” b orang rupa berdosa yang telah diubah, tapi ayat-ayat ini memastikan bahwa Yesus juga memberi kita pemberian Roh Kudus. Bandingkan dengan 1 Korintus 12:28.)

1.      Apa maksud pemberian-pemberian ini? (Efesus 4:13: Untuk membangun jemaat dalam persatuan dalam “iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah.” Menolong kita dewasa dan menjadi seperti Yesus.)

2.      Apakah ada cacat dalam pemikiran Paulus? Perhatikan bahwa kita diberikan pemberian-pemberian berbeda. Bilamana saudara mulai memberikan pemberian yang berbeda kepada orang-orang, bukankah hal itu mendorong perpecahan? Dulu konstitusi America bahkan membuang ide “terpisah, namun setara.” Menurut 1 Korintus 12:28-31 pemberian-pemberian tersebut diberi ranking – tidak semua sama setara. Karenanya, pemberian-pemberian tersebut terpisah, tapi pun tidak setara. Tidakkah hal tersebut menimbulkan masalah? (Pertimbangkan lagi Efesus 4:13. Orang Kristen yang dewasa, mereka yang (sebagaimana dibahas di atas) rendah hati dan lemah lembut satu sama lainnya, akan menyadari bahwa masing-masing mempunyai karunianya sendiri dan pemberian-pemberian tersebut bersama-sama bekerja untuk membangun segenap jemaat.)

2.      Baca Efesus 4:14-15. Apa yang berbahaya bagi jemaat? (Menganggap serius (atau setidaknya tertarik kepada) setiap ajaran populer yang baru. Ini adalah aspek lain dari “keanekaragaman” – keanekaragaman ajaran.)

1.      Apa penangkalnya? (Kebenaran, diucapkan dalam kasih.)

2.      Apa artinya “bertumbuh” ke dalam Yesus? (Ini adalah panggilan bagi kita untuk menjadi lebih serupa dengan Yesus dalam karakter. Kita menjadi “dewasa” dalam sikap dan dalam doktrin.)

3.      Baca Efesus 4:16. Ayo kita periksa gambaran mental ini.

1.      Apakah yang menjadi bagian-bagian dari tubuh? (Kita, selagi kita menggunakan karunia(-karunia) roh kita dalam jemaat.)

2.      Apakah “ikatan sendi” yang menyatukan kita? (Kerendahan hati, kelemah lembutan, dan kasih.)

1.      Berapa banyak orang yang saudara kenal yang memiliki karunia rohani, tapi kekurangan “ikatan sendi?”

3.      Apa tanggung jawab kita? (Setiap bagian harus melakukan pekerjaannya.)

4.      Apa hasilnya? (Jemaat yang bertumbuh dan membangun dalam kasih.)

4.      Sobat, adakah engkau mengerjakan bagianmu dalam jemaat? Adakah engkau menggunakan karunia(-karunia) rohanimu? Adakah “ikatan sendi” kerendahan hati, kelemahlembutan dan kasihmu terpasang erat di tempatnya? Jika jawaban untuk salah satu dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah “tidak,” maukah engkau berdoa agar Allah mengubah sikapmu untuk memberimu kedewasaan, kasih, kerendahan hati dan kelemahlembutan?)

  1. Pekan depan: Menghidupkan Kehidupan Baru.