(Efesus 2:11-22)
Efesus: Pelajaran 6
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Pernahkah saudara merasa seperti “orang luar?” Bagaimana waktu di SMA? Saya mengikuti pelatihan mengemudi di sebuah SMA negeri. Saya ingat bagaimana saya berjalan menuju ruang kelas dan melihat sekelompok orang sedang berdiri di luar kelas. Saya tahu saya orang luar, tapi sepertinya ada satu orang dari mereka yang saya kenal. Dengan mengumpulkan keberanian saya mendekati kelompok itu dan memperkenalkan diri. Saya tidak suka dengan perasaan sebagai orang luar dan ingin ‘masuk’ sesegera mungkin. Pelajaran kita hari ini adalah mengenai berpindah dari orang luar menjadi orang dalam. Mari lompat dan temukan bagaimana hal itu menjadi mungkin.
1. Orang Luar
1. Baca Efesus 2:11-22. Apa artinya sunat? (Baca Kejadian 17:7 dan Kejadian 17:11. Sunat adalah suatu tanda perjanjian antara Allah dan seseorang (khususnya Abraham dan keturunannya). Mereka sepakat soal kesetiaan pribadi antara Allah dan manusia.)
1. Lantas apa artinya (Efesus 10:11) disebut “tak bersunat?” (Saudara tidak mempunyai hubungan dengan Allah.)
2. Mengapa sekelompok orang menamakan diri “sunat?” (Mereka menganggap tindakan itu begitu penting bagi kehidupan rohani mereka bahwa mereka dikenali dari nama mereka.)
1. Apa itu jadi masalah?
2. Bagaimana kalau disebut “Baptis?”
3. Bagaimana kalau disebut “Metodis?”
4. Bagaimana kalau disebut “Advent Hari Ketujuh?”
5. Masalah apa yang bisa timbul dari penekanan berlebihan terhadap satu bagian dari keyakinan saudara?
3. Perhatikan keterangan tambahan Paulus dalam Efesus s:11: “yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia.” Apa yang mendorong Paulus menambahkan catatan ini? Apa yang sedang ditekankannya? (Berbeda dengan orang-orang yang menamakan diri dengan perbuatan ini, Paulus merendahkan pentingnya perbuatan tersebut dengan menunjukkan bahwa itu dilakukan oleh manusia.)
4. Paulus telah melontarkan cemoohan ke arah kaum ‘sunat,’ tapi siapa sebenarnya yang sedang dalam kesulitan? (Orang bukan Yahudi)
1. Apa masalah orang bukan Yahudi? (Mereka tanpa pengharapan dan tanpa Allah.)
1. Renungkan hal ini untuk sejenak. Di masa sebelumnya, apakah keselamatan hanya terbuka bagi orang Yahudi? Catat jawabannya dalam benak saudara.
2. Orang Dalam
1. Baca Efesus 2:13. Apa yang merubah segalanya bagi orang bukan Yahudi? (Yesus.)
2. Baca Efesus 2:14-15. Paulus mengatakan yang dua sekarang sudah menjadi satu. Karena ia sementara membahas mengenai kondisi orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, apakah orang Yahudi dan orang bukan Yahudi sekarang satu? (Ya – ajaib.)
3. Bagaimana Yesus merubah yang “dua” menjadi “satu?” (Paulus mengatakan: “telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.”)
1. Sebentar. Apa urusannya hukum dengan menjadi seorang Yahudi atau seorang bukan Yahudi?
2. Bukankah kita sedang membicarakan orang, bukannya peraturan?
4. Baca Kisah 10:9-16. Penglihatan mengenai apakah ini?
5. Baca Kisah 10:19 dan Kisah 10:28. Apa landasan permasalahan antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi? (Orang bukan Yahudi itu “tidak tahir” dalam pemandangan orang Yahudi.)
1. Bagaimana peraturan memisahkan orang Yahudi dari orang bukan Yahudi? (Seluruh sistem Musa memisahkan orang Yahudi dari bangsa lain di bumi. Maksud dari seluruh peraturan ini adalah untuk menjadi “tahir” dan memisahkan orang-orang. Tengok misalnya Imamat 20:25-26. Dipisahkan dari orang bukan Yahudi terkait sepenuhnya dengan peraturan. Orang bukan Yahudi “tidak tahir” adanya.)
6. Topik apa yang mengawali pembahasan kita hari ini? (Sunat)
1. Apakah itu menjadi “tembok pemisah” (Efesus 2:14) antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi? (Ya.)
7. Efesus 2:15 menuliskan “dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.” Bagaimana kematian Yesus di salib membatalkan “ketentuan?” (Orang-orang Yahudi mengira mereka unggul karena berbagai ketentuan yang mereka miliki, seperti sunat. Paulus mengatakan bahwa Yesus telah menggenapi ketentuan-ketentuan ini dan karenanya ketentuan-ketentuan tersebut tidak lagi menjadi pokok perbedaan antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi.)
1. Bisakah sebuah ketentuan diperintahkan oleh Allah? Atau, adakah ketentuan-ketentuan hanyalah rekaan orang-orang Yahudi untuk memastikan agar mereka tidak melanggar hukum Allah? (Oleh karena sunat yang menjadi pokok pembahasan khusus, mari kembali ke Kejadian 17. Baca Kejadian 17:9-10. Ini adalah suatu perintah langsung dari mulut Allah. Ini bukanlah sesuatu yang diracik oleh orang Yahudi sebagai suatu “ide yang bagus.”)
2. Jika sebuah “ketentuan” datang langsung dari mulut Allah, apakah ada perbedaan dalam soal pentingnya dengan salah satu dari Sepuluh Hukum?
3. Tak Seorang pun
1. Ijinkan saya untuk mengulang barang semenit agar kita dapat menggali lebih dalam. Baca ulang Efesus 2:15-16. Siapakah “satu manusia” itu? (Gabungan orang Yahudi dan orang bukan Yahudi. Tidak ada lagi pertentangan di antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi. Kita sekarang berdamai.)
2. Ingat soal jawaban yang saya minta agar dicatat dalam benak saudara? Katakan, bagaimana kelihatannya keselamatan itu bagi orang Yahudi sebelum Yesus datang? (Mereka juga tidak mempunyai pengharapan akan keselamatan karena mereka semua telah berdosa. Roma 3:23)
1. Jika demikian halnya – orang Yahudi juga tidak mempunyai pengharapan – mengapa Paulus mengatakan (Efesus 2:12) bahwa mereka memiliki semua keistimewaan ini dalam kaitannya dengan keselamatan? Mengapa ia menyiratkan bahwa orang Yahudi memiliki pengharapan dan memiliki Allah? (Orang Yahudi mempunyai pengharapan akan datangnya Mesias (Yesus) secara harafiah mereka “mempunyai” Allah dalam hal bahwa Yesus adalah salah satu oknum Ilahi. Namun, dalam banyak hal mereka sama semata dengan orang bukan Yahudi. Tanpa Mesias mereka tidak mempunyai pengharapan.)
3. Apa yang dikatakan Paulus dalam Efesus 2:16 telah dilakukan bagi “satu manusia baru” (Efesus 2:15). (Bahwa “satu manusia baru” tidak hanya mempunyai damai internal (antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi) tapi juga telah didamaikan dengan Allah. Yesus tidak saja menggenapi hukum upacara – karenanya menghilangkan tembok di antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, tapi Yesus menggenapi kewajiban dari Sepuluh Hukum – karenanya menghilangkan tembok perseteruan antara Allah dan kita. Roma 8:1-4.)
4. Apakah “satu manusia baru” ini seorang yang tahir (clean) atau tidak tahir (unclean)? (Apakah saudara mengikuti alur argumen Paulus? Orang Yahudi berkata bahwa orang bukan Yahudi tidak tahir karena mereka tidak mengikuti hukum Musa (yang diberikan oleh Allah). Paulus berkata bahwa Kristus telah mengatasi masalah tersebut. Tapi orang Yahudi dan orang bukan Yahudi tetap mempunyai masalah ini bahwa mereka “tidak tahir” dalam pemandangan Allah. Mereka semua berdosa. Paulus mengatakan bahwa Allah mengatasi masalah tersebut juga. Manusia baru ini memiliki – pinjam istilah komputer – suatu “virtual clean.” Ia mungkin tidak “tahir” (taat) di bawah hukum Musa, dan ia pastilah tidak “tahir (taat) di bawah Sepuluh Hukum (khususnya sebagaimana yang diterangkan (diperluas) oleh Yesus – lihat Matius 5:27-28). Yesus melakukan yang tidak mungkin. Ia menjadikan kita semua tahir dalam pemandangan Allah.)
5. Baca Efesus 2:17-18. Apakah orang Yahudi lebih dekat kepada Allah? (Sepertinya itulah yang Paulus katakan.)
1. Jadi masalahkan hal itu? (Tidak!)
2. Sobat, camkan ini. Tak peduli seberapa jauh (atau seberapa dekat) saudara dengan Tuhan, dengan Yesus itu tidak jadi soal. Tidak saja mereka yang jauh dari Allah yang sekarang mempunyai jalan masuk kepadaNya melalui Yesus, tapi mereka yang dekat membutuhkan Yesus untuk jalan masuk mereka. Saudara tidaklah terlalu buruk atau terlalu bagus untuk memenuhi syarat untuk datang. Semua harus bertobat dari dosa dan meminta keselamatan yang tersedia melalui Yesus.)
4. Suatu Jemaat yang Baru
1. Baca Efesus 2:19-22. Apakah jemaat sejati Allah?
1. Berapa banyak dinding yang dipunyai jemaat (keluarga) ini? (Lihat Efesus 2:14 – tak satupun!)
2. Apa yang ayat ini ajarkan mengenai pengakuan arogan sebagai “umat yang sisa” di sepanjang garis denominasi? (Jika saudara mulai berpikir bahwa kelompok kecil saudara “tahir” dan orang Kristen lainnya “murtad,” maka saudara perlu baca ulang fasal ini. Memang Allah mempunyai suatu umat yang sisa, umat yang sisa dari “orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.” Itulah jemaat yang sisa!
3. Sobat, jemaat Allah sepenuhnya terbuka bagi engkau. Maukah engkau bertobat dari dosa-dosamu, dan menjadi bagian dari keluarga Allah?
5. Pekan depan: Rahasia Allah: Persekutuan Menyeluruh